
~ Happy Reading ~
•
•
•
Sudah satu jam lebih Selena menunggui Lucas dan sudah setengah buku juga dia membaca novel yang dipinjamnya di perpustakaan.
Sampai akhirnya Lucas datang dan duduk disebelahnya dengan nafas yang terdengar berat.
"Apa kamu sudah lama menunggu. Aku ada meeting dengan guru." Jelas Lucas akan keterlambatannya. Suaranya terdengar lembut dan sedikit menyesal.
Pasalnya, tahun ini merupakan tahun terakhir dirinya bersekolah. Dan dia harus merekrut seorang pengganti sebagai ketua OSIS jika dia sudah lulus nantinya.
Karena permintaan Kepala Sekolah sendiri, lucas yang seharusnya pensiun di tahun keduanya malah terus menjabat Ketua OSIS sampai tahun perekrutan siswa baru.
Alasannya yang dia dengar dari para guru yang mendukungnya adalah, disebabkan kinerjanya yang baik dan terorganisir selama ini. Meski dia memiliki beberapa catatan buruk karena kedisiplinannya dalam mengajar siswa berandal dulu, tidak menyebabkan dirinya di ganti dari posisinya ini.
"Tidak masalah. Kamu bilang ingin menagih janji itu. Kamu bisa mengatakannya disini, selain uang dan jika itu bukan hal aneh aku akan mengabulkan."
Merupakan ucapan terima kasih untuk Lucas karena kebaikannya akhir-akhir ini dalam membantu dirinya.
"Apa permintaanmu?" Tanya Selena sambil menopang dagu ke arah Lucas.
"Aku ingin mengajakmu pergi ke suatu tempat. Karena ini adalah tempat yang spesial, kamu harus menemaniku selama seharian. Bagaimana?"
"Kamu tidak akan berbuat jahat kan?"
Lucas tergelak saat Selena menatapnya dengan tatapan menuduh dan curiga. Dia mengetuk kepala gadis yang menurutnya lucu itu dengan novel didepannya.
"Aduhh!" Selena mengaduh.
"Kenapa kamu memukulku!"
"Buang jauh-jauh pikiran kotormu itu tentangku. Apa aku terlihat seperti seorang kriminal?" Tanya Lucas bercanda.
Saat dia melihat Selena melihat skeptis kearahnya. Lucas menjadi salah tingkah.
__ADS_1
"Tidak sadar diri."
"Oke oke... Aku menyerah. Kamu selalu menang jika kita berdebat."
Dan gantian Selena yang tergelak saat ini dengan tingkah Lucas yang menurutnya kekanakan.
"Aku tidak bisa jika seharian. Bagaimana kalau hari minggu, jam 8 kita ketemuan di cafe sekolah. Dan kamu bisa membawaku ke tempat yang kamu maksud itu, tapi kamu harus berjanji jam 2 siang kamu sudah harus mengantarku pulang. Setuju?"
Karena Lucas juga tidak bisa memaksa, dia hanya bisa menyetujui ide Selena.
"Baiklah. Hari minggu jam 8 pagi, aku janji akan mengantarmu tepat jam 2 siang. Bagaimana dengan itu, apa kamu merasa puas sekarang?"
Selena mengangguk setuju sambil tersenyum puas.
"Aku akan mengantarmu pulang." Tawar Lucas setelah dilihatnya sudah jam setengah dua.
"Tidak perlu. Aku bisa pulang sendiri." Selena menolak tawaran tersebut. Kalau Mamanya melihat dia pulang diantar seorang pria, perang dunia ketiga akan meletus di rumah. Dia tidak mau hal itu terjadi.
"Ayolah. Kalau kamu takut orang tuamu melihat, aku akan menurunkanmu di depan rumah Cristine. Rumah kalian berdekatan kan." Ucap Lucas terus membujuk dan sedikit memaksa Selena.
"Turunkan aku di depan rumah Cristine."
"Aye Captain". Lucas tertawa senang. Lalu dia berpamitan untuk mengambil sepeda motornya di parkiran.
Karena dia khawatir Selena diketahui orang terdekatnya saat dia mengantarkan pulang, Lucas terpaksa meminjam helm milik Daniel yang masih berada di ruang guru.
