Seindah Mentari Pagi

Seindah Mentari Pagi
pecat


__ADS_3

Kabar dua karyawan yang dikeluarkan Rio gara-gara sedang bergosip tentang Tiara langsung menyebar. Membuat semua karyawan yakin ada hubungan yang gak biasa antara Rio dan Tiara. Dan ini membuat Tiara seperti susah bergerak. Dimana pun dia berada di kantor itu, tidak lepas dari tatapan orang-orang dan Tiara gak mungkin untuk menjelaskan ke mereka satu persatu bahwa dia dan Rio gak ada hubungan apa-apa.


Seperti pagi ini, saat Tiara sampai di kantor dia melihat rekan kerjanya sedang asyik mengobrol sambil jalan saat mereka melihat Tiara, seketika mereka diam seakan mereka takut. Tiara akhirnya hanya tersenyum kecil ke arah mereka, yang dibalas senyum terpaksa oleh rekan-rekannya. ini membuat Tiara sedih, tapi dia gak tau harus menyelesaikan dari mana, dan apa yang harus dia lakukan.


"Tiara, makan yuk" kata mba Santi saat jam makan siang.


"aku makan disini aja lah mba" kata Tiara.


"kenapa?"


"aku gak enak ketemu orang-orang di kantor ini mba" kata Tiara, mba Santi lalu mendekat ke arah Tiara.


"karena gosip sama pak Rio itu?" kata mba Santi, Tiara hanya mengangguk.


"ya udah lah biarin aja, nanti lama-lama juga mereka bosan sendiri, yang penting kan kamu emang gak ada hubungan apa-apa, kalaupun ada hubungan itu hal kalian lah yang menjalani, anggap saja mereka iri" kata mba Santi.


"gan mungkin ada hubungan lah mba" kata Tiara.


"ya udah kamu gak usah ambil hati, buktikan aja ke mereka" kata mba Santi lagi. Tiara hanya diam. Di benar-benar gak bisa berpikir lagi.


 

__ADS_1


Tiara sedang terburu-buru, dia setengah berlari karena sudah di tunggu Pak Seno, ada data yang harus segera dia serahkan. Tapi saat dia berjalan melewati dua rekannya tiba-tiba salah satu dari mereka membuatnya tersandung dan Tiara gak bisa menjaga keseimbangan, dia terhuyung dan secara kebetulan ada seseorang yang lewat di depannya. Akhirnya Tiara hampir jatuh ke arah orang itu, dan tanpa sengaja dia menarik lengan orang tersebut. Tapi ternyata orang itu adalah Rio. Rio menahan badan Tiara supaya gak sampai terjatuh ke lantai.


"anak magang, kamu bisa gak jalan hati-hati" kata Rio sambil melepaskan Tiara DNA merapikan jas nya.


"maaf Pak Rio" kata Tiara kemudian dia permisi melanjutkan jalannya. dia sebisa mungkin langsung menjauh dari Rio. Setelah Tiara pergi, Rio melihat ke arah karyawan yang sengaja mencelakakan Tiara tadi. mereka yang berdiri ketakutan karena tidak menyangka kalau Rio lewat saat mereka melakukan itu.


"apakah perusahaan membayar kalian untuk berbuat jahat? ambil gaji terakhir kalian" kata Rio dingin kemudian meninggalkan mereka yang berdiri lemas.


Dan kabar itu pun segera tersebar. Sekarang banyak karyawan yang merasa takut untuk bergosip atau sekedar menyapa Tiara, karena mereka takut di pecat dari perusahaan.Tapi mereka juga semakin yakin kalau Tiara memang ada hubungan dengan bos mereka. walaupun begitu mereka hanya bisa menyimpannya dalam hati atau membicarakan di luar kantor.


melihat ada beberapa karyawan yang sudah dipecat dan ada hubungan dengan dirinya, Tiara memberanikan diri untuk berbicara dengan Rio.


