Senior Galak Ku! ( HUNLIS Versi Lokal)

Senior Galak Ku! ( HUNLIS Versi Lokal)
Mantannya Bima


__ADS_3

Mantan itu ibarat kisah lama yang kalo kebuka lagi bisa nimbulin masalah - BimasenaGantengnyaKebangetan


Warning! Typo...


🐻🐻🐻🐻


Acara hibernasi Bima terganggu karena adanya makhluk terkutuk yang dengan sangat tidak sopan menggedor pintu kamarnya. Bima bangkit dari ranjangnya karena manusia tidak tahu diri itu makin menjadi, sialan memang.


"Anjing! Nyelo dong lo *******!"sumpah serapah Bima keluar setelah membuka pintu kamarnya.


Dia tidak melihat orang yang menggedor pintu kamarnya, lantaran kesadarannya belum sepenuhnya pulih.


Plak!


Mulut Bima pun dipukul dengan keras, saat itu juga kesadarannya pulih seketika. Didepannya kini berdiri manusia bak barbie yang menatap tajam kearahnya dengan tangan dilipat didepan dada.


"Aa' tuh mulutnya emang sekali-kali harus dikasih pelajaran, biar sholeh dikit!"cerca Lisa.


Bima masih memegangi bibirnya, mungkin pukulan Lisa terlalu kencang. Sehingga rasa panas dibibir seksinya itu tidak kunjung menghilang.


"Lo abis sarapan apa sih? Gede banget tenaganya, panasnya gak ilang-ilang nih!"cibir Bima.


"Sarapan sama besi beton tadi."jawab Lisa asal.


Bima tidak menanggapi, kini pria jangkung itu tengah asyik melakukan peregangan. Lisa sebobrok itu memang, Bima tau itu. Makanya dia bakal diem aja.


"Kenapa ngetok pintunya gak nyelo sih Lis? Ada apaan?"tanyanya setelah sekian lama hanya melakukan pelemasan pada sendi-sendinya.


"Ada yang nyari didepan. Buru siap-siap terus temuin tamu aa'."


"Siapa? Temen kuliah?"


"Gak tau. Tanya aja sendiri."jawab Lisa sewot, lalu melenggang pergi.


"Lah bocah ngapa yak?" Bima kebingungan melihat sikap Lisa yang menurutnya dingin dan ketus itu.


Lagi pms kali, pikirnya.


Biasanya kan cewe kalo lagi pms suka gitu, ditanyain ngegas mulu. Jadi buat kalian para kaum adam, jangan macem-macem sama cewe yang lagi pms. Sekalinya nanya atau godain, abis didamprat dah tuh.


Bima mengendikkan bahunya dan kembali masuk kamar. Dia penasaran, kira-kira siapa yang mau menemuinya. Kenapa orang itu berani mengganggu acara bogannya dihari malas sekosan ini?


Bergegas Bima mandi dan memakai baju santainya. Lalu, berjalan kearah ruang tamu setelah menutup pintu kamar abu miliknya.


Sampai di ruang tamu dia melihat perempuan yang sangat dicintainya, dulu. Karina.


"Ngapain dia kesini?"batin Bima bertanya-tanya.


Pantesan aja Lisa galak banget hari ini, ternyata sumbernya ada pada wanita ini.


"Bima.."panggil Karin lembut pada sang mantan.


"Lo kenapa bisa ada disini?"tanya Bima to the point.


"Kangen sama kamu lah, kita udah lama banget gak ketemu."


Seisi kosan yang lagi asik menguping pun tersedak liur mereka sendiri setelah mendengar pengakuan mantan Bima itu.


Bima yang sadar sedang diamati oleh junior-junior laknat kosan- kecuali Angga tentunya, langsung mendengus.


"Dasar bocah kurang kerjaan!" gerutunya dalam hati.


"Bim.."


"Hmm?"


"Kamu gak kangen sama aku?"