Selena menunggu di depan gerbang sekolah. Saat Lucas sudah disampingnya dia mulai sedikit gugup. Selena menerima helm putih itu dari tangannya, lalu dia memakai helm tersebut.
"Kamu harus menurunkan kaca helmnya supaya wajahmu tidak terlihat." Ujar Lucas mendekat, tangannya terulur membantu Selena memakai helm dan menurunkan kacanya untuk menutupi wajah Selena.
Selena mematung di tempat. Terlalu terkejut dengan kedekatan keduanya barusan yang tiba-tiba. Aroma cologne mint yang segar tercium dari tubuh Lucas.
"Ayo naik."
"Jangan ngebut."
"Hm."
Dalam perjalanan itu keduanya tidak berbicara. Karena jarak rumahnya yang tidak terlalu jauh, dengan bersepeda motor beberapa menit kemudian mereka sudah sampai di depan rumah Cristine.
Dan kebetulan Cristine juga berada di depan rumahnya, hendak masuk ke dalam rumah.
__ADS_1
Saat Cristine melihat Lucas di depan rumahnya. Cristine terlihat konyol dengan mulut menganga shock, dia tidak percaya Lucas berada di depan rumahnya.
Namun saat Selena terlihat dari belakang punggung Lucas, matanya berubah dingin.
Ada ketidaknyaman saat dia melihat keduanya dekat. Entah karena dia tidak mau melihat Selena yang terlihat dekat dengan seorang pria dan kemudian disakiti perasaannya.
Atau adakah alasan lain yang menyebabkan dirinya menjadi risau dan gelisah seperti sekarang. Dia sendiripun tidak bisa mengetahui alasan dibalik ketidaksukaannya terhadap kedekatan mereka berdua.
Namun kini melihat keduanya bersama. Cristine merasa bingung dengan perasaannya. Dia tidak suka, tidak terima. Rasa tidak nyaman dihatinya itu dia bingung untuk siapa dia tujukan tepatnya.
"Ris kamu juga baru pulang." Selena senang melihatnya. Dia menunggu untuk dipeluk, namun Cristine hanya mematung ditempat.
Cristine hanya bergumam pelan dan berpaling. Dia melirik Selena menawarkan dirinya untuk masuk ke dalam rumah.
Selena menolak halus, dia pikir Cristine dalam suasana hati yang buruk. Jadi dia memilih waktu yang tepat untuk berkunjung nantinya.
Lucas hanya melihat kedua sahabat yang canggung itu. Dia tidak paham. Tadi sepertinya mereka masih baik-baik saja, tapi lihat sekarang bagaimana canggungnya mereka berdua.
Selena terus tersenyum hangat sampai Cristine masuk ke dalam rumah dan saat dia tidak terlihat, senyum itu hilang.
Bukankah mereka baik-baik saja, dia juga tidak merasa sudah membuat ulah. Saat dia berpamitan di cafe dan terburu-buru pergi, apakah itu penyebab Cristine marah padanya. Tapi itu tidak seperti dia yang biasanya.
Selena berbalik ke arah Lucas dan mengucapkan terima kasih karena sudah mengantar dia pulang.
"Apa kamu baik?" Tanya Lucas pada akhirnya.
"Aku rasa aku sudah membuat Cristine marah karena meninggalkan dia di cafe itu."
"Bukankah ada banyak temannya saat kalian pergi berkumpul?"
"Begitulah. Teman sekelasnya ada di sana. Karena kupikir dia akan baik-baik saja bersama Restu dan yang lain. Maka dari itu, aku tidak mengganggu kesenangannya dengan teman-temannya."
Setelah Selena terjebak kebingungannya sendiri. Dia menyerah untuk berpikir lebih jauh lagi. Cristine sedang lelah, itu saja.
"Lucas. Kamu bisa pulang. Maaf tidak bisa menawarkanmu untuk mampir minum teh."
"Ada hari esok. Santai saja."
"Aku pergi." Setelah Lucas berpamitan pada Selena, langsung dia pulang.
•••
__ADS_1
Thank you for reading >.<
Jangan lupa klik ❤️ dan follow penulis juga 😍😘