Senior Galak Ku! ( HUNLIS Versi Lokal)

Senior Galak Ku! ( HUNLIS Versi Lokal)
Acuh


__ADS_3

Typo detected :v


...•••...


Bima menggapai tangan Lisa dengan cepat setelah sebelumnya mensejajarkan langkah mereka.


Terkejut Lisa mendongak. Cowok tampan menyebalkan tanpa perasaan yang sayangnya ia rindukan itu tengah menahan lengan nya.


"Apa-apaan nih! Lo mau bik--"


"Aku gak bakalan bikin kamu jantungan, tenang aja."


Lisa mencebik.


"Ini maksudnya pegang-pegang apa nih?!"


"Ikut sebentar. Aku tau kamu belum ngantuk."


"Dasar dukun!"rutuk Lisa pelan.


Dengan lembut Bima menuntun Lisa menuju gazebo belakang. Namun itu tak berlangsung lama, karena Lisa menepis kasar tangannya.


"Gua gak buta!" begitu katanya.


Tak sampai lima menit mereka kini sudah duduk berhadapan dengan fokus Bima pada Lisa, yang bahkan acuh.


"Kamu marah sama aku?"


"Menurut situ?"


Bima mendengus, susah sekali membujuk Lisa kalau sudah mode begini.


"Maafin aku mau? Aku bakal jelasin sama kamu. Semuanya!"tandas Bima sedikit memelas.


Oh ayolah, besok hari terakhir Bima disini. Masa dia pulang dengan hampa, tanpa bisa memeluk gadis didepannya ini.


"Mau jelasin apa? Bohong lagi?"


"Gak, ini aku bakal jelasin apa yang sebenernya terjadi. Selama kita gak ketemu dua bulan ini."


Netra Lisa memicing tajam, mencoba menyelidiki raut Bima yang saat ini cemas setengah ******.


Lisa menghela napas kasar, kemudian mengangguk. Tanda ia mengizinkan Bima untuk menjelaskan.


"Emang bener aku ketemu sama Alin waktu di Surabaya, dan--"


"Tuh kan, bener! Lo tuh emang manusia es gak punya perasaan! Dasar albino!"potong Lisa berang.


Bima menatap Lisa datar, sedatar papan seluncuran.


"Bisa gak jangan dipotong?"


Lisa mengendikkan bahu acuh.


"Ya emang aku ketemu sama Alin, dalam artian gak janjian ataupun cuma berdua. Alin itu anak rekan kerja Papa, kebetulan waktu itu ulang tahun perusahaan. Dia ikut sama keluarganya, aku juga gak nyangka kalo dia bakal dateng. Karena setahuku dia masih ada diluar negeri. Kamu tanya soal tato? Itu udah dari dulu, hasil kenakalan aku waktu masih maba dan waktu aku masih pacaran sama Alin. Aku emang sengaja nutupin itu, karena aku udah lama pengen hapus. Tapi gak ada waktu, kemarin ceritanya kita gak sengaja ketemu disana. Alin masih belum ilangin tato itu, dia iseng minta buat foto tangan kita berdua. Aku juga lupa kalo kamu belum tahu soal ini. Maafin aku.."jelas Bima.


Lisa menggeram dengan wajah merah padam.


Bima yang alim itu gak ada! Buktinya dengan bastard-nya cowok itu menyembunyikan sebuah tato darinya.

__ADS_1


Ketahuan sekali kalau dulu Alin sangat spesial di mata Bima, sampai cowok itu rela menahan sakitnya jarum suntik yang menusuk kulitnya demi Alin.


Mati aja lo setan! - batin Lisa berteriak marah.


"Dua bulan, kemana lo selama itu. Gak ngabarin gua?"


"Aku sibuk banget, bahkan aku sampe lupa letak hp ku dimana."


"Gak usah bohong!"


Bima mengangkat sebelah alisnya tanda tak mengerti.


"Lo bisa update snapgram tuh lo megang hp, masa hp lo bisa bikin snapgram sendiri?"


"I-itu karena aku kebetulan baru bisa buka hp."


"Dan kebetulan itu terjadi pas ada Alin, romantis banget sih.."ejek Lisa.


Skakmat!


Bima tak bisa berucap selain menahan amarahnya. Dulu Lisa bahkan tidak berani menatap matanya, sekarang dengan penuh percaya diri gadis itu menantang netra cokelat miliknya.


"Kayaknya ada yang bakal CLBK nih, kalo udah jadian jangan lupa bilang. Ntar gua bakal jadi orang pertama yang bawain kue selamat buat lo."sinis Lisa.


