
"Aaarrgghhh hari ini banyak banget kerjaan…. Apalagi besok harus ikut rapat untuk acara ulang tahun perusahaan, harusnya kan libuuurrr" kata Tiara sambil melemparkan tasnya di ranjang. Angel yang mengikuti di belakangnya hanya bisa menggelengkan kepala.
"Namanya juga kerja Ti…. Besok rapat kan aku ikut, lagian acaranya juga di cafe… nyantai aja lah" kata Angel kemudian dia mengambil cemilan di meja dekat jendela.
"Jangan makan di atas ranjang ya, duduk di kursi aja" kata Tiara saat melihat Angel akan naik ke ranjangnya.
"Ahh pelit nih…" kata Angel, kemudian dia duduk di kursi. Kamar Tiara yang sempit memang sering menjadi tempat mereka menghabiskan waktu.
"Besok itu seharusnya aku tidur, istirahat Angel, kenapa malah kamu ajakin rapat… Aduuhh gak ngerti deh" kata Tiara.
"Yaahh gak papa lah… kapan lagi kita nongkrong rame-rame" kata Angel sambil ketawa. Karena dia yang menjadwalkan pertemuan besok.
"Nongkrong rame-rame tapi orang gak gitu aku kenal, gimana ceritanya…" kata Tiara sedikit kesal.
"Yah mau gimana lagi, om Rio ada waktunya besok" mendengar nama Rio akan ikut pertemuan besok, Tiara semakin menciut.
"Aduuhh aku gak ikut deh besok, kamu wakilin aku aja yaaa… kasih tau aja rapatnya bahas apa aja" kata Tiara sedikit memohon.
"Kamu tuh gak mau ikut rapat apa gak mau ketemu om aku sih?" kata Angel penasaran.
"Dua-duanya sih" kata Tiara sambil nyengir.
"Parah sih, ternyata masih ada cewek yang gak mau ketemu sama om ku. Tapi tenang aja, papaku bilang kemarin Om ada di jodohin ama anak temen opa aku" kata Angel.
"Om kamu udah dijodohin?" kata Tiaranya tanpa sadar suaranya sedikit terkejut.
"Iyaa.. Tapi gak tau dia mau apa gak… Selama ini sih gak mau dijodohin, tapi kata papa, cewek yang sekarang seorang model donk dan lulusan luar negeri" kata Angel menjelaskan.
"Yah, cocok lah sama om kamu" kata Tiara, entah kenapa ada sedikit perasaan kecewa di hatinya.
"Kamu gak cemburu Ti, kalau si Om mau ama ni cewek?" kata Angel penasaran.
"Lah kenapa aku harus cemburu, kenal sama om kamu aja belum, aneh-aneh aja kamu" kata Tiara sambil melempar bantal ke arah Angel.
"Neng, udah pada makan belum? Ibu ada masak sayur asem tuh, sama ikan asin" tiba-tiba ibu masuk kamar untuk menawarkan makan.
"Ada sambel gak bu?" kata Angel semangat.
"Ada donk, kan ibu tau, Angel suka sambel buatan ibu" kata ibu sambil tersenyum.
__ADS_1
"Waaahh, ibu memang yang terbaik. Ayoo Ti kita makan…" kata Angel sambil mengikuti ibu keluar kamar, Tiara hanya bengong. Angel memang sudah sangat dekat dengan keluarga Tiara, dan dia paling suka makan masakan ibu.
Saat Tiara keluar kamar, Angel sudah duduk manis menghadap meja makan, nasi dengan sayur asem, sambal dan ikan asin sudah ada dihadapannya. Ibu, dan adik-adik Tiara juga sudah berkumpul untuk makan bersama.
"Bu, ayah udah makan?" tanya Tiara.
"Sudah neng, ayah udah istirahat sekarang. Habis minum obat gak lama tidur" kata ibu sambil menyiapkan piring untuk Tiara.
"Ooohhh… Tedi, kamu gimana sekolah hari ini?" kata Tiara bertanya pada adiknya yang sudah kelas 2 SMA.
"Yah gitu aja kak" jawab Tedi santai sambil menyuapkan nasi ke mulutnya. Angel sudah asyik dengan makanannya.
"Jangan gitu aja donk, belajar yang bener, biar bisa maju…" kata Tiara.
"Sudah-sudah makan dulu baru ngobrol, kamu ini Ti" kata ibu, Tiara menunduk ditegur ibu. Yang lain tertawa.
"Abis makan kita pesan cemilan atau yaaaa, kalian mau apa?" kata Angel, yang disambut sukacita oleh adik Tiara.
"Memangnya gak kenyang habis makan ngemil?" kata ibu.
"Gaaaakkk" kata anak-anak serempak, ibu hanya tersenyum sambil menggelengkan kepala.
Keesokan harinya Angel menjemput Tiara untuk pertemuan di cafe. Tiara sebenarnya enggan untuk ikut tapi Angel memaksa dari semalam. Akhirnya Tiara mengalah dan ikut pergi.
