
Waktu terus bergulir mengiringi roda mobil yang ditumpangi oleh Maryam di kawasan elit gedung perkantoran. Hari ini adalah hari pertama Maryam menjadi seorang CEO di salah satu anak perusahaan almarhum papinya. Maryam menoleh ke jendela mobil. Melihat pemandangan di luar. Maryam terkejut melihat sosok Edgar yang sedang membantu seorang ojol yang sedang terjatuh melalui jendela mobil.
"Ngapain Edgar ada di sini?" gumam Maryam bermonolog.
"Ada apa Nyonya?" tanya supir yang sedang mengendarai mobil sambil melirik Maryam dari kaca spion.
Tidak ada apa-apa Pak. Masih lama sampainya Pak?" ucap Maryam sambil menoleh ke supirnya.
"Sebentar lagi Nona."
"Ok."
Roda mobil itu terus berputar menggilas jalan raya yang dipadati oleh ratusan kendaraan. Menelusuri jalan raya yang memiliki panjang 4 kilometer. Maryam mengalihkan lagi pandangannya ke luar jendela mobil. Melihat susunan gedung yang tertata dengan apiknya. Gedung-gedung pencakar langit itu dilengkapi dengan taman yang indah. Tak sengaja Maryam melihat salah satu patung ikonik di Jakarta, yaitu Patung Jenderal Sudirman yang sudah diresmikan sejak tahun 2003.
Mobil yang ditumpangi oleh Maryam dan puluhan mobil berhenti di sekitar patung Jenderal Sudirman karena lampu merah. Maryam melihat secara keseluruhan tinggi patung Jenderal Sudirman yang mencapai 11 meter, di mana patung inti (sosok Jenderal Soedirman) setinggi enam koma lima meter dan penyangganya setinggi lima koma lima meter. Menatap kagum ke patung pahlawan nasional yang terbuat dari perunggu dengan berat 4 ton.
Assalamu 'alaikum ya akhi.. ya ukhti..
Assalamu 'alaikum ya akhi.. ya ukhti..
bila langkah sempit dunia
rejeki dicari alangkah susah
mungkin kita sudahlah lupa
sedekah lapangkan harta
dalam hidup semua bekerja
kadang salah bahkan berdosa
jangan-janganlah putus asa
ampunan Allah selalu terbuka
Bunyi dering dari smartphone milik Maryam yang telah mengalihkan perhatiannya Maryam. Maryam membuka resleting tas jinjingnya. Mengambil smartphone miliknya dari dalam tas. Tersenyum manis melihat tulisan Aa Ibrahim di layar smartphone miliknya. Menggeser ikon hijau untuk menjawab panggilan telepon itu. Mendekatkan benda pipih itu ke telinga kirinya.
"Hallo assalam'ualaikum A," sapa Maryam lembut.
"Wa'alaikumsalam. Kamu sudah sampai mana?" ucap Ibrahim lembut.
"Patung Jendral Sudirman A."
"Sedikit lagi kamu sampai di tower 2R. Selamat bekerja ya, happy A nice day," ucap Ibrahim lembut.
"Thanks A."
"Your welcome, udah dulu ya, assalam'ualaikum."
"Wa'alaikumsalam."
Ibrahim menjauhkan benda persegi panjang dari telinga kirinya. Menggeser ikon merah untuk memutuskan sambungan telepon itu. Menoleh ke Bella yang kelihatan murung. Ibrahim iseng mengusap wajahnya Bella sehingga Bella kesal. Bella membuang mukanya dengan wajah yang bete. Ibrahim tertawa kecil melihat Bella seperti itu. Dari dulu Ibrahim memang suka usil sama Bella.
__ADS_1
"Kamu kenapa sich bete gitu?" ucap Ibrahim ramah sambil mengutak - ngatik ikon smartphone miliknya.
Aku bete karena melihat kamu bersikap manis kepada Maryam.
Batin Bella.
"Calon istriku sekarang berada di kawasan Dukuh Atas. Tepatnya di Jl. Jenderal Sudirman No.48, RT.10/RW.11, Setia Budi, Kecamatan Setiabudi, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta," ucap Ibrahim sambil melihat sebuah aplikasi yang bisa melacak seseorang.
"Berarti dia berada di kawasan Patung Sudirman dong," celetuk Bella sambil menoleh ke Ibrahim.
