Sejuta Rasa Di Hati

Sejuta Rasa Di Hati
Bahagia Di Atas Penderitaan Orang


__ADS_3

Bunyi sepatu high heels yang dipakai oleh Bella terdengar menggema saat menapaki lantai koridor menuju ruang kerja CEO perusahaan 2R Hotels, Resort And Pariwisata yang berada di lantai delapan belas. Aura muka Bella menampakkan ketegangan dan kebingungan. Dia berjalan sambil meremas kedua telapak tangannya. Keringat dingin bercucuran membasahi telapak tangannya.


Dia bingung kenapa dirinya dipanggil oleh Maryam padahal hasil kerjanya sangat memuaskan dan beberapa kali dia terpilih sebagai seorang karyawan yang teladan di perusahaan itu. Tadi pagi, salah satu staf HRD mendatangi dirinya untuk memberi tahu bahwa nanti siang dia disuruh datang ke ruang kerjanya Maryam tanpa adanya penjelasan. Sejak itu, hatinya tidak tenang.


Bella menghentikan langkah kakinya, lalu berucap sopan ke sekretaris CEO, "Selamat siang Bu, saya Bella bagian marketing yang dipanggil oleh Bu Maryam."


"Tunggu sebentar ya Bu," ucap Selly ramah setelah menghentikan kegiatan mengetiknya.


"Bu Maryam sedang ada tamu ya?" tanya Bella ketika Selly mengangkat gagang pesawat telepon, lalu mendekatkan benda itu ke telinga kirinya.


Kok Ibrahim nggak datang? Padahal semalam dia bilang mau datang ke sini, mau menemui Maryam.


Batin Bella.


"Enggak Bu," ucap Selly sambil memencet beberapa tombol untuk melakukan panggilan telepon interkom. "Selamat siang Bu, ada Bu Bella bagian marketing ingin bertemu sama Ibu," lanjut Selly sopan.


"Suruh masuk aja Bu, terima kasih ya," ucap Maryam lembut.


"Iya Bu."


Sedetik kemudian sambungan panggilan telepon itu terputus. Selly menjauhkan gagang telepon itu dari telinga kirinya, lalu menaruhnya di tempat semula. Menoleh ke Bella dengan ekspresi wajah yang ramah sambil tersenyum sopan ke Bella. Bella pun tersenyum sopan ke Selly sambil merasakan hati yang sedang gelisah.


"Silakan masuk aja Bu, Bu Maryam sedang menunggu anda," ujar Selly ramah.


"Baik Bu. Permisi Bu," ucap Bella sopan.


"Iya."


Bella merubah posisi tubuhnya ke hadap kanan. Di depannya ada pintu ruang kerja seorang CEO yang berukuran besar. Ketegangan, rasa gugup dan detak jantung yang tak beraturan menghujami dirinya. Di menarik nafas panjang dan menghembuskannya secara perlahan untuk menetralisirkan semua rasa di hatinya. Tak lama kemudian dia berjalan beberapa langkah.


Bella menghentikan langkah kakinya di depan pintu ruang kerjanya Maryam. Menekan handle pintu ke bawah, lalu mendorong pintunya hingga perlahan pintu terbuka. Bella masuk ke dalam ruangan dengan kaki yang gemetaran. Dia menutup lagi pintu itu. Masuk ke lebih dalam lagi ruangan CEO. Dia melihat Maryam sedang sibuk mengetik sesuatu.


"Silakan duduk, tunggu sebentar ya," ujar Maryam sambil mengetik.


Tak lama kemudian Bella berjalan menghampiri salah satu kursi, lalu duduk di kursi itu yang berhadapan dengan Maryam. Maryam menghentikan kegiatan mengetiknya. Membuka salah satu map yang berisi tentang penilaian Bella selama bekerja di perusahaan itu. Maryam tersenyum senang melihat hasil kerjanya Bella selama Bella bekerja di perusahaan itu. Maryam menutup map itu.


"Assalam'ualaikum. Selamat siang Bu Bella," ucap Maryam sopan sambil mengulurkan tangan kanannya ke Bella.


"Wa'alaikumsalam, selamat siang juga Bu Maryam," ucap Bella sopan sambil membalas uluran tangan kanannya, lalu mereka berjabat tangan.


"Saya minta anda ke sini karena ingin membicarakan sesuatu" ujar Maryam ramah sambil melepaskan genggaman tangannya Bella.


"Maaf kalau boleh tahu, Ibu mau membicarakan tentang apa ya?" ucap Bella sambil menurunkan lengan kanannya.


"Mengenai kinerja kamu selama kamu bekerja di sini. Hasil kerja kamu sangat memuaskan dan kamu sangat profesional dalam menjalankan pekerjaanmu. Karena itu saya ingin mengangkat kamu sebagai assisten saya. Saya yakin kamu bisa menjalankan tugas itu. Tapi alangkah baiknya kamu latihan dulu. Jadi selama sebulan kamu belajar sebagai assisten saya, kamu tetap digaji sebagai staf marketing. Setelah kamu belajar sebagai assisten saya, kamu digaji sebagai assisten saya. Nanti yang mengajarkan kamu adalah Bu Widya," ucap Maryam serius.

__ADS_1


"Terima kasih Bu Maryam atas perhatiannya. Saya sangat bersyukur dipercayakan sebagai assisten anda. Saya akan bekerja seoptimal mungkin dan profesional dalam menjalankan tugas saya sebagai assisten anda."


