
Malam ini Angel mengajak Tiara keluar. Seperti biasanya kalau dia sedang banyak pikiran dia selalu mengajak Tiara bertemu, bagi Angel, Tiara adalah tempat satu-satunya untuk mendapatkan kenyamanan sementara. Seperti anak-anak orang kaya kebanyakan yang merasa kurang diperhatikan atau kurang kasih sayang dari orang tuanya, begitulah kehidupan Angel.
Angel memesan banyak sekali makanan, dia makan semua dengan lahap sampai Tiara melihatnya dengan heran. Bagaimana bisa gadis mungil begitu banyak sekali makan.
"udah dong Ngel, kamu makan kayak kerasukan, ada masalah lagi di rumah?" kata Tiara dengan sabar di samping Angel yang masih memakan makanannya.
"jangan tanya dulu Ti," kata Angel dengan mulut penuh. Tiara mengambilkan minum angel sebelum anak itu tersedak. Seperti biasa, Tiara akan membiarkan Angel meluapkan kekesalannya dengan makanan itu. Dia hanya tinggal menunggu Angel puas, setelah itu angel akan cerita apa yang sudah terjadi.
akhirnya Angel mendorong piringnya ke tengah meja.
"Ti, kata papa aku mau dikirim ke luar negeri" kata Angel dengan muka sedih.
"hah? kenapa bisa?" kata Tiara kaget, dia juga sangat sedih karena Angel adalah sahabat terbaiknya.
"mungkin papa udah gak mau aku lagi Ti, masa dia mau usir aku pergi jauh" kata Angel matanya merah karena menangis.
"ya tapi alasan papa kamu yang tiba-tiba mau kirim kamu sekolah di luar itu apa? "
"papa gak kasih tau jelas Ti, aku cuma dengar kalau papa mau kirim aku ke luar" Tiara memeluk Angel yang menangis sesenggukan. Angel selalu mengeluh orang tuanya jarang ada untuk dia. Uang memang tidak pernah kekurangan untuk Angel, tapi ternyata yang Angel minta bukan itu.
"mungkin ini cuma salah paham Ngel, nanti pulang kamu coba tanya sama papa kamu baik-baik. Siapa tau papa kamu mau jelasin, pastilah kalaupun papa kamu mau kirim kamu ke luar pasti itu demi kebaikan kamu" kata Tiara mencoba menghibur Angel.
"mana mungkin papa memikirkan kebaikan aku Ti, yang dia tau hanya bagaimana bisnisnya semakin besar, bagaimana bisa menambah kekayaan, aku hanya gangguan buat papa makanya aku mau diusir dari rumah" kata Angel sambil menangis tersedu.
"Mungkin kalau kalian bicara baik-baik masalahnya akan jelas. Kamu coba tenangkan diri dulu. setelah itu ajak papa kamu bicara ya?"
"Gak bisa begitu Ti, papa selalu sibuk, gak ada waktu untuk aku, jangankan untuk bicara, makan bersama aja sangat susah." kata Angel lagi, Tiara hanya terdiam dia gak tau mau bilang apa lagi.
"Angel, akhirnya ketemu juga" tiba-tiba Rio ada di belakang mereka.
"kalau kesini untuk membujuk aku pulang atau pergi ke luar negeri, mending jangan kesini om, percuma!" kata Angel begitu mendengar suara Rio. kemudian Rio mengambil tempat duduk di depan Angel.
"Emang siapa yang datang buat bujuk kamu?" kata Rio sabar. Memang kalau Rio berhadapan dengan keponakannya yang manja ini dia bisa menjadi orang lain yang sabar dan menyenangkan tapi kalau sudah di kantor jangan coba-coba untuk menyinggungnya.
"terus ngapain om kesini?" kata Angel masih dengan sesenggukan.
"udah besar masih ingusan begitu" kata Rio, dia mengambil tisu dam memberikan pada Angel. Angel menerima dengan kasar.
"kamu jangan marah sama papa lagi, dia sayang banget loh sama kamu" kata Rio.
__ADS_1
"Bohong"
"kok bohong si"
"om kan sama aja kayak papa, sibuk sama kerjaan terus jadi bisa belain" kata Angel ngambek. Rio tersenyum. Tiara yang melihat Rio tersenyum malah terpana.
