Seindah Mentari Pagi

Seindah Mentari Pagi
motor


__ADS_3

Gara-gara laporan yang salah, Tiara diminta Rio untuk mengerjakan laporan lainnya di ruangan Rio. Dengan alasan Rio sendiri yang akan memantau kerja Tiara.


Tiara mengambil tepat di sudut ruangan yang sudah di sediakan Rio. Dia sedikit ragu, dan takut karena langsung diawasi Rio. Dia menyesali kesalahan yang dia buat kemarin.


'coba kemarin aku lebih teliti lagi" pikir Tiara.


Dia melihat ke arah Rio yang sibuk bekerja. Tiara memperhatikan Rio yang dari tadi serius menatap monitor laptopnya.


'kalau Pak Rio lagi serius ganteng banget' kata Tiara dalam hati tanpa sadar dia terus menatap Rio.


"belum puas lihat nya?" kata Rio menyadarkan Tiara dari lamunannya.


"eee... saya menunggu data yang mau Pak Rio kirim" kata Tiara mengalihkan topik.


"nanti saja, aku masih sibuk,kamu kerjain aja skripsi kamu dari pada bengong gak jelas begitu" kata Rio tanpa melihat ke arah Tiara, matanya masih asyik ke layar laptopnya. Tiara semakin bingung kenapa jam kerja malah Rio ijinkan dia mengerjakan skripsinya?


"tapi Pak,..."


"sudah kerjakan saja dulu" kata Rio tegas, akhirnya Tiara nurut juga.


Saat Tiara dan Rio asyik dengan laptopnya masing-masing. tiba-tiba terdengar suara ribut dari depan pintu.


"maaf nona, tidak boleh masuk kalau belum ada janji" kata suara perempuan sepertinya itu suara sekretaris Rio.


"Kamu siapa berani melarang masuk! kamu mau di pecat?! Minggir!!" kemudian pintu dibuka paksa, ternyata ada Teresa masuk dengan kesal. Sekretaris mengikuti dari belakang.


"Maaf pak, nona ini memaksa masuk" kata sekretaris itu pada Rio. Rio hanya mengangguk dan memberi isyarat agar Sekretaris itu pergi.


"Gila ya karyawan kamu tuh, masa aku gak boleh masuk?" kata Teresa sambil membenarkan posisi rok nya yang terlalu pendek.


"aku yang suruh mereka, katakan ada apa??" kata Rio dingin.


"Rio nanti malam kita makan bareng ya, aku sudah pesan tempat yang romantis buat kita" kata Teresa, nadanya menjadi sangat lembut dan manja saat bicara dengan Rio, berbeda saat dia marah-marah tadi.


"hari ini aku sibuk" kata Rio tanpa melihat ke arah Teresa.


"kaku selalu begitu, padahal semua orang tau kalau kita bertunangan. bahkan semua mendukung" kata Teresa.

__ADS_1


"jangan mimpi, kita gak bertunangan, gak sekarang atau nanti" kata Rio menatap tajam Teresa.


"semua pasti gara-gara dia kan?!" Sura Teresa kembali meninggi, saat melihat Tiara ada di ruangan Rio. Tiara terkejut karena tiba-tiba ditunjuk.


"Gak usah bawa-bawa orang lain" kaya Rio


"tapi kamu suka sama dia kan?" kata Teresa.


"aku suka dengan siapa bukan urusan kamu, sebaiknya kamu keluar sebelum aku panggil satpam untuk usir kamu" kata Rio tegas.


"kamu!!" teriak Teresa marah, kemudian dia pergi sambil banting pintu. Tiara masih bengong melihat apa yang terjadi.


"menyusahkan aja" gerutu Rio pada dirinya sendiri. kemudian dia melanjutkan pekerjaannya. Tiara gak berani bergerak atau bersuara, dia duduk seperti patung menghadap laptopnya. dari sudut matanya dia melihat Rio kembali sibuk dengan laptopnya sepertinya tidak terpengaruh dengan apa yang terjadi.


