Seindah Mentari Pagi

Seindah Mentari Pagi
malu


__ADS_3

Setelah Tiara mengetahui bahwa lelaki tampan yang beberapa kali bertemu dengannya adalah Rio, sekarang dia selalu berhati-hati saat di kantor. Menghindari bertemu dengan Rio. Seperti pagi ini, saat datang ke kantor dia berjalan sambil pandangannya berkeliling. Saat akan memasuki lift juga dia akan melihat dulu apakah ada sosok Rio atau tidak. Setelah dia memastikan tidak ada Rio, baru dia akan masuk. 


"Kamu kenapa Tiara? Kok seperti mencari sesuatu?" kata Pak Seno saat melihat Tiara berjalan sambil melihat kanan kiri. Mendengar suara Pak Seno Tiara kaget. Karena dia hanya fokus mencari sosok Rio.


"Aduuhh… kaget saya Pak, kirain siapa" kata Tiara sambil mengelus dadanya karena kaget.


"Memang kamu kira siapa? Oh iya… setelah kamu taruh tas kamu, ke ruangan saya ya." kata Pak Seno.


"Ada apa ya Pak?" kata Tiara bingung, karena dia juga baru datang.


"Ada kerjaan buat kamu." kata Pak Seno.


"Oh.. Baik Pak" kata Tiara cepat. Setelah itu Pak Seno kembali ke ruangannya.


Sampai di meja kerjanya Tiara meletakan tasnya, dan langsung duduk dengan berat.


"Kamu kenapa?" kata mba Santi penasaran. Karena selama dia mengenal Tiara, dia selalu melihat Tiara bersemangat.


"Gak papa mba, oh iyaa… aku disuruh ke ruangan Pak Seno" kata Tiara dengan buru-buru dia berdiri dan langsung pergi. Mba Santi yang melihat tingkah Tiara hanya bisa bengong.


Sampai di ruangan Pak Seno, Tiara mengetuk pintu.


Tok tok tok


"Masuk" kata Pak Seno dari dalam. Tiara membuka pintu dan masuk dengan sopan. Tapi, alangkah terkejutnya dia saat melihat di dalam ruangan pak Seno ternyata ada Rio sedang duduk di sofa. Tiara berhenti di tempatnya berdiri, dia takut untuk mengangkat kepalanya.


"Loh Tiara kok diam saja disitu. Kesini.. Kebetulan ada Pak Rio disini, pak ini Tiara yang kerja magang itu" kata Pak Seno. Mendengar dirinya diperkenalkan, Tiara semakin menunduk. Dia malu karena sudah menganggap Rio sebagai karyawan biasa.


"Aku udah tau, oke pak seno nanti kita bicarakan lagi masalah itu. Aku ada rapat sebentar lagi." kata Rio sambil berdiri.


"Baik Pak" kata Pak Seno sopan. Rio melangkah ke arah pintu. Saat melewati Tiara dia berhenti.


"Sudah ketemu atasan yang galak?" kata Rio setengah berbisik di samping Tiara. Tiara merasa malu dan sangat tidak enak hati. Kemudian Rio meninggalkan ruangan.


"Kamu kenapa Tiara, katanya kamu mau ketemu Pak Rio, sekarang ketemu kok malah kayak gitu" kata Pak Seno heran. 


"Gak papa Pak cuma kaget aja  pak Rio masih muda, oh iya Bapak panggil saya ada apa ya Pak?"

__ADS_1


"Oh iya.. Ini" Tiara mendekat ke pak Seno dan pak Seno memberikan beberapa pekerjaan. 


Tiara cepat mempelajari pekerjaanya. Sehingga Pak Seno senang dengan hasil kerjanya. Dan teman-temannya pun merasa terbantu dengan kedatangan Tiara. 


"Tiara, kapan kamu lulus?" kata mba Santi .


"Tahun depan mba, doakan ya…" kata Tiara.


"Kamu pasti lulus dengan hasil yang bagus lah, pinter begitu" kata mba Santi memuji Tiara.


"Mba Santi bisa aja…." kata Tiara tersipu mendengar pujian dari mba Santi.


Hari ini akhir minggu, Tiara janjian bertemu dengan Angel. Seperti biasa kalau mereka sudah bertemu selalu ada saja hal seru yang mereka bahas, entah itu soal makanan, cowo, temen mereka yang aneh, atau apapun. 


"Sejak kamu kerja, bener-bener ya aku kayak hilang separuh jiwa. Biasa pulang kuliah nongkrong sama kamu, belanja, atau kerjain tugas bareng… eh kamu si yang kerjain. Sekarang, keluar kampus dah hilang aja kamu kayak ditelan bumi." kata Angel panjang lebar, sambil mengaduk minumannya.


"Kan aku kerja, mana bisa datang seenaknya. Sebagai karyawan harus disiplin, jujur, dan gak boleh seenaknya, baru kita dipercaya orang… itu kata ayah aku." kata Tiara.


