
...Hai guys...
...bagaimana keadaan kalian dimasa pandemi ini?...
...Jangan lupa Share cerita aku ketemen kalian juga ya....
...Typo bertebaran...
...Cerita ini murni imajinasi gua sendiri yaa....
...Selamat membaca♥...
...
...
...--------------------------------------------------------------------...
...----------------------------...
...Percayalah sesuatu yang kita inginkan akan kita dapatkan dengan usaha yang indah. Cinta tidak tau kemana dia akan pergi dan tau kemana dia harus pulang....
...--------------------------------------------------------------------------------------------------------...
AUTHOR POV
TUBUH atletis terbalut jas mahal buatan perancang busana ternama berjalan dengan angkuh diikuti oleh 10 pengawal pribadinya melewati semua karyawan yang berbaris menunduk hormat tidak berani menatap kearah laki-laki itu.
Dengan aura menyeramkan yang menguar disekitar tubuhnya menambahkan kesan menakutkan laki-laki itu.
Dia adalah Aarich Qenan Alvaran, nama yang mempunyai arti pelindung yang punya kekuatan, tegas, tajam dari keluarga Alvaran.
Putra satu-satunya keluarga Alvaran.
Pria yang tidak memiliki belas kasihan kepada orang-orang yang berani menyakiti kesayangannya yaitu seorang gadis mungil yang sudah menghilang selama dua tahun belakangan ini.
Pria yang memiliki sifat tegas, dingin, acuh pada sekitar, berwibawa, dan perintahnya muthlak untuk semua orang. Aarich merupakan pemilik perusahaan singa asia yang berpusat diAmerika yaitu Alvaran Galaxy, perusahaan yang bergerak dibidang persenjataan.
Raja diatas raja mafia dan juga kebal akan hukum raja dunia bawah.
Kenapa dibilang kebal hukum? itu karena setiap masalah yang diperbuat Aldrich mengenai hukum pasti akan langsung lenyap. Seakan-akan namanya tidak pernah bersangkutan dengan hukum.
Hari ini Aldrich akan menuju kesebuah kafe untuk menemui kelima sahabatnya. Dengan diiringi oleh lima mobil sedan berwarna hitam.
Citttt
Brak
Tanpa memikirkan mobilnya yang dia parkir sembarangan Aldrich bergegas masuk kesebuah kafe yang sudah menjadi langganannya dan para sahabatnya untuk bertemu dengan kelima sahabatnya gesreknya itu.
"Lama banget si lo, Qenan" ucap Axel saat melihat Qenan yang baru duduk disebuah sofa berwarna merah.
__ADS_1
"Hmm...tadi ada meeting" jawab Qenan santai sambil melihat grafik perkembangan perusahaannya.
"Yaelah sibuk bener sii loo boss" sahut Arsen.
"Ya iyalah, emangnya elo cuman ongkang-ongkang kaki di rumah" sinis Leonard.
"Omongan lo kok bener ya? Selamat anda mendapatkan 1 M dipotong pajak. entar kita bagi dua yaa" Ucap Axel heboh yang dihadiahi jitakan keras dari Arsen.
Bbhahhaahah
Suara tawa dari Leonard dan Afra menggema dikafe tersebut saat melihat wajah axel yang menahan sakit saat dijitak berkali-kali oleh Arsen.
"Ni bocah-bocah bikin malu aja"sahut Afra setelah memberhentikan tawanya.
"Ngaca woi, siapa yang ketawanya paling kenceng" sinis Arsen tidak terima.
"Hehehheheh damai" ucap Afra sambil mengangkat kedua tangannya membentuk pis✌
"Lo udah ketemu belum sama, Adalla " kata Denis sambil membuka pembicaraan ke Qenan yang sedari tadi hanya menggelengkan kepalanya memperhatikan tingkah Arsen, Leonard dan Axel.
"Belum,tapi Kevin udh tau keberadaannya" jawab Qenan datar, acuh.
"Lo belum bertindak? tumben banget, biasanya kalau udah soal Adalla lo udah paling cepet" Leonard yang mendengar pembicaraan antara Qenan dan Denis segera menyela ucapan Denis yang membuat denis kesal.
"Akhirnya penantian lo berakhir " sahut Denis tanpa memperdulikan Leonard yang menatapnya ketus.
"Sebentar lagi" gumam Aldrich sambil meminum vodka yang ada didepannya.
"Mafia Xandro?" tanya ulang Axel sambil menatap tablet Arsen dengan teliti.
