Senior Galak Ku! ( HUNLIS Versi Lokal)

Senior Galak Ku! ( HUNLIS Versi Lokal)
What's Wrong with Abi and Zennia?


__ADS_3

Kejadian tiga hari yang lalu membuat atmosfir di kosan babeh Sooman terasa berbeda.


Belum reda suasana canggung di kosan ini, tiba-tiba saja Zennia dan juga Abi seperti orang lagi marahan.


Dua orang yang merupakan pelaku utama tidak pernah saling sapa, bahkan terkesan saling menghindar.


Sebenarnya ada apa diantara mereka?


Apakah mereka memiliki hubungan di masalalu seperti Angga dan Jessi?


Tentu tidak.


Flashback


"Zen, gua ada sesuatu buat disampein ke elo,"


"Ada apa bi? Bilang aja."


Saat ini mereka berdua berada dikantin fakultas MIPA, Zennia sedang menunggu Lisa.


Dan Abi menyusul kesini begitu ada Zennia ada dikantin fakultas Lisa.


"Sebenernya gua udah lama suka sama lo,"aku Abi "tapi, gua terlalu takut buat ngakuin itu. Gua gak percaya diri."terang Abi to the point.


Zennia masih diam, dia terlalu terkejut mendengar ucapan Abi. Jadi, selama ini pria itu menyukainya.


"Gak nyangka gua bi."


"Gua gak maksud buat ngehancurin persahabatan kita, gua cuman ngungkapin apa yang gua rasain. Setiap kali gua deket lo, gua ngerasa deg-degan."


"Yakali aja lo punya penyakit jantung bi."


"Gua serius elah, gua tau lo sama Kai udah broke up dan gua sadar kalo gua gak ada apa-apanya dibandingdia.n"


"Ngapain bawa-bawa dia sih lo!"


Emosi Zennia tersulut mendengar nama sang mantan disebut, secara dia masih patah hati.


Kai sama Zennia emang baru putus seminggu yang lalu, alasannya karena Kai mau ngelanjutin S2 di Aussie dan bakal dijodohin sama orangtuanya.


Sakit hati lah si Zennia ditinggalin pacarnya, malah si Abi dengan enteng nyebut nama mantannya itu.


"Maafin gua, gua gak tau kalo lo segitu terlukanya,"sesal Abi. "But can I heal your hurt?"


Zennia terdiam. Lagi. Ini terlalu tiba-tiba, disaat Zennia memilih untuk tidak akan membuka hatinya untuk pria.


Abi datang dengan segala kemanisan dalam setiap perkataannya. Pria idaman, pikir Zennia.


Tapi, apa dia sanggup untuk menerima Abi untuk menempati posisi penting dalam hidupnya?


Dia belum bisa melupakan Kai tentu saja, katakanlah dia gagal move on. Memang itulah kenyataannya.


"Rubby Zenniavara, would you be my girlfriend until indefinite time?"Abi berbicara dengan penuh ketulusan terpancar dari matanya.


Zennia tak mampu menjawab, lidahnya kelu. Dia terdiam beberapa saat sebelum menarik napas dalam dan menghembuskannya.


"Sorry, I can't. We are friend."


"But, how can I be your same friend after this?"


"Just do like nothing happen between us, we always be friend."


"Okay then. I'm sorry to make you uncomfortable."



Abi tersenyum, namun siapapun yang melihat akan tau bahwa senyuman itu mengandung kekecewaan.


Flashback end


Rosean yang pertama kali menyadari ada yang aneh antar dan manusia itu, ia berniat mengajak sang partner, Lisa, untuk menyelidikinya.


Sangat aneh bila Zennia yang cerewet dan Abi yang usilnya tingkat dewa mendadak pendiam.


"Lis, kayaknya ada something deh."

__ADS_1


Lisa menganggukan kepalanya setuju.


"Apa kita tanyain langsung aja ya?"


"Kayaknya iya, soalnya mba Zen selalu cerita. Tapi ini dia diem aja."


"Yaudahlah tanyain aja."


Siang itu Rosean dan Lisa sedang menonton drama korea dikamarnya Lisa.


Mumpung weekend dan gak ada kerjaan, cucian mereka udah dikirim ke laundry karena banyak yang males nyuci.


Baru pukul 1 siang, Lisa beserta Rosean keluar dari kamar. Mereka langsung turun ke arah ruang tengah, jam segini pasti anak kosan pada main ps.


"Tetehhh!!!"teriak Lisa.


"Apasih Lis?! Teriak-teriak kayak dihutan aja!"


Lisa manyun mendengar bentakan Irena.


"Laperrr.."rengeknya manja.


"Belum kenyang emang seharian nonton drakor?"sindir Jessi.


"Ih iya tau mba Jes, ganteng-ganteng banget ada yang mirip Sehun EXO!!!"


"Dasar bucin!"


"Delivery apanih kita?"tanya Rosean sudah siap dengan aplikasi ojol.


"Mau pizza."


