
Happy reading🐻
Warning typo✨
-
-
-
-
Mereka semua panik setelah Adrian bilang kunci mobilnya dia raib.
"Duh lo kok ceroboh banget sih!" omel Bagas yang daritadi gak bisa diem.
"Ck bacrot lo! Bantuin napa!"kesal Adrian.
"Coba kalian balik ke pantai siapa tau aja kan jatuh dipasir?"usul Irena.
"Nah iya, kita tungguin disini. Oke?"
"Awas aja ntar kalo ketemu gua tinggal pulang lo, Lis!"
"Kok gitu?"protes Lisa mencebikkan bibirnya.
"Ya makanya bantuin kek, jangan enak-enakan disini."
"Yaudah iya! Lesgo kita cari kunci hatinya Lisa, eh maksudnya kunci mobilnya."
"Dasar bucin!"cerca Bagas.
"Bucin itu artinya bubuk micin kan?"jawab Lisa polos. (*maklum junior:))
Bagas cuman natap Lisa flat.
"Lo berdua diem deh, ayok buruan!!"
Akhirnya mereka jalan balik ke pantai, mereka menyelusuri pinggir pantai waktu main dan foto-foto tadi.
Lisa sama Irena juga ikutan nyari.
Setengah abad kemudian /plak
Setengah jam kemudian...
"Aduh teh, Lisa capek. Auss" Lisa merengek pada Irena.
"Yaudah, kamu kesana gih. Duduk dibawah pohon itu." tunjuk Irena pada salah satu pohon kelapa dipinggir pantai.
Dengan gontai Lisa jalan kearah pohon yang ditunjuk Irena.
"Teh! Ini gimana?! Kita gak bisa nemuin kuncinya!" teriak Adrian sambil menghampiri Irena.
"Coba tanya aja ke pengelola pantai, siapa tau ada yang nemuin."
"Oke deh, gua aja yang kesana."
"Ati-ati, Dri! Gua sama teh Irena nunggu sini."
Adrian tidak menjawab, dia berjalan menuju bagian Information Center.
__ADS_1
"Mbak permisi."
"Ada yang bisa dibantu mas?"
"Iya ada, mbak saya mau nanya nih."
"Silahkan mas."
"Mbak tau gak dimana kunci hati saya?" (* Ya Allah ketularan Lisa:" )
Mbaknya shock gitu, sambil liatin Adrian.
"Ehm, maksudnya apa ya mas?"
"Gak deh mbak hehe, jadi gini mbak kunci mobil saya kayaknya tadi pas berenang tuh jatuh dipinggir pantai. Bisa minta tolong buat dicariin gak mbak? Soalnya saya sama temen saya udah nyariin tapi gak ketemu."
"Tunggu sebentar ya, Mas. Biar saya tanyakan ke penjaga pantai."
"Saya rela nunggu kok, Mbak. Jangankan nunggu sejam, setaun aja saya kuat kok."
Mbaknya yang digituin sweatdrop. Ada gitu manusia yang lagi susah masih aja ngalusin cewe, mana gak liat-liat lagi yang dialusin itu siapa.
Dasar playboy cap Komodo!
"Sebelumnya maaf nih mas, pihak kami tidak bisa menemukan kunci mobilnya. Karena kemungkinan sudah ditemukan orang lain atau terkubur pasir. Bisa jadi hanyut."
"Yahh mbak, diusahain lah tolong. Ini saya gak bisa pulang kalo kuncinya gak ada. Mau saya dorong gitu mobilnya sampek rumah?"
"Sekali lagi maaf, tidak bisa kami temukan kunci mobilnya."
"Yaudah deh, makasih. Belum dicari kok bilang gak bisa, gitu tuh yang namanya belum berjuang udah nyerah!"omel Adrian kesal.
Dengan kesal Adrian berjalan meninggalkan information center menuju teman-temannya.
"Gak bisa ditemuin katanya."jawab Adrian lesu.
"Dih kampret! Terus ini gimana kita pulangnya!"kesal Bagas.
"Telpon aja Mas Bima atau Mas Angga! Siapa tau aja mereka mau jemput kita?" usul Lisa.
"Demi apa lo mau nelpon mereka! Yang ada kita diomelin!"
"Yaa terus gimana?"
"Pesen grab car aja."
"Terus mobil lo gimana nyet?"
"Ntar gua suruh orang bengkel ngambil, sekalian ganti kunci baru."
"Yaudah pesen grab car, pake hape siapa? Punya gua lowbat."
"Pake hape gua aja nih!"
"Pesen deh teh, yang buat empat orang."
🌷🌷🌷🌷
Akhirnya mereka pulang naik grab, berbekal duit gocap nyempil dicelana Bagas.
"Sial banget sih kita, niat mau liburan jadi kayak gini. Lain kali gua gak mau liburan bareng kalian." sungut Bagas.
__ADS_1
"Gua heran deh sama lo, Gas. Daritadi ngomel mulu kayak emak-emak kurang duit belanja."hela Adrian lelah.
Sedangkan Lisa sudah terlelap sambil bersandar pada bahu Irena.
(* anggep aja Jennie itu Irene:v)
Setelah perjalanan kurang lebih sejam mereka sampai didepan kosan.
Irena segera membangunkan Lisa, sedangkan Bagas juga Adrian sudah terlebih dulu turun.
"Lisaa! Bangun ih, udah sampe nih!"
"Eungh.."
"Ck bangun!!!"teriak Irena frustasi.
"Sini deh biar gua gendong."tawar Adrian.
Irena mengangguk dan turun untuk memberi ruang pada Adrian agar bisa menggendong Lisa.
"Kebo banget sih, Lis."
"Capek kali dia, kan dia tuh lemah."kata Bagas.
"Sembarangan! Bawa kekamarnya, biar gua bayar grab dulu."
Adrian beserta Bagas berjalan menuju gerbang kosan dengan Lisa berada dalam gendongan Adrian, namun langkah Bagas terhenti oleh teriakan Irena.
"Heh duitnya!"
Dengan malas dia jalan kearah Irena dan memberikan selembar uang yang saat ini jadi satu-satunya.
"Ck nih!"
"Ntar gua ganti elah, cuman gocap aja gak bikin lo bangkrut!"
Malas berdebat dengan Irena, Bagas pun menyusul Adrian masuk kedalam kosan.
Saat sampe diruang tengah, mereka diserbu pertanyaan dari anak kosan yang lagi nonton tv.
"Darimana aja sih?"tanya Angga.
"Itu si Lisa kenapa?! Pingsan?!"
Zennia heboh ngeliat adek kesayangan dia.
"Dia abis tenggelam."jawab Bagas asal.
Jawaban dari Bagas bikin semua anak kosan melotot kaget, jelas lah ini Lisa loh anak kesayangan sekosan bahkan se-RT. (*lebeh fiks)
"Lo gimana sih! Lo gak bertanggung jawab banget jadi cowok!"semprot Zennia murka.
"Ck si Bagas tolol diladenin."ujar Adrian malas.
"Dia cuman tidur elah, kecapekan dia!" jawab Bagas sambil berlalu kearah kamarnya. Sebelum dia dapet lemparan sapu dari anak kos.
"Bagas bocah kampang ngajakin ribut!!!" teriak Zennia kesal.
"Bentar deh, gua taro Lisa kekamarnya dulu. Ntar gua jelasin."
__ADS_1
"Iyaudah sana, kasian anak gua."kata Angga.
Like and comment~