"Haiiiss dasar anak baik, begitu lah… kapan kamu punya pacar kalau begini terus, abis kuliah kerja, terus pulang tidur, begitu lagi besoknya…" kata Angel sambil tertawa.


"Aduuuhh gak pikirin pacar aku, yag penting lulus kuliah, kerja, bisa bantu orang tua, gitu aja udah cukup, kalau pacar gak usah dicari kalau jodoh datang pasti bertemu" kata Tiara bijak, yang disambut tawa Angel. Tiara cemberut karena Angel tertawa.


"Om Rio masih jomblo? Gak mungkin ah… om kamu kan ganteng, kaya, keren masa masih jomblo" kata Tiara gak sadar.


"Hayoooo.. Kamu suka sama om aku yaaa…" perkataan Angel membuat Tiara terkejut.


"Apaan sii… gak lah.. Kan belum kenal juga.. Cuma kan memang om kamu masih muda, udah sukses, masa gak ada cewek yang mau gitu" kata Tiara.


"Kamu gak tau aja, om Rio itu banyak banget yang mau deket, bahkan kakek suka jodohin tapi gak mau juga… sampai kakek marah" kata Angel. Dalam hati Tiara gak heran kalau Rio banyak yang mendekati. Dan dia juga gak heran kalau gak ada yang diterima karena beberapa kali dia bertemu dengan Rio juga tampak dingin. Seperti patung es. Dingin dan kaku.


"Angel" tiba-tiba di belakang Angel berdiri seseorang yanv membuat Tiara membatu. Rio.


"Eh om… lagi apa om, kok bisa kesini?" kata Angel gugup karena dia baru saja membicarakan Rio.


'Panjang umur ini orang'  kata Tiara dalam hati.


"Ada mau ketemu orang, kamu lagi apa?" kata Rio, kemudian dia melirik ke arah Tiara, melihat itu Tiara langsung menunduk.

__ADS_1


"Lagi temu kangen om, abisnya Tiara kan abis kuliah langsung lari ke kantor buat kerja." kata Angel manja.


"Yah kan dia udah kerja jadi harus belajar tanggung jawab, bukan kamu yang suka main" kata Rio sambil sentil jidat Angel, angel mengelus jidatnya. Melihat itu Tiara tersenyum.


"Om traktir kita ya…" kata Angel.


"Iya… tenang aja. Ya udah om kesana dulu ya… kamu pulang hati-hati." kata Rio kemudian melangkah, tapi saat melewati Tiara dia berhenti.


"Biasa cerewet" kata Rio kemudian dia melanjutkan jalan. Tiara kaget denger kata-kata Rio.


"Siapa yang cerewet?" tanya Angel.


"Tanya om kamu lah" jawab Tiara gugup. 


"Kok aku curiga sama kamu ya." kata Angel sambil menatap Tiara. Tiara yang sudah terlanjur malu melempar tisu ke arah Angel.


"Apaan sih curiga curiga.." melihat reaksi Tiara, Angel kembali tertawa. 


Saat pulang kerumah, ibu belum tidur. Seperti biasa dia akan menunggu Tiara pulang.


"Ibu kenapa belum tidur?" tanya Tiara saat melihat ibunya masih duduk di depan televisi.


"Kamu belum pulang ibu gak mungkin bisa tidur neng" kata Ibu sambil berdiri dan berjalan ke arah meja makan.


"Ibu belum makan?"


"Sudah, ibu sudah makan. Ini ibu ada pisahin sayur buat kamu. Takut kamu belum makan" kata Ibu sambil membuka tudung saji.


"Tia udah makan bu tadi sore, kayaknya agak laper nih. Biar nanti Tia makan. Makasih ya bu, ibu kalau udah ngantuk tidur aja. Udah malam" kata Tiara sambil merangkul pundak ibunya.


"Ibu temani kamu aja dulu neng" kata ibu. 


"Ya udah, Tiara mau bersih-bersih badan dulu ya bu" ibu mengangguk.


Setelah mandi Tiara melihat ibunya sudah mengantuk, ibu duduk di kursi sambil terpejam. Dia memegang ibunya perlahan.


"Bu… tidur di kamar yaa.." kata Tiara, ibu perlahan membuka mata. Kemudian mengangguk.

__ADS_1


"Maaf ya ibu gak bisa temani kamu" kata ibu kemudian masuk ke kamar. Tiara melihat ibunya dari belakang, hatinya sedih. Dia tau sebenarnya ibu hanya kangen, karena selama Tiara kerja dia sibuk dengan kuliah dan pekerjaannya. Bahkan sudah sangat jarang berbincang dengan ibunya.


'Doakan Tiara sukses bu, biar bisa bahagiain ibu dan ayah' gumam Tiara.


__ADS_2