
Tidak untuk remaja dan anak-anak ⚠️⚠️⚠️
Keesokan harinya, Cahya terbangun dari tidurnya.
Cahya makan dan segera mandi.
Ting Nung.... (Bel apartemen)
Cahya segera membuka pintu, Cahya mengira jika yang datang adalah Richard atau rendi. Ternyata yang datang adalah orang yang sudah mele*cehkan nya di pesawat saat itu. dia adalah Raka.
"Ra-raka" Cahya
"Morning" Raka
Cahya hendak memukul Raka namun Raka menahan tangan Cahya.
"Izinkan aku masuk" Raka
Cahya berusaha melepaskan tangan nya namun kekuatan tangan Raka sangat kuat.
Raka masuk kedalam apartemen sambil memegang tangan Cahya.
Dan dengan berani, Raka mengelilingi semua ruangan.
"Kau sudah bercerai?" Tanya Raka tiba-tiba
"Apa urusan mu?" Cahya
"Tentu saja aku punya urusan, karena ketika kau bercerai dengan suami mu, maka saat itu juga kau adalah milik ku seutuhnya" Raka
"Jangan mimpi" Cahya
"Siapa yang bisa menghentikan mimpi seseorang? tidak ada bukan?" Raka
"Kau pasti bukan raka kan? Raka tidak seperti dirimu!" Cahya
"Jadi Raka seperti apa?" Raka
"Raka yang ku kenal adalah orang baik, bukan manusia gila seperti mu" Cahya
__ADS_1
"Aku orang baik, kalau kamu nurut sama aku" Raka
Raka menarik tangan Cahya dan membuat dirinya sangat dekat tanpa ada jarak.
"Katakan padaku kapan kau akan bercerai?" Raka
"Aku tidak akan bercerai" Cahya
"Aku akan menceraikan mu dengan nya" Raka
"Coba saja" Cahya
Raka tiba-tiba mencium bibir Cahya, dan melu*mat nya. Jujur saja, saat ini Cahya benar-benar ketakutan dengan apa yang dilakukan Raka pada nya.
semua hal ini adalah baru untuknya.
Raka mengangkat tubuh Cahya dan menghempaskan tubuhnya di atas ranjang kasur.
Raka mengikat kedua tangan Cahya menggunakan kain putih yang berada di atas meja sebelum melakukan tahap selanjutnya.
Raka mengikat tangan Cahya meskipun Cahya berusaha memberontak.
Kemudian Raka juga membuka seluruh pakaian nya di hadapan Cahya.
Cahya menutup matanya. Tanpa sadar, Cahya menjatuhkan air matanya setetes.
Raka menghapus nya dan mencium bibir Cahya. Hingga ciuman itu turun kebawah, saat merasa Cahya telah terangsang. Raka dengan pelan, memasukkan junior nya itu.
Cahya mendesah kesakitan.
Raka mengeluarkan ponsel nya dan memotret Cahya yang berada dibawah nya. Cahya tidak sadar jika Raka mengambil foto saat itu.
Raka terus melanjutkan aksinya, Namun Raka merasakan sensasi yang berbeda. Cahya tidak seperti seorang istri pada umumnya.
Mengapa Cahya masih sangat sempit?
Raka membuka ikatan kain yang mengikat tangan Cahya. Cahya mere*mas sprei putih itu.
Cahya mend*esah berkali-kali.
__ADS_1
Saat mencapai 3 ronde. Cahya sudah mencapai pelepasannya berkali-kali.
"Ra-ka, to-long berhenti Uahh" Cahya
Akhirnya Raka menghentikan permainan nya Karena melihat Cahya yang sudah kesakitan.
Rama ambruk begitu saja saat ia mencabut kembali junior nya.
****
Di siang harinya, Raka terbangun dari tidurnya. Ia melihat Cahya yang berbaring lemas. Cahya memeluk erat sebelah kaki Raka di dalam selimut.
Raka mengintip dibalik selimut, Raka melihat sprei putih itu tercampur dengan darah.
Raka tersenyum puas.
"Aku tau ini" Raka
Tak lama kemudian, Cahya juga ikut terbangun.
Namun saat itu, Cahya hanya seorang diri dengan sebuah bunga di atas ranjang.
Cahya tersenyum sejenak, kemudian melihat sebuah kertas di dalam pot bunga itu.
Cahya mengambil nya dan membacanya.
"Mau bercerai atau aku yang akan membuat mu bercerai?...Aku sempat mengambil foto mu tadi, kau sangat menyenangkan untuk kepuasan di ranjang"
Cahya mengerutkan keningnya.
"Sial, dia mengambil foto saat itu?" Cahya
-
-
Happy reading all ❤️
__ADS_1