Selena Tsabina Series

Selena Tsabina Series
Rencana Jahat


__ADS_3

~ Happy Reading ~





Jam belajar sudah di mulai, di dalam kelas 9-3 di bangku tengah deret nomer empat, dua orang gadis tampak serius dengan pembicaraan yang mereka lakukan secara diam-diam tanpa sepengetahuan guru bahasa Jawa yang masih sibuk menulis di papan tulis.


"Bya, Tadi aku melihat Lucas bonceng si anak baru." Bisik Aril yang adalah teman Byanca, dia menceritakan apa yang sudah dilihatnya tadi pagi di parkiran.


Byanca yang duduk di tempatnya menoleh ke arah Aril yang berdiri di samping mejanya.


"Siapa?" Tanyanya lagi, tidak yakin pada apa yang baru saja dia dengar.


"Lucas ke sekolah bonceng anak baru. Masih ingat sama gadis yang kamu dorong di lapangan itu?"


"Selena..."


Raut tidak percaya melintas di wajah Byanca dan dia tidak senang. "Gadis itu! Sudah aku bilang untuk tidak menggoda Lucas, tapi dia mengacuhkan ancamanku. Awas saja... "


Aril yang melihat mata Byanca berkilat marah, dia merasakan kesenangan meledak di dalam dirinya. Aril sedang dilanda kebosanan, dan membutuhkan seseorang untuk melampiaskan rasa bosannya yang membuat frustasi. Mengganggu adik kelas terdengar menyenangkan buatnya.


"Kamu mau melabrak Selena, aku ikut."


Dengan tingkah manja dan mulut mencibir Byanca berkata. "Tentu saja kamu harus ikut. Aku juga akan mengajak Alvin nanti."


"Kenapa Alvin juga ikut." Aril berkata tidak suka.


"Dia sangat merepotkan. Kalau saja dia tidak selalu menggagalkan rencanaku untuk membalas Selena, apa kamu pikir Selena akan tenang-tenang saja selama dia disini."


"Maksudmu... "


Byanca dengan sabar menceritakan apa yang sudah dia lakukan selama ini pada Selena.

__ADS_1


"Huhh... Andre tidak melakukan apa-apa setelah dia tahu bahwa kamu sudah mengganggu Selena. Malahan yang bertindak sebagai pahlawan kesiangan dan membantu Selena adalah Alvin. Bagaimana itu bisa terjadi." Tanya Aril terheran-heran.


Byanca mengendikkan bahunya. "Aku tidak terlalu memikirkannya. Selama aku bisa menendang Alvin menjauh dari Selena, rencanaku akan baik-baik saja kedepannya."


"Jadi bagaimana kamu akan berurusan dengan Alvin si berandal itu."


"Aku akan bertaruh dengannya. Jika aku berhasil membuat Selena bertekuk lutut dan memohon di kakiku, Alvin tidak akan mencampuri urusanku lagi."


"Emm... Bagaimana kalau Selena tidak takut padamu."


"Omong kosong apa yang kamu katakan. Tentu saja dia akan takut. Gadis culun itu, apa yang bisa dia lakukan padaku."



*****


Beberapa hari kemudian.


Restu dan kawan-kawan sudah menunggu di cafe terdekat.


Kalau Cristine tidak memaksanya untuk ikut, Selena lebih memilih menghabiskan tiga jam waktunya di perpustakaan saja.


Tempat itu ramai sekali, Selena tidak suka. Dia tahan ketidaknyamannya itu dan diam saja. Cristine yang memesan makanan dan minuman miliknya, yang tentu saja Cristine juga yang bayar.


Uang jajannya hanya 2000 rupiah, meskipun itu cukup membeli mie pangsit dan roti dan menghilangkan rasa laparnya. Jika di cafe seperti ini, itu hanya bisa membeli air putih saja.


Cristine seorang sahabat yang baik. Karena uang jajannya bisa lebih dari 20.000 ribu perhari dia tidak keberatan berbagi dengannya.


Namun, tetap saja ditraktir terus menerus terkadang membuat Selena tidak enak hati.


Itu sebabnya, dia memilih bersembunyi di perpustakaan setiap kali istirahat.


Cristine akan mencarinya, karena sudah berpesan untuk tidak menunggunya, Cristine dengan sedih hanya menitipkan roti dan susu yang sudah dibelinya ke teman sekelasnya.


Melihat Cristine dengan raut kecewa dan sedih seperti itu lebih membuat Selena tidak tahan. Namun, dia harus melakukan itu. Rasa malunya yang merasa selalu menyusahkan sahabatnya itu membuat hatinya sering tertekan.

__ADS_1


Dia tidak bisa terus menerima kebaikan itu tanpa bisa membalas.


Maka dari itu jika dia naksir seseorang dan jika itu kebetulan juga disalahpahami bahwa orang itu suka pada Cristine, Selena memilih mundur saja dan membiarkan keduanya jadian.


Bertengkar dengan sahabatnya karena seorang pacar, Selena berusaha untuk tidak melakukannya.


Lihat, apa Selena akan terus berpegang teguh pada pendiriannya saat pria yang mencoba masuk diantara keduanya adalah Lucas.


Pada saat itu terjadi. Bersiaplah, hati kalian akan tersakiti.


*****


Mereka sudah setengah jam mengobrol di cafe tersebut. Saat hampir jam sebelas siang Selena teringat bahwa dia harus kembali ke sekolah, menunggu Lucas.


"Ris. Aku pulung duluan ya."


Cristine yang tadi sibuk membahas oppa korea bersama Diana, teralihkan oleh suara Selena yang mulai merengek.


Selena berbisik ditelinganya. "Kamu disini. Aku mau pulang dulu oke."


Sebelum Cristine menolak Selena sudah kabur.


Selena berjalan kaki sekitar 10 menit untuk sampai ke sekolahnya lagi. Dia memilih menunggui Lucas di perpustakaan.


Karena mereka sering bertemu di tempat itu. Selena yakin Lucas akan mencarinya kesini.


.


.


Thank You For Reading >.<


Don't Forget voment 😍😍😘


Angela Ann

__ADS_1


__ADS_2