Sejuta Rasa Di Hati

Sejuta Rasa Di Hati
Alhamdulillah, akhirnya salah satu keinginanku terwujud


__ADS_3

Di like ya guys 😁


Di vote ya guys 😁


Di komen ya guys 😁


Happy reading πŸ€—


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


"Alhamdulillah, akhirnya salah satu keinginanku terwujud," gumam Maryam bermonolog sambil tersenyum bahagia di depan sebuah cermin yang besar.


Maryam menatap wajahnya yang sudah dipoles dengan jenis make up flawless oleh seorang MUA terkenal di ibu kota Jakarta. Menatap pantulan dirinya di depan cermin. Dia kelihatan lebih cantik dari sebelumnya, dia sekarang menggunakan hijab syar'i warna merah maroon dengan balutan gamis batik yang coraknya sama dengan corak kemeja batik yang sekarang Ibrahim pakai. Dia bahagia karena pagi ini dia dikhitbah oleh Ibrahim.


"Cantiknya calon pengantin wanita," ucap MUA sambil merapikan perlengkapan make up nya."


"Terima kasih ya Bu," ucap Maryam sopan.


"Sama - sama Nona Maryam, beruntung sekali pria itu mendapatkan dirimu. By the way kenalan di mana Jeng?" ucap MUA.


"Kami dijodohin oleh kedua orang tua kami sejak kami masih kecil, lalu kami ta'aruf Bu."


"Sudah berapa lama kalian ta'aruf?"


"Sudah tiga bulan."


"Wow singkat sekali. Sebenarnya ta'aruf itu apa ya?"


"Proses pengenalan. Jika saling cocok, berlanjut ke khitbah lalu menikah."

__ADS_1


"Di dalam proses ta'aruf ada percakapan di antara kalian?"


"Ada Bu, kalau kami ngobrolnya lewat video call Skype."


"Kalian long distance?"


"Iya Bu."


"Emangnya dia tinggal di mana?"


"Dia tinggalnya di Jakarta, saya dulu tinggalnya di London."


Maryam melihat Bella membuka pintu kamarnya dari cermin. Bella menutup pintu itu dengan pelan - pelan. Berjalan cepat menghampiri Maryam. Duduk di tepian sebelah kanan tempat tidur. Menatap Maryam dengan tatapan mata yang serius dan ekspresi wajah yang senang. Di acara lamaran ini, Bella ditugaskan untuk menemani Maryam selama acara berlangsung.


"Ibra dan keluarganya sudah datang. Mereka sekarang masih di tempat parkiran. Ibra ganteng banget, cocok banget pakai batik yang aku pilih," ucap Bella senang.


"Jadi corak batik yang kami pakai itu pilihanmu?" tanya Maryam lembut.


"Ayo kita lihat mereka!" ajak Maryam sambil beranjak berdiri.


"Ayo," ucap Bella senang.


Sedetik kemudian Bella beranjak berdiri dari pinggiran tempat tidur. Mereka melangkahkan kakinya menuju jendela kamar yang terbuka lebar. Maryam tersenyum bahagia melihat Ibrahim dan keluarganya berjalan ke dalam rumahnya. Laju detak jantungnya Maryam bertambah cepat dan hatinya berbunga - bunga. Tatapan mata Maryam yang berbinar melihat sosok seorang pemuda yang tampan bernama Ibrahim. Ibrahim dan keluarganya masuk ke dalam rumahnya.


"Mar, perasaan kamu gimana sekarang?"


"Aku bahagia Bel," ucap Maryam sambil memutarkan badannya. Bel, kita dengerin dulu yuk prosesi acara lamaran ini," lanjut Maryam sambil berjalan menuju ke pintu kamarnya.


"Ayo," ucap Bella.

__ADS_1


Tak lama kemudian Bella mengikuti langkah kakinya Maryam yang menuju ke pintu kamarnya Maryam. Sedangkan staf make up artist diam membisu sambil memainkan handphone mereka. Bella dan Maryam menghentikan langkah kakinya di belakang daun pintu itu karena mereka ingin mendengarkan prosesi acara lamaran.


"Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh," salam dari Herawan di atas panggung kecil yang terletak di depan kamarnya Maryam.


"Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh," sahut semua orang buang ada di dalam acara lamaran.