'pak Rio kalau tersenyum sangat tampan' katanya dalam hati.
"kan itu juga buat keluarga, buat kamu juga" kata Rio masih sabar.
"tapi yang aku butuhkan bukan cuma uang om, aku juga butuh papa ada buat aku" kata Angel lagi.
"ya udah nanti om bantu kamu ngomong sama papa ya"
"om juga bujuk papa ya biar gak kirim aku ke luar negeri" kata Angel.
"iya, ya udah kita pulang sekarang ya" kata Rio.
"gak mau, malam ini aku mau nginep di rumah Tiara aja" kata Angel
"gimana Tiara?" kata Rio, Tiara yang dari tadi diam saja tergagap saat ditanya Rio.
"oke, ya udah om anterin kalian ya" kata Rio sambil berdiri.
"iya, tapi om, bayarin makanan ini ya" kata Angel sambil tersenyum.
"ya udah nanti om yang bayar, kalian keluar dulu aja om ke kasir dulu" kata Rio sambil menuju kasir.
Karena lelah menangis, Angel sampai tertidur di mobil. Membuat suasana di dalam mobil hening, di tambah AC yang dingin membuat Tiara kedinginan.
"anak magang, makasih ya udh jagain Angel" kata Rio tiba-tiba.
"iya pak" kata Tiara tergagap.
"Kamu tolong jagain Angel ya, dia butuh teman yang bisa mengerti dia" kata Rio lagi.
"Iya pak" kata Tiara lagi
"kamu ini cuma bisa bilang iya pak aja ya" kata Rio
__ADS_1
"iya pak" kata Tiara tanpa sadar karena gugup. Rio tersenyum. Tiara menunduk malu.
"kalau memang Angel masih sedih, kamu gak usah ke kantor aja, temani dia dulu" kata Rio.
"iya P.."
"iya pak lagi?" kata Rio memotong kata-kata Tiara. Tiara tersenyum.
Keesokan harinya Angel mengatakan akan pulang ke rumah.
"aku pulang aja Ti, kamu mau kerja kan?" kata Angel.
"kamu beneran udah gak papa?" kata Tiara masih khawatir.
"gak papa kok Ti, lagian papaku juga pasti gak ada di rumah, kamu kerja aja, biar bisa Jadi karyawan tetap om" kata Angel sambil tersenyum.
"Doain aja Ngel" kata Tiara.
Akhirnya Tiara hari ini datang ke kantor. ternyata tatapan rekan-rekannya masih sama dengan kemarin.
"Hari ini gak bareng Pak Rio lagi?" kata salah satu rekannya saat di lift.
"kemarin hanya kebetulan, bukan sengaja bertemu pak Rio" kata Tiara mencoba menjelaskan tapi sepertinya percuma.
"oh, iya sih gak mungkin kan kamu ada hubungan sama Pak Rio, secara pak Rio udah punya tunangan seorang model" kata salah satu rekannya yg lain kemudian mereka tertawa. Tiara hanya diam.
'lebih baik menghindari bertemu pak Rio di kantor, atau gosip gak akan hilang' kata Tiara dalam hati. Dia mencoba tidak terpengaruh dengan rekannya.
Saat pintu lift terbuka, ternyata ada Rio di depan lift, melihat ada Tiara keluar dari dalam lift dia memanggilnya
"anak magang, kenapa kamu masuk kerja, semalam buka udah aku minta kamu..." mendengar kata-kata Rio, semua yang keluar dari lift terkejut serentak mereka melihat ke arah Tiara.
"eh itu Pak, Angel sudah pulang" kata Tiara memotong kata-kata Rio. sebelum yang lain lebih salah paham lagi.
"kalian kenapa semua bengong disini, gak mau kerja lagi?!" kata Rio galak. Semua buru-buru pergi ke tempatnya masing-masing.
"saya juga permisi Pak" kata Tiara, kemudian dia langsung meninggalkan Rio, sebelum Rio bicara yang lain lagi.
'aduuhh pasti tambah salah paham deh' keluh Tiara.
__ADS_1