Senior Galak Ku! ( HUNLIS Versi Lokal)

Senior Galak Ku! ( HUNLIS Versi Lokal)
War Begin


__ADS_3

Likey~


"Capek gua ngomong sama bocah ***** macam lo!"


"Mulut lo dijaga *******!"hardik Lisa.


***


"Tau diri dikit anjing! Lo tuh anak baru disini."


"Eh *****, gua tau gua anak baru. Tapi ini bukan urusan lo ya!"


"Teh Jessi udah minta maaf sama lo dan itu gak sengaja! Lo aja yang lebay ketimbang gitu doang."


"Lo gak tau rasanya, jadi gak usah banyak bacot lo!"


"Gua gak terima! Dia kakak gua, lo cabe-cabean enak banget ngatain kakak gua hah?!"


"Lis, udah."tegur Jessi mencoba melerai.


Adu mulut mereka lumayan bikin kuping pengang, karena saling berteriak dan memaki.


"Apa?! Cabe-cabean?! Ngaca dong lo *******!"


"Yerina udah sih!"


"Dasar bocah! Gua tau lo deketin mas Bima kan?! Lo ngegodain pacar gua! Itu apa namanya kalo bukan cabe anjing!"


Hmm pacar ya, Lis?🌚- Lea


"Gua bukan cabe-cabean! Suka-suka gua dong mau godain siapa, itu hak gua!"


"Ekhemm"


Suara ini...


Seketika Lisa yang akan mengeluarkan makian kasar langsung mengurungkan niatnya. Suasana semakin mencekam kala sosok Bima dengan muka bantal nya ada diantara mereka.


Oh jangan lupakan tatapan tajam yang mengintimidasi. Dia terganggu dengan kegiatan berdebat itu.


Ayolah, dia mahasiswa tingkat akhir dengan waktu tidur yang sedikit bahkan nyaris tidak ada.


Dan dihari minggu ini adalah kesempatan untuk tidur seharian, tapi kesempatan itu pupus sudah ketika dia mendengar teriakan dari arah dapur.


Dua orang yang menjadi sumbernya kini tidak ada yang berani bersuara saat melihatnya.


"Pada ngapain sih?! Ini masih pagi! Udah ribut aja lo pada! Suara cempreng lo berdua itu ganggu tau gak?!"bentak Bima geram.


Semuanya bungkam, Lisa pun hanya mendengus saat suaranya dikatai cempreng.


"Kalo lo mau lanjut debat jangan disini! Diluar sana, pinjem lapangan komplek!"


Masih tidak ada yang menanggapi. Bima yang seperti ini terlihat mengerikan, dia jadi sensitif akhir-akhir ini. Tugas akhir pasti menjadi sumbernya Bima menjadi kejam begini.


"Kenapa diem?!"tanyanya dengan nada yang tidak santai.


"Dia yang salah! Kok jadi gua yang kena sih?!"Yerina melontarkan kekesalannya.


"Heh cabe perempatan! Kalo lo gak lebay juga gak bakal jadi kayak gini!"


Bima hanya memperhatikan dengan muka merah padam yang siap meledak kapan saja.


"Diem lo petasan banting! Kalo lo gak ngajak ribut juga pasti gak jadi begini."


"Siapa sih yang ngajakin ribut?! Lo tuh seenak jidat ngatain kakak gua! Ngaca dong, gak punya kaca lo?!"


"LO BERDUA KELUAR!"


Lisa tersentak, apa barusan Bima mengusirnya?


"DENGER GAK?! K.E.L.U.A.R!"ujar Bima penuh penekanan.


"Cih katanya sayang sama gua, tapi gua diusir. Benci gua sama lo!"kesal Lisa.


Dia meninggalkan area dapur setelah membuang apron yang tadi dia pakai kelantai.


Bima mengusap wajahnya kasar, kelar sudah kalau Lisa jadi membencinya.


Tatapannya beralih pada Yerina yang masih berada disana.

__ADS_1


"Dan buat lo, gak usah nyari masalah disini. Inget! Lo penghuni baru. Jangan bikin onar didalam kosan ini."tukas Bima tajam.


Setelahnya Bima berlalu begitu saja. Atmosfer aneh pun masih bertahan didapur, meskipun Sehun sudah pergi.


Jangan lupakan tetua yang keras seperti Sehun. Ya. Irena disana.


Menatap tajam Yerina, seolah menguliti gadis muda itu.


"Sudah saya bilang jangan buat keributan dikost ini."ujarnya penuh penekanan.


Gadis itu menahan emosinya. Rasanya sulit, apalagi dia melihat makian kasar yang ditujukan pada anak kost.


Itu membuatnya sangat kesal.


Dia khawatir pada Lisa. Meskipun gadis thailand itu membalas segala ucapan kasar Yerina, Lisa tetap terluka.


She's know Lisa so well.


"Beraninya kamu mengatai orang yang lebih tua, apa kamu tidak punya rasa hormat? Atau mungkin kamu tidak punya sopan santun kepada senior?"


