Sejuta Rasa Di Hati

Sejuta Rasa Di Hati
Mimpi


__ADS_3

Edgar menutup pintu kamar hotelnya. Dia berjalan menelusuri lorong dengan derap langkah yang tegas menuju lift hotel. Dia menghentikan langkah kakinya di depan salah satu lift. Menyentuh tombol panah ke bawah. Tak lama kemudian pintu lift itu terbuka. Edgar melebarkan matanya ketika melihat sosok Maryam yang sedang menundukkan kepalanya. Edgar masuk ke dalam lift. Menekan tombol angka satu. Pintu ketutup rapat.


"Assalamu'alaikum Maryam," sapa Edgar ramah sambil menoleh ke Maryam.


"Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh," balas Maryam lembut sambil menoleh ke Edgar.


"Kamu mau ke mana?"


"Aku mau ke kolam renang."


"Boleh aku ikut?"


"Boleh."


Tak lama kemudian pintu lift kebuka. Mereka keluar dari pintu lift. Mereka membelokkan langkah kaki mereka ke kanan. Berjalan menelusuri lorong di lantai dasar sehingga mereka menemukan pintu belakang hotel yang menuju ke sebuah taman yang indah dan area kolam renang. Pintu belakang itu kebuka secara otomatis. Mereka berjalan keluar melalui pintu itu, lalu pintu ketutup secara otomatis. Mereka berjalan ke tepian kolam renang. Mereka menghentikan langkah kakinya di pinggiran kolam renang.


Edgar menoleh ke Maryam yang memperlihatkan wajah murungnya, lalu bertanya, "Ada apa dengan dirimu?"


"Aa Ibrahim membatalkan pernikahan kami," ucap Maryam sendu sambil menatap kosong ke arah kolam renang.


"Memangnya kenapa dia membatalkan pernikahan kalian?"


Byurrr ... tiba-tiba Maryam menyeburkan dirinya ke dalam kolam renang. Sedetik kemudian Edgar menyeburkan dirinya ke dalam kolam renang untuk menolong Maryam karena tubuhnya Maryam di tidak mengambang di permukaan kolam renang. Edgar berusaha meraih tangan kanannya Maryam, namun usahanya tidak berhasil. Semakin lama tubuhnya Maryam tenggelam ke dasar kolam renang. Pemandangan semakin kabur dan akhirnya gelap gulita.


"Tidak!" teriak Edgar.


"Edgar! Edgar! Edgar sadar! Sadar Edgar! Bangun Edgar!" ucap Zarkasih yang menyadarkan Edgar sambil mengguncangkan lengan kirinya Edgar.


Sontak Edgar membuka matanya. Edgar gelagapan dan nafasnya memburu. Edgar mengerjapkan matanya secara perlahan, dikucek - kucek matanya untuk menyesuaikan sinar temaram di kamar. Edgar menoleh ke kiri. Dia melihat Zarkasih berada di samping kirinya dengan raut wajah yang khawatir. Edgar merubah posisi tubuhnya dari tidur ke duduk bersandar di headboard tempat tidur sambil menarik selimut.


"Elu kenapa Tong?" tanya Zarkasih khawatir sambil menatap intens ke Edgar.


"Gw mimpi Maryam tenggelam di dalam kolam renang," ucap Edgar dengan nafas yang tersengal-sengal.


"Ada-ada aja mimpi elu. Ya udah elu tidur aja lagi karena hari masih malam."


"Maafkan gw Njar, karena telah membangunkan elu," ucap Edgar yang merasa bersalah sambil menoleh ke Zarkasih.


"Iya kaga apa-apa, gw balik lagi ke kamar," ucap Zarkasih, lalu dia membalikkan badannya.


Edgar menyingkap selimutnya, lalu beranjak berdiri ketika Zarkasih menutup pintu kamar mandi. Kemudian Edgar melangkahkan kakinya ke kamar mandi. Dia berjalan melewati pintu kamar mandi yang terbuka lebar, lalu memencet tombol sakelar yang ada di dinding kamar mandi dekat pintu sehingga lampu kamar mandi menyala. Menutup pintu dan mengunci pintu kamar mandi.

__ADS_1


Edgar mendekati bibir wastafel. Dia membuka kran air, menjulurkan tangannya untuk menyentuh air yang mengalir, lalu membasuhkannya ke wajahnya. Pikiran - pikiran yang terpatri di dirinya terseret bersama aliran air. Sel - sel yang lelah kembali segar dari penatnya kehidupan setelah seharian mengikuti tes di perusahaan The IR Design And Contractor. Edgar mematikan kran air tersebut sehingga aliran airnya berhenti.


Edgar menatap dirinya sendiri di sebuah cermin yang besar. Dia menerawang jauh ke peristiwa pertama kali bertemu dengan wanita cantik yang bernama Maryam Izzatunisa Pandjaitan. Dari awal pengenalan dengan Maryam, dia selalu membayangi rupa cantik wajah Maryam.


"Kenapa aku selalu mengingat paras cantiknya walaupun cintaku bertepuk sebelah tangan? Kenapa aku selalu merindukannya padahal dia sudah mau menjadi istrinya orang dan aku sudah berusaha untuk melupakannya? Kenapa aku selalu menderita jika tidak bertemu dengannya? Apa seperti ini rasanya cinta sejati? Rona merah pipinya yang menandakan dia seorang pemalu, netra hitam yang bulat sempurna, kulitnya yang putih susu, lesung pipinya yang menyempurnakan senyuman manisnya. Kenapa mimpi seperti itu datang kepadaku?" gumam Edgar bermonolog.