"Yup kamu benar. Dia sekarang berada di kawasan patung yang dibuat oleh Edi Sunaryo. Dekorasi ruang kerjanya sudah beres kan?" ucap Ibrahim sambil menoleh ke Bella.
"Sudah Ibra."
"Kerja yang bagus," ujar Ibrahim senang.
Bella mengalihkan pandangannya ke luar lobby tower 2R. Dia melihat sebuah mobil Rolls-Royce berhenti di depan pintu utama lobby tower itu. Ibrahim mengikuti arah matanya Bella. Ibrahim melihat pintu bagian penumpang mobil itu terbuka sehingga menampilkan sosoknya Maryam.
Ibrahim selalu merasakan getaran halus di relung hatinya ketika menatap Maryam dan berdekatan dengan Maryam. Jika dia berada jauh dari Maryam, dia merasakan kerinduan yang menyelimuti rongga hatinya. Bella memperhatikan tatapan Ibrahim ke Maryam yang berbinar. Tatapan yang mengisyaratkan bahwa Ibrahim sangat mencintai Maryam. Matanya Ibrahim tidak berkedip melihat Maryam sedang berjalan masuk ke dalam lobby tower 2R.
Maryam tersenyum sopan ke semua orang yang sedang tersenyum sopan dengannya. Maryam kaget melihat Ibrahim berada di dalam tower. Ibrahim tersenyum manis dengan tatapan mata yang berbinar-binar. Maryam berjalan menghampiri Ibrahim dan Bella. Bella tersenyum paksa melihat Maryam yang sedang berjalan menghampiri mereka sambil tersenyum sopan.
"Assalamu'alaikum, kok Aa ada di sini?" ucap Maryam terkejut sambil menghentikan langkah kakinya di hadapan Ibrahim.
"Wa'alaikumsalam, aku ingin memberikan kejutan buat kamu cantik," ucap Ibrahim lembut.
"Masih pagi udah gombal aja," ujar Maryam tersipu malu.
"Assalamu'alaikum Nona Maryam," ujar seorang pria yang berada di belakang Maryam.
"Selamat datang di company 2R Resort, Hotel Dan Pariwisata," ucap Wisnu sambil menangkupkan telapak tangannya di depan dada. "Mari ikut saya ke ruang kerja CEO company 2R Resort, Hotel Dan Pariwisata yang baru," lanjut Wisnu sambil menurunkan telapak tangannya.
"Baik Pak," ujar Maryam ramah, lalu mereka berjalan menuju ke ruang kerjanya Maryam.
"Apakah Nona Maryam sudah mengetahui profil perusahaan yang akan dipimpin oleh Nona?" tanya Wisnu sambil berjalan.
"Sudah Pak. Bagaimana perkembangan perusahaan itu selama Bapak pimpin dulu?"
"Alhamdulillah, sejak perusahaan itu dipimpin oleh saya, ada kemajuan yang signifikan. Karena adanya beberapa penambahan fasilitas olahraga panah, berkuda, hiking dan snorkeling dan menyelam di setiap hotel, dan resort baru perusahaan. Selama saya pimpin, perusahaan itu mendirikan satu buah hotel dan pantai pribadi di daerah Mentawai yang bernama Village Paradise. Satu resort dan beach club di Jogjakarta yang bernama Here Ocean Jogja sehingga tempat itu menjadi viral. Satu buah resort dan beach club di pantai pribadi kita yang berada di Malang dengan nama Here Ocean Malang. Semuanya berlandaskan syari'ah. Dan satu lagi, perusahaan sedang memproses pembelian sebuah lahan dan pantai di daerah bulukumba, Sulawesi Selatan. Kita rencananya mau membuat resort, beach house dan pariwisata pantai dengan berbagai macam wahana pantai."
"Wow, good job Pak. Nanti tolong jelaskan rincian dan proposal mengenai proyek kita itu," ucap Maryam sopan sambil menghentikan langkah kakinya di depan salah satu pintu lift.
"Nanti untuk pembangunan proyek itu, kita kerja sama dengan perusahaan The IR Contractor And Design yang dipimpin oleh Pak Ibrahim," ucap Wisnu sambil memencet salah satu tombol panah ke bawah di samping pintu lift.
Maryam menoleh ke Ibrahim yang sedari tadi menatap dirinya, lalu berujar, "Nanti kita jadi rekan bisnis."
"Iya Sayang."
