Seindah Mentari Pagi

Seindah Mentari Pagi
Pesta


__ADS_3

Tiara menggandeng tangan Rio dengan erat, saat pintu ruangan terbuka dan mereka masuk, semua mata yang ada di dalam ruangan seolah tertuju pada mereka. jantung Tiara semakin bekerja dengan keras. Tangannya mulai dingin, karena gugup.


"Jangan takut, tersenyum aja" bisik Rio dekat dengan telinga Tiara, membuat bulu kuduknya berdiri. Tiara memaksa bibirnya untuk tersenyum tapi dia tahu itu membuat dia semakin canggung. Semua orang di ruangan mulai berbisik-bisik, sepertinya Rio orang terkenal di antara mereka. Tiara melihat orang-orang terpandang di ruangan itu. ah dibandingkan dengan dirinya mungkin bagaikan bumi dan langit.


"Halo Rio, wah ternyata kamu sudah punya gandengan ya, selama ini di sembunyikan dimana?" kata seorang pria saat mendekati Rio.


"Bisa saja Pak Harry" kata Rio sambil tersenyum. ternyata yang menyapanya adalah CEO perusahaan besar di kota ini. Rio larut berbincang dengan pak Harry, Tiara berdiri dengan gelisah di sampingnya. Kakinya merasa sakit karena sepatu yang dia kenakan. Tiba-tiba Rio menarik tangan Tiara, dan membawanya ke salah satu sudut ruangan. Di sana ada sofa.


"Kamu duduk dulu disini kalau lelah" kata Rio, Tiara hanya mengangguk dan menurut. Dia sangat bersyukur akhirnya bisa beristirahat. Kemudian Rio meninggalkan Tiara, dia kembali di kerumunan menemui beberapa orang penting. Mungkin untuk orang-orang kaya waktu seperti ini adalah waktu untuk memperbesar bisnis mereka. Bertemu dan berbincang dengan orang-orang besar.


"Permisi Kak" Tiara terkejut tiba-tiba ada pelayan yang mendekatinya dan memberikannya minum dan makanan kecil.


"maaf, ini...."


"oh,, ini tadi pak Rio yang meminta saya membawa untuk kakak, selamat menikmati kak." kata pelayan itu sambil tersenyum ramah.


'ah ternyata Rio tidak melupakanku, tau aja aku lapar' kata Tiara dalam hati. kemudian dia menikmati kue yang dibawakan pelayan tadi.


"kue orang kaya memang berbeda ya" gumam Tiara.


"Hei!!!"


Tiara terkejut sampai tersedak, karena ada yang menepuk pundaknya. dia langsung mengambil minuman di depannya. setelah mengatur nafas baru dia bisa melihat Angel sudah duduk di sebelahnya sambil tertawa.


"Angel, untung aku gak mati tersedak tau gak." kata Tiara sedikit sewot, tapi dia langsung tersenyum karena akhirnya ada orang yang dia kenal.


"Sori Ti, aku pikir salah liat, ternyata beneran kamu yang ada disini, gimana rasanya pakai baju dan sepatu begini?" kata Angel sambil memeluk pundak Tiara.


"Jujur gak enak Angel, aduh mending kasih aku kaos oblong Ama sendal jepit deh" kata Tiara jujur.


"tapi malam ini kamu tuh cantik banget tau Ti... pantes aja om Rio langsung ajak kamu" kata Angel.


"kok kamu tau aku sama om kamu?"

__ADS_1


"ya tau lah, emang siapa lagi kalau bukan om yang bisa ajak kamu ke tempat seperti ini?" kata Angel.


"iya juga ya" kata Tiara sambil manggut-manggut.


"kamu percaya gak semua yang disini kenal sama om aku tapi belum tentu om kenal mereka" kata Angel serius.


"emang om kamu artis apa?"


"eh kamu gak percaya, di dunia bisnis om Rio itu lebih dari artis" kata Angel dengan bangga.


saat Tiara dan Angel sedang asyik mengobrol, tanpa sadar ada yang mendekat ke arah mereka.


"Eh cewe kampung, jangan berani berani kamu dekat dengan tunangan aku ya" kata Teresa sambil berdiri di depan Tiara yang sedang duduk. Tiara terkejut, dia memandang Teresa dari ujung Rambut sampai ujung kaki.


"kamu siapa? siapa tunangan kamu?" kata Tiara bingung. Angel yang ada di sebelahnya langsung menarik tangan Tiara.


"ini cewe yang dijodohin sama om Rio" kata Angel berbisik.


"cewe kampung memang gak mungkin tau dan kenal sama aku, kamu kan yang tadi datang sama Rio. kalau masih mau selamat mending kamu jauh-jauh deh dari Rio" ancam Teresa.


"berani kamu bilang aku apa?" kata Teresa mulai marah.


"Mak lampir" kata Angel mengejek.


"kurang ajar" Teresa sudah mengangkat tangan akan menampar Angel, tapi tiba-tiba ada yang menahannya. Rio.


"ada apa ini?" kata Rio dingin.


"sayang, liat nih masa mereka bilang aku Mak lampir. padahal kan aku udah dandan cantik begini, bela aku dong sayang" kata Teresa manja sambil memeluk lengan Rio. Rio berusaha melepaskan tangannya .


"maaf, saya gak tau kalau dia tunangan ba...?"


"dia bukan tunangan ku" kata Rio memotong kata-kata Tiara.

__ADS_1


" kok kamu bilang begitu si sayang, tapi sebentar lagi kita bertunangan kan?" kata Teresa merajuk. tingkah Teresa membuat Angel dan Tiara menahan senyum.


"ayo Tiara kita pulang" kata Rio menarik tangan Tiara.


"terus aku gimana? ikut dong om" kata Angel.


"ayo" kata Rio sambil melangkah pergi masih dengan menggandeng Tiara diikuti Angel yang Tertawa mengejek ke arah Teresa yang tengah marah melihat Rio pergi dengan wanita lain.


**


Di perjalanan pulang Angel Tak hentinya membahas Teresa.


"kamu lihat dong Ti, baju tunangan om tadi, ya ampun orang kaya tapi beli bahan buat baju aja gak mampu, dadanya kemana-mana, rok juga kependekan... aduh gak kebayang begitu jadi Tante aku" kata Angel.


"heh bocah, bukan tunangan om ya itu." kata Rio gak terima.


"kalau kakek mau dia jadi menantu gimana om?"


"emang kamu mau punya tante begitu?" kata Rio.


"iiihh gak mau lah, iya kali punya Tante begitu, mending Tiara jd Tante aku" kata Angel sambil memeluk Tiara yang dari tadi duduk diam di sebelahnya.


"apa sing Angel" kata Tiara malu.


Rio hanya tersenyum mendengar celoteh keponakannya. Dia sudah terbiasa dengan sifat Angel yang ceplas-ceplos.


"kalian tadi sudah makan di sana?" tanya Rio sambil melihat ke arah Tiara.


"belum om, kita makan dulu ya om" kata Angel


"kamu gimana Tiara?"


"saya..."

__ADS_1


"dia ikut aja om, dia juga pasti lapar, biasa dia udah makan dua piring jam segini" kata Angel sambil tertawa. Tiara mencubit lengan Angel.


"aw, sakit Ti " kata Angel sambil tetap tertawa, Rio tersenyum melihat tingkah dua gadis ini.


__ADS_2