Seindah Mentari Pagi

Seindah Mentari Pagi
satu ruangan


__ADS_3

Hari ini di kantor ada masalah, ternyata ada kesalahan penulisan laporan yang membuat Rio marah besar, akibatnya Pak Seno yang kena amarah Rio ikut memarahi bawahannya. Semua tegang, mereka tau kalau sampai Rio marah maka bisa-bisa yang membuat kesalahan akan di pecat.


"kira-kira laporan siapa yang sampai fatal?" kata mba Santi cemas.


"Gak tau mba, tapi sepertinya dari divisi kita, karena Pak Seno yang kena marah" kata Tiara tidak kalah cemas.


saat semua tegang karena memikirkan siapa yang salah, tiba-tiba pak Seno datang dengan muka kusut.


"Tiara, kamu dipanggil Pak Rio" kata pak Seno. Semua melihat ke arah Tiara.


"wah ternyata dia yang buat salah" kata salah satu rekannya.


"untung bukan laporanku" kata yang lain.


"bakal tamat riwayatnya di perusahaan ini" mereka terus berbisik-bisik. Kaki Tiara seakan berat untuk melangkah. Dia sangat takut, bagaimana kalau dia sampai di pecat sedangkan keluarganya bergantung padanya. Akhirnya dia memantapkan hatinya dan melangkahkan kakinya menemui atasan yang terkenal galak itu.


sampai di depan pintu ruangan Rio, Tiara mendengar suara Rio sedang marah. suaranya menggelegar membuat suasana menjadi mencekam. tapi semua memang harus di hadapi.


'tok tok tok'


Tiara mengetuk pintu.


"masuk!!" kata Rio dengan keras. Tiara membuka pintu dengan gemetar. Saat pintu terbuka dia melihat ada dua staf yang sedang berdiri menunduk di hadapan Rio.


"Kalau besok masih belum benar, jangan datang lagi!!" kata Rio


"baik Pak" kata dua staf itu lirih. kemudian mereka undur diri dari hadapan Rio dengan segera. Setelah mereka keluar, Tiara melangkah mendekati meja Rio. Rio kemudian melemparkan laporan yang menjadi masalah ke meja.


"kamu yang buat laporan ini?" kata Rio sambil menatap Tiara dengan tajam.


"iya Pak.." jawab Tiara terbata.


"kenapa bisa separah ini kesalahannya?" tanya Rio lagi. walaupun nada bicaranya gak seperti saat dia marah kepada dua staf td, tapi bagi Tiara itu sangat mengerikan, bahkan dia gak berani menatap Rio.


"maaf Pak, saya hanya memasukan data-datanuang di kumpulkan dari staf lain" kata Tiara.


"kamu gak cek?"


"itu..." kata Tiara merasa bersalah karena dia ingat waktu mengerjakan laporan itu dia juga sedang sibuk dengan skripsinya.

__ADS_1


"kamu sedang mengerjakan skripsi?" tanya Rio lagi.


"iya Pak, tapi saya janji akan lebih teliti lagi Pak, dan akan lebih fokus ke pekerjaan" kata Tiara


"Tapi buktinya kamu gak fokus dan buat kesalahan" kata Rio.


"iya Pak saya salah, beri saya kesempatan Pak, untuk perbaiki ini." kata Tiara sedikit memohon


"serahkan laporan ini sama Santi, biar dia yang perbaiki"kata Rio, Tiara terkejut, dia takut akan di pecat.


"saya bisa perbaiki Pak, beri saya kesempatan" kata Tiara.


"kamu fokus saja sama skripsi kamu" kata Rio.


"maksud Pak Rio saya di pecat?" kata Tiara, matanya mulai berkaca-kaca. Dia membayangkan kalau sampai dia di pecat bagaimana nasib keluarganya, ayah, ibu, da adik-adik nya. Mereka semua berharap pada Tiara.