"Teh udah, masuk aja yuk."ajak Abi yang sedari tadi hanya diam.


"Gak, saya terluka disini. Kita mengenal Lisa tidak beberapa bulan saja, tapi bertahun-tahun. Kalian tahu bagaimana sikap Lisa sebenarnya bukan?"


"Iya teh, kita tau. Mending kita susulin Lisa, gua khawatir dia berantem sama Bima."Adrian menengahi.


Irena baru ingat akan Lisa yang pergi keluar setelah Bima mengusir gadis itu.


Menghela napas pelan, Irena mengangguk pasrah.


"Saya belum selesai sama kamu, Yerina."ucapnya tajam.


***


"Lis! Tunggu!"


Bima mencoba mengejar langkah gadis pujaannya itu.


"Lisa!!! Stop!"


"Apa?!"jawab Lisa ketus.


Lisa menaikkan sebelah alisnya bingung.


"Buat?"


"Ngebentak kamu tadi dan... ngusir kamu juga."


"Oh oke."


Bima menghela napas pelan, dia bingung dengan jenis situasi ini.


Dicekalnya pergelangan tangan gadis itu saat Lisa mau melangkahkan kakinya lagi.


"Jangan pergi, oke?"


"Tadi aa' yang nyuruh aku buat pergi tuh."jawab Lisa acuh.


"Lis.."


"Aa' tuh jangan apa-apa dibawa emosi, ditegur doang juga bisa kalo emang ganggu banget. Ngapain pake ngusir segala?"


Cowok itu hanya diam mendengarkan.


"Aa' gak tau masalahnya, kenapa Lisa dibentak! You know I hate person who yelling at me!"


"Sorry, I just--I don't know."


"Udah, mending sekarang aa' balik aja ke kosan."


"Kamu mau kemana?"


"It's not your business."


Cowok itu menggeram, dengan kekuatan penuh dia menarik Lisa ikut bersamanya kembali ke kosan.


"Lepas!"


Gadis thailand itu meronta, mencoba menepis tangan kuat yang menyeretnya seperti sapi.

__ADS_1


"A' lepas!"teriaknya kesal.


Bima hanya diam dan terus menyeret gadis itu, tidak peduli pada sang empunya tangan yang meronta.


Sampai didepan kos, dia tetap tidak melepaskan tangannya pada pergelangan Lisa.


Gadis itu tidak menolak, pasrah. Sekuat apapun melawan, Bima tidak akan melepaskannya.


"Lisa? Bima? Kalian darimana?"tanya Irena khawatir.


Pasalnya muka Lisa memerah dan bibirnya mengerucut. Pandangannya beralih pada tangan Lisa yang berada dalam genggaman cowok jangkung itu.


Entah sejak kapan tangan mereka saling bertautan.


"Dari luar teh."jawab Lisa malas.


"Abis pacaran ya?"tanya Abi sambil menaik turunkan alisnya menggoda.


"Dih gak!"


"Ngaku aja kali, lagian gandengan mulu. Takut ilang?"goda Bagas mengompori.


Lisa menurunkan tatapannya pada tangannya yang masih berada dalam genggaman Bima.


Nyaman dan hangat.


Buru-buru Lisa melepaskan tangannya, mengabaikan sedikit ketidak relaan dalam hatinya.


"Gak tuh, tadi gua gak sadar."kekeuhnya.


"Yaelah gua kira bakal ada peperangan diantara kalian. Kayaknya gua salah."ucap Adrian.


"Lis, beneran kalian gak ada apa-apa?" kini giliran Rosean yang bertanya.


"Gak ada dih, apaan sih!"


"Kenapa kalo ada apa-apa?" Bima balik bertanya.


"Ya bagus dong, jadi Lisa gak jomblo lagi."seru Zennia


"Bener tuh, jadi dia gak bakal godain adek tingkat lagi."


"Hah? Lisa sering godain adek tingkat?"tanya Abi terkejut.


"Gak kok, fitnah tuh!"


"Idih gak mau ngaku lo? Kemaren kan lo jalan sama si Bayu!"


Lisa tersentak, ini kenapa mulut sahabatnya pada ember?!


"Oh gitu, jadi sering godain berondong ya?"tanya Bima tajam.


"E-eh ngga."


Lah kenapa gua jadi gugup begini *****! Batin Lisa.


Bima memicingkan matanya, gadis disampingnya ini gugup.


"Langsung gua nikahin aja kali ya bang?"tanya Bima pada Angga.


Angga tampak berpikir, kemudian mengangguk mantap.


"Iya dah, biar gak pecicilan."


Lisa mendelik ke arah Angga yang tengah tersenyum tanpa rasa salah.


"Papi apaan sih?!"


"Oke minggu depan kerumah deh."


"Lah apaan?! Gak ada! Ogah!"


×××


Hola aim back again!!!


Gimana? Kurang panjangkah?


Besok aja kutambahin lagi, sekarang ini dlu.

__ADS_1


Jgn lupa vote dan komen ya^^


__ADS_2