"Ngapain gua kangen sama cewe yang udah nyakitin hati gua sih? Gak elit banget rasanya."sarkas Bima.


"Kok kamu jadi ketus gini sih? Udah gitu pedes banget lagi ngomongnya."


"Ya buat apa lembut-lembut ngadepin lo sih? Lo itu cuman mantan yang pernah singgah."


Karina kembali dibuat terkejut dengan ucapan pedas Bima. Sebanyak itukah dia menyakiti pria putih didepannya ini? Kalau dulu Bima mudah dirayu hanya dengan kelembutan, kini menatap pun enggan.


"Bim, maafin aku. Aku tau kok aku salah udah nyakitin kamu."


"Udah lewat juga, bodoamat gua gak peduli," "anything else?"tanya Bima.

__ADS_1


"I just want to apologize for my fault at the past, i'm so sorry to make you broken heart. If you don't want to forgive me, it's okay.."


"Rin, that's are long time ago. I'm not remember anymore, I just want to forget it. If you don't have something to say anymore, please leave."


"I'm really sorry, good bye."


Karina pergi begitu saja setelah mengucapkan kata maaf, yang bagi Bima itu bukan apa-apa. Anggaplah dia kejam, tapi itu adalah salah satu bentuk perlindungan diri agar tidak jatuh lagi pada lubang kesakitan yang sama.


Wanita itu sering sekali meminta maaf padanya atas apa yang dilakukannya dulu. Bima menolak untuk mengingatnya dan hadirlah Bimasena yang sekarang. Peristiwa itu membunuh dirinya yang dulu.


🐻🐻🐻🐻


Sudah berhari-hari Lisa nampak menghindari Bima secara terang-terangan. Ada apa sebenarnya?


Bima tidak habis pikir dengan Lisa yang tiba-tiba berpindah tempat duduk hanya karena dekat dengannya.


Dan yang lebih menyebalkan, ketika Lisa sedang mencuci piring, Bima ke dapur untuk mengambil air dingin dikulkas. Dan gadis itu lagi-lagi mengindarinya, seolah ia memiliki penyakit mematikan jika Lisa berada dekat dengannya.


Bima tau diri, mereka belum ada ikatan. Kalaupun Lisa akan menjauhinya, dia akan terima. Karena hubungan mereka hanya sebatas teman kos dan senior-junior.


Bukannya dia tidak ingin berkomitmen, hanya saja dia terlalu takut akan penolakan Lisa. Dia memang sepengecut itu.


"Bim!"


"..."


"Eh budeg!"


"..."


"Bima!!!"


"Eh bang, kenapa?"


"Lo ngelamunin apaan sih? Gua panggil berkali-kali sampe gak denger."kesal Angga.


Bima tidak seperti biasa, cowo itu sering mengabaikan curhatannya beberapa hari ini. Angga berpikir masalah Bima mungkin lebih besar dari curhatan tidak penting miliknya.


Belum tau aja Angga kalau yang ada dipikiran Bima adalah anak kesayangannya, Lisa.


"Gak papa kok bang, ada apa?"dusta Bima.


"Silahkan."


"Lo ada masalah apa? Beberapa hari belakangan ini gua perhatiin lo sering banget ngelamun."


"Hehe gak ada apa-apa."


"Ck, lo gak bisa boongin gua. Bisa aja lo boongin Lisa tapi bukan gua."


Bima sedikit tersentak mendengar nama pujaan hatinya disebut. Dia mulai kehilangan fokus, karena semua yang berhubungan dengan Lisa pasti akan mengosongi isi pikirannya.


Angga sadar akan perubahan wajah Bima.


"Lisa?"


Bima mengangguk lesu.


"Gua udah bilang sama lo, kalo emang lo cinta ya ikat dia. Jangan dibiarin aja, buat dia ada disamping lo."


"Gua belum siap, gua takut Lisa bakal nolak gua."


