Senior Galak Ku! ( HUNLIS Versi Lokal)

Senior Galak Ku! ( HUNLIS Versi Lokal)
Hanya Lo


__ADS_3

Just enjoy it everyone!!!


Seminggu lamanya Lisa menginap di rumah sakit, dengan paksaan Angga tentunya.


Sore ini dia akan kembali ke kamar pinknya dikosan, karena menurut dokter Radit, om nya Bima, Lisa sudah diperbolehkan pulang.


Seperti bocah berumur 5 tahun Lisa bersorak senang, karena baginya rumah sakit itu tempat yang membosankan.


Lagian siapa sih yang mau lama-lama di rumah sakit?


"Pih, nanti kita mampir beli martabak yuk!"seru Lisa.


Saat ini mereka sedang berada dalam perjalanan menuju kosan.


"Gak! Kamu baru aja sembuh, masa mau makan yang berminyak."


"Ih pih, Lisa tuh pengen. Lagian juga Lisa baik-baik aja, papi aja yang lebay!"


"Ngeyel mulu heran"


"Boleh yaaaa"rayu Lisa mengeluarkan jurus andalannya.


"Ck yaudah iya. Martabak doang, gak yang lain!"


"Siap pak bos! Yeay yeay martabak!"


Angga membelokkan mobilnya menuju kedai martabak langganan anak kosan.


Lisa dengan tidak sabarnya langsung turun begitu saja, Angga hanya bisa menghela napas lelah. Pasalnya Lisa itu banyak mau plus kayak bocah SD.


Apa-apa kudu diturutin, kalo gak pasti ngambek nya berhari-hari. Mirip bocah kan?


"Mas, pesen martabak kornet curry sama daging gokil nya satu, terus terang bulan nastar kacang keju dua, yang coklat satu."sebut Lisa.


"Baik, ditunggu ya mbak."ujar pelayan itu setelah selesai mencatat pesanan Lisa.


"Banyak banget, buat siapa sih?"


"Anak kosan lah, pake nanya."


"Sensi banget kamu!"


"Gak tuh, biasa aja. Papi aja yang baperan."


"Itu mulut belum pernah dicipok sama sendal kayaknya!"


"Mau dong dicipok sama a' bima."


"Lah? Gak jelas banget kamu."


*skip aja berdebatan gak jelas ini:"


"Ini mbak, totalnya dua ratus delapan puluh lima ribu."


Angga mengeluarkan dompetnya untuk membayar.


"Pake debit bisa kan?"


"Bisa kok mas."


Angga lalu menyerahkan kartunya pada pelayan itu.


"Terimakasih, mas."


"Sama-sama, selamat menikmati. Dan hati-hati dijalan."


Lisa dan Angga hanya menganggukkan kepala sambil tersenyum.


"Makasih pih, papi gantengnya nambah deh kalo baik gini."


"Heleh modus kamu!"


"Hehe itu mukanya biasa aja dong pih, jangan dijelek-jelekkin"ledek Lisa.


"Enak aja, orang ganteng mah ekspresi apapun tetep ganteng."

__ADS_1



"Songong banget Angga bin Agus."


"Masih diliatin, belum papi turunin ditengah jalan kamu."


"Pis"


Lisa nyengir dengan pose dua jari.


🐻🐻🐻🐻


"Assalamualaikum.."


"Waalaikumsalam."


"Liat nih Lisa bawa martabak sama terang bulan."tunjuk Lisa mengangkat kantong plastik berisi makanan favoritnya itu.


"Mauuuu"


"Beli sendiri."ujar Lisa sambil berlalu ke dapur buat ngambil piring.


"Lisa pelit."-Abi


"Tau tuh, pasti dibeliin sama bang Angga."cibir Bagas.


"Lah bodo amat, bodo amatlah. Lah bacot amat bacot amatlah~ Bodo amat, bacot amat~~"


Lisa bersenandung menjawab ocehan abang-abang kosnya. Emang ya, kalo orang cantik tapi kelakuan beda sama muka itu udah biasa jaman sekarang.


Apalagi modelan Lisa, pasti orang liatnya dia tuh anggun, pendiam, terus sholehah. Kalo sampe ada yang bilang gitu terus kedenger sama makhluk modelnya Bagas, Adrian plus Abi.


Fiks mereka pasti ngakak guling-guling. Karena menurut penghuni kos babeh Sooman, seorang Lisa itu gak ada anggun-anggunnya sama sekali. Dia tuh cewe petakilan banget, beda banget sama Irena, Jessi, Rosean.


Kalo si Zennia mah sama aja kayak Lisa, cuman ada lah sisi feminimnya dikit. Inget cuman dikit.


"Ya Allah sabarkan hamba-Mu dalam menghadapi cewe abal-abal ini."keluh  Abi.


"Bang Abi gak usah ikutan makan!"