Tok ... tok ... tok ...


"Edgar buka pintunya!" titah Zarkasih.


"Iya," ucap Edgar sambil membalikkan badannya, lalu berjalan pelan ke arah pintu kamar mandi.


Edgar membuka kunci pintu kamar mandi. Memutar handle pintu ke arah kiri, lalu menariknya sehingga pintu kamar mandi itu terbuka lebar. Edgar melihat tampang Zarkasih yang sedang panik. Zarkasih menarik pergelangan tangan kanannya Edgar sehingga Edgar keluar dari kamar mandi. Edgar mengikuti langkah kakinya Zarkasih. Langkah kaki mereka berhenti di depan tempat tidur. Mereka menduduki tubuhnya di tepian tempat tidur.


"Mimpi elu benar-benar terjadi Bro."


"Maksud elu apa?" tanya Edgar bingung.


"Maryam tenggelam di dalam kolam renang, sekarang dia masih tidak menyadarkan diri."


"What?!" Elu tahu dari siapa?"


"Dari El. Tadi El telepon, dia yang kasih kabar itu ke gw. Elu kok bisa mimpi kayak gitu?"


"Apakah elu masih mencintai Maryam? Dan masih suka memikirkan dirinya?"


"Iya, padahal gw sudah berusaha untuk melupakannya."


"Berarti feeling elu kuat banget ke Maryam sampai mimpiin Maryam. Elu mau ketemu lagi sama Maryam?"


"Mau."


"Bagaimana hasil tesnya?"


"Nanti hari Senin dikasih tahunya."


"Soalnya gampang atau sulit?"


"Nggak terlalu sulit."


"Elu mau kerja di perusahaan itu?"

__ADS_1


"Iya."


"Elu tenang aja, nanti gw rekomendasikan elu ke para pemilik utama perusahaan itu. Gw jamin elu bisa masuk ke perusahaan itu. Kalau elu bisa kerja di sana, secara otomatis elu bisa sering lihat Maryam dan bisa ketemu sama Maryam."


"Tapi kan Maryam sudah mau menikah."


"Nggak apa-apa, yang penting elu masih bisa melihat Maryam. Tapi menurut gw, elu bakal menikah dengan Maryam."


"Mustahil gw menikah dengan Maryam. Sekarang Maryam lagi di mana?"


"Di rumah sakit Cokroaminoto. Oh ya bagaimana cerita mimpi elu yang itu?"


"Di mimpi itu gw sama Maryam sedang menginap di sebuah hotel yang sama, tapi beda kamar. Gw keluar dari dalam kamar gw, lalu gw ketemu sama Maryam di dalam lift. Dari dalam lift, dia sudah kelihatan murung. Setelah keluar lift, dia pergi ke area kolam renang. Aku ikut dia ke area kolam renang. Terus gw tanya kenapa dia murung. Dia bilang bahwa Ibrahim telah membatalkan pernikahan mereka. Lalu aku tanya lagi tentang alasan Ibrahim membatalkan pernikahan mereka, dia tidak menjawabnya. Lalu dia menyebutkan diri ke dalam kolam renang. Dia dirawat di kamar apa?'


"Gw belum tahu. Parah juga mimpi elu. Semoga nanti Maryam tidak mengalami hal buruk lagi. Elu mau jenguk Maryam?"


"Aamiin Ya Robbal Alaamiin. Iya, gw mau jenguk Maryam."


"Besok pagi kita jenguk Maryam. Ya udah elu sebaiknya sekarang sholat hajat dulu, minta sama Allah untuk menyadarkan Maryam dan untuk kesembuhan Maryam."


"Ok."


Zarkasih beranjak berdiri, lalu melangkahkan kakinya menuju pintu kamar yang masih terbuka lebar. Menutup pintu kamar itu. Melangkahkan kakinya menuju kamarnya. Berjalan melewati pintu kamarnya yang masih terbuka. Menutup pintu kamarnya, lalu menguncinya. Berjalan mendekati nakas yang berada di sebelah kanan tempat tidur.


Menghentikan langkah kakinya di depan nakas itu. Mengambil smartphone miliknya yang berada di atas nakas itu. Menyentuh beberapa ikon untuk menghubungi Rafael. Mendekatkan benda persegi panjang itu ke telinga kirinya. Dia menduduki tubuhnya di pinggiran tempat tidur, lalu melihat foto dirinya bersama istrinya yang bernama Maimunah.


"Hallo, assalam'ualaikum, iya Njar," sapa Rafael ramah.


"Wa'alaikumsalam, gw tadi udah ngomong sama Ahmad, dia mau mengajak semua anak yatim untuk melakukan sholat hajat dan meminta kesembuhan untuk Maryam."


"Ok, terima kasih ya Njar."


"Oh ya, Maryam dirawat di kamar apa?"


"Kamar Anggrek nomor satu."


"El, elu masih ingat sama Edgar?"


"Iya, memangnya kenapa Njar?"


"Dia mimpiin Maryam sebelum elu telepon gw. Dia mimpi Maryam menyeburkan diri ke dalam kolam renang karena Ibrahim membatalkan pernikahan mereka. Mimpi itu pertanda keburukan yang akan dialami oleh Maryam. Elu harus jaga Maryam dengan lebih ekstra lagi."

__ADS_1


"Njar, jangan terlalu percaya sama Mimpi."


__ADS_2