
Part ini sedikit panjang dan mengandung konten menye-menye. Dan sedikit manis, enjoy!
...×××...
"Bim.."
"Hm?"
"Bima..."
"Hm?"
"Bimasena..."
"Apasih, Lis?"
"Hehe, nothing."
"Udah mulai berani ya manggil nama doang?"
"Ya maap, abisnya pengen ngerjain kamu biar kesel."
"Usil banget sih sayangnya aku."
"Dih alay banget bahasa kamu, Kak!"
"Bentar, aku mau komplain!"
"Ya dikira aku owner restoran kena komplain mulu?"
"Kamu manggil cowok-cowok tuh Mas-Abang, ke aku kok Kakak sih?!"
"Hmm.. Ya gak papa sih, biar beda aja."
"Aku gak mau dipanggil Kakak, ntar aku disangka saudara kamu lagi!"
Lisa mendelik malas.
"Saudara darimana nya sih? Mirip aja enggak!"
"Pokoknya aku gak mau dipanggil Kakak!"
"Childish! Terus mau dipanggil apa? Oppa?"
"Apa kek, sayang atau baby gitu yang lebih romantis?"
"Serius kamu mau dipanggil babi?"
"Ba-by Lisa bukan babi!"ujar Bima gemas.
"Udah lah kakak aja, ribet banget. Dulu dipanggil Aa' gak mau."
"Yaudah panggil Mas Bima aja!"
"Iyaudah iya, Mas Bima-nya Lisa."ujar Lisa sambil mengedipkan sebelah matanya genit.
"Ih kok Mas Bima blushing gitu sih, abis pake blush-on ya?"goda Lisa.
Bima semakin salah tingkah, entah mengapa panggilan Lisa padanya terdengar sangat manis.
"Udah jangan godain aku lagi."
"Iyadeh, Mas Bima."
"Ini udah larut, Lis. Kita masuk yuk!"
Sedari tadi Lisa dan Bima memang berada dibelakang kosan, duduk di gazebo seperti biasa. Ini yang Bima harapkan dari beberapa minggu yang lalu.
"Sleep well, baby Lice."
Bima mengecup kening Lisa singkat. Hal itu membuat jantung Lisa bekerja lebih cepat dari biasanya, sudah dipastikan wajahnya akan memerah seperti kepiting rebus.
"Sleep well too, Mas Bima.."
"Masuk gih, cepetan tidur jangan main hp mulu!"
Lisa mengangguk patuh dan langsung masuk ke kamarnya. Efek keningnya kena kecup.
"Kayaknya harus gua sering cium, biar jinak.."ujar Bima bermonolog dengan senyum mesum terpatri diwajahnya.
__ADS_1
×××
Lisa adalah makhluk berjenis kelamin perempuan, berwajah cantik, matanya yang bersinar, kulit putih bersih, badannya langsing, serta gummy smile-nya yang menggemaskan.
Itulah yang bisa dilihat semua orang, lain halnya dengan anak kos yang sudah melihat seluruh kebiasaan gadis Thailand itu.
Salah satu sifat yang melekat pada gadis itu adalah ia suka sekali menggoda cowok terutama Bima. Jika dalam suatu hubungan biasanya cowok yang menggombal, lain halnya dengan Lisa.
Ia akan menggoda Bima dengan sejuta gombalan receh yang berakibat pada muka cowok itu memerah saking malunya.
"Lis, udah dong.."
"Kamu sakit, Mas?"
Bima menggeleng.
"Kok muka kamu merah banget? Panas ya? Mau aku kipasin?"
"Apa sih, enggak."
Lisa terkekeh geli, yang langsung membuat Bima mendengus sebal.
"Oh iya, kamu kapan balik ke Surabaya?"
"Pengennya sih gak balik, disini terus sama kamu."
Giliran Lisa yang salah tingkah, pasalnya Bima menatap matanya saat mengatakan itu.
"Ngaco! Kamu kan harus kerja, ntar anak kita mau kamu kasih makan apa kalo kamu males gini?"
"Kan aku kaya, gak kerja pun duitnya udah banyak."sombong Bima.
"Serius ih! Kamu baliknya kapan?"
"Lusa kayaknya, kenapa sih?"
"Ntar kalo balik, aku anter kamu ke airport. Sama anak kos juga."
"Gak usah deh, ntar ngrepotin. Lagi juga kalian pasti kuliah."
"Bisa absen sehari doang."
"Abis aku maunya sama kamu terus."
"Stop bikin aku salting!"
"Enggak tuh, kamu nya aja yang saltingan.."
"Karena yang gombalin orangnya cantik, jadi gampang saltingan. Udah gitu aku sayang sama dia sih, jadi saltingnya double."
"Sayang kamu juga, Mas Bima."ujar Lisa tersenyum lebar.
"Kamu kalo manis gini pengen cepet halalin."
"Yuk ke KUA!"
