Seindah Mentari Pagi

Seindah Mentari Pagi
bersama


__ADS_3

Tiara sangat terkejut saat membuka matanya, dia memandang sekeliling dan ternyata dia masih di ruang kerja Rio. Dia langsung bangun terduduk, di sana dia melihat Rio masih di meja kerjanya. Rio seakan tidak terganggu oleh Tiara.


"Pak Rio… Maaf… kenapa bapak tidak bangunkan saya? Saya ketiduran" kata Tiara segera mendekati meja Rio.


"Potong gaji" kata Rio singkat.


"Tapi Pak…" kata Tiara mau protes, tapi saat Rio melihat kearahnya Tiara hanya bisa menunduk pasrah dia menyadari dia yang salah.


"Pak Rio tadi panggil saya ada perlu apa?" kata Tiara.


"Gak jadi, sudah jam pulang, semua juga sudah pada pulang" Tiara terkejut ternyata dia tidur cukup lama. Muknya mrnunduk malu. 


"Maaf pak… sekali lagi maaf." kata Tiara merasa gak enak. 


"Kamu boleh pulang" kata Rio singkat, Tiara keluar dengan perlahan tanpa membantah lagi. Tapi dia merasa sangat tidak enak dengan Rio.


"Aisshh kenapa bisa ketiduran?" kata Tiara bicara sendiri saat kembali oe meja ketjanya. Ternyata memang sudah sepi dan sudah pada pulang. Kemudian dia mengambil tasnya. Ternyata di lift dia kembali bertemu dengan Rio.


"Pak Rio maaf ya. Bapak jadi pulang terlambat" kata Tiara.


"Aku emang baru selesai kok, gak ada hubungannya sama kamu" kata Rio. Saat pintu lift terbuka Rio langsung keluar dan berjalan cepat, meninggalkan Tiara.


Dalam perjalanan Rio kembali memikirkan sikap dia terhadap Tiara. Karena bukan sifat dia untuk peduli dengan orang lain, apalagi sama gadis seperti Tiara. 


"Apa sih yang aku pikirkan, kenapa aku selalu gak tega sama anak magang itu?" kata Rio. Tiba-tiba handphonenya berdering. Nomor yang gak dikenal. 


"Halo" kata Rio


"Haloo Rio ganteng, kamu dimana?" kata suara manja di ujung sana. 


"Siapa?" kata Rio.


"Ya ampun, galak banget siihh tapi aku suka deh. Ini aku, Teresa, calon istri kamu" kata Teresa.


"Gak kenal" kata Rio langsung menutup telepon. Wajahnya langsung muram.


Sementara itu Tiara langsung pulang ke rumah. Sampai di rumah dia melihat ibunya sedang memasak. 

__ADS_1


"Buu… masak apa?" kata Tiara segera melihat ke arah meja makan.


"Kamu baru pulang?" kata ibu.


"Iya bu.. "


"Ya udah kamu mandi dulu ibu ada masak ikan" kata ibu sambil sibuk dengan pekerjaannya di dapur.


"Oke,.. Bu, Tedi jaga ayah ya?" kata Tiara karena dia belum melihat Tedi, hanya ada si bungsu yang asyik menonton televisi.


"Iya.. Katanya besok dia libur… kasihan sama kamu katanya biar kamu bisa istirahat" kata ibu tersenyum. Dia merasa sangat bahagia melihat anaknya saling menyayangi.


"Iya bu, aku pingin istirahat. Mandi dulu ya bu" ibu mengangguk. 


Akhirnya malam ini Tiara   bisa beristirahat. Dia sangat senang bertemu dengan ranjangnya. Setelah makan dan berbincang sebentar dengan ibunya dia langsung masuk kamar. Dia harus mengerjakan tugas kuliah. Dia ingin segera menyelesaikannya agar bisa tidur. 


Keesokan harinya, Tiara datang ke kantor lebih pagi karena kampus libur.


"Kok kamu sudah datang?" kata mbak Santi melihat Tiara sudah datang sebelum makan siang.


"Iya mbak soalnya kuliah hari ini libur jadi bisa pagian." kata Tiara sambil meletakan tasnya.


"Oh itu… ada kerjaan mbak jadi aku langsung kerjain disana" kata Tiara.


"Oh… soalnya ada gosip kalau kamu ada main ama Pak Rio, abisnya kamu masuk ruangan dia gak keluar sampai pulang, bahkan kemaren gak ada yang boleh masuk ruangan pak Rio" kata mbak Santi. 


