
Raka mengajak Cahya ke toko gitar untuk membeli tali gitar yang baru yang lebih bagus.
Cahya mengambil sebuah gitar dan mencobanya. Semua orang melihat Cahya yang pandai memainkan gitar itu.
Cahya tidak sadar, dia sedang menjadi pusat perhatian orang-orang disekelilingnya. Dan saat Cahya selesai. semua nya bertepuk tangan.
Cahya menjadi malu. Raka tersenyum melihat Cahya.
"Wow, Gadis kecil. kau sangat pandai bermain gitar" ucap seorang lelaki menghampiri Cahya
"Makasih" Cahya
"Apa kau tidak mengenaliku? aku adalah pelatih gitar terkenal di negara ini. Nama ku adalah Rendi" Rendi
"Benarkah paman?" Cahya
"Tentu saja, aku memuji bakat mu. Diusia mu yang masih muda kau seperti pemain berbakat" Rendi
"Permisi paman, Dia memang berbakat bukan seperti berbakat" Raka
"Apa kau teman nya anak muda?" Rendi
"Iya" Raka
"Siapa namamu gadis kecil?" Rendi
"Cahya" Cahya
"Kau bisa datang ketempat latihan ku di Jakarta" Rendi
"Aku tidak punya uang" Cahya
"Kau tenang saja, untuk pemain berbakat seperti mu aku akan memesan tiket untuk mu dan orang ku akan menjemputmu di bandara" Rendi
"Akan ku pikirkan" Cahya
"Simpan nomor ku, Apa kau punya ponsel?" Rendi
__ADS_1
"Tidak, tapi Raka punya" Cahya menoleh pada Raka.
Raka mengeluarkan ponsel nya.
"08**********" Rendi
"Sudah ku simpan" Raka
"Telfon aku jika kau benar-benar ingin menjadi seseorang yang terkenal dan menjadi bintang dunia" Rendi
"Terimakasih paman" Cahya
Rendi dan orang-orang nya keluar dari toko gitar.
Raka juga sudah memilih tali gitar, Raka menyuruh penjual nya untuk langsung memasang tali gitar itu.
Sepulang dari sana, hari sudah mau malam.
"Raka, kau bawalah gitar mu ini" Cahya
"Aku akan mengantar mu dulu kerumah mu" Raka
"Tentu saja" Raka
"Bagaimana dengan tawaran orang itu?" Raka
"Aku akan bilang dulu pada tanteku" Cahya
"Jangan bilang padanya, menurut ku ini lah kesempatan mu untuk menjadi orang terkenal Cahya. Ini kesempatan emas, hanya orang bodoh yang menyia-nyiakan kesempatan ini!" Raka
"aku takut Raka" Cahya
"Jika kau takut, lupakan mimpi mu. Orang penakut tidak layak memiliki mimpi besar" Raka
"Apa maksudmu?!" Cahya
"Ini saat nya merubah hidupmu, Kau akan terbebas dari siksaan dirumah terkutuk itu! Kau akan membiayai kuliah mu sendiri" Raka
__ADS_1
"Kau melihat segalanya?" Cahya
"Maafkan aku, Aku tidak sengaja melihat saat paman mu memukul mu di depan pintu rumah" Raka
"Aku ingin ke Jakarta Raka" Cahya
"Aku akan mendukung mu" Raka
"Cahya, aku juga ingin bilang sesuatu" Raka
"Apa?" Cahya
"Aku mencintaimu, sungguh. bukan karna sebentar lagi kau akan menjadi terkenal, aku sungguh-sungguh. dari dulu aku menyukai mu" Raka
"Jangan bicara omong kosong di depan ku" Cahya
"Baiklah" Raka
Raka pulang, begitu juga dengan Cahya. rumah mereka berbeda arah.
***
Cahya pulang dengan bahagia kerumah. Ia seperti mendapat semangat hidup baru. Dia akan berangkat ke Jakarta meskipun tanpa sepengetahuan paman dan Tante nya.
Seperti biasa. Cahya berada di atap rumah saat malam hari untuk melihat bintang di langit. namun kali ini tidak ada satupun bintang yang terlihat.
"Meskipun tidak ada bintang, Aku sudah menemukan bintang yang bersinar dalam diriku. Tuhan terimakasih, Aku sangat bahagia" Cahya
Gerimis perlahan-lahan mulai membasahi Cahya. Cahya segera berlari dan masuk ke rumah.
-
-
-
-
__ADS_1
Happy reading all ❤️