
Setelah itu Cahya keluar. Cahya duduk disebuah kursi di hadapan semua murid Rendi yang sedang latihan.
Cahya mengambil gitar, dan mulai memetik satu persatu tali gitarnya. Hatinya deg degan, baru kali ini ia tampil dihadapan seorang pelatih musik dan murid-murid yang terlatih.
Cahya menampilkan kehebatan nya bermain gitar dengan diiringi lagu yang keluar dari mulut nya.
Suara Cahya Bagaikan suara emas. tutur kata nya sangat halus dan tepat. Nada nya sesuai irama dan sangat bagus.
Rendi terbungkam mendengar suara dan permainan gitar yang sangat ahli.
Semua nya terkagum melihat nya, Tanpa disadari seorang penyanyi berbakat dan terkenal di negeri ini yang baru saja tiba mendengar suara itu.
Ia mencari arah sumber suara dan melihat Seorang gadis dengan seragam sekolah lengkap sedang mengeluarkan bakat nya dihadapan semua orang.
Setelah lagu nya selesai. Semua orang bertepuk tangan.
Penyanyi terkenal itu mendekat.
"Rendi, siapa dia?"
Cahya terdiam mendengar suara yang begitu ia kenali.
Saat Cahya melihat orang itu, ternyata dia adalah Richard. Seorang penyanyi berbakat dan sering mendapatkan penghargaan.
"Dia adalah murid baru ku" Rendi
"Murid? seperti nya dia sudah menandingi permainan gitar mu" Richard
"Paman Richard" Cahya
Richard melihat Cahya
"Paman? apa kau mengenalku?" Richard
"Tentu saja, siapa yang tidak mengenal mu" Cahya
__ADS_1
"Kalau begitu, kau pasti salah satu penggemar berat ku" Richard
"Tidak" Cahya
Richard sedikit terkejut mendengar ucapan Cahya.
"Baiklah, Cahya aku akan memasukkan mu ke dalam sebuah grub band. dan kau akan menjadi pemain gitar. Kau akan membentuk band dengan Hana, Selin, Rohit dan Kris" Rendi
Cahya kesal dengan ucapan Rendi. apa-apaan ini, masuk dalam sebuah kelompok band dan menjadi pemain gitar?.
"Tidak!" Cahya
"Hei kenapa?" Rendi
"Aku datang kesini untuk menjadi seseorang yang terkenal, bukan malah masuk kedalam sebuah kelompok band dan menjadi pemain gitar!" Cahya
"Jadi maksud mu?" Rendi
"Maksud ku adalah, aku ingin menjadi orang sukses dengan suara ku sendiri dan gitar yang ku main kan. Aku tidak ingin tampil dalam sebuah grup musik" Cahya
"Tidak bisa, dia murid ku" Rendi
"Aku akan mengajari nya cara bernyanyi yang tepat dan memperkenalkan suaranya di seluruh media" Richard
"Aku akan melatih permainan gitar nya hingga dia terkenal" Rendi
"Baiklah, kita berdua akan mendidiknya" Richard
"Kita? berdua?" Rendi
"Tentu saja, dia akan lebih mudah dikenal oleh seluruh Indonesia" Richard
"Aku setuju, berlian ini tidak boleh di sia-siakan" Rendi.
Cahya, Rendi, dan Richard masuk kesebuah Studio musik untuk melakukan perekaman.
__ADS_1
"Baiklah Cahya, aku akan memutarkan mu sebuah lagu" Richard
Richard memutar sebuah lagu ciptaan nya sendiri. Itu adalah lagu yang mempunyai banyak Nada seksi dan lagunya bertempo cepat seperti sebuah lagu DJ.
"Baiklah, coba kau nyanyikan itu" Richard
Cahya mencobanya, Namun tidak bisa. nada yang dinyanyikan Cahya berbeda, sungguh berbeda.
Hingga Cahya melakukan perekaman yang ke 8 kali nya, namun tetap saja tidak bisa.
"Apa kau sungguh-sungguh bisa bernyanyi?!" Richard
"Aku bisa" Cahya
"Lalu apa ini? sudah kesekian kalinya kita mengulang!" Richard
Keringat dingin mulai bercucuran membasahi wajah Cahya.
"Be-beri aku waktu, aku akan ke toilet" Cahya
Cahya masuk ke dalam toilet, disana Cahya membasahi wajahnya. Cahya mondar-mandir dan tubuh nya gemetar.
"apakah perjuangan ku akan berhenti disini, dan aku akan pulang tanpa hasil" Batin Cahya
"Tuhan, jika kau sudah mengirim ku kesini dengan selamat. itu artinya kau punya rencana untukku. Aku percayakan semua pada mu" Cahya
-
-
-
-
Happy reading all ❤️
__ADS_1