Senior Galak Ku! ( HUNLIS Versi Lokal)

Senior Galak Ku! ( HUNLIS Versi Lokal)
Pejuang LDR


__ADS_3

*Enjoy it!*


*Warning typo;)*


Sebulan sudah Bima pergi dan sebulan ini cowok itu rutin memberi kabar pada gadisnya.


Mengirim pesan atau telepon walau hanya beberapa menit. Bima terus mengingatkan Lisa agar tidak telat makan, begadang, atau terlalu lelah. Cowok itu bukan lagi seperti pacar, melainkan seorang ibu yang mengkhawatirkan anak gadisnya dari kejauhan.


Padahal Bima itu irit sekali kalau bicara, tiba-tiba jadi secerewet ini jika menyangkut tentang Lisa.


"Iya aku ngerti, mau berapa ribu kali lagi kamu ngingetin aku?"ujar Lisa jengah.


"Aku bilang kayak gini tuh buat kebaikan kamu, Lis. Kita gak bisa sering-sering ketemu, kalo gak lewat telepon kayak gini mana mungkin bisa ngobrol."


"Iya sayang, kamu tuh gak usah khawatir. Disini aku gak sendiri, ada anak kos lagian. Urusin aja pekerjaan biar bisa pulang terus ketemu aku."


Bima terkekeh. Menggemaskan sekali Lisa kalau mode manja begini.


"Kenapa? Kangen ya?"


"Banget!"


Bima tertawa kali ini mendengar kejujuran Lisa.


"Sama aku juga kangen kamu."


"Makanya cepet pulang kesini kalo kangen!"


"Bawel!"


"Biarin! Siapa suruh gak pernah pulang kayak Bang Toyib!"


"Maaf deh kemaren-kemaren belum bisa balik, kerjaan banyak banget."


"Klise banget alasannya, Mas."


"Gak percaya?"


"Musyrik kalo percaya sama kamu!"


"Iyain deh, biar seneng. Salah sendiri diajakin nikah gak mau."


"Oh please, gak usah bahas ini lagi."


"Kenapa? Salting ya?"


"Sok tau!"


"Aku tau kamu lagi nahan senyum."


"Enggak tuh!"ketus Lisa.


"Ngambek nih?"


"Gak!"


"Gemes banget sih, jadi pengen cepet halalin."


"Kok kamu jadi makin cringe gini sih?"


Tawa Bima menggelegar.


"Geli apa seneng?"


"Seneng dong. Digombalin cogan."


"Duh giliran aku yang salting."


"Kerja sana! Jam makan siang bentar lagi abis loh. Aku mau nyuci ya.."


"Oke sayang, kamu hati-hati disana. Jangan selingkuh!"


"Iya bawell... Assalamualaikum.."


"Waalaikumsalam cantik.."


...×××...


Long Distance Relationship atau LDR adalah suatu hal yang tidak asing bagi pasangan yang sedang berjauhan.


Selain sulit bertemu, dalam kasus ini kepercayaan pun dipertaruhkan. Banyak yang menggunakan kesempatan ini untuk mencari 'mangsa' lain.


Alasannya sederhana, jarang bertemu. Situasi itu bisa menjadi celah untuk memasukkan orang baru kedalam hubungan, tanpa bisa diketahui oleh pasangan.


Dan sebulan terakhir ini Lisa dibuat cemas, lantaran Bima semakin jarang memberi kabar. Bahkan dihubungi pun sulit, kalaupun ada pasti bilangnya sibuk.


Sebenarnya ada apa?


Sebisa mungkin Lisa menepis pikiran negatif yang hinggap dibenaknya, dengan hanya memikirkan hal yang positif saja.


Mungkin pekerjaannya lagi banyak, pikir Lisa saat mencoba berpikir positif.


"Lo ngapain sih Lis mondar-mandir kayak bini nungguin lakinya yang gak pulang-pulang gitu?"tanya Adrian jengkel.