"Yah biasa aja, makan bersama karyawan dan direksi, ada doorprize untuk karyawan, terkadang kita mendatangkan artist, ya begitulah" kata Angel menjelaskan. Tiara mengaggukkan kepala.
Sesampainya di cafe, ternyata sudah banyak yang hadir, ada beberapa orang yang Tiara sudah kenal ada juga yang baru pertama kali bertemu, melihat Tiara yang ikut rapat, beberapa orang terlihat berbisik-bisik. Karena biasanya hanya para senior yang menyiapkan acara. Tapi Tiara tidak begitu peduli dengan pendapat orang-orang, lagi pula bukan dia yang mengajukan diri.
Tidak lama setelah Angel dan Tiara sampai, Rio juga sampai. Tiara mencoba bersikap biasa tapi dia terkejut saat Rio mengambil tempat duduk di sebelahnya. Baru kali ini dia merasa sangat gugup berhadapan dengan seseorang.
"Langsung mulai aja Angel." kata Rio.
"Oke, selamat siang semuanya, terimakasih sudah hadir, hari ini kita akan membahas untuk perayaan ulang tahun perusahaan. Tahun ini saya ditunjuk oleh Om Rio untuk menjadi ketua panitia…" kata Angel membuka rapat, Tiara sampai melongo saat melihat cara Angel berbicara, ternyata sahabatnya yang selama ini banyak main-main bisa serius dan berwibawa juga.
Rapat berjalan cukup alot, karena semua punya pendapat dan sebagian besar gak mau mengalah. Beberapa kali Tiara melihat ke arah Rio untuk melihat reaksinya saat orang-orang mulai ribut. Tapi Rio tetap tenang, dia hanya mendengarkan.
"Om bagusnya gimana?" kata Angel akhirnya.
"Semua ide bagus, tapi rata-rata sudah biasa kita lakukan, mungkin anak magang ada ide" kata Rio, Tiara terkejut saat Rio menyebut anak magang.
__ADS_1
"Sebenarnya saya baru pertama kali mengikuti rapat perusahaan seperti ini, tapi saya akan mencoba memberikan ide saya, bagaimana kalau perayaannya dibuat lebih santai, dan lebih dekat. Kalau selama ini hanya karyawan saja yang merayakan bagaimana kalau kali ini melibatkan keluarga mereka" kata Tiara, walaupun gugup karena ada Rio tetapi Tiara bisa tetap mengatur nada bicaranya. Usul Tiara ada yang setuju ada juga yang tidak. Terjadi perdebatan yang lumayan panjang.
"Oke, kita putuskan saja, Tiara kamu bantu Angel atur semuanya, acara seperti apa, dan apa saja yang dibutuhkan, dan kalian semua harus siap membantu" mendengar keputusan sudah diambil Rio, semua hanya bisa menyetujui.
Setelah rapat selesai, tinggal Rio, Angel dan Tiara di tempat itu.
"Om… bagaimana ide Tiara, bagus kan?" kata Angel, Tiara langsung mencubit lengan Angel mendengar itu.
"Kan belum dikerjain, belum tau hasilnya seperti apa" kata Rio seperti biasa tanpa ekspresi.
"Dasar Om jelek. Oh iya Om, gimana cewek yang opa kenalin?" kata Angel, Rio mengangkat kepalanya mendengar pertanyaan Angel.
"Pasti papa kamu yang cerita ya" kata Rio, lalu sibuk dengan gadget nya lagi.
"Cantik gak Om? Katanya model ya?" kata Angel penasaran.
"Biasa aja" kata Rio.
"Tiara kok kamu diem aja si, biasanya bawel bener kaya petasan" kata Angel, Tiara hanya tersenyum.
"Kenapa? Malu atau takut sama yang galak?" kata Rio membuat Tiara salah tingkah.
"Enggak kok Om, eh Pak… maaf kalau pernah bilang galak" kata Tiara sambil menunduk malu.
"Kamu gak pernah kenal kok bilang om galak sih Ti?" kata Angel.
"Ya, aku pikir om kamu udah tua, terus gemuk, terus kamu juga bilang om kamu dingin jadi aku pikir galak" kata Tiara
"Gemuk? Tua?" kata Rio sambil melihat badannya sendiri.
"Hahaha ternyata gimana Ti?" kata Angel sambil tertawa.
"Ya begini… " kata Tiara sambil tersenyum malu. Angel semakin keras tertawanya melihat sahabatnya salah tingkah.
"Kamu harusnya dipotong gaji bilang saya tua" kata Rio serius.
"Maaf Pak, bukan maksud begitu, gak tua kok Pak. Jangan potong gaji ya pak" kata Tiara.
"Lihat nanti bagaimana hasil kerja kamu, baiklah aku pulang dulu, Angel jangan pulang malam" kata Rio kemudian dia pergi.
__ADS_1
"Haha baru kali ini om bisa bercanda" kata Angel.
"Mana bercanda, muka serius terus gitu." kata Tiara protes.