"kamu kenapa nangis? kamu gak di pecat" kata Rio. Dalam hati dia merasa bersalah, tapi juga heran kenapa dia bisa sangat peduli dengan Tiara. Selama ini kalau ada gadis yang menangis di depannya karena cinta mereka di tolak, Rio akan merasa biasa saja bahkan lebih ke gak peduli. tapi melihat Tiara menangis dia merasa kasihan.


"saya gak di pecat Pak?" kata Tiara setengah gak percaya.


"Kali ini saya maafkan tapi lain kali gak boleh ada kesalahan lagi, kalau kamu buat salah lagi langsung pergi dari sini" kata Riob tegas.


"Mba Santi, maaf yah sudah merepotkan. Pak Rio suruh aku serahin laporan ini ke mba Santi." kata Tiara sambil menyerahkan laporan tadi.


"aku? jadi kamu gimana? di pecat ya?" kata mba Santi dengan sedih.


"gak kok mba" kata Tiara sambil tersenyum.


"gak?!" kata mba Santi kaget.


" gak mba, gak di pecat aku masih disini" kata Tiara tersenyum melihat reaksi mba Santi


"kamu beneran ada hubungan sama Pak Rio ya?" kata mba Santi sambil mendekatkan tubuhnya ke arah Tiara.


"apa sih mba, gak lah. jangan percaya gosip mba" kata Tiara sambil tertawa. Dia heran kenapa malah ditanya seperti itu.


"tapi aneh loh"


"aneh kenapa sih mba?"

__ADS_1


"biasanya yang buat kesalahan kayak kamu ini pasti langsung di pecat sama pak Rio, lah kok kamu gak?" kata mba Santi heran.


"wah kalau itu aku gak tau mba, mungkin gak enak sama Angel, kan aku sama Angel sahabatan. Dan yang rekomendasikan aku disini juga Angel" kata Tiara


"oh, Angel keponakannya Pak Rio yang cantik itu ya?" kata mba Santi


"iya mba, Angel itu sahabat saya, oh iya mba nanti data-data untuk laporan itu aku kirim ke mba Santi ya. biar bisa dikerjakan" kaya Tiara sambil merangkul lengan mba Santi.


"siap"


______


Angel baru saja sampai di kantor. Hari ini diluar cukup panas. begitu masuk kantor yang dingin bagaikan menemukan oase di Padang gurun. Karena Tiara sedang mengerjakan skripsi jadi dia bisa ke kantor lebih pagi.


"Tiara, kamu sudah sarapan?" kata mba Santi.


"udah mba" kaya Tiara berbohong. Ibunya tadi pagi belum sempat masak karena semalam adiknya demam. jadi Tiara gak sempat makan, kalau beli diluar dia merasa sayang uangnya. Tapi perutnya gak bisa berbohong, dia bunyi disaat yang tepat.


"nah kan tuh perut minta diisi. nih makan roti aku" kata mba Santi memberikan sepotong roti untuk Tiara


"gak usah mba, mba Santi makan aja. aku ada bawa bekal kok" kata Tiara berbohong Alfi, dia cuma gak enak kalau makan bagian mba Santi.


"Tiara, ikut keruangan saya" tiba-tiba Sura Rio mengagetkan mereka.


"baik Oka" kata Tiara langsung menjawab.


"ada apa?" tanya mba Santi sambil berbisik.


"gak tau mba" balas Tiara. Dia kemudian menuju ruangan Rio.


Saat masuk dia melihat Rio berdiri di samping mejanya. di atas meja ada roti dan susu.


"kamu buat laporan, nanti saya kasih datanya, buat di ruangan ini, supaya bisa aku pantau" kata Rio. Tiara bingung mau jawab apa.


"nih ada roti dan susu Ardi beli kelebihan, kamu makan aja dari pada dibuang, mubasir" kata Rio sambil menunjuk ke arah roti.


"saya gak..."


"makan dulu baru kerjain laporan. kamu pakai laptop yang ada di meja sana saja" kata Rio menunjuk meja di sudut ruangan.

__ADS_1


"baik Pak" kata Tiara, mau gak mau dia harus menuruti apa kata Rio.


__ADS_2