
Enjoy~
...××× ...
"Ngapain lo disini?!"ketus Lisa.
Bima terkejut.
Tiba-tiba saja Lisa berada didepannya tengah menatap dirinya tajam dan cukup mengintimidasi.
Dengan penuh kerinduan Bima memeluk Lisa erat, seakan tiada hari esok.
Berbeda dengan Bima yang sangat bahagia karena bertemu, Lisa mencoba melepaskan dirinya dari kungkungan lengan raksasa itu.
"Lep-as-in!"ujar Lisa terputus.
Namun Bima seolah tuli dengan permintaan gadisnya, ia tetap memeluk tubuh ramping itu.
Setelah beberapa saat, Bima melepaskan pelukan 'rindu' itu. Ia cukup terkejut mendapati muka merah padam dan tatapan tajam dari Lisa.
"Lo mau bunuh gua?!"bentak Lisa.
"Aku kangen sama kamu, masa kamu enggak?"
Bima mencoba santai, walaupun ia sedikit tersulut emosi karena Lisa mulai berbicara kasar padanya. Bukan aku-kamu melainkan lo-gua.
"Buat apa gua kangen sama makhluk tukang selingkuh macam lo ini?"jawab Lisa angkuh.
Terkejut mendengar ucapan Lisa, Bima mengerutkan dahi.
"Who?"
"Gak usah munafik! Selingkuh ya selingkuh aja gak usah sok nanya siapa!"
"Maksud kamu apa sih Lis?"
"Pikir aja sendiri!"
Lisa berlalu acuh. Bima menahan lalu menarik lengan gadisnya kasar.
"Serius kamu ngajakin berantem padahal aku baru sampe?"Bima berkata dengan suara rendah, nyaris menggeram.
"Ya menurut lo aja sih gimana."jawab Lisa cuek.
"Lisa!"bentak Bima menggelegar.
Sedari tadi cowok itu sudah menahan emosinya, namun siapa sangka justru dia tidak bisa dan justru membentak Lisa yang notabene pacarnya.
Bima tidak suka berbelit-belit.
"Bisa kamu jelasin maksud kamu apa?"
Lisa yang masih terkejut akibat bentakan cowok didepannya itu hanya mematung.
"Lisa.."Bima menggeram.
Dengan penuh amarah Lisa menyentakkan tangan Bima dari lengannya kasar.
"Lo lagi pura-pura **** didepan gua? Justru gua yang seharusnya minta penjelasan sama lo, Bimasena Anggara!"
"Penjelasan apa?"
"Kemana aja lo dua bulan terakhir ini? Ngabarin gua gak pernah, tapi gak pernah telat buat bikin snapgram!"sinis Lisa.
"Gak usah nyari alasan, gua tau lo selama ini udah ketemu sama Alin dibelakang gua!"lanjut Lisa tajam disaat melihat Bima gelagapan.
Bima terkejut. Lagi.
"Alin?"
__ADS_1
"Iya Alin! Kurang jelas?"
"Maksud kamu aku lagi selingkuh sama dia?"
"Udah tau gak usah nanya!"
Sungguh emosi Lisa sampai ke ubun-ubun, melihat Bima dengan tampang super **** yang pertama kalinya ia lihat.
Sok polos banget ini cowok! - batin Lisa.
"Udah gak usah dipikir terlalu keras, ntar lo pingsan lagi."sinis Lisa meremehkan.
"Atas dasar apa kamu nuduh aku selingkuh?"
Bima mencoba menguasai dirinya, agar tidak kelepasan lagi.
"Banyak banget buktinya kok, sayang."
Dengan sengaja Lisa menekan kata terakhir, untuk mengejek Bima tentunya.
"Tunjukin buktinya!"
Hampir saja Lisa melemparkan ponselnya pada wajah tampan Bima yang saat ini terlihat santai.
Dengan jengkel Lisa memberikan ponselnya yang berisi bukti perselingkuhan Bima dengan sang mantan terindah.
"Kamu lagi ngelawak atau gimana sih Lis?"
Lisa mengangkat sebelah alisnya.
"Dengan foto gak masuk akal kayak gini kamu bisa nyimpulin kalo aku selingkuh? What a fool girl!"
"Shut up your fvcking mouth! Just see, you two have same post! Don't dare you lying to me!"
"I'm not lying! I just--"
"Sejak kapan lo bertato, hm? Bahkan gua yang selama ini deket sama lo gak pernah liat lo aneh-aneh. Baru dua bulan loh, tapi lo nya udah berubah segini banyak. Jangan tanya gua tau darimana, intinya gua mau kita udahan aja. Males gua dibohongin terus sama lo!"
