
~ Happy Reading ~
•
•
•
Selena sedang tiduran di kamar Cristine, tangannya memegang buku dan mata gelap sehitam tinta menatap penuh fokus pada buku di pangkuannya. Selana sedang asyik membaca.
Karena sekarang hari minggu, tadi malam dia sudah ijin untuk menginap di rumah sahabatnya ini.
Sore ini mereka berencana akan pergi ke taman air di dekat rumah.
Cristine masuk dengan membawa buah semangka di atas piring. Dia duduk di kursi belajar dan melihat ke arah Selena yang sudah berada di dunianya sendiri.
Cristine mendengus.
"Bunda berpesan padaku jika kamu nanti pulang, dia menitipkan bingkisan untuk ibumu. Tolong ingatkan aku nanti." Lalu Cristine sibuk dengan semangka di mulutnya.
Cristine sengaja membuat suara saat dia makan agar supaya di tegur oleh Selena.
Dan terbukti.
"Berisik. Bisakah kamu tidak membuat suara saat makan." Selena menatap galak Cristine yang sedang menyeringai licik kearahnya. Dia sengaja.
"Kamu akan mengabaikanku jika sudah membaca, itu membuatku sangat marah." Cristine mengeluh.
Selena menutup buku itu dan menaruhnya di atas meja belajar. Tangannya terulur, mengambil semangka yang segar dan mulai memakannya.
Sangat manis.
"Jam berapa kita berangkat." tanya Selena.
Cristine melihat jam dinding yang masih pukul 11 siang. Rencananya mereka akan pergi sekitar jam 2 nanti.
"Jam 2 kita akan berangkat." jawab Cristine malas. Dia menyingkirkan piring yang sudah kosong menjauh dari meja dan menaruhnya di lantai.
Lalu dia berdiri dan naik di atas ranjang, berbaring di sebelah Selena.
Dengan posisi tengkurap dan kedua tangan menopang dagu, Cristine menatap lurus Selena.
"Apa. Kenapa melihatku seperti itu ?" Selena bertanya tidak senang. Dia sangat risih jika diperhatikan lekat seperti itu oleh seseorang, bahkan jika itu Cristine dengan kebiasaannya, Selena tidak pernah terbiasa.
"Hubunganmu dengan Lucas, aku penasaran ingin tahu." tanya Cristine. Meskipun Cristine suka dengan Lucas, setelah kejadian Selena dipukuli lagi oleh Lyana, dia berjanji akan menekan perasaan suka itu yang menurutnya tidak pantas dia rasakan.
Saat Lucas membawa Selena hari itu, Cristine menjadi tersadarkan, bahwa dia tidak akan bisa mendapatkan balasan dari rasa sukanya terhadap Lucas.
Jadi untuk apa memaksakan keadaan yang bahkan mustahil untuk Cristine ubah.
Kekhawatiran Lucas waktu itu dan bagaimana dia tidak beranjak sejengkal pun saat menunggui Selena sampai sadar, Cristine sudah menyerah akan perasaanya.
Lucas sangat mencintai Selena, itu yang dia lihat.
Jadi saat ini dia mulai mundur dengan perlahan dan sebisa mungkin untuk menjadi tidak terlihat di hadapan Lucas.
__ADS_1
Dengan lulusnya Lucas tahun ini, Cristine merasa terselamatkan.
Selena terdiam. Dia bingung harus menjawab apa dengan pertanyaan Cristine.
Apa hungungannya sekarang dengan Lucas? Dia tidak tahu!
Lucas sangat baik padanya dan juga perhatian. Meski Selena sudah mulai terbiasa dengan tindakan Lucas yang serin membantunya, dan kehadiran Lucas yang kadang-kadang muncul di hadapannya, selain dia merasa senang.
Selena tidak tahu perasaan lain yang dia rasakan.
Selena merasa itu baik-baik saja seperti ini, diantara hubungan pertemanannya dengan Lucas.
"Kita hanya berteman biasa." Selena menjawab dengan ragu-ragu.
"Apa kamu serius?" Cristine memicingkan matanya curiga.
"Lalu menurutmu apa. Aku tidak yakin."
"Menurutmu seperti apa Lucas."
"Dia baik dan juga ramah." jawab Selena.
"Hanya padamu." Cristine menimpali.
"Apa maksudnya hanya padaku saja." Selena berkata tidak terima.
"Coba pikir baik-baik, Apa kamu pernah mendengar Lucas ramah dan baik pada perempuan? Pernah kamu dengar bahwa Lucas akan memperhatikan siswa baru yang dia temui dengan sangat perhatian?"
"Meskipun terkadang dia suka membuamu marah dan jengkel, katamu. Tapi Selena apa kamu tidak tahu, sikap Lucas yang seperti itu hanya dia tunjukkan di depanmu saja."