"Ekhm, silakan masuk Nona," ucap Wisnu.
"Terima kasih Pak," ujar Maryam sopan.
Sedetik kemudian Maryam, Wisnu, Ibrahim dan Bella masuk ke dalam lift. Ibrahim memencet tombol angka delapan belas di dinding lift, lalu pintu lift ketutup. Di relung hatinya Ibrahim, Maryam dan Bella ada getaran halus. Ibrahim berada di tengah antara Bella dan Maryam. Maryam menoleh ke Wisnu untuk meminimalisir perasaannya.
__ADS_1
"Pak Wisnu, bisakah Nyonya Wisnu kerja lagi untuk mengajarkan assisten saya sampai assisten saya bisa menguasai pekerjaannya?"
"Nanti saya tanyakan ke istri saya dulu, Nona. Kalau boleh tahu, siapa kandidat yang akan jadi assisten anda, Nona?" ucap Wisnu sambil menoleh ke Maryam.
"Masih rahasia Pak, saya harus diskusi dulu soal itu sama pihak HRD."
"Mulai kapan istri saya kerja lagi untuk mengajarkan assisten anda, Nona?"
"Nanti saya hubungi anda."
Tak lama kemudian Maryam, Ibrahim, Bella dan Wisnu keluar dari dalam lift. Mereka berjalan menyusuri lorong di lantai delapan belas. Dengan bete Bella membelokkan dirinya ke kiri ketika mereka berada di perempatan lorong. Sedangkan Maryam dan Ibrahim mengikuti langkah kakinya Wisnu. Beberapa kali Ibrahim menoleh ke Maryam yang sedang menundukkan kepalanya selama mereka berjalan di lorong. Mereka menghentikan langkahnya ketika berada di sebuah ruangan terbuka.
"Selamat pagi Bu Maryam," ucap seorang wanita yang berusia sekitar tiga puluh lima tahun sambil mengulurkan tangan kanannya ke Maryam.
"Selamat pagi Bu Selly," ucap Maryam sambil membalas uluran tangan kanannya ke Selly, lalu mereka berjabat tangan.
"Saya sekretaris anda Bu," ucap Selly sopan sambil melepaskan genggaman tangan kanannya.
"Oh ya, saya nggak menyangka bahwa anda sekretaris saya. Mohon kerjasamanya ya, Bu," ucap Maryam ramah sambil menurunkan tangan kanannya.
"Baik Bu. Di sini ruang kerja saya, Bu. Dan itu pintu ruang kerjanya Bu Maryam," ucap Selly sopan.
"Ok, happy a nice day Bu Selly."
"Terima kasih Bu."
"Nona, itu ruang kerja anda," ucap Wisnu sambil menunjukkan sebuah pintu besar yang terbuat dari kayu jati dengan ukiran yang klasik. "Maaf Nona Maryam, saya izin sebentar, nanti saya ke ruangan anda pas jam kerja dimulai."
"Baik Pak," ujar Maryam, lalu Wisnu pergi dari hadapan mereka.
"Ayo kita masuk ke dalam, Tuan Puteri," ujar Ibrahim.
Maryam menoleh ke Ibrahim, lalu berujar dengan serius, "Kamu mau masuk juga ke dalam?"
"Iya," ucap Ibrahim lembut.
"Mau ngapain?"
"Mau bahas tentang proyek kerjasama perusahaan kita."
"Tapi kan masih sepuluh menit lagi mulai kerjanya."
"Lebih cepat kan lebih baik Sayang."
"Baiklah."
Tak lama kemudian Maryam menekan handle pintu itu ke bawah, lalu mendorongnya hingga pintu terbuka lebar. Maryam melepaskan genggaman tangan kanannya dari handle pintu. Melangkahkan kakinya masuk ke dalam dengan raut wajah yang terkejut dan senang. Maryam melihat ruang kerjanya di hiasi beberapa rangkaian bunga dan beberapa rangkaian tanaman hias. Dia tidak menyangka diberi kejutan seperti ini.
"Apakah kamu sangat menyukainya?" bisik Ibrahim lembut sambil mengikuti langkah kakinya Maryam.
"Iya, aku sangat menyukainya. Apakah ini kejutan darimu A?" ucap Maryam bahagia.
"Iya. Aku membuat semua ini supaya kamu bahagia."
__ADS_1
"Terima kasih atas perhatiannya."