__ADS_1


Sedari tadi Lisa tak henti-hentinya mondar-mandir di sebelah sofa yang ditempati Angga, Adrian dan juga Bagas.


"Bacot ya!"


"La illah galak amat sih."


"Diem deh!"


"Ya lo kenapa sih Lalisa binti Agus?"


"Temen seperbangsatan lo tuh! Gak ngabarin gua sebulan ini!"


"Lah siapa?"


"Bimasena Anggara!"


"Oh bang Bima, sibuk kali."


"Semua cowok emang begitu ya?"


"Maksudnya?"


"Ya gitu, ada waktu buat bikin instastory tapi waktu dihubungin bilangnya sibuk?"


"Jadi bang Bima tuh bisa bikin instastory, tapi ngabarin lo gak bisa?"


Lisa mengangguk mengiyakan.


Batinnya bertanya-tanya, apa benar Bima sibuk? Apa cowok itu sedang mencoba menyembunyikan sesuatu?


...×××...


Lagi-lagi Bima tak bisa dihubungi, namun masih rutin membuat instastory di akun instagram pribadi cowok itu.


Dan yang membuat jengkel Lisa di story kali ini, Bima tidak sendiri, melainkan berdua.


Dalam story itu terdapat dua lengan yang sama-sama bertato. Satunya lengan pria yang bisa jadi milik Bima, satunya lengan langsing dan mulus mirip punya cewek.



Apa jangan-jangan emang cewek? Tapi siapa? Selingkuhan Bima?


Ah bodoamat! Terserah!


Lisa capek menerka, capek hati capek pikiran. Kalau dipaksa nanti berujung dia yang sakit.


Jadi biarkan mengalir.


...×××...


"Alin? Yang dulu pacaran sama senior Bima?"


Lisa mengalihkan perhatiannya pada dua mahasiswi yang berada di tiga meja depannya.


Mendengar nama Bima membuat gadis itu urung memakan bakso yang tadinya sangat menggoda.


"Iya, yang blasteran itu. Dia udah balik lagi dari Aussie."


"Serius lo?"


"Serius! Kemaren ada yang liat dia difakultas bisnis!"


"Mungkin gak ya dia balik lagi sama Kak Bima?"


"Gak lah, kan Kak Bima udah sama Lisa."


"Lah bukannya kemarin Kak Bima bikin instastory tato ditangan dia sama Alin?"


"Kok lo tau itu tangan punya Alin sama Kak Bima? Kali aja kan ambil di internet?"


"Story mereka sama kali! Gua liat di insta nya Alin."


"Lah, berarti si Lisa diduain?"


Cukup sudah!


Lisa panas mendengar obrolan kedua mahasiswi itu.


Dengan kasar gadis itu menyambar tasnya, lalu berjalan meninggalkan kantin fakultas dengan hentakkan kaki cukup kuat.


Sehingga suara kakinya menarik perhatian orang disana, termasuk dua mahasiswi yang menggosip tentang ia dan juga Bima.


Ia marah, kesal, dan frustasi. Ingin rasanya menendang masa depan Bima seandainya cowok itu ada didepannya sekarang.


"Jadi selama ini dia gak ngabarin gua tuh karena lagi CLBK sama mantannya yang bule itu! Dasar cowok dingin gak berperasaan! Awas aja lo kalo balik kesini, bakal gua ancurin itu muka biar gak ganjen lagi sama cewek!"ujar Lisa berapi-api.


"Tau gini gua ogah jadi pacar lo, dasar anjing!"


Lisa menutup mulutnya setelah mengumpat.


"Astaghfirullah hal adzim. Ya Allah, Lisa khilaf. Emang dasar manusia kutub, bisanya bikin orang emosi aja!"


...×××...

__ADS_1


Lisa pulang dari kampus dengan keadaan super hancur.


Muka ditekuk dengan aura gelap pekat yang menempel pada gadis itu.


Seakan tau bahwa mood gadis itu sedang buruk Abi yang biasa mengusili gadis itu pun hanya menatap sekilas.


