Senior Galak Ku! ( HUNLIS Versi Lokal)

Senior Galak Ku! ( HUNLIS Versi Lokal)
See u again


__ADS_3

Happy reading, readers💕


.


.


.


.


Setelah menidurkan Lisa dikamarnya, Adrian berjalan menuju ruang tengah menghampiri anak kosan. Dia mengambil tempat disamping Angga.


"Jadi gimana?"tanya Abi menunggu penjelasan.


"Apa?"


"Ck ceritanya gimana?"


"Cerita apa?"


"Cerita Cinderella!"


"Baca di google aja, gua gak tau."


Karena kesal, Abi memukulkan bantal sofa yang dipegangnya ke muka Adrian.


"Apasih lo bi! Sakit bego!"


"Lagian lo ditanyain serius malah ngelawak."


"Yang ngelawak siapa sih! Gua jawab jujur."


"Ngaco lo anjing!"


"Gua manusia nyuk!"


"Ada apaan sih? Heboh banget, bahkan sampe keluar aja kedengeran."


"Ehhh bang Bima udah pulang. Gak ada apa-apa kok."


"Ada apa, Bang?"tanya Bima pada Angga yang duduk anteng disebelah Adrian.


"Biasa, ribut gak penting."


"Gak bisa gitu dong bang, ini menyangkut anak lo si Lisa noh!"


"Anak gua gak pingsan, kan dia cuman ngorok."


"Dia kecapean ngga, bim. Tadi dia bantuin Adrian sama Bagas nyari kunci mobil, tau sendirikan kalo Lisa gampang banget tumbang kalo kecapekan."jelas Irena memberi pengertian.


"Kunci mobilnya kemana emang?"


"Ilang, ntah ketimbun pasir atau kebawa ombak. Gua gak paham."


"Astaga lo kok bisa seceroboh itu."


"Yaa gua juga lupa kalo itu kunci gua kantongin, eh waktu mau makan gua sadar kuncinya gak ada lagi dikantong gua."


"Dasar emang lo, untung sekarang jamannya online. Nikah online, cari pacar online, makan online, bikin anak online."kata Abi ngawur.


"Sarap!"


"Gila!"


"Tolol!"


"Bego!"


"Goblok!"


"Apa salah dedek>.< dedek gak bisa diginiin! Abang semua jahat sama dedek Abi!"


"Idih sejak kapan lo nyebut diri lo dedek? Pengen gumoh gua dengernya!"


"Diem lo! Gua tendang pantat lo ntar biar tepos kayak punya Zennia!"


"Eh ******* lo ngatain gua?!"


"Nahloh, hajar Zen! Macem-macem ini kunyuk sama lo!"


"Inget ya Zen! Gua lebih tua daripada lo!"

__ADS_1


"Lah sabodo teuing, mau lo tua kek atau bocah pun gua gak peduli!"


"Ini bocah nyolot banget sih! Bersyukur aja lo cewe, kalo gak udah gua hajar lo daritadi."


"Hajar aja nih! Anggep aja gua laki! Berani gak?!"


"Cih, gak sudi gua mukul perempuan jadi-jadian kayak lo!"


"What the ff--"


"Siapa yang cewe jadi-jadian?"tanya Lisa polos. Dia sepertinya baru saja bangun, karena penampilan nya sungguh waw berantakan:")


"Eh anak papi udah bangun. Nyenyak tidurnya?"tanya Angga.


"Nyenyak kok, pi."


Mereka berdua emang layaknya bapak dan anak, karena kompak dalam segala hal termasuk membully anak kosan.


"Tadi kata Mas Abi siapa yang cewe jadi-jadian?"


"Gak ada kok."


"Kalo ada kan Lisa takut, soalnya kalo cewe jadian pasti banci!"


"**** jadi teh Zennia banci hahahaha."timpal Roseann.


"Heh junior laknat!"


"Maaf teh."


"Lisa kok tumben udah bangun? Biasanya kan lebaran kambing baru bangun."tanya Abi.


Yang ditanyain langsung mewek, jelas anak kosan bingung. Dan anak kosan mulai menyalahkan Abi yang menurut mereka penyebab Lisa menangis.


"Mulut lo lemes emang bi!"


"Cup..cup.. Sayang, anak papi kok nangis? Ada apa?"


"Huaaaaaaaa..."


"Buset makin kenceng, bisa pecah nih gendang kuping gua."-Bagas


Masih dengan sisa tangisannya, Lisa mencoba untuk mulai bercerita.


"Mantan gua teh, hiks..."


