
Hari ini setelah kuliah Tiara datang ke perusahaan Om Rio, Om nya Angel. Hari ini adalah hari pertama dia kerja. Setelah selesai kelas, dia langsung menuju kantor Om Rio.
Kantor yang cukup besar, dan merupakan salah satu perusahaan besar di kota ini. Tiara menarik nafas panjang sebelum memasuki kantor. Angel sudah memberitahunya kalau dia akan bertemu dengan Pak Seno, managernya yang akan menjadi atasannya nanti.
"Selamat siang mba, ada yang bisa saya bantu?" kata resepsionis yang menyambut Tiara.
"Siang, mmm saya sudah janji untuk bertemu dengan Pak Seno. Ada?" kata Tiara.
"Ooh.. Kamu yang mau kerja magang ya, kamu naik aja ke lantai 3 lalu keluar lift belok kanan ya.. Disana tanya aja pak Seno" kata resepsionis itu dengan ramah. Tiara cukup terkesan juga dan merasa kagum dengan sambutan dari resepsionis ini.
"Terimakasih.." kata Tiara sambil mengangguk. Kemudian dia menuju lift. Saat lift terbuka Tiara langsung masuk, tapi saat lift akan tertutup tiba-tiba ada yang buru-buru masuk ke dalam lift.
'Wah karyawan disini penampilannya boleh juga, sudah tinggi, ganteng, wangi lagi' kata Tiara dalam hati sambil melihat ke arah orang yang baru masuk.
"Mm permisi, kamu kerja disini yaa, gimana, enak gak kerja disini, katanya bosnya galak yah? Kamu udah lama disini?" kata Tiara mencoba mengajak bicara orang itu. Tapi lelaki itu malah menatap aneh ke arah Tiara, tanpa menjawab.
"Sombong amat Mas, nanti kita sering ketemu loh. Aku baru mau kerja magang disini. Eh udah lantai 3 aku duluan ya…" kata Tiara sok akrab, laki-laki itu hanya diam sambil menggelengkan kepala.
Akhirnya Tiara bertemu dengan pak Seno, lelaki bertubuh tambun, dengan kacamata, tapi dia cukup rapi dan ramah.
"Kamu Tiara tugas kamu merapikan berkas-berkas ini, kamu juga bisa mempelajarinya ya.. Jadi kalau memang kerja kamu bagus setelah lulus kuliah bisa saya promosikan menjadi karyawan tetap. Yang penting kamu rajin dan jujur kerjanya." kata Pak Seno menasehati.
"Baik Pak terimakasih, saya pasti akan melakukan yang terbaik." kata Tiara penuh semangat.
"Bagus.. Saya suka anak muda yang semangat, oh iya… selama kamu disini kamu harus berpakaian rapi ya.. Pak Rio paling gak suka sama yang acak-acakan" kata Pak Seno lagi.
"Baik Pak" kata Tiara
"Ya sudah saya lanjutkan pekerjaan saya, kamu tolong rapikan file ini kalau ada yang mau ditanyakan bisa ke ruangan saya" kata Pak Seno, kemudian dia kembali ke ruangan. Tiara mengangguk hormat.
__ADS_1
Tiara menatap meja kerja di hadapannya, dia sangat senang walaupun mungkin pekerjaannya masih sepele. Tiara juga langsung mempunyai teman di kantor itu, teman satu ruang kerjanya. Tiara dengan pembawaannya yang pintar membuat dia disenangi oleh teman-teman karyawan yang lain.
Sudah satu minggu di kantor, Tiara belum juga bertemu dengan om Rio. Tapi Tiara sudah membayangkan pasti om Rio orangnya sudah berumur, karena Angel sebagai ponakan saja sudah besar. Tapi selama Tiara bekerja sepertinya dia tidak pernah melihat orang yang lebih tua dari pak Seno.
"Mbak Santi, kok aku gak pernah liat bos ya. Memangnya bos gak pernah ada di kantor?" kata Tiara bertanya pada mba Santi, wanita cantik yang umurnya kurang lebih sudah tiga puluhan. Tapi masih mempunyai badan yang bagus terlihat dia sangat merawat tubuhnya.
"Masa?? Memangnya kamu gak pernah lihat? Pak Rio selalu ada kok di kantornya" kata mba Santi, tangannya sibuk dengan file yang ada di hadapannya.
