Selena Tsabina Series

Selena Tsabina Series
Chapter 21 - { I Just Believe You}


__ADS_3

"Apa kamu merindukanku?"


Suara serak yang dalam mengalun di telinga Selena dan menyebar dalam hatinya, membuat jantung itu berdegup kencang.


Suara Lucas!


"Apa kamu tidak mau melihatku." katanya kemudian.


"Sebulan tanpa kabar. Tiba-tiba kamu datang menemuiku, jika itu kamu, Lucas apa kamu tidak marah." Selena berkata dengan suara yang mulai bergetar. Selena senang mendengar suara Lucas lagi dan disaat bersamaan dia juga merasa kesal.


Lucas melepas tangan Selena.


Dia menatap Selena yang masih memunggunginya. Melihat sosok Selena yang baru pertama kali dia lihat, tampilan tertutupnya membuat Lucas tampak terpesona saat dia melihat.


Sejak Andre dan Selena tiba, dia sudah berdiri di samping di rumah tetangga Selena.


Mereka tidak menyadari keberadaan Lucas, karena dia memang bersembunyi tadi. Dia tidak mau melihat Andre disini.


Lucas sedikit mundur dan memberi keduanya jarak. Dengan wajah tersenyum dan nada ketidakpeduliaan dia mengatakan. "Apa kamu marah padaku Selena, karena tidak memberimu kabar?!"


"Kenapa aku harus melakukan itu?" tanya Lucas kemudian.


Lucas ingin memastikan sesuatu. Jadi dia tidak mencoba menahan perasaannya kali ini seperti yang selama ini dia lakukan.


Sikap Selena padanya yang seperti ini, membuat Lucas memiliki harapan yang tidak pernah berani dia bayangkan.


Lucas tidak meragukan perasaan suka yang dia miliki untuk Selena. Hanya saja dia tidak mengerti apa tanggapan Selena akan rasa suka itu.


Selama ini Lucas tidak pernah berani bertanya dengan pertanyaan seperti ini pada Selena, karena Lucas meragukan Selena memiliki perasaan yang sama padanya.


Tangan Selena mengepal kuat. Dia meremas tangan kirinya yang tidak memegang apapun dengan perasaan marah di dalam dadanya.


*Ya... Lucas tidak salah menanyakan itu.


Kenapa dia harus memberitahu dirinya*.


Mereka tidak memiliki hubungan dekat apapun kecuali anggapan Selena yang menganggap mereka berdua berteman.


Dan Selena mengingat apa yang pernah Lucas bilang padanya.


"Aku tidak mau menjadi temanmu Selena."


Kata Lucas pada Selena, matanya dipenuhi tekad dan kata-katanya tidak memiliki keraguan apapun.


Pada sore hari setelah kelulusan, Lucas datang ke rumah Selena, dia mengucapkan kata-kata itu padanya.


"Meski begitu aku akan datang padamu lagi dan lagi. Sampai kamu mulai terbiasa denganku. Kalau kamu tanya kenapa Selena ! Dengan sikapku selama ini padamu, bukankah kamu sudah menyadarinya dengan sangat jelas."


Dan Selena hanya terdiam saat itu, tidak menjawab sepatah katapun sampai Lucas menghilang dari pandangannya.


Saat ini Lucas datang kembali, dengan dia bilang tidak mau menjadi teman Selena waktu itu, lalu kenapa Lucas masih datang padanya terus menerus.

__ADS_1


Kehadiran tidak terduga Lucas, membuat Selena takut dan disaat yang sama penuh antisipasi.


Dia selalu kalah jika orang asing memperlakukannya dengan perhatian dan lembut.


Selena hidup dengan harapan untuk mendapatkan kasih sayang orang lain. Dia pernah berharap pada seseorang yang dia suka untuk membalas kembali perasaannya. Namun akhirnya dia tersakiti.


Selena memiliki harapan pada Ibunya yang akan kembali menjadi lemah lembut pada dia suatu saat nanti seperti dalam ingatan masa kecilnya. Namun dia juga harus bertahan dengan rasa sakitnya sampai sekarang.


Dia memiliki harapan yamg tinggi pada orang-orang yang dia sayangi, dan berujung luka lagi dan lagi dalam hatinya. Dia dihancurkan dengan kejam oleh kenyataan tanpa henti.


Meski begitu Selena tidak ragu, dan terus percaya pada harapannya.


Dia masih memiliki Cristine yang sayang padanya. Dan Lucas....


Bohong kalau Selena berkata dia tidak takut untuk jatuh cinta. Buktinya dia memiliki keraguan pada orang didepannya ini dan terus menyangkal rasa aman dan nyaman saat mereka berdekatan.


Selena takut bahwa dia akan kecewa pada akhirnya. Dan dia terlalu pengecut untuk terbiasa merasakan kembali hatinya yang pernah patah.


Namun Lucas tidak menyerah padanya, selama ini dia selalu datang. Tidak peduli bagaimana Selena mendorong dia menjauh ataupun berpura-pura tidak menyadari tentang perasaan Lucas padanya, Lucas akan datang lagi dan lagi, berusaha menyampaikan perasaan tulusnya untuk dia ketahui.


