
~ Happy Reading ~
"Selain bersama Mama, perubahan sifatmu terlalu mencolok Selena, apa kamu sadari itu. Mama mendengar dari Feby kalau kamu tumbuh menjadi wanita penuh sopan santun yang suka tersenyum. Feby bilang pada Mama, saat bertemu denganmu dan keluarga kecilmu, dia ingin memiliki satu putra seperti anakmu yaitu Fatih. Katanya, Fatih adalah anak yang paling lucu dan pintar yang pernah Feby temui."
"Bahkan Bibi keduamu bilang pada Mama kalau kamu sudah menjadi seorang Ibu yang bertanggung jawab dan penuh kasih sayang, membuat bibimu itu iri pada keluarga kecil yang kamu bina."
"Waktu itu Mama tidak mengerti apa yang mereka bicarakan. Sebelum Mama melihat dirimu bersama Fatih dan Lesley bermain bersama. Di video, kamu tersenyum lebar sekali bersama mereka. Itu adalah saat di mana Mama menangis lama sekali karena Mama sadar sangat merindukanmu."
"Untungnya Ayah ada di sana, dia memeluk Mama erat sekali. Ayahmu pernah mengatakan bahwa dia bangga memiliki putri sepertimu, Selena. Dari awal Ayahmu sangat percaya dan mendukung apapun keputusanmu, namun karena kurang tegasnya dia dalam mengambil sikap, Ayahmu hanya bisa diam-diam mendukungmu tanpa sedikit pun ingin menyakiti perasaan Mama. Ayahmu tahu jika waktu itu dia membelamu, Mama mungkin akan terpuruk dan memilih menggugat cerai dirinya karena keegoisan Mama."
"Meskipun Ayahmu berkata tidak menyesal akan pilihannya untuk melepaskanmu dulu. Mama yang menanggung penyesalan itu pada akhirnya."
"Selena, sebagai orang tuamu, kami sadar bahwa kami sudah gagal memenuhi tanggung jawab sebagai seorang Ibu dan Ayah. Butuh bertahun-tahun sampai akhirnya Mama berani untuk menemuimu."
Setelah lama mendengarkan dan diam Selena tiba-tiba menyela ucapan Lyana.
"Aku tidak pernah menyesal menjadi anak Mama. Mungkin kecewa, tapi tidak dendam. Mama tidak harus menanggung penyesalan apapun untukku. Bagi Selena, Marco dan Alysha, Ayah dan Mama adalah orang tua yang sangat kami cintai. Itu tidak akan pernah berubah, sekali pun kalian sering membuat kami kecewa. Lagipula, mengetahui Alysha tidak diperlakukan salah seperti Selena dan Marco, sebagai kakaknya, Selena senang kalian berubah dan tersadarkan pada akhirnya."
"Apakah itu sudah membantu meringankan beban di hati Mama?"
Putri sulungnya memang seperti ini, tidak pernah berubah sama sekali. Memahami keluarganya dengan sangat baik. Membalas setiap kesakitan yang dia derita dengan kesabaran dan penuh kasih sayang terus menerus. Kemana saja dia selama ini, sebagai seorang Ibu, dia benar-benar buta untuk bisa melihat setiap ketulusan sang anak.
Rehan, kamu dengar apa yang dikatakan putri kita. Apa kamu merasa bangga saat ini. Kamu benar, yang kamu katakan padaku dulu itu benar. Selena, putri kita yang membanggakan.
Lyana meratap dalam hatinya penuh kesedihan dan haru. Air mata semakin deras mengalir dan dia terisak-isak di kursi rodanya.
Bahunya gemetar dan permintaan maaf terus dia katakan berulang-ulang.
"Maaf... Maafkan Mama Selena."
"Maafkan Mama. Mama bersalah."
__ADS_1
"Maafkan Mama." Lyana tersedu-sedu dan terus menangis. Saat dia merasakan dekapan hangat memeluknya, Lyana semakin meraung sedih dan tangisnya pecah. Dia memeluk erat Selena, bibirnya bergetar dan suara tangisan tidak berhenti sampai langit mulai berubah gelap.
Selena memeluk wanita paruh baya tersebut. Dia tidak berbicara apapun dan hanya mengusap lembut punggung Lyana untuk menenangkan.
Selena terus berdiri seperti itu sampai sejam lebih dan dia melirik ke bawahnya. Merasakan bahwa napas yang berembus di perutnya stabil dan tangisan sang Mama sudah berhenti. Lyana tertidur.
Selena memegang tengkuk Lyana dan menyanderkannya di kursi roda. Dia menghapus air mata di pipi Lyana yang sudah tua dengan tangannya.
Selena mengecup lama dan penuh kasih sayang wajah Lyana. Dari dahi, kedua mata yang tertutup, hidungnya, kedua pipi yang basah, dan terakhir sudut mulut sang Ibu.
Dia membenarkan syal di leher Lyana, menutupnya rapat supaya angin laut tidak membuat dia masuk angin. Selena mendekat ke telinga Lyana dan berbisik, "Selena sudah memaafkan Mama sejak dulu. Selena selalu sayang Mama."
Dan Ayah, juga nenek. Selena selalu sayang keluarga kecil kita.
Saat Selena merebahkan kepalanya dipangkuan Lyana. Pundaknya diselimuti kain yang lembut. Dan suara maskulin yang sudah dia hafal terdengar menggelitik telinganya.
"Aku selalu bangga padamu, sayang."
Selena tersenyum lebar, saat dia membuka kedua matanya, dia menatap langsung ke arah sosok pria dewasa yang tampan, yang kini membungkuk dekat ke wajahnya.
Selena berbisik dan pria tersebut yang mendengar membalasnya dengan senyuman rupawan.
"Aku mencintaimu."
Tangisan, kecewa dan penyesalan masa lalu.
Adalah segelintir rasa sakit yang membuatnya tumbuh dewasa.
Dia selalu percaya, akan datang pada waktunya bahwa kebahagiaan akan dirasakannya juga.
Bahwa dia tidak menyesali keputusan yang diambilnya dulu....
Berpisah dan meninggalkan, baginya hanyalah proses dimana dia akan bertemu pada apa yang dicarinya.
__ADS_1
Pengertian dan kasih sayang.
.
.
Notes:
Halo Readers π
Welcome to my imagination πππ Guys.
By the Way, aku mau ngasih tau soal cerita Selena Tsabina ini.
Novel ini merupakan cerita dari Selena Tsabina Series. Yang kalian baca ini adalah Vol.1 I JUST BELIEVE YOU dengan genre Young Adult, dan sudah tamat, di tunggu aja updatenya π.
Sedangkan yang Vol.2 judulnya REMORSEFUL dan beda genre diganti Adult Romance, karena bahasannya yang lebih dalam dengan konflik lebih berat. Masih belum tau, bakal di rilis disini apa gakπ , kalau misal banyak yang minat dan nungguin kisah Selena Lucas kayak lapak sebelah, ya aku update juga.
Aku ini tipe penulis yang suka nyiksa protagonis hohoho π€£π€£π€£, jadi jangan heran kalau semisal kalian muak sama drama di dalamnya π.
Dari awal, cerita ini dibikin dengan akhir Happy End, tapi sebelum bahagia, sedih-sedih dan mewek dulu ya π€π
ππππ
Thank You For Reading ππ
Jangan Lupa Voment Guys
Dukung terus cerita ini ya dengan cara klik β€οΈ, follow akun penulis, dan masukin library kalian supaya dapat notifikasi update cerita ini. βΊοΈβΊοΈβΊοΈ
ANGELA ANN
__ADS_1