Begitupun yang lainnya, aura Lisa berbeda. Sangat. Bahkan melihatnya saja sudah bikin merinding.


"Baru pulang?"tanya Irena lembut.


Lisa mengangguk lemah.


"Yaudah ganti baju dulu sama mandi terus baru makan bareng ya."


"Duluan aja, gua lagi gak nafsu."ujar Lisa datar.


Kemudian gadis itu melanjutkan langkahnya yang sempat tertunda menuju kamar.


Saat ini ia hanya butuh istirahat, tak ingin memikirkan apapun.


...×××...


Dilihatnya panggilan masuk dari sang cowok dengan malas. Sudah kedua puluh kalinya, dan selama itu selalu diabaikan oleh sang gadis.


Tak hanya panggilan namun pesan dari segala media sosial juga menumpuk.


Kebanyakan berisi pertanyaan mengapa Lisa tak menjawab telponnya.


Lisa tak mematikan ponselnya, tapi hanya membiarkan Bima berusaha.


Bodoamat, pikirnya.


Lisa pikir Bima akan menyerah kalau dirinya mengabaikan segala usaha cowok itu. Namun, nyatanya sampai keseratus panggilan cowok itu enggan menyerah.


Dengan jengkel Lisa mengangkat panggilan itu.


"Ya ampun Lisa! Kamu kemana aja sih?! Kenapa baru diangkat?! Sengaja ya mau bikin aku khawatir?! Aku telpon udah ratusan kali! Kirim kamu pesan, tapi gak ada yang kamu angkat ataupun bales sekalipun!"


Lisa mendengus jengah.


"Kamu denger gak sih?! Kenapa diem aja?!"


"Gimana gua mau jawab kalo lo aja udah ngomel kayak emak-emak?!"balas Lisa ketus.


Gadis itu sudah terlanjur emosi.


"Ketus banget sih jawabnya, lagi dapet?"


Tanpa menjawab apapun, Lisa memutuskan panggilan itu sepihak.


Biar saja Bima marah, toh dia duluan yang mulai. Kekanakan memang, tapi mau gimana? Kalau Bima aja susah pekanya!


Lagi. Bima menelponnya.


Dengan geram Lisa melempar handphone nya kesudut kamar, tanpa peduli bahwa benda itu akan rusak.


Gadis tinggi itu menenggelamkan dirinya dalam selimut, mengubur perasaan kesal yang kian menjadi.


Ia kecewa pada Bima, cowok itu sslalu seenaknya. Seenaknya menyatakan cinta dan seenaknya pergi dengan cewek lain yang notabene mantan terindah cowok itu.


"Arghh!!!!"jerit Lisa frustasi.


"Kita akhiri aja kalo emang itu yang lo mau!"tegasnya.


...×××...


In other sides..


Bima kembali menginjakkan kakinya kembali ditanah kelahirannya, cowok itu cemas dengan perubahan Lisa yang tiba-tiba.


Gadis itu meledak-ledak dan sengaja mengabaikan seluruh panggilan dan pesannya.


Sekalinya diangkat malah dimatikan secara sepihak. Menyebalkan!


Padahal Bima hanya ingin mengabari bahwa ia akan pulang hari ini, tapi melihat respon Lisa yang seperti itu Bima urung memberitahu.


Biar jadi kejutan saja, lagipula Bima sudah merindukan gadis pujaannya itu.


...×××...


"Assalamualaikum.."


"Waalaikumsalam, loh Bima?!"


Jessi terkejut melihat cowok putih nan ganteng itu berdiri didepan pintu sambil menjinjing koper.


"Sstt.. Jangan kenceng-kenceng, ntar Lisa denger."


"Yaudah masuk dulu."


Bima mengangguk kemudian masuk kedalam kosan sembari menggeret koper miliknya.


"Ngapain lo disini?!"ketus Lisa.

__ADS_1


...🐻🐻🐻...


Ohoho Mrs. Kavindra marah nih:v I'm so sorry for lately update, because I'm busy:((


__ADS_2