Secret Singer

Secret Singer
Bintang jatuh


__ADS_3

Malam harinya, di saat semua orang telah tidur. Cahya berada di atap rumah nya dan sedang melihat langit malam.


Cahya berharap ada bintang yang menerangi hidupnya.


"Tuhan, Kenapa aku berada disini? bisakah kau menempatkan diriku di luar negeri saja? Aku ingin kehidupan ku sendiri, Aku tidak mau dikekang oleh paman dan Tante ku Tuhan" Cahya


Tanpa sadar, setetes air matanya mengalir di pipinya. Namun senyum diwajahnya juga tak lepas.


"Bahkan setetes air mata pun jatuh sesukanya di wajah ku. Tidak bisa kah aku mengendalikan sesuatu hal kecil dalam hidupku?" Cahya


Cahya gadis kecil yang cantik dan periang. namun dunia nya serasa tak pernah memikirkan perasaan nya. Semua di atur oleh orang lain.


tidak ada yang pernah mempertanyakan perasaan nya.


Di langit malam ini lah tempat Cahya mengungkapkan seluruh pertanyaan dan perasaan nya.


Cahya berbaring di atap sambil melihat ke langit.


Sebuah bintang yang sangat bercahaya Jatuh melewati langit. Cahya duduk dan tersenyum bahagia.


Dengan cepat, Cahya melipat tangan nya dan berdoa.


"Tuhan, Aku ingin menjadi orang terkenal suatu saat nanti dan bertemu dengan orang tua kandung ku" Doa Cahya dalam hatinya.


Cahya membuka kembali matanya. kemudian kembali berbaring.


*****


Keesokan harinya, Cahya memakai sepatunya dan berlari sebelum ketinggalan bis sekolah.


"Hei! Cahya, Kau antar Kai ke sekolah nya!" Kona


"Iya Tante" Cahya

__ADS_1


Cahya berlari sambil memegang tangan Kai.


Sesampainya di halte bus.


Kai masuk ke dalam mobil kemudian Cahya.


Tidak ada tempat duduk lagi yang tersisa untuknya dan untuk Kai. Semua telah terisi penuh.


Cahya berdesak-desakan di dalam bus dengan Anak-anak sekolah lain yang juga kehabisan tempat duduk.


Kai terjepit di antara orang-orang. Raka yang melihatnya Segera berdiri.


"Kau, Cahya, duduklah disini. biar aku yang berdiri" Raka


Kai yang mendengar nya segera duduk di tempat Raka.


"Cahya, kau bisa memangku Kai" Raka


"Aku ingin duduk sendiri" Kai


Raka berdiri dibelakang Cahya dan memegang sebuah pegangan tangan dalam bus di sisi kiri dan kanan Cahya.


Raka melakukan itu agar tak ada seorang pun yang mendorong Cahya.


Bus itu berhenti di Sebuah SD.


Cahya menarik tangan Kai dan mereka keluar dari dalam bus.


"Kai, Kau ingat pesan ibu mu. jangan nakal" Cahya


Kai mengangguk dan masuk di pintu gerbang sekolah nya.


Cahya juga kembali masuk kedalam bus. Kini, bus tidak penuh karna banyak anak SD yang keluar.

__ADS_1


Cahya duduk disebelah Raka.


"Raka terimakasih banyak" Cahya


"Tidak perlu berterima kasih" Raka


****


Sesampainya disekolah, Cahya dan Raka merupakan teman sekelas. Raka duduk di belakang Cahya.


"Cahya, ini kertas yang kau minta" Raka


Cahya mengambil kertas itu.


"Raka, bagaimana caranya aku mengikuti perlombaan ini tanpa sepengetahuan paman ku?" Cahya


"Itu sangat mudah, perlombaan nya akan di adakan disekolah ini. Kau bisa mengikuti nya dan paman mu tidak akan tau" Raka


"Bagaimana jika paman ku datang ke sekolah?" Cahya


"Dia tidak mungkin datang jika tidak ada yang mengundang nya" Raka


"Kau benar, aku akan mengisi formulir ini" Cahya


Cahya mengisi formulir itu.


Setelah selesai mengisi formulir nya, Cahya menyodorkan kertas itu pada Raka.


Belum sempat Cahya memberikan nya pada Raka. ia teringat sesuatu.


"Bagaimana jika aku menang?" Cahya


"Kau akan pergi ke Jakarta" Raka

__ADS_1


Cahya menarik kembali tangan nya. Ia melihat Kertas itu kembali. Dan beberapa detik kemudian Cahya merobek kertas itu dengan kasar.


__ADS_2