"Ayam goreng kfc!"


"Bento paket!"


"Burger double cheese!"


"Ramen setan!"


"Lo setannya! Yakali request satu-satu gini, pesen sendiri aja sono!"


"Mau apa?"


"Karbohidrat first."


"Nasi goreng nya papi!!!"usul Lisa riang.


Angga melotot pada Lisa, yang benar saja coba disuruh masak. Yaa meskipun dia bisa masak, tapi masa dia harus masakin anak kosan yang makannya banyak.


Terutama Adrian, Abi, dan Bagas.


"Delivery aja, males masak."tolak Angga.


"Ihhh papi mahh!"


Helaan napas terdengar dari mulut Angga.


Alamat ngambek ini bocah kalo gak diturutin, pikirnya.


"Please ya, papi lagi males banget buat masak. Takut gak enak kalo dalan mood buruk begini."


Alasannya klise banget, tapi cukup ampuh mengurangi lipat bibir Lisa.


"Yaudah, kita delivery. Mau ayam geprek!"


"Samain aja semua, biar gua yang bayar."ujar Bima.


🐻🐻🐻🐻


Setelah menunggu satu jam lamanya, ayam geprek buat makan siang pun datang.


"Maaf mbak, rame banget tadi."ucap bapak ojol itu.


"Gak papa kok pak, terimakasih. Ini uangnya."

__ADS_1


"Ini buat bapak, bisa buat makan siang." Lisa memberikan sebungkus ayam geprek pada bapak ojol.


"Terimakasih banyak, mbak. Selamat makan siang."ujar bapak itu.


Lisa tersenyum dan mengangguk. Dia dan Rosean membawa kantong besar berisi makan siang itu kedalam kosan.


Mereka semua makan kesehatan diatas karpet ruang tengah.



🐻🐻🐻🐻


Malamnya Lisa beserta Rosean berkunjung ke kamar Zennia, tentu saja untuk menanyakan tentang masalah gadis itu dengan Abi.


"Mba Zen, kita mau nanya."tanya Rosean begitu duduk diatas ranjang milih Zennia.


"Nanya apa?"


"Sibuk gak?"


"Gak kok, cuman nyicil tugas. Kenapa sih?"


"Kita penasaran mba, tapi janji jangan marah."


"Gak usah muter-muter sih, langsung aja."


Kesel lama-lama.


"Jadi gini, mba Zen sama bang Abi itu ada masalah apa?"


Zennia menghela napas, jadi karena itu dua juniornya ini pergi kekamarnya malam-malam.


"Gak ada apa-apa kok, emang kenapa?"


"Gak usah boong deh mba, jujur sama kita. Kita tau kok ada yang aneh sama kalian berdua."


"Kalo kalian gak ada apa-apa kenapa saling menghindar?"


Skakmat. Disini Zennia merasa terpojok dengan pertanyaan kritis dari dua gadis muda dihadapannya ini.


Zennia menyerah, dia akan jujur. Lagipula percuma menyembunyikan hal yang tidak seharusnya disembunyikan, bukannya sebagai sahabat harus saling berbagi?


"Dia nembak gua."


Lisa tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya, begitu juga dengan Rosean.


"Dia bilang mau jadi pacar gua, dia juga katanya udah lama suka sama gua. Tapi dia tuh minder gara-gara Kai."


"Apa hubungannya sama bang Kai?"


"Dia ngerasa gak ada apa-apanya sama Kai, kalian tau sendiri gua udah putus. Makanya Abi berani ngungkapin perasaannya ke gua, dia cowo baik. Gua takut kalo misalnya gua nerima dia, dia cuman jadi pelarian buat gua lupain Kai. Gua gak mau nyakitin dia."


Zennia terisak pelan, sungguh dia tak ingin menyakiti orang sebaik Abi hanya untuk menyembuhkan luka yang Kai torehkan.


Tentu hal itu menyakitkan bagi Abi, karena Zennia jelas tidak ada rasa pada Abi seperti yang pria itu rasakan.


Rasanya pada Abi hanya sebatas rasa sayang sebagai teman dan keluarga.


Zennia merasa bersalah telah menolak Abi, tapi dia tidak ingin menyakiti Abi.


"Mba udah ngelakuin hal yang bener kok."ujar Rosean menenangkan Zennia.


"Kalo mba maksa nerima juga kasian bang Abi, dia bakal jadi pelarian buat mba biar bisa lupain mas Kai."kata Lisa.


Ucapan Lisa menyadarkan Zennia satu hal.


Jika ada seseorang yang sangat mencintai kita, namun kita tak bisa merasakan hal yang sama. Maka, jangan dipaksa dan berhentilah.


Karena sesungguhnya sesuatu yang berasal dari keterpaksaan tidak akan berakhir indah.


1k+ words


To be continued🖤🐻


Bang Abi mewek ditolak Zennia😖

__ADS_1


TINGGALKAN JEJAK!


-Azaleara-


__ADS_2