Selena Tsabina Series

Selena Tsabina Series
I See You part 2


__ADS_3

~ Happy Reading ~





Selena sangat keras kepala juga turunan dari Lyana, dia tidak akan pernah mengakui kesalahan yang tidak dia lakukan, bahkan jika itu akan selalu berujung rasa sakit ditubuhnya, Selena tetap akan bertahan.


"Sampai kamu mengaku, jangan masuk ke dalam rumah. Berlutut di luar dan renungkan apa kesalahanmu kali ini." kemudian pintu di banting tertutup oleh Lyana.


Jadi sore itu Selena mulai berlutut, dan sudah hampir 6 jam dia tidak merubah posisinya. Selain kepalanya yang digantung rendah karena lesu dan lapar, Selena tidak sekalipun beranjak darisana.


Kakinya terasa kram dan mulai mati rasa.


"Ughhh... Lapar." rintih Selena dengan tubuh gemetar. Jika Ibunya tidak menyuruh dia masuk, bisa-bisa dia akan pingsan nanti.


Sampai berapa lama dia harus berlutut, jangan bilang Ibunya itu lupa bahwa putrinya ini sedang diluar sejak tadi.


Selena menghembuskan nafasnya kasar. Lehernya sangat pegal karena terus-terusan menunduk.


*****


Lucas tidak mengalihkan pandangannya. Dia menatap fokus dengan tangan terkepal dan tertekan di sisi tubuhnya.


Daniel yang berdiri di sampingnya, sudah mengeluh dari tadi. "Sampai kapan kita akan berdiri disini. Capek tahu!" pasalnya sudah satu jam mereka disini dan tidak melakukan apapun. Hanya melihat gadis yang sedang berlutut di depan itu yang kepalanya masih menggantung rendah.


"Daniel, kamu bisa pergi dulu. Tidak usah ikut menemaniku. Aku akan menemuimu nanti di rumah Delon." kata Lucas, suaranya yang dalam dan serak terdengar. Ada sedikit kepahitan dari nada suara yang dia ucapkan.

__ADS_1


Ketidakberdayaan dan kebingungan yang menyelimutinya akhir - akhir ini, setelah dia mengenal Selena, mulai sedikit demi sedikit merubah sikap apatis dan acuh tak acuh di dalam dirinya pada kaum wanita yang dianggapnya menjijikkan.


Dia kira, rasa jijik itu akan terus ada. Namun, dia tidak menduga sama sekali, karena kejadian memalukan pada waktu Masa Orientasi Siswa, dirinya bertemu dengan gadis yang mampu menarik rasa penasarannya untuk menjadi lebih dekat dengannya.


Dan dia ingat usulan keluarganya yang menyuruhnya untuk melakukan konseling bersama dokter yang sudah neneknya bawa dari Kensington, namun dirinya menolak. Dan hanya bersedia menerima kembali Paman Meishiro untuk menjaganya.


Lagipula Pamannya itu memiliki bakat luar biasa dalam bidang apapun.


"Seharusnya kamu mengatakan itu dari tadi. Aku akan menunggumu di rumah Delon." ujar Daniel sambil menggertakkan giginya jengkel, dia langsung pergi dari tempat persembunyiaan mereka, meninggalkan Lucas sendiri disana.


Lucas hanya mengacuhkan Daniel dan matanya terus melihat ke arah Selena, tidak berpaling sedikitpun.


Sampai kapan kamu akan berlutut di sana?


Apa kamu tidak lelah?


Cepat masuk!


Rehan baru saja pulang dari rumah mertuanya. Tadi pagi tetangga mertuanya itu datang ke rumah dan memberinya kabar bahwa Lina tidak sadarkan diri.


Karena Lyana masih bekerja dan hanya ada dia di rumah saat itu, dia buru-buru keluar dari dalam rumah.


Lina yang sudah dikerumuni banyak orang di dalam rumah, terbatuk-batuk dengan suara keras yang patah dan mengeluarkan darah dari mulutnya.


Rehan yang panik, langsung bergegas membawa Lina ke Puskesmas bersama tetangga yang sudah dikenalnya.


Rehan lupa tidak membawa uang sepeser pun, karena tetanggannya berniat baik untuk meminjamkannya uang, Rehan tidak menolak dan mengambil uang pinjaman itu dan berjanji akan segera menggantinya setelah dia selesai mengurus administrasi perawatan Lina.


Lina sudah masuk ke dalam kamar rawat, dan pada saat Ibu mertuanya itu tidur, Rehan pulang ke rumah dan mengambil uang di dalam dompet yang sudah Lyana siapkan untuk perawatan Ibunya.

__ADS_1


"Selena apa yang kamu lakukan di luar malam-malam begini?" tanya Rehan yang melihat Selena berlutut di luar rumah, dia buru-buru membuka gerbang kayu dan menghampiri putrinya itu yang tubuhnya sudah ingin pingsan.


Tubuh kurus Selena terhuyung-huyung dan Rehan menangkapnya dengan cepat.


Melihat Selena yang lemas, Rehan membawa putrinya masuk ke dalam rumah.


Dan saat itulah suara teriakan terdengar dari dalam rumah.


Lucas hanya menatap rumah yang sepi itu dengan tatapan kosong.


Pada saat Selena terhuyung jatuh, Lucas tanpa sadar ingin berlari kearahnya dan membawa tubuh gadis itu ke dalam pelukannya.


Untunglah, Pria itu menangkap tubuh Selena tepat waktu.


"Apa yang terjadi padamu?" desah Lucas frustasi.


Tidak lagi melihat Selena dan teriakan di dalam rumah juga sudah berhenti, Lucas pergi dari sana dengan jantung berdebar kencang.


Matanya dipenuhi tekad untuk melindungi dan rasa sayang mengalir dan menghangatkan hatinya yang dingin, itu hadir tiba-tiba dan secepat itu pula berlalu, membuat Lucas dipenuhi kebingungan dan dilema karena seorang wanita untuk pertama kalinya.


.


.


Thank You For Reading 😘


Jangan lupa klik ⭐ guys, mampir ya di cerita aku yg laen 😁😅


Salam Hangat

__ADS_1


Angela Ann 😘


__ADS_2