"Kebodohan apa lagi yang mereka lakukan" geram Leonard.
"Apa perlu kita yang bertindak?"sahut Axel.
"Tidak perlu, itu hanya akan memancing kemarahan mafia-mafia lainnya" sela cepat Afra sambil meminum jus yang ada dihadapannya.
Tap
Tap
Tap
"Maaf tuan, anda harus segera kembali ke Mansion utama karena tuan besar dan nyonya Syaila sedang berada disana" ucap kevin sambil membungkuk hormat.
"Hmmm" Qenan dengan segera bangkit dari duduknya dan melangkahkan kakinya keluar dari kafe tanpa mengucapkan sepatah katapun kepada para sahabatnya.
...~♥♥♥~...
Qenan turun dari mobil dan bergegas masuk kedalam mansion utama miliknya sendiri. dengan dikawal pengawal sebanyak 10 orang dan tangan kanannya Qenan berjalan angkuh dengan aura dingin yang mendominasi menguar dari tubuhnya.
"Daddy?" panggil Qenan ketika melihat daddy nya berdiri menyambutnya sambil merentangkan kedua tangannya.
__ADS_1
"Hai, jagoan daddy. gimana perusahaan kamu?" ucap Grey sambil memeluk putra kesayangannya.
"Baik daddy" jawab Qenan seadanya.
"Mengapa wanita itu ada disini, daddy?" tanya Qenan saat melihat Syaila berdiri dibelakang daddynya sambil menatap sayu kepadanya.
"Daddy yang membawanya kemari" kata Grey sambil menuntun Syaila kedepan Qenan. dengan gugup Syaila memegang tangan Qenan lembut.
"Kenapa?" tanya Qenan sambil melepaskan genggaman tangan Syaila dengan lembut. Bagaimanapun wanita yang berada didepannya ini adalah orang yang sudah bersusah payah melahirkannya.
"Son, kau harus memaafkannya. Lupakan masalalu itu, Nak. Ingatlah bagaimana dia melahirkanmu dan membesarkanmu. dia bahkan pernah menyelamatkanmu dari orang-orang yang ingin membunuhmu dengan menggunakan tubuhnya. Dia bahkan rela berdiri didepanmu sebagai perisaimu ketika ada peluru yang ditembakkan kepadamu" ucap panjang lebar Grey sambil mengusap rambut lebat putra kesayangannya itu.
"Son, jangan karena satu kesalahan yang dia buat. Kau melupakan kebaikannya, Maafkanlah dia" sambung Grey sambil memperhatikan Qenan yang mengalihkan pandangannya ketika menangkap sorot mata sayu Mommynya itu.
"Qenan" panggil Syaila sambil memeluk Aldrich erat.
"Qenan Mommy mohon ya kembali kerumah nak, Mommy sama daddy sangat merindukanmu. Mommy mohon bran, Mommy minta maaf karna gara-gara Mommy kamu harus kehilangan kanaya selama 2 Tahun. Maafkan Mommy, nak" kata syaila sambil menangis dipelukan Putra kesayangannya itu.
"Maaf saya sibuk, silahkan anda keluar dari Mansion saya sekarang juga" Ucap Aldrich dingin sambil berjalan menuju kamarnya.
"Sabarlah" kata Grey sambil menggandeng tangan Syaila keluar dari mansion Qenan.
Tap
Tap
Tap
Clekkk
Figura yang berisi Foto seorang gadis remaja yang sangat cantik sedang memegang sebuah balon berbentuk love adalah hal yang pertama Qenan lihat ketika memasuki kamarnya yang bernuasa Abu-Abu putih bercampur dengan warna Gold.
Gadis itu adalah Adalla Adeline Gadis yang sangat dia cintainya sampai sekarang dan selamanya.
Setelah puas memandang figura gadis kesayangannya itu, Qenan berjalan menuju balkon kamarnya. dari sana Qenan bisa melihat mobil Daddynya keluar dari pekarangan Mansionnya. Ada sedikit rasa ingin memeluk Syaila hinggap dihati Qenan ketika melihat mata sayu maminya. tapi dengan segera Qenan menepis perasaan itu jauh-jauh.
...____________ΦΦΦ_________...
...Up!!!...
...Ini cerita pertama Gua looo...
...maaf yaaa kalau masih banyak Typo dan...
...ceritanya acak-acakan:'(...
...Jangan lupa Like And Coment yaa cerita aku...
Tertanda♥ diriku
^^^Dikya_Lita💙^^^
__ADS_1