"Bismillahirrahmannirrahim sebagai permulaan Kalam. Mari kita panjatkan puji syukur kita atas rahmat dan kehadirat Allah Subhanahu Wa Ta'alla yang telah memberikan nikmat sehat sehat kita bisa berkumpul pada kesempatan yang berbahagia ini. Shalawat dan salam kepada junjungan kita Rasulullah. Kepada keluarga besar Almarhum Bapak Rogen Binsar Pandjaitan dan Almarhumah Ibu Irene Serafina Herdian yang kami hormati. Pada kesempatan yang berbahagia ini, saya Herawan Ario Kusuma mewakili ayahnya Ibrahim Scott Kusuma yang bernama Hafiz Sudrajat Kusuma dan keluarga ingin menyampaikan secara resmi maksud dan tujuan kami datang ke sini. Namun sebelumnya, kami menghaturkan salam yang diiringi ucapan terima kasih kepada keluarga besar bapak almarhum Rogen Binsar Pandjaitan dan almarhumah ibu Irene Serafina Herdian atas penerimaan kami sekeluarga yang telah disambut dengan sangat baik. Pada hari ini, kami hadir di tengah - tengah keluarga bapak ibu, tiada lain dalam rangka bersilahturahmi agar saling mengenal satu dengan yang lainnya, supaya lebih terjalin ikatan hati yang lebih erat. Dan yang kedua, tujuan kami adalah untuk menyampaikan hajat dari ananda anak kami Ibrahim Scott Kusuma yang sudah cukup lama mengenal Maryam Izzatunisa Pandjaitan. Singkat cerita, ananda kami Ibrahim telah menyampaikan niatnya dengan tulus dan ikhlas kepada orang tuanya untuk dihantar mengkhitbah ananda Maryam untuk ananda kami Ibrahim. Semoga bapak ibu berkenan untuk merestui dan meridho'i niat ananda Ibrahim dengan menerima lamaran ini. Demikianlah tutur kata dari kami. Hanya inilah yang dapat kami utarakan kepada bapak dan ibu beserta keluarga. Sambil menantikan sambutan dari keluarga besar Almarhum bapak Rogen Binsar Pandjaitan dan Almarhumah Ibu Irene Serafina Herdian, apakah lamaran kami ini diterima atau mungkin ditolak. Tidak lupa kami sekeluarga memohon maaf apabila dalam menyampaikan maksud dan tujuan kedatangan kami ini ada kata - kata yang kurang berkenan di hati. Begitu pula seserahan yang ala kadarnya dan sepasang cincin sebagai lambang pinangan. Akhirnya sekali lagi kami sekeluarga memohon maaf bila penyampaian dan sambutan kamu yang kurang berkenan di hati bapak ibu serta para hadiri yang kami hormati. Wallaahul muwaafiq ilaa aqwamith thoriq. Wabillahi taufik Wal hidayah. Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. " lanjut pak Herawan.


"Ciyeee yang udah dilamar," ledek Bella yang hanya ditanggapi dengan sebuah kode agar Bella tidak bicara lagi, lalu keadaan hening kembali.


"Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh," kata Zayn sambil berdiri di atas podium.


'Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh," balas para hadiri di acara .