Apa yang dikatakan Cristine memang benar. Selama dia bersekolah di Cempaka, dia sudah banyak mendengar tentang sikap Lucas yang dingin dan terkesan benci pada perempuan. Selain ketampanan yang Lucas miliki, mulut busuk pria itu juga sangat melekat padanya. Ditambah sikap cuek dan dingin itu.
Selena baru saja menyadari. Selama dia bersama Lucas, entah sudah berapa banyak dia melihat ekpresi Lucas yang berbeda. Tersenyum, seringai licik, sikap suka menggoda dan jahil, dan kelembutan yang Lucas tunjukkan, itu hanya pada Selena.
*Kenapa Lucas melakukan itu?
Kenapa*?
Selena mulai bingung dengan banyak pertanyaan dibenaknya. Dia tidak berani memikirkan sikap Lucas yang sangat lunak padanya dengan pikiran konyol yang baru saja dia pikirkan.
*Mana mungkin karena suka?
Itu sangat tidak mungkin*!
Lucas menyukainya, Selena merasa tidak layak.
Lalu bagaimana menjelaskan perubahan sikap Lucas selama ini.
Cristine terus memerhatikan wajah Selena yang berubah-ubah. Dia tenggelam pada pikirannya dan Cristine tidak mengganggu Selena.
Apa yang Cristine lakukan hari ini adalah untuk menyadarkan Selena tentang perasaannya pada Lucas.
Sebagai sahabat yang ingin Selena bahagia, dia hanya bisa melakukan ini untuk mereka.
Anggap saja sebagai penebusan rasa bersalahnya yang sudah gagal menjadi sahabat Selena.
__ADS_1
Memendam perasaan suka pada Lucas, Cristine merasa dia sudah berkhianat.
"Aku tidak tahu Ris."
\*\*\*\*\*
Wisata taman air yang mereka kunjungi sangat ramai di hari minggu ini. Selena dan Cristine baru saja keluar dari tempat parkir. Mereka menuju loket dan membeli karcis masuk.
Cristine dengan tangan menggenggam tangan Selena, sedikit menyeret Selena untuk masuk.
"Sangat ramai Ris!"
Cristine memutar bola matanya mendengar Selena mengeluh "Ke kuburan sana sepi. namanya juga tempat wisata, kita datang pada hari libur sekolah Selena, tentu saja akan sangat ramai."
"Tidak kusangka seramai ini. Aku tidak mau berenang, kamu saja." Wajahnya Selena semakin cemberut saat dia melihat ke arah kolam renang yang biasa dia datangi. Banyak sekali orang-orang disana.
"Hey... Aku sudah membawa baju ganti, kalau kamu tidak berenang, sia-sia aku membawanya." kata Cristine mulai protes.
Selena menatap datar ke arah Cristine, dan berkata "Aku yang membawa tas itu di punggungku selama ini, kenapa kamu yang mengeluh. Aku akan temani di sisi kolam, kamu bisa berenang sendiri."
"Baiklah, baiklah, aku tahu akan seperti ini jadinya." dengan wajah ditekuk kesal Cristine berjalan menuju ke ruang ganti.
Selena menunggu di luar setelah dia menyerahkan tas yang berisi baju renang mereka.
Cristine keluar dengan celana biru bergaris putih selutut dan baju yang tidak terlalu ketat untuk dia renang.
Kakinya kurus dan jenjang, kulit tan yang dimiliki Cristine bersinar dibawah sinar matahari.
Cuaca hari ini tidak terlalu panas, meski sudah sore hari, itu masih nyaman untuk mereka berenang.
"Sudah pakai sunscreen?"
"Sudah. Ayo kesana, tidak usah menungguiku, kamu bisa duduk di kursi panjang Selena."
"Tidak. aku ingin merendam kakiku di air, sambil menemanimu."
Mereka berjalan ke kolam renang yang khusus untuk usia mereka, airnya berwarna biru karena bias lantai keramik dan tidak terlalu dalam, hanya sebatas dada Cristine.
Selena duduk di sisi kolam, dia menggulung celananya sampai lutut, dan kaki ramping yang panjang berwarna kuning langsat serta mulus terpapar.
Cristine menatap adegan itu seperti dia aka. mimisan saja. Dia selalu iri dengan kaki Selena yang panjang dan ramping.
Anehnya, meski Cristine lebih tinggi dari Selena, jika itu sudah menyangkut masalah kaki yang selalu didebatkan Cristine, kaki Selena lebih panjang.
"Berenang sana." Menggunakan kakinya yang telanjang, Selena menyiram wajah Cristine yang masih menatap ke arah kakinya.
Padahal menurut Selena, dia tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan Cristine. Meski dia sering mendengar bahwa dia cantk atau dipuji dengan kelebihan yang dia miliki, Selena tidak akan percaya, karena baginya dia merasa biasa-biasa saja. Serendah diri itu dia pada dirinya sendiri.
.
.
.
Thank You For Reading ^^
__ADS_1