"Jangan pesimis kalo nyoba aja belum. Ditolak resiko, yang penting kan udah berusaha. Daripada lo kayak orang gila tiap hari. Mending omongin aja perasaan lo, biar lega."


Untuk kesekian kalinya Angga memberikan nasehatnya, sebagai seorang tertua dikost dan sebagai orang terdekat Lisa.


"Thanks bang."


"Itu cuman saran dari gua. Kalo lo ragu mending jangan dulu."ujar Angga sembari menepuk bahu Bima.


"Papi!!!!!"teriak Lisa kencang.


"Papi dimana sih!!!"


"Bentar!" "gua tinggal dulu."pamit Angga pada Bima.


β€’β€’β€’


"Darimana aja sih pih? Lisa cariin daritadi gak ada."cibir Lisa pada Angga.

__ADS_1


"Dapur, abis ngobrol sama Bima."


Ada yang salah dengan Lisa, sebab gadis itu sedikit tersentak ketika nama Bima disebut.


Angga heran, sebenarnya serumit apa masalah mereka? Kalau hanya perasaan, tentu bisa dibicarakan baik-baik.


"Kalian berdua kenapa sih?"


"Kenapa apanya?"


"Come on Lice, I think there's something wrong between you and him."


"Nothing happen with us, dad."


"You can't fool me, remember? Just tell it."


"I don't know dad, I just worried and afraid at the same time. I don't know how my feeling, I think I just love him like the fans love they idol. But, i'm wrong. Totally wrong."


"Okay, I understand. So, you love him as a man?"


"I think so. But how can I love him as man?! God! I am so confused!"


"Just follow your heart say, you know your heart never lying."


"I'm too scared for reality. If he not had same feeling,what must I do?!"


"Let it flow. Don't worry, i'm always by your side."


"Thank you, daddy."


β€’β€’β€’


Setelah percakapan Lisa dengan Angga tempo hari, Lisa bertekad menemui Bima.


Hari ini adalah hari yang tepat, seperti hari libur lainnya para penghuni kos akan pulang kampung, mengingat liburan semester ini sangatlah panjang.Β 


Dikos hanya tersisa dirinya, Bima, Irena dan juga Angga.


Lisa melihat Bima sedang duduk diberanda rumah sambil menyesap teh nya. Sore ini hanya tinggal mereka berdua, karena Irena sedang berkencan dengan tunangan sedangkan Angga pergi untuk project bersama teman-temannya.


Dengan langkah sedikit ragu, akhirnya Lisa menghampiri Bima. Kemudian duduk dikursi kosong, Bima sadar dengan kehadiran Lisa disampingnya. Hanya saja dia takut untuk mengajak ngobrol gadis tinggi itu.


"A'.. Lisa mau ngomong sesuatu sama aa'.."


Bima menoleh,


"Ngomong aja."


Pandangannya kini beralih ke objek lain, bukan pada Lisa.


"Lisa minta maaf.."


"Buat?"


"Karena Lisa salah kalo misal ngejauhin aa', Lisa gak tau juga kenapa begini."


"Gak papa, gua paham kok."


Cuek banget sih, batin Lisa.


"Oh yaudah, kalo gitu Lisa balik ke kamar lagi."


Bima hanya mengangguk, tanpa ada niatan mencegah. Lisa bangkit dari duduknya dan masuk kedalam rumah, sambil menghentak-hentakkan kakinya kesal.


"Tau gitu gak usah minta maaf, toh orangnya juga gak peduli! Buat apa mempermainkan diri sendiri sih!"gerutu Lisa.


Disamping itu Bima hanya terkekeh pelan, dia tau bagaimana reaksi Lisa bila dia bersikap dingin pada gadis itu.


"Yaelah Lis, meskipun lo ngejauhin gua juga gak papa. Gua ikhlas, meskipun sakit tapi gua masih sadar posisi."


🐻🐻🐻🐻


Haloo!!!


1.4k words


Tinggalin jejak jan lupa!


-Azaleara-

__ADS_1


__ADS_2