Gadis itu cukup tertantang untuk melihat bagaimana Bima menahan akan menahan amarahnya. Sangat menggemaskan.


"Oh iya, setelah itu kita putus aja ya. Kan gua gak mau jadi pe-la-kor!"


Dengan senyum manis penuh ejekan, Lisa melangkah pergi meninggalkan Bima yang tengah menahan amarahnya.


"Arghhhh!!!! Sialan!" Bima berteriak marah.


"Halo pa, Bima kayaknya gak bisa balik besok deh.."


"Ada masalah?"


"Gak, cuma ada yang perlu Bima selesaiin. Dan itu perlu waktu."


William menghela napas pelan.


"Anything you need, boy!"


"Thanks, Pa!"


...×××...


"Loh kok lo masih ada disini, Bim?"


"Iya bang, gua belum baikan sama Lisa. Rasanya berat ninggalin dia kalo berantem gini."


"Hadeuh, kalian berdua itu drama banget sih! Nih ya, gua kasih tau. Kalo lo masih mentingin ego masing-masing meskipun sampe lebaran kodok pun kagak bakal kelar!"cetus Abi.


"Tau tuh, satunya ****** kebangetan satu lagi gengsinya tinggi selangit! Bicarain masalahnya baik-baik, gua tau dengan baik kalo sebenernya kalian kangen satu sama lain."giliran Jessi yang berkomentar.


"Gua udah usaha buat jelasin semuanya sama dia kemarin, tapi dianya malah doain gua jadian sama Alin."


"Lagian **** dipelihara lo, dulu lo kan udah ada niatan mau apus itu tato setelah ditinggal si Alin. Lah napa jadi di post!"seru Adrian


"Gak sempet gua, lo tau sendiri gua semester kemarin ngebut banget ngerjain skripsi!"

__ADS_1


"Lagian ngapain pake acara bikin tato segala? Dosa tau!" - Rosean


"Cinta tak mengenal dosa, asal lo tau." - Abi


"Iya gak dosa! Tapi kalo berantem gini siapa yang mau bantu? Orang dia yang nyari masalah."ketus Rosean.


"Ribut terus sih, bantuin nyari solusi kek. Lo pada gak liat muka si Bima lecek begitu?"Angga menengahi perdebatan unfaedah itu.


"Gua gak ikutan! Ntar gua dikira penghianat sama Lisa, dia juga udah cerita semuanya ke gua sama Mba Zen."


Zennia mengangguk mendengar penuturan Rosean, gadis itu kemarin hampir ingin menampar Bima setelah mendengar curhatan Lisa.


Sesi perdebatan yang cukup sengit itu terhenti, kala Lisa menuruni tangga dengan tergesa.


"Mau kemana?"tanya Bima.


"Bukan urusan lo!"jawab Lisa ketus.


"Lis, mau kemana? Tumben pake rok?"tanya Angga.


Lisa tersenyum manis pada pria sipit itu.


"Mau kencan sama Kangmas Edo! Byeee!!!"


Dengan sedikit berlari Lisa meninggalkan anak kos, Edo tengah menunggu. Ia tidak berbohong, memang benar ia akan berkencan dengan salah satu cowok 'Most Wanted' plus tajir itu.


Alasannya simple, cari pengganti sebelum diputusin. Lisa tidak perduli jika ada yang mengatainya bodoh, tidak setia atau lebih parahnya...tukang selingkuh!


Jika ada yang mengatainya, Lisa akan dengan lantang menjawab :


"Hidup gua kenapa lo yang repot. Gua gak selingkuh sama pacar lo btw:)"


Atau...


"Kalo lo iri gak usah ngehina, cukup praktekin apa yang gua lakuin. Gratis!"


So badass!


"Udah lama nunggunya, Mas?"


Edo tersenyum sambil menggeleng.


"Masuk, Lis. Acara kita padet hari ini."


Lisa tertawa mendengar candaan pria yang kini duduk dibalik kemudi.


"Mau kemana sih?"


"Ntar juga tau."


"Sok misterius banget deh!"


Keduanya tertawa lepas.


Bersama pria ini ia lupa segala kesakitan yang di torehkan Bima. Sejenak gadis itu merasa lega dan terbebas dari perasaan yang menghimpit dadanya.


"Makasih, Mas.."ujar Lisa pelan.


...🐻🐻🐻🐻...

__ADS_1


Olaa.. How's your day guys?


__ADS_2