"Sama-sama. Oh ya kalau boleh tahu, anda tahu dari siapa mengenai adanya lowongan pekerjaan di bagian marketing perusahaan ini?"


"Dari Pak Hafiz."


"Anda sudah lama mengenalnya?"


"Iya, saya mengenalnya sejak saya berusia empat tahun. Setelah ayah saya meninggal karena ditabrak sama Pak Hafiz, saya, ibu saya dan adik saya dibawa ke rumahnya. Semua kebutuhan dan keperluan kami dibiayai oleh Pak Hafiz."


Kringgg ...


Bunyi dering sambungan telepon interkom di ruang kerjanya Maryam. Maryam mengangkat gagang pesawat telepon. Tak lama kemudian mendekatkan gagang pesawat telepon itu ke telinga kirinya. Sekilas dia mendengar suara yang berisik sampai dia mengerutkan keningnya karena sedikit panik.


"Hallo Bu Selly," ucap Maryam sedikit panik.


"Eh iya Bu, Bu ada Pak Ibrahim, dia maksa ingin menemui Ibu, tapi Ibu sedang ada tamu."


"Ya udah, suruh masuk aja Bu," ucap Maryam ramah.


"Baik Bu."


Sedetik kemudian Maryam menjauhkan gagang pesawat telepon itu dari telinga kirinya. Menaruhnya di tempat semula. Beranjak berdiri, lalu berjalan pelan ke arah pintu ruang kerjanya. Pintu ruangan itu terbuka lebar. Debaran jantung Maryam bertambah cepat ketika melihat sosok Ibrahim yang berada di ambang pintu. Begitu juga dengan Ibrahim. Tapi semaksimal mungkin mereka berusaha menahan rasa yang bergejolak di jiwa mereka.


"Assalamu'alaikum Nona cantik," ucap Ibrahim lembut sambil mengatupkan telapak tangannya di depan dada.


"Wa'alaikumsalam, Aa," ucap Maryam lembut sambil mengatupkan telapak tangannya di depan dada.


Sontak Bella menengok ke belakang, lalu berujar, "Akhirnya jadi juga kamu datang ke sini."


"Eh, ada Bella. Jadi dong, kan mau ketemu sama ayangku."


"Emangnya siapa yang jadi ayangnya Aa?"


"Kamulah," ucap Ibrahim serius yang membuat Maryam tersipu malu dan yang membuat Bella kecewa. "Kamu tambah cantik aja, kalau malu-malu gitu."


"Masih siang udah ngegombal aja."


"Aku nggak ngegombal, tapi kenyataan."


"Aa ke sini mau ngapain?"


"Mau ngajak kamu makan siang."


"Maaf A, aku nggak bisa makan di luar, aku lagi banyak kerjaan, lagi pula aku bawa bekal makanan dari rumah."

__ADS_1


"Ya udah nggak apa-apa. Kita makan di sini aja. Nanti aku pesan delivery aja."


"Eh, emangnya sekarang udah jam makan siang?"


"Udah Sayang."


"Ya udah Aa pesan aja makanannya."


Ibrahim menoleh ke Bella, lalu berujar, "Bel, tolong beliin aku makanan di restoran pagi malam, pesan yang biasa ya."


"Kok Aa nyuruh Kak Bella sich, kan kasian, dia juga mau makan siang," celetuk Maryam.


"Saya sudah biasa Bu," ucap Bella datar sambil beranjak berdiri.


"Tuch dianya aja nggak apa-apa aku suruh."


"Ya udah kalau begitu," ucap Maryam sambil membalikkan badannya, lalu berjalan menuju pantry kecil yang berada di dalam ruang kerjanya.


"Memangnya kamu bawa bekal apa Sayang?"


"Wrap daging sapi sama buah apel," ucap Maryam sambil menghentikan langkah kakinya di depan meja pantry.


"Kamu yang buat wrapnya?"


"Iya A, Aa mau wrapnya," ucap Maryam sambil mengambil pisau buah.


"Iya, pengen nyicipin masakan kamu."


"Baiklah, tapi nanti setelah aku motong apel," ucap Maryam sambil menancapkan pisau yang hendak membelah apel. "Aauuwww!" pekik Maryam kesakitan sambil melempar pisau.


"Kamu kenapa sayang?" tanya Ibrahim panik.


"Jariku tergores," ucap Maryam sambil menaruh apelnya di atas meja.


Ibrahim melihat jari telunjuk tangan kirinya Maryam berdarah. Sontak Ibrahim menarik lengan kirinya Maryam, lalu menghisap darahnya Maryam. Seketika desiran lembut yang sedari tadi menyelimuti relung hati mereka bergejolak. Adegan itu telah melukai hatinya Bella yang hendak menutup pintu ruang kerjanya Maryam.


"Bahagia di atas penderitaan orang," gumam Bella.


💐🌷🌹💐🌷🌹💐🌷🌹💐🌷🌹💐🌷🌹💐


Terima kasih sudah membaca novelku yang ini 😊😊😊🥰🥰🥰.


Semoga para readers suka membaca novelku. Mohon maaf bila ada kesalahan dalam novel ini karena novel ini masih jauh dari kata sempurna 😊😊😊.


Dukung novel ini dengan like, komen, kasih vote, kasih bintang lima dan kasih hadiah ya, love you 😁😁😁😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2