"Gak gitu lah mbak, gosip aja. Lagi pula Pak Rio udah bertunangan" kata Tiara mencoba mencari alasan.


"Aku percaya sama kamu kok" kata mbak Santi. Tiara mr arik nafas lega. 


"Anak magang" panggilan itu membuat Tiara terkejut. Dia langsung melihat ke arah suara itu. Benar saja Rio sudah berdiri disana. Karyawan yang lain sudah mulai berbisik-bisik melihat Rio langsung memanggil Tiara seperti itu.


"Pak Rio memanggil saya?" kata Tiara sambil melihat sekeliling.


"Iya, siapa lagi, ke ruangan saya sekarang" kata Rio setelah mengatakan itu dia langsung pergi. Tiara bengong karena terkejut.


"Jadi benar yaa kamu ada main sama Pak Rio, gak nyangka ya?" kata salah satu karyawan yang melihat hal itu.

__ADS_1


"Gak kok" jawab Tiara dengan sangat cepat. Dia mendengar orang-orang mulai membicarakannya.


"Udah sana ke ruangan Pak Rio" kata mbak Santi. Tiara hanya mengangguk kemudian pergi. Perasaannya campur aduk. Dia merasa enak dengan yang lain.


Sampai di depan ruangan Rio, Tiara bertemu dengan sekretarisnya Rio.


"Masuk aja, udah ditunggu" katanya pada Tiara. Tiara mengangguk kemudian membuka pintu, dia masuk dengan hati-hati.


"Ada apa Pak Rio memanggil saya?" kata Tiara.


"Kamu ingat kemarin aku bilang akan potong gaji kamu?" kata Rio. Tiara mengangguk, dia bingung apa maksud Rio.


"Iya Pak, saya tau saya salah" kata Tiara.


"Aku kasih kamu kesempatan supaya gaji kamu gak dipotong, bahkan mungkin akan aku tambah" kata Rio. Tiara terkejut sekaligus takut. Dia sudah memikirkan yang aneh-aneh. 


"Maksud Pak Rio? Saya harus…." kata Tiara.


"Jangan mikir yang aneh-aneh. Aku cuma mau kamu temani aku ke suatu tempat. Untuk kamu harus apa nanti juga kamu tau" kata Rio. Tiara semakin takut. Apa yang akan Rio lakukan, apakah mau dibawa ke hotel, villa, atau rumah Rio.


"Tapi Bapak gak macam-macam kan?" kata Tiara ketakutan.


"Kamu mikirin apa sih? Mana mungkin aku apa-apain kamu? Anak kecil" kata Rio sambil sentil dahi Tiara. Tiara mengelusnya karena sakit.


"Maaf Pak?" kata Tiara lega. Dia berpikir lagi Rio terlalu banyak gadis yang mendekati, gak mungkin juga tertarik dengan dia yang biasa-biasa saja.


Akhirnya Tiara ikut dengan Rio. Rio membawanya ke salon. 


"Buat dia cantik" kata Rio pada pemilik salon. 


"Siap bos" kata wanita pemilik salon itu. Setelah mengantar Tiara, Rio pergi. Dengan cekatan orang-orang yang di salon mulai mendandani Tiara. Dari ujung rambut sampai ujung kaki. Tiara hanya bisa pasrah tapi dia menikmati prosesnya. Ini pertama kali dia ke salon. Cukup lama dia di salon itu. Ternyata baju dan sepatu juga sudah disediakan Rio untuk Tiara pakai. Gaun warna hitam yang sangat cantik, serasi dengan sepatunya. Tiara melihat gain dan sepatu itu dari merk terkenal dan harganya sangat mahal.


Setelah semua selesai Rio datang untuk menjemput Tiara. Saat melihat Tiara, Rio sempat tertegun. Tiara memang berubah menjadi sangat cantik.


"Cantik kan bos?" kata pemilik salon itu.


"Lumayan" kata Rio. Kemudian dia mendekati Tiara. Tiara menunduk malu, dia merasa aneh dengan dandanannya saat ini, walaupun dia sendiri terkejut bisa secantik itu. Rio juga sangat tampan seperti biasa, apalagi dengan setelan jas yang membuat dia semakin tampan.

__ADS_1


"Ayo.. Kita sudah terlambat" kata Rio dia memberi isyarat Tiara untuk menggandeng lengannya. Dengan gemetar Tiara meraih lengan Rio. Dengan banyak pertanyaan di kepalanya. 


Mau dibawa kemana Tiara oleh Rio?


__ADS_2