"Alhamdulillahi robbil'alamiin wabihii nasta'ain, umuwariddunya waddin wassholatu wassalamu'alaikum sayyidina Muhammadin wa'ala alihii wa sohbihi ajma'in ammaa ba'du. Yang kami hormati keluarga besar bapak almarhum Muhammad Umar dan Ibu Irene Serafina Herdian beserta rombongan. Puji syukur kita ucapkan kehadirat ilahi robbi Allah Subhanahu Wa Ta'alla atas segala rahmat taufik hidayah yang diberikan kepada kita dan juga atas ni'matul iman, ni'matul islam dan tak lupa ni'matus sihhah wal'afiyah. Berkat nikmat tersebutlah kita semuanya bisa hadir di tempat ini yang InsyaAllah dimuliakan Allah Subhanahu Wa Ta'alla. Semoga berkumpulnya kita ini karena menjalankan sunnah ajaran Rasulullah yaitu khitbah Allah Subhanahu Wa Ta'alla akan memberikan keberkahan untuk kita semua, aamiin ya robbal'alamiin. Sholawat ma'as salam senantiasa kita sampaikan kepada pemimpin umat muslim, habibina Wa syafiiyna wa qurroti a'ya'yunina sayyidaa Muhammadin Shallallahu Alaihi Wassalam para keluarga dan sahabatnya hingga akhirul zaman. Hadiri hadirat yang berbahagia, saya mewakili atas nama keluarga besar Almarhum bapak Rogen Binsar Pandjaitan dan Almarhumah Ibu Irene Serafina Herdian selaku pihak wanita menyampaikan ahlan wa sahlan, selamat datang kami ucapkan atas kehadiran ataupun kedatangan keluarga Bapak Hafiz Sudrajat Kusuma beserta rombongannya di kediaman kami yang cukup sederhana ini. Syukur Alhamdulillah perjalanannya lancar tanpa halangan dan sampai tepat waktu. Terus terang memang kedatangan bapak ibu dan rombongan serta calon suami telah kami nantikan khususnya saudari Maryam yang sedari tadi sudah gelisah perihal menunggu kedatangan sang calon imam rumah tangganya. Kemudian perihal maksud dan tujuan yang telah disampaikan, kami sangat berterima kasih menerima kehadiran bapak ibu beserta rombongan yang berniat untuk berkenalan antara kedua keluarga besar. Semoga kehadiran dan kedatangan bapak ibu beserta rombongan menambah kebaikan dan keberkahan bagi keluarga besar kami dan bagi kita semuanya. Selanjutnya menjawab dari tujuan dan maksud keluarga Hafiz Sudrajat Kusuma yang berniat ingin mengkhitbahkan Maryam Izzatunisa Pandjaitan bin Rogen Binsar Pandjaitan, agar lebih jelas jawaban khitbah yang telah disampaikan tadi, mari kita sama - sama simak dengarkan langsung dari jawabannya dari saudari Maryam, kepadanya kami persilakan saudari Maryam untuk keluar dari kamar," ucap Zayn yang Maryam dengar dari dalam kamar.


"Bismillahirrahmannirrahim. Ya Allah tenangkanlah perasaan diriku ini yang tak karuan," ucap Maryam pelan.


Tak lama kemudian Maryam menekan handle pintu kamar ke bawah, lalu menarik pintu sehingga pintu kamar terbuka. Tak berselang lama Maryam keluar dari kamarnya yang didampingi oleh Bella. Berjalan pelan menuju depan panggung. Menatap ke Ibrahim dengan mata yang berbinar. Ibrahim juga menatap takjub ke Maryam sehingga tatapan mata mereka bertemu. Seseorang memberikan sebuah mic ke Maryam ketika Maryam menghentikan langkah kakinya di atas panggung.


MasyaAllah tabarakallah, cantik sekali calon istriku.


Puji Ibrahim di dalam hati sambil melihat takjub ke Maryam, tak disangka detak jantung Ibrahim berdebar sangat kencang seakan mau copot.


MasyaAllah tabarakallah ganteng sekali calon suamiku.


Ucap Sarah di dalam hati.


"Bismillahirrahmannirrahim dengan ridho Allah aku menerima Ibrahim Scott Kusuma sebagai calon imamku," ucap Maryam lembut.

__ADS_1


"Para hadirin telah kita dengar sangat jelas jawabannya bahwa khitbahnya telah diterima, Alhamdulillah. Sekali lagi saya sampaikan mewakili atas nama keluarga besar Almarhum Bapak Rogen Binsar Pandjaitan dan Almarhumah Ibu Irene Serafina Herdian menerima dengan tulus dan baik khitbah lamaran saudara Ibrahim Scott Kusuma putra dari Bapak Hafiz Sudrajat Kusuma dan Ibu Helena Allison Spencer. Semoga menjadi keberkahan buat keluarga besar dan semoga segera berlanjut ke pelaminan dengan mudah dan lancar tanpa halangan. Aamiin Ya Robbal Alamiin. Kemudian kelanjutan pembicaraan mengenai waktu dan proses nikah mungkin nanti akan dibicarakan dan dimusyawarahkan intern keluarga pada lain waktu sesuai dengan kesepakatan dua keluarga besar. Yang terakhir tidak ada gading yang tak retak kami mohon maaf seluas - luasnya atas sambutan penerimaan kami yang kurang dan tidak memuaskan, mulai dari tempat yang sederhana dan jamuan yang seadanya. Kami juga memohon maaf atas ketidaksopanan ataupun kekhilafan dari mulai tingkah laku dan perkataan yang kurang berkenan. Sekali lagi mohon dibukakan pintu maaf yang setulus - tulusnya. Terima kasih atas segala perhatiannya. Wabillahit taufik wal hidayah war ridho wal 'inayah. Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh," lanjut Zayn.


__ADS_2