"maaf Pak, saya mohon Pak Rio jangan memecat karyawan lagi, kalau mereka masih bergosip tentang saya, atau mencoba menjatuhkan saya, biar saya yang tegur mereka pak jangan sampai dipecat Pak, kasihan mereka, mereka juga harus menghidupi kelurga mereka" kata Tiara setelah berhadapan dengan Rio.


"jadi?" kata Tiara bingung


"aku cuma gak suka jam kerja mereka pakai untuk hal yang gak penting" kata Rio. Tiara sedikit terkejut dan merasa sedikit malu, ternyata alasan Rio memecat mereka bukan karena dirinya. tapi entah kenapa dia sedikit merasa kecewa dengan jawaban Rio.


"baik pak, maaf mengganggu waktu pak Rio, permisi" kata Tiara kemudian dia meninggalkan Rio. Rio tersenyum geli melihat tingkah Tiara. Karena dia memang berbohong dengan alasan memecat karyawannya. Dia hanya gak suka Tiara di jadikan bahan gosip bahkan seperti direndahkan, apalagi sampai dilukai. Dalam hati Rio, perlahan Tiara menjadi sosok yang sedikit penting. walaupun itu belum begitu disadari Rio.


Hampir satu bulan Tiara gak ketemu sama Angel, mereka sibuk dengan kegiatan masing-masing, jadi hari ini mereka berjanji untuk bertemu. Angel mengatakan akan menjemput Tiara di rumahnya. Tapi saat Tiara menunggu ternyata bukan Angel yang datang melainkan Rio. Tiara terkejut dan sedikit keberatan, tapi setelah dia menelepon Angel dan Angel mengatakan gak bisa jemput dan memaksa Tiara pergi dengan Rio akhirnya Tiara mau naik mobil Rio.

__ADS_1


"kalian janjian di tempat biasa?" tanya Rio memecah keheningan di dalam mobil.


"iya pak" kata Tiara singkat, dia tampak gugup dan kurang nyaman duduk di mobil Rio.


"kamu kenapa? mobil saya kurang nyaman ya?" tanya Rio yang melihat Tiara duduk dengan gelisah.


"gak kok pak, mobil pak Rio bagus" kata Tiara asal menjawab.


"oh... kamu gak suka bareng aku?" kata Rio lagi sambil menahan senyum, dia sengaja memakai nada bicara serius,karena dia sangat senang melihat Tiara yang jadi salah tingkah.


"saya suka pak Rio, eh maksud saya suka bareng pak Rio tapi..." muka Tiara langsung memerah dalam hati dia mengumpat sendiri karena bicaranya gak karuan.


"jadi kamu suka aku?" goda Rio lagi tapi masih dengan nada serius.


"bukan suka tapi.."


"jadi gak suka?" goda Rio lagi


"pak Rio bisa gak jangan buat saya pusing jawabnya?" kata Tiara tiba-tiba karena dia sudah kesal juga di ledek sama Rio. Rio bukan marah karena Tiara yang jadi galak malah tertawa, sedangkan Tiara langsung merasa gak enak dengan nada bicara seperti itu, tapi dia segera terkejut melihat Rio tertawa. Ternyata Rio tertawa sangat tampan. Rio tersadar saat melihat Tiara tak berkedip melihatnya tertawa,dia langsung diam.


"sudah sampai" kata Rio mencoba mengalihkan perhatian Tiara

__ADS_1


"iya Pak, terimakasih atas tumpangannya" kata Tiara sambil membuka pintu mobil Rio. kemudian cepat-cepat mencari Angel. Setelah Tiara keluar Rio memperhatikan Tiara yang menjauh.


"dasar anak magang" katanya, tapi dalam hati dia mulai heran kenapa dia bisa tertawa hanya karena meledek anak magang itu, dan itu sama sekali bukan gayanya selama ini.


__ADS_2