Selena tidak bisa lari lagi dan menyangkal apapun kali ini. Ketidakhadiran Lucas sebulan ini, membuat dia akhirnya sadar, keberadaan pria asing itu sudah diterimanya menjadi kenyamanan yang terus Selena cari.


"Aku tidak memiliki keberanian untuk memikirkan hal itu tentangmu Lucas." Aku pikir, aku tidak pantas untuk menerima cintamu.


Lucas kembali mendekat, tubuhnya yang tinggi sedikit membungkuk. "Lalu apa yang kamu pikirkan Selena, katakan padaku. Aku ingin tahu."


Selena dengan bibir bergetar dan gugup menjawab. "Suka..."


Dia tidak yakin!


"Bagaimana menurutmu?"


*Aku tidak tahu!


Aku tidak yakin!


Kita hanya saling mengenal sebentar saja dengan pertemuan pertama yang membuat kita bertengkar.


Kelakuanmu yang angkuh dan kata-kata kejammu, entah kenapa aku melihatnya sebagai ketulusan. Dari awal kamu datang padaku, kamu tidak pernah berpura-pura dan menjadi dirimu sendiri.


Dan kebaikan yang sudah kamu lakukan, kamu tidak menggunakan itu untuk menarikku paksa ke sisimu.


Aku cukup terkejut mengetahui betapa bergantungnya aku padamu.


Kamu masuk dalam hidupku tanpa peringatan dan aku di buat lengah dengan kamu selalu datang padaku. Sampai aku terbiasa dengan hadirmu.


Menduga-duga bahwa kamu menyukaiku, aku merasa itu adalah pikiran paling tolol yang pernah aku buat.


Suka...


Itu hanya tebakanku, jadi bagaimana aku tahu perasaanmu yang sebenarnya padaku.

__ADS_1


Kalau kamu bahkan tidak pernah berkata suka padaku. Jadi bagaimana aku dengan lancang berpikir bahwa sikapmu yang lembut, yang kamu tunjukkan padaku selama ini, itu karena kamu menyukaiku.


Jika saja kamu tidak berkata kalau kamu tidak mau berteman denganku, aku tidak akan berani memiliki pemikiran suka itu Lucas, mungkin aku akan terus berpikir bahwa kamu hanya merasa kasihan.


Katakan yang sebenarnya, apakah itu benar dan bukan hanya tebakanku saja.


Karena aku, aku rasa, aku juga mulai menyukaimu*....


Lucas terus berdiri disana, melihat punggung Selena yang kecil dan sempit. Dia melangkah lebih dekat dan memeluk leher Selena dari belakang.


Wajah tampannya berada di bahu kanan Selena, dia sangat dekat dengan telinga Selena yang sudah memerah tersembunyi di dalam di balik kain yang dia pakai.


"Lucas... " panggil Selena dengan sedikit kejutan pada suaranya. Dia tidak mengharapkan bahwa dia akan dipeluk seperti ini olehnya, dan di depan rumahnya juga.


"Aku mencintaimu Selena.... Aku mencintaimu. " Kata Lucas dengan suara yang hanya mereka berdua saja yang mendengar.


Bisikan Lucas di telinganya membuat Selena sedikit terkejut, dia sedikit linglung, dan tidak tahu harus bagaimana.


"Aku... "


Lucas tidak membiarkan Selena untuk langsung menjawab, dia berkata "Aku tidak mengharapkanmu untuk membalas pengakuanku barusan, sekarang Selena. Kamu tahu tentang perasaanku padamu memanglah inginku selama ini."


Lucas melepaskan pelukan sepihak itu, dan Selena berbalik menghadap Lucas sepenuhnya.


"Kita masih sekolah." mendengar ini Lucas tersenyum bahagia. Selena tidak mengatakan kata-kata yang menyiratkan penolakan sama sekali. Namun sedikit keluhan dengan kenyataan bahwa keduanya masih sekolah.


Lucas memahami maksud Selena, jika Ibunya tahu dia berhubungan dengan seorang pria saat ini, yang tidak diuntungkan pastilah Selena.


"Aku bisa menunggu."


Cukup lama hening. Dan kemudian Selena mengangguk.


Bagaimana Lucas tidak merasa senang melihat itu. Dia merasakan euforia yang membuat dadanya ingin meledak penuh bahagia, bibirnya terus tersenyum dan wajah berseri-seri tidak bisa Lucas tutupi.


"Bolehkah..."


"... bolehkah aku menci.... memelukmu lagi." Lucas membelokkan kata-katanya tiba-tiba ketika dia ingin mengatakan hal yang sudah dia idamkan selama ini. Dia harus bersabar dan menunggu.


Selena memandang Lucas yang gugup dan ingin menggodanya sedikit. "Bukannya tadi sudah memelukku tanpa meminta ijin. Kenapa baru se...."


Lalu tubuhnya di peluk erat. Dan Selena menatap tidak berdaya Lucas yang tanpa aba-aba.


"Aku belum bilang mau, kamu sangat menjengkelkan." mulutnya berkata kesal namun Selena membalas pelukan Lucas yang hangat. Dia melingkarkan tangannya pada pinggang Lucas. Dan dagu Lucas yang menekan kepalanya, membuat dia merasa ini masih sedikit tidak nyata.


"Terima kasih Selena... terima kasih."


"Humm."


.


.

__ADS_1


.


Thank you for reading :-D...


__ADS_2