____


Pagi hari saat Tiara turun dari kendaraan umum menuju kantor tiba-tiba ada motor yang seakan sengaja menabraknya. untung ada beberapa orang yang menarik Tiara sehingga dia hanya luka kecil saja. Melihat banyak orang disitu yang mengendarai motor langsung tancap gas melarikan diri.


"Tiara, kamu kenapa? habis jatuh?" kata mba Santi saat melihat Tiara datang dengan kaki luka.


"Iya mba tadi hampir tertabrak motor, untung ada yang nolongin tarik aku tadi" kata Tiara menjelaskan.


"iya mungkin lagi apes mba" kata Tiara, dia gak menyebutkan kalau sengaja di tabrak orang yang gak dikenal.


"ya udah aku ambilkan obat dulu ya, biar lukanya cepat kering" kata mba Santi, kemudian dia mengambil obat luka.


"terimakasih mba" kata Tiara, saat mba Santi memberinya obat.


sepanjang pagi Tiara masih memikirkan siapa yang berniat jahat dengan dia. Bahkan dia mengingat-ingat apakah sudah menyinggung seseorang.


"Tiara, bisa tolong kamu antar dokumen ini ke pak Rio? minta tanda tangannya ya terus bawa lagi dokumen ini ke saya" kata Pak Seno, sambil menyerahkan map berisi dokumen yang harus diserahkan pada Rio.


"baik Pak" kata Tiara mengambil map itu. kemudian dia berjalan ke ruangan Rio.


Tiara mengetuk ruangan Rio, dia masuk setelah Rio mempersilahkan. Tiara masuk dengan kaki sedikit pincang


"Pak, ini ada dokumen yang perlu tanda tangan pak Rio" kata Tiara sambil meletakkan map di atas meja.

__ADS_1


"oke" kata Rio, kemudian dia melihat dan membaca dokumen itu sebelum memberi tanda tangan.


"katakan ke Pak Seno jangan lupa untuk meeting jam 6 nanti" kata Rio kemudian dia menyerahkan kembali map itu.


"baik Pak, permisi" kata Tiara kemudian meninggalkan ruangan Rio. saat Tiara jalan diam-diam Rio memperhatikan. Dia merasa gengsi untuk bertanya kenapa Tiara pincang.


"sepertinya kemarin dia baik-baik saja" kata Rio. tapi dia berusaha tidak memikirkan lagi. Dia kembali sibuk dengan pekerjaannya. tapi dia masih kepikiran, akhirnya dia menanyakan ke Angel.


handphone Tiara berbunyi. ternyata Angel yang menghubunginya.


"halo Ngel"


"halo Ti, kamu kenapa Ti?" kata Angel.


"kenapa apanya?" kata Tiara


"aku dengar kaki kamu sakit? kenapa?" kata Angel lagi.


"oh, iya td aku mau ditabrak motor depan kantor, untung tadi banyak yang tolong jadi cuma lecet dikit." kata Tiara.


"tapi kamu bisa jalan kan?"


"ya bisa lah, masa gak bisa jalan, parah banget dong, tapi kamu tau dari mana kaki aku sakit?" kata Tiara, dia merasa heran juga dari mana Angel bisa tau.


"kan kita sehati jadi kamu kenapa ya aku tau" kata Angel sambil tertawa.


"mulai deh, lebay" kata Tiara sambil ikut tertawa.


"aku lebay kan ikut kamu, kamu gurunya" kata Angel. kalau mereka sudah mengobrol rasanya dunia milik mereka berdua.


"kami sudah gak papa kan Ngel?"


"gak, papa juga sudah memikirkan lagi jadi atau gak kirim aku ke luar negeri, emang bener sih Ti, harus ngomong aku sama papa, kalau gak yah gak akan bisa ngeri satu sama lain, tapi om Rio juga bantu aku ngomong si" kata Angel lega. Tiara ikut senang kalau angel masih menetap disini.


"syukurlah, oh ya udah dulu ya aku masih banyak kerjaan ni, nanti dimarahin lagi sama bos" kata Tiara menutup pembicaraan.


"oke, dua hari lagi kita ketemu ya ada yang aku gak ngerti Ama tugas aku nih, butuh guru privat"

__ADS_1


"oke" kaya Tiara kemudian mereka menutup telepon.


__ADS_2