Seindah Mentari Pagi

Seindah Mentari Pagi
Prolog


__ADS_3

Perkenalan karakter


Tiara 


Gadis cantik yang dilahirkan dikeluarga yang sederhana. Karena mempunyai orang tua yang miskin, sering kali dia dibully oleh teman-temannya. Bahkan saat dia duduk di bangku sekolah dasar. Tapi karena didikan orang tuanya Tiara tidak pernah berkecil hati dengan apa yang dia punyai. Dia selalu berusaha belajar dengan rajin untuk menunjukan pada orang-orang bahwa dia juga bisa setara dengan mereka. Tidak heran dia selalu mendapat peringkat pertama. Sampai dia mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan kuliah di salah satu universitas terbaik. Tapi bukan jalan yang mulus yang dia lalui, semua mimpi yang sudah sangat dekat di depan mata tiba-tiba seperti menjauh saat ayahnya jatuh sakit. 


"Bu, sekarang bapak gak bisa kerja lagi. Bagaimana ya bu dengan anak-anak" Tanpa sengaja Tiara mendengar percakapan orang tuanya. Tiara menghentikan langkahnya, dengan perlahan dia mendekati pintu kamar orang tuanya yang sedikit terbuka.


"Ibu juga belum tau pak, nanti kita pikirin lagi ya pak yang penting bapak sembuh dulu" kata ibu dengan suara parau, sangat jelas menahan kesedihan.


"Tiara bagaimana bu, apa dia suruh berhenti dulu kuliahnya? Biar dia bisa bekerja dan membantu adik-adiknya?"


"Jangan Pak, kasihan Tiara. Sebentar lagi dia lulus, kalau dia sampai berhenti pasti dia sangat kecewa. Lagi pula dia kan kuliah dengan beasiswa pasti gak bisa asal berhenti Pak, biar Ibu nanti cari cara" kata Ibu dengan lirih. Tiara perlahan kembali ke kamarnya. Saat itu dia merasa sangat sedih. Dia bingung harus bagaimana. Satu sisi dia ingin meneruskan kuliahnya, disisi lain dia juga ingin membantu keluarganya.


Kenapa kehidupanku harus seperti ini. Selama ini aku gak pernah mengeluh karena lahir di keluarga miskin, tapi kenapa harus sekarang aku merasakan ini. Bapak dan Ibu sudah terlalu banyak berkorban buat aku, tapi aku belum bisa membantu. Apa yang harus aku lakukan? 


Di dalam kamarnya Tiara meratapi keadaannya. Saat itu dia merasa dia marah dengan keadaannya. Dia sedih mengingat kesusahan orang tuanya, akhirnya dia memutuskan untuk mencari kerja sambilan. Karena dia juga tidak bisa berhenti kuliah begitu saja. 


---


Angel


Gadis modis sahabat Tiara yang paling dekat. Anak orang kaya yang awalnya berteman dengan Tiara karena sering minta contekan tugas, tapi lama-lama mereka merasa cocok dan menjadi teman baik.


Mendengar kesusahan yang dialami sahabatnya, Angel yang memang anak orang kaya menawarkan untuk membantu Tiara.


"Kamu tenang aja Ti, kan aku masih bisa bantu kamu. Kamu tinggal kasih tau aku kamu butuh apa, berapa. Aku pasti kasih" kata Angel sambil mengaduk minumannya sebelum dia menyeruputnya.

__ADS_1


"Gak bisa gitu Angel, mau sampai kapan aku bergantung sama kamu begitu. Aku mau cari kerja sambilan deh" kata Tiara, pandangannya menyapu sekeliling seolah mencari sesuatu.


"Yah.. Kamu kan tau yang sudah lulus kuliah aja susah cari kerja, apalagi kamu yang belum lulus, gak ada pengalaman" kata Angel.


"Kamu kok malah ngomong gitu si, kasih semangat kek, atau gimana, cariin kerja gitu" kata Tiara sedikit kesal.


"Sorii..sorii.. Ntar aku pikir dulu yah.. Kalau di perusahaan papahku ada lowongan gak yaa.. Atau… mmm" Angel tidak meneruskan kata-katanya, dia tersenyum ke arah Tiara.


"Atau apa Angel" kata Tiara heran.


"Atau sebaiknya kamu kerja di perusahaan om aku, ini perusahaan besar dan kalau kamu disana pasti bisa sukses, apalagi kamu rajin dan pintar" kata Angel yakin.


"Wah.. Beneran aku bisa disana?"


"Aku tanya dulu sih sama om aku, tapi orangnya agak dingin. Jadi doain aja yah biar kamu bisa masuk. Tapi mungkin aku ceritain juga kesulitan kamu karena kamu masih harus kuliah."


Akhirnya Angel berhasil merayu adik Papanya untuk menerima Tiara sebagai karyawan magang.


"Tolong teman aku ya Om" kata Angel. Orang yang dia panggil Om hanya diam sambil terus mengamati CV Tiara yang Angel serahkan. Angel menceritakan semua tentang Tiara.


"Kalau kamu punya sahabat sehebat yang kamu ceritakan itu kenapa kamu masih begini?" kata Omnya.


"Yah.. Om kok malah ngomongin aku. Gimana? Boleh yah Om"


"Oke, kita coba dulu, tapi kalau dia gak sepintar atau serajin yang kamu katakan, dia keluar" jawabnya sambil meletakan CV Tiara keatas meja.


"Siaapp Om ganteng. Om Rio emang yang paling ganteng, baik…." kata Angel memuji Om nya.

__ADS_1


----


Tiara sangat senang akhirnya dia mendapatkan pekerjaan dan masih bisa kuliah. 


"Kamu memang sahabatku yang paling paling" kata Tiara sambil memeluk Angel.


"Udah udah… lama-lama aku kehabisan nafas kamu peluk begitu. Tapi kamu harus janji ya.. Kerja yang bener. Omku sangat gak suka sma yang malas."


"Tenang aja… Aku pasti kerja dengan baik" jawab Tiara dengan gembira.


"Aku percaya sama kamu, oh ya… Om aku itu orangnya dingin, galak, kadang nyebelin jadi kamu sabar sabar ya disana" kata Angel lagi.


"Oke… Thanks ya Angel."


Saat Tiara mengutarakan niatnya untuk bekerja sambil kuliah, awalnya ibu melarangnya.


"Apa kamu bisa membagi waktu nak?" kata Ibi lirih.


"Tenang saja ibu, Tiara bisa kok. lagi pula kan Tiara gak bisa berhenti kuliah begitu saja, kan Tiara dapet besiswa, kalau berhenti mendadak begini nanti di suruh ganti rugi bu" kata Tiara, bukan ingin menakut-nakuti ibunya, tapi dia memang ingin membantu keluarganya tapi dia juga ingin menggapai cita-citanya.


"Bagitu ya, tapi kamu bisa jaga diri kan? maafin bapak dan ibu ya nak, membuat kmu susah" kata Ibu sambil memeluk Tiara.


"Gak susah kok Bu, memang tugas Tiara buat jaga Bapak dan Ibu, doain Tiara ya bu"


"Pasti nak doa ibu selalu ada buat kamu" kata Ibu bangga dengan anaknya.


Akhirnya Tiara kembali menemukan jalan keluar untuk masalahnya dengan bantuan Angel. Tapi apakah jalannya akan tetap semulus itu? Bagaimana nanti dia menghadapi Om Angel yang ternyata tidak seperti yang dia bayangkan.

__ADS_1


Perjalanan hidup yang lebih seru sudah menantinya.


__ADS_2