"Emang iya mba? Yang mana si pak Rio itu?" tanya Tiara penasaran.
"Nanti juga kamu tau. Oh iya.. Tiara tolong donk serahin ini ke pak Seno, soalnya aku masih ada kerjaan. Tolong yah?" kata Santi.
"Oke mba" kata Tiara kemudian mengambil dokumen dari Santi.
Tiara melangkah ke ruang Pak Seno, saat Tiara akan mengetuk pintu, tiba-tiba pintu terbuka, dan yang keluar dari ruangan pak Seno adalah lelaki yang waktu itu ketemu di lift dengan Tiara.
"Eh… kamu di divisi ini juga? Kok gak pernah liat kamu? Oh ya kita brlum kenalan namaku Tiara" kata Tiara bil mengulurkan tangannya. Tapi lelaki itu hanya tersenyum sinis dan meninggalkan Tiara begitu saja.
"Masuk" kata pak Seno dari dalam. Tiara membuka pintu dan melangkah masuk.
"Wah Tiara kebetulan sekali kamu kesini" kata Pak Seno begitu melihat Tiara masuk.
"Ada apa ya Pak?" kata Tiara heran.
"Tiara, tadi pak Rio ada kasih tau saya, kalau sebentar lagi ada acara ulang tahun perusahaan, dan beliau minta kamu membantu mempersiapkan acara nanti" kata Pak Seno.
"Kenapa saya Pak, saya kan anak magang disini, terus saya juga gak pernah ketemu pak Rio selama kerja disini"
"Saya dengar kamu sering membantu teman-teman kamu mengadakan acara, nanti ada tim yang mengatur, tapi pak Rio minta kamu ikut membantu"
__ADS_1
"Memang pak Rio ada datang kesini pak?" tanya Tiara, dia penasaran kenapa tiba-tiba dia mendapat tugas seperti ini.
"Tadi kamu gak ketemu? Pak Rio keluar kan gak lama kamu masuk" kata pak Seno. Tiara terkejut, seingat dia hanya satu orang yang tadi dia temui di depan ruangan pak Seno.
"Pak Rio itu yang baru keluar pak? Yang masih muda tinggi, ganteng, wangi…" Tiara langsung menutup mulutnya dia sangat malu mengatakan semua itu, pak Seno hanya tersenyum sambil mengangguk. Bagai disambar petir disiang bolong, Tiara seakan gak percaya. Karena selama ini dia pikir Rio itu tua, gemuk, bawel, galak. Ternyata.
Malam harinya Tiara berjanji bertemu dengan Angel.
"Angeeeelllll, kenapa kamu gak kasih tau kalau om kamu itu masih muda?" kata Tiara sambil menutup wajahnya.
"Memang kenapa?" kata Angel bingung.
"Tau gak aku dua kali ketemu sama om kamu dan aku pikir dia karyawan juga, jadi aku sok kenal gituuu, dan aku sempat tanya apa bos orang yang galak?" mendengar itu Angel tertawa dan hampir tersedak karena dia sedang minum.
"Hahahaha kamu ada-ada aja sih. Terus om aku gimana?"
"Dia diem aja. Mungkin dia merasa aku orang aneh kan?" kata Tiara.
"Aku bisa bayangin si reaksi om gimana" kata Angel masih sambil tertawa.
"Anehnya tiba-tiba dia suruh aku bantu buat persiapan acara ulang tahun perusahaan. Aku kan anak baru gak tau apa-apa. Mungkin om kanu kesel sama aku"
"Oh ituuu… kalau itu aku yang minta om buat ajak kamu siapin ulang tahun perusahaan" kata Angel santai.
"Hhhh aku gak kaget deh kalau kamu" kata Tiara sambil menarik nafas panjang.
"Tenang cintaku, aku juga ikut kok buat siapin acara itu" kata Angel sambil tersenyum geli.
"Syukurlah kalau ada kamu, setidaknya aku gak sendirian" kata Tiara lega.
__ADS_1
"Ya udah lah semangaaattt… om ku bukan yang suka dendam kok. Paling kamu disuruh lembur terus hahaha" kata Angel sambil tertawa. Tiara ikut tertawa, dia tau sahabatnya sedang meledeknya.