Keduanya tertawa, bahagia sekali mereka akhir-akhir ini. Seperti tak pernah terjadi apapun sebelumnya.
"Yee dicariin daritadi ternyata malah ketawa-ketiwi disini!"
Bima juga Lisa menghentikan tawa mereka ketika melihat Adrian dengan muka masam menegur mereka.
"Napalo?"
"Kesel deh gua, Bang!"
"Kesel nape?"
"Itu si Rama, dia bikin ulah lagi. Bang Farhan jadi marah-marah ke gua, katanya gua gak becus bikin laporan bulanan!"
"Lah emang siapa yang harusnya ngerjain, dulu kan sebelum gua turun jabatan udah gua kasih ke elo susunannya?"
"Nah itu dia, gua udah mau kerjain itu laporan. Si Rama ngotot mau bantuin, ujungnya salah semua. Dan tuh kunyuk gak mau tanggung jawab!"
"Si Rama itu posisinya apa? Kok bisa bantuin elo?"
"Gak tau gua, pokoknya lo kudu bantuin gua!"
"Napa jadi gua, Dri?"
__ADS_1
"Lo kan tetua agung yang paling disegani, lo bilang ke Bang Farhan rinciannya. Males gua."
"Ye enak banget itu mulut! Ogah gua, urusin sendiri. Udah mahasiswa belajar jadi dewasa dong, sampe kapan lo mau bergantung sama orang lain? Lo selesaiin sendiri, biar tanggung jawab lo teruji!"
"Seriusan lo gak mau bantu?"
Bima menggeleng.
"Yaudah ntar Lisa gua culik!"
"Gua bacok lo kalo macem-macem sama Lisa!"
×××
Hari ini Bima akan kembali ke Surabaya, meninggalkan cintanya untuk mengais rupiah.
Sebenarnya tanpa kerja pun ia sudah kaya, namun karena titah sang Ayah ia tak bisa membantah. Bahkan William akan mengambil seluruh fasilitasnya jika cowok itu menolak. Karena hanya Bima anak lelaki yang dipunyai William, adik Bima perempuan dan masih SMA kelas satu.
"Kamu hati-hati ya disini, aku janji bakal kabarin kamu."
"Awas aja kalo sampe lupa gak ngabarin aku! Aku jamin gak ada maaf buat kamu!"ancam Lisa.
"Iya sayang, aku janji. Aku gak mungkin bisa bohongin kamu, lagian aku bakal kangen suara kamu."
"Please deh, buruan. Gak usah pake drama menye-menye gitu!"cerca Abi jengah.
"Makanya lo cari pacar sana, biar gak sirik mulu!"
"Orang yang gua suka aja nolak. Gimana mau punya pacar."ujar Abi melirik Zennia.
"Buset keras banget kodenya, Bang!"kata Rosean.
"Harus itu mah, biar cepet peka."Adrian menimpali.
"Stop kode-kodean! Langsung jedor aja sih, kalo ditolak ya cari lagi. Ribet banget!"
"Si Bagas santuy banget anying ngomongnya."
"Gua masuk dulu ya, udah waktunya nih."
"Iya, ati-ati ya bang Bima. Jaga hati jaga mata, kalo berani selingkuh Lisa buat gua!"ujar Abi.
"Berani rebut masa depan lo ilang!"ancam Bima.
"Galak nya pawang Lisa."
Bima tak menghiraukan ucapan nyeleneh dan penuh ejekan dari para sohibnya itu, ia menatap Lisa. Seolah enggan untuk pergi, padahal cukup lama ia ada disini.
Hanya saja karena pertengkaran itu, waktu kebersamaannya bersama Lisa jadi berkurang. Namun setelah dipikir, itu kesalahannya sendiri.
"Lis, aku bakal sibuk setelah sampai kesana. Karena demi bujuk kamu biar gak ngambek lagi, aku ninggalin kerjaan. Jadi, maaf kalo aku telat ngabarin kamu nantinya."
Lisa mengangguk paham.
"Iya kamu hati-hati, Mas. Jaga kesehatan kamu, kerja boleh tapi jangan diforsir terus. Istirahatnya juga jangan kurang, makan juga gitu gak ***--"
Ucapan Lisa terhenti begitu Bima memeluk tubuhnya.
"Aku gak mau ninggalin kamu.."rengek Bima manja.
Hal itu membuat Lisa terkekeh geli, pria duapuluh lima tahun ini merengek padanya.
"Udah tuh, pesawat kamu mau berangkat. Sana gih!"
"Oke, bye baby Lice. I'll miss you."
Bima melangkah menjauh dan terhenti ketika Lisa memanggilnya, Bima menoleh.
"Mas Bima! Aishiteru!"jerit Lisa kencang.
🐻🐻🐻
Annyeong, selamat malam reader kuh🖤
Likenya jangan lupa. Thanks for support🐻🖤
With luv,
bininyasiwon🖤
__ADS_1