"Kenapa sama mantan lo?"


"Dia hubungi gua lagi"


"Mantan yang mana? Mantan lo kan banyak."


"Si Ariel. Dia tadi nelfon gua makanya gua bangun."


"Terus?"


"Dia bilang gua harus balikan sama dia."


"HAH?!"


"Yatuhan kuping gua!"


"Pada gak nyelo, heran."



Lisa bersiap menumpahkan lagi air matanya ketika melihat reaksi anak kosan.


Bima yang melihat itu pun berdehem untuk menghentikan aktifitas anak kosan yang lagi debat.


"Lo pada gak liat Lisa mau nangis lagi?"


"Eh udah atuh Lis jangan nangis. Kita pasti lindungi lo kok."


Ariel, mantan Lisa yang sangat terobsesi menjadikan Lisa miliknya. Bahkan, kerap kali memukul jika Lisa melawan. Dia seperti psycho, tentu Lisa takut bila cowo itu kembali lagi.


Bahkan sekarang telah berhasil mendapat kontak Lisa, entah darimana. Zennia, Jessie, Roseann sangat khawatir Lisa terluka, mereka masih ingat perlakuan Ariel yang ingin mencelakai Lisa.


Trauma yang dimiliki Lisa pun sangat berat, mengingat untuk putus saja dia harus mendapat tamparan.


"Gimana baiknya?"tanya Zennia pada yang lain.

__ADS_1


"Jangan biarin Lisa sendiri, kecuali kalo dia ada dikelas."


"Temenin kemana-mana."


"Dengerin papi ya Lis, kamu jangan pergi keluar kelas dulu sebelum ada yang jemput. Kalo bisa kamu tanya-tanya sama dosen kamu, biar ada yang nemenin. Juga kalo kamu mau kemana-mana minta anter anak yang dikosan, kalo gak ada orang mending telfon papi biar papi jemput. Ngerti?"jelas Angga.


Lisa mengangguk mendengar penjelasan 'papi'-nya.


"Tenang ya, Lis. Kita pasti jagain lo kok."


Yang lain berusaha menghibur dan menenangkan Lisa.


🐻🐻🐻🐻


Hari ini seperti biasa Lisa pergi ke kampus, matkul kali ini memang wajib diikuti.


Dia pun berjalan memasuki kelas yang sudah cukup ramai, dia memilih duduk disamping Maura.


"Hai, Ra."sapa Lisa.


"Halo, Lis. Tumben dateng jam segini, biasanya telat mulu."


"Seharusnya lo tuh bersyukur, gua jadi rajin begini."


"Yaudah iya, alhamdulillah."


Cukup lama mereka mengobrol ringan dan terputus ketika dosen matkul hari ini memasuki ruangan.


🐻🐻🐻🐻


Matkul berakhir pukul 11 siang, Lisa mendapat pesan dari Zennia bahwa dia menunggu didepan.


"Ra, duluan ya. Bye!"


"Oke Lis, bye!"


Lisa keluar dari kelasnya, dia bisa melihat Zennia duduk dengan memainkan ponselnya.


"Yuk teh!"


Zennia mendongak mendapati Lisa didepannya.


"Mau langsung pulang?"


"Kantin. Mau batagor!"


"Yaudah yuk."


Mereka berdua beriringan berjalan menuju kantin.


"Bentar deh Lis, lo duluan aja."


"Eh mau kemana?"


"Kebelet, sana deh duluan. Itu kantinnya rame kok."


"Yaudah deh cepet, gua pesenin sekalian gak?"


"Iya, yang pedes!!! Gua udah gak tahan!"


Lisa pun mengangguk dan berjalan memasuki kantin yang siang ini memang ramai, karena jam segini matkul udah kelar.


"Mang, pesen batagor nya dua. Pedes ya! Terus minumnya es teh aja."


"Siap neng. Tunggu aja, saya anterin."


"Oke."


Lisa pun mencari tempat duduk yang kosong, dan menemukan tempat duduk dipojok. Dia mulai membuka ponselnya dan berselancar didunia maya, bahkan tidak sadar ada orang lain didepannya.


"Asik banget sih, gua sampe dicuekin."


Lisa mendongak, sedetik kemudian dia terkejut bukan main. Orang yang paling ingin dia hindari muncul didepan matanya.


"A-ariel?"


Halo halo bandung ~~


Ditunggu lanjutannya ya, next part langsung ku kasi visual Ariel mantan Lisa. Jangan lupa like nya ya💕🐻


고마워용😗 谢谢。

__ADS_1


__ADS_2