"Heleh ngeles mulu lo jurig!"-Bagas


"Apasih lo bacot deh."


"Tinggal makan doang bacot semua lo *****, tau gitu gak gua beliin."-Angga


"Iya maap bang."


Akhirnya mereka makan dengan tenang, perkataan Angga sukses membungkam ocehan unfaedah dari anak kosan.


🐻🐻🐻🐻


Setelah acara makan tadi, penghuni kosan balik ke kamar masing-masing. Termasuk Lisa yang emang masih butuh istirahat.


Saat akan kembali ke kamarnya, Lisa berpapasan dengan Bima yang sepertinya baru bangun tidur.


"Lah baru bangun a'?"


Bima hanya mengangguk sebelum akhirnya berlalu ke arah dapur, selalu begitu. Lisa udah biasa diperlakukan seperti itu, karena dasarnya Bima orangnya lempeng plus cuek. Tapi anehnya mantan doi banyak.


Lisa menghempaskan tubuhnya keatas kasur, rasanya udah berabad-abad gak ditidurin🌚


Belum genap lima menit Lisa memejamkan matanya, ada orang mengetuk pintu kamar. Dengan malas Lisa berjalan kearah pintu dan membukanya.


Bisa dilihatnya Bima berdiri kaku dengan nampan berisi buah potong.


"Nih makan, biar cepet enakan."katanya sambil menyerahkan nampan itu pada Lisa.


Lisa tersenyum lebar.


"Duh a' bima pengertian banget sih, makasih loh udah repot-repot nyiapin buah segala."


Seulas senyum tipis Bima hadiahkan kepada gadis manis didepannya, sangat tipis nyaris tidak terlihat.


"Dimakan ya, gua balik kamar dulu."ujarnya sambil mengusak puncak kepala Lisa pelan.

__ADS_1


Lisa mematung, pasalnya Bimasena Anggara. Cowo yang menjadi idolanya sejak masuk kampus plus kosan yang sama itu mengusak kepalanya, dia shock. Tentu saja.


"Gak usah kegeeran deh, cuman reflek doang kali." Lisa bermonolog menenangkan jantungnya yang kian cepat seperti akan keluar dari tempatnya.


Bima yang masih belum terlalu jauh bisa mendengar apa yang Lisa ucapkan, cowo jangkung itu tersenyum lagi.


🐻🐻🐻🐻


"Lis, mau ke kampus?"


"Gak kok, masih libur. Kenapa?"


"Kali aja mau bareng, yaudah duluan ya."ujar Bima.


Dia mengelus kepala Lisa sebentar, lalu pergi.


Sudah seminggu sejak kejadian didepan kamar Lisa, Bima rutin mengelus kepala gadis Thailand itu.


"Lo berdua jadian?"tanya Rosean yang entah sudah berapa lama berada disebelah Lisa.


Memperhatikan Lisa yang masih mematung dengan pandangan kosongnya. Selalu begitu, sikap Bima yang satu itu selalu bisa menjinakkan (?) seorang Lalisa.


"H-hah? Lo barusan ngomong apa?"


"Budeg! Lo jadian sama bang Bima?"


"Gak tuh."


"Boong."


"Bener elah."


"Kalo gak pacaran ngapain pake elus-elus palalo?"


"Gak tau gua juga, baper sendiri kan gua jadinya."


"Fiks itumah dia suka sama lo, makanya begitu."


"Sok tau lo."


"Serah dah, itu mah feeling gua aja. Gak biasanya juga bang Bima perhatian ke cewe, apalagi ke cewe abal-abal kayak lo."


"Sialan! Gak usah bikin gua mikir yang iya-iya dong lo!"


"Salah sendiri mikir."


"Gua cekek lama-lama lo nyet!"


🐻🐻🐻🐻


Sore ini kosan sepi banget, hanya Lisa seorang yang ada dikosan. Dia lagi nyantai di teras, sambil selfie gitulah.


"Assalamualaikum.."


"Waalaikumsalam, eh a' tumben baru pulang jam segini?"


"Iya, tadi abis bimbingan nongkrong dulu."


"Oh gitu, yaudah sana masuk."


Bima mengangguk. Belum ada lima langkah Bima kembali lagi dan berdiri dihadapan Lisa.


"Gua tau kok, lo pasti bertanya-tanya soal perubahan sikap gua ke elo akhir-akhir ini. Percaya sama gua, kalo gua perhatiannya cuman sama lo Lis. Hanya lo."


Kalimat terpanjang terlontar dari mulut Bima, ini merupakan sejarah. Karena sebelumnya dia gak pernah bicara panjang lebar.


Dan dia melakukan yang pertama kalinya pada Lisa, hanya Lisa. Bukan yang lainnya.


1k+ word


To be continued...


Tap ⭐ for vote, thank you!!!


-Azaleara-

__ADS_1


__ADS_2