"You are very selfish man that ever I seen, Bim."
"Whatever! Pokoknya aku gak mau kita putus!"
"Gua gak minta pendapat lo!"
"Pokoknya gak ada kata putus, apapun yang terjadi!"jelas Bima final.
"Lo gak mau kita putus?"
Bima menggeleng.
"Yaudah kita break aja dulu, gua males ketemu sama penghianat!"
...×××...
Dua minggu sudah mereka berjauhan, seakan tak mengenal satu sama lain.
Bima yang sebelumnya berniat akan menempel dengan Lisa selama ia libur pun harus kandas, setelah gadis itu mengibarkan bendera perang.
Terus menjauhinya, seolah ia punya penyakit menular.
Frustasi yang dirasakan cowok tinggi itu setiap harinya makin bertambah.
Puncaknya adalah hari ini, dimana Lisa bersama seorang temannya pulang ke kosan dengan tawa riang.
Mungkin kalau teman Lisa seorang perempuan Bima akan diam saja, namun kenyataannya justru berbanding terbalik.
Teman Lisa yang bernama Ferdi itu tak henti-hentinya melontarkan gombalan busuk pada Lisa, cewek itu hanya tertawa saja menanggapi.
"Lis, lo tau kenapa gua itu males kuliah?"
__ADS_1
"Ya mana gua tau sih, Fer. Kan lo gak bilang."
"Jadi nih, gua males kalo gua kuliah bakal ketemu lo. Nah, ntar kalo sering ketemu, rasa cinta gua ke elo bakal nambah terus."
"Serius ya lo tuh jadi cringe abis!"tawa Lisa meledak.
Bahkan ia tak sadar sedang diawasi oleh Bima.
"Ekhemm..."deheman keras nan dalam Bima suarakan untuk menginterupsi dua manusia yang sedang bercanda tiada henti.
"Loh eh bang Bima."sapa Ferdi gelagapan.
Bima mengangguk acuh.
"Kamu baru pulang kok gak langsung masuk kamar sih, Sayang?"
Lisa mengernyitkan dahinya, ini orang sakit ya? Lupa apa kalo gua ogah berinteraksi sama dia?! Pake sok manggil sayang lagi!
Perkataan Bima yang ambigu membuat Ferdi menolehkan kepalanya pada Lisa, yang kini sedang menatap tajam Bima seolah menguliti cowok tampan itu.
"Lo mau mati?" seperti itulah arti tatapan Lisa.
"Gak liat gua lagi ngapain? Gak usah sok care! Yuk Fer, kita kerjain dihalaman belakang aja."
Raut wajah Bima mendadak keruh, jujur ia marah pada Lisa yang mengacuhkannya.
Ferdi pun dengan cepat bisa membaca situasi pun segera mengekori Lisa.
...×××...
Malamnya, penghuni kos bersantai diruang tengah seperti biasa. Menonton tv atau sekedar mengerjakan tugas kuliah, sesekali mengobrol.
"Kok suasananya bikin merinding ya.."celetuk Esa, sepupu Irena yang kebetulan satu angkatan dengan Bagas.
"Lo abis baca cerita yang lagi viral itu makanya merinding?"
"Gua baca, tapi biasa aja tuh. Maksud gua kayak ada aroma permusuhan yang kuat disini."jelasnya.
"Hell! Siapa yang lagi musuhan, orang kita baik-baik aja."ujar Jessi.
"Daripada lo berdua banyak bacot, mending cepet kerjain itu tugas. Terus cabut!"hardik Lisa.
"Galak banget sih, neng cantik."
"Halah modus banget lo, Es!"
"Tiati ntar pawangnya ngamuk! Kelar idup lo!"
Bima melirik Abi sinis. Bisa-bisanya cowok itu memancing amarahnya!
"Lo diem dengan sendirinya apa gua yang diemin, Bi?"tanya Bima tajam.
"Iyadah gua diem nih."
"Gua masuk kamar dulu, goodnight gengs!"
"Too our Lalice!"
"Gua juga duluan!"
Bima menyusul Lisa tergesa, ia harus menuntaskannya malam ini juga.
...×××...
Asli nanggung bgt gantungnya:v
Tungguin aja ye, next chapternya..
Jgn lupa vote:( aku membutuhkan dukungan dari kalian🐻❤
__ADS_1
Azaleara<3