Seindah Mentari Pagi

Seindah Mentari Pagi
ancaman


__ADS_3

"Angel..... aku kangen banget sama kamu" kata Tiara sambil memeluk Angel yang kebingungan melihat tingkah sahabatnya hari ini.


"kamu kenapa sih Ti? ada masalah ya?" kata Angel sambil melepaskan pelukan Tiara perlahan.


"kok kamu tau?" kata Tiara kemudian dia duduk dan mengambil camilan di atas meja yang sudah di pesan Angel.


"masa aku gak tau sahabatku lagi kenapa? ada masalah apa? keluarga kamu? atau kerjaan kamu?" kata Angel sambil menarik camilannya yang nyaris dihabiskan Tiara.


"di kantor lagi ada gosip panas tau gak, gak tau awal mulanya dari mana. tapi tiba-tiba ada gosip kalau aku ada hubungan sama om kamu. dan parahnya om kamu sudah memecat beberapa orang yang bergosip, jadi di perusahaan tuh sekarang semua kayak musuhin aku Ngel" kata Tiara panjang lebar. Angel menganggukkan kepala seakan mengerti.


"baguslah" kata Angel singkat. komentar Angel membuat mata Tiara melotot.


"apanya yang bagus?" kata Tiara bingung


"ya bagus... akhirnya kamu akan menjadi Tante aku" kata Angel sambil tertawa. Tiara langsung memukul lengan Angel.


"kamu bisa serius gak? ini baru gosip" kata Tiara


"baru gosip berarti akan menjadi kenyataan yah?" Angel tertawa semakin keras.... keributan yang dibuat mereka membuat beberapa pengunjung melihat ke arah mereka. sadar menjadi pusat perhatian Tiara segera menutup mulut Angel.


"sssstt jangan keras-keras... malu" kata Tiara. Angel langsung berhenti tertawa dan terkekeh pelan.


"kamu ya, seneng banget ngeledek. bukan cari jalan keluar" kata Tiara lagi.


"memang nya sikap om Rio gimana?" tanya Angel sekarang dia sedikit serius melihat sahabatnya.

__ADS_1


"om kamu biasa aja, dia malah pecatin pegawai yang pada bergosip" kata Tiara menjelaskan.


"kalau memang om Rio biasa aja, ya udah biarin aja lah. gak usah dipikirin. lama-lama juga gosip itu hilang. tapi kalau pun hubungan kalian jadi beneran. aku setuju banget sih" kata Angel sambil tersenyum nakal.


"Angel.... itu gak mungkin kali. aku juga tau om kamu dan aku tuh bukan dari kalangan yang sama, kita tuh berbeda jauh bagaikan bumi dan langit" kata Tiara.


"syukurlah kamu anak miskin sadar sama posisi kamu" Angel dan Tiara terkejut karena tiba-tiba di samping mereka sudah berdiri Teresa dengan angkuhnya.


"eh mulut dijaga ya, gak pernah sekolah ya?" kata Angel emosi mendengar kata-kata Teresa yang menghina Tiara. Tiara langsung menari Angel untuk menenangkan nya.


"kalian tuh gak layak buat melawan aku, aku sudah bilang jangan sekali-kali mendekati Rio, karena dia milikku. dan aku akan melakukan apapun untuk menyingkirkan halangan, ingat itu" kata Teresa dengan mengancam. Angel hampir saja memukulnya untung ada Tiara yang menahannya. Setelah mengatakan itu, Teresa langsung pergi.


"dasar nenek lampir!" teriak Angel. teriakan Angel tak dihiraukan Teresa, tapi emosi Angel sudah memuncak


"sudahlah, gak usah di ladeni orang seperti itu, kita mengalah saja ya" kata Tiara. Dia sadar dia gak punya kekuatan apapun untuk melawan Teresa yang adalah dari keluarga terpandang.


"kenapa harus mengalah kan kita gak salah. Orang sombong seperti dia harus dikasih pelajaran tau gak" kata Angel.


Setelah kejadian hari itu, Tiara benar-benar sangat menjaga jarak dengan Rio. Sebisa mungkin dia tidak bertemu dengan Rio.


"Mba Santi, bisa minta tolong gak. ada data yang harus saya serahkan ke pak Rio, tapi saya masih banyak kerjaan, bisa tolong mba Santi serahkan ke pak Rio?" kata Tiara.


"oke" kata Mba Santi yang sudah tau alasan sebenarnya Tiara tidak mau menyerahkan kerjaan sendiri ke atasannya itu.


Tidak lama mba Santi kembali dari ruangan Rio, dan dia masih memegang dokumen Tiara. lalu meletakan di meja Tiara.

__ADS_1


" kata pak Rio banyak yang salah dan dia mau kamu ke kantornya dan menyerahkan sendiri." kata mba Santi.


"begitu ya mba, oke, makasih ya mba" kata Tiara, mba Santi hanya mengangguk sambil tersenyum.


Tiara berhenti di depan pintu ruangan Rio, setiap kali dia akan memasuki ruangan ini seakan-akan dia akan menghadapi ujian yang sangat sulit di selesaikan. dia menarik nafas dalam-dalam. kemudian mengetuk pintu.


"masuk" kata Rio dari dalam. dengan perlahan Tiara membuka pintu kemudian masuk pelan-pelan.


"ini Pak" kata Tiara sambil meletakkan dokumen di hadapan Rio


"pekerjaan kamu kenapa gak kamu antar sediri, harus menyuruh orang lain, apa pekerjaan kamu terlalu banyak disini sehingga gak ada waktu buat serahin dokumen?" kata Rio, pertanyaan Rio membuat Tiara terdiam dia bingung mah menjawab apa.


"Bu....bukan begitu pak, hanya tadi...." kata Tira tergagap.


"sudahlah, mulai sekarang harus kamu yang serahin kerjaan kamu. jangan suruh-suruh orang lagi"


"baik Pak" kata Tiara sambil menunduk.


"oh ya, kalau ada masalah apapun jangan sungkan untuk kasih tau aku" kata Rio


"maksud pak Rio?" Tiara bingung apa maksud dari perkataan Rio


"apapun harus kasih tau saya" kata Rio tegas dengan nada memerintah.


"baik pak, terimakasih" Tiara hanya bisa mengatakan itu. kemudian Tiara keluar ruangan. Rio melihatnya dari belakang. sebenarnya Angel sudah mengatakan pada Rio apa yang di katakan Teresa hari itu. dan Rio hanya ingin melindungi Tiara. karena dia tau Teresa bisa melakukan apapun. tapi Rio juga bisa melakukan apapun untuk melindungi Tiara.

__ADS_1


__ADS_2