Shield

Shield
16~Pistol~


__ADS_3

...Hollaa Guyss...


...Ada yang kangen gak sama Qenan?...


...Jangan lupa vote yaaa dan jadiin Favorit kalian....


...Typo bertebaran...


...Selamat membaca♥...


...


...


...____________________________________________________...


...Maaf kalau aku terlalu kejam untukmu, Aku hanya ingin menjagamu dari bahaya apapun. Satu yang harus kamu tau. Aku sangat menyayangimu Adalla Adeline♥....


...____________________________________________________________________...


Pukul 05.00 pagi dimana semua orang  masih asik dengan tidurnya seakan tidak mau bangun dari tempat tidur mereka yang hangat.


Berbeda halnya dengan Adalla yang sudah siap dengan pakaiannya. dengan tergesah-gesah Adalla turun dari tangga Mansion milik Qenan, hari ini Adalla akan berlatih cara menggunakan pistol.


"Non Adalla Kemana anda akan pergi? Bukankah ini masih terlalu pagi?" tanya Kevin sambil mengecek jam tangan miliknya yang melingkar dipergelangan tangannya.


"Kevin, apakah kamu melihat Qenan... hari ini Qen akan mengajariku bagaimana cara menggunakan pistol" jawab Adalla.


"Tuan sedang berlatih dihalaman belakang mansion nona, sebaiknya nona Qenan jangan mengganggunya"ucap kevin memperingati Adalla.


"Tapi kevin, Qenan sendiri yang memintaku untuk berlatih pistol dengannya hari ini".


"Tapi nona, akibatnya akan sangat fatal jika kita mengganggu tuan yang sedang latihan".


"Aku yang akan menanggungnya".


"Sekarang antarkan aku keQenan kevin ini perintah" lanjut Adalla menatap tajam kevin.


"Baiklah nona, mari silahkan" ucap Kevin mempersilahkan Adalla berjalan didepannya.


Tap


Tap


Tap


"Tuan" panggil Kevin ketika sampai dihalaman belakang mansion.


"ARGGG" desis kevin spontan saat Qenan dengan sengaja melemparkan sebuah pisau kearah wajahnya yang untung saja hanya menggores pipinya padahal saat ini Qenan sedang menggunakan penutup mata.


"Kevin kau tau bahwa disaat aku latihan tidak ada seorang pun yang diizinkan untuk menggangguku"


"Maafkan saya tuan, saya hanya mengantar nona Adalla untuk menemui anda"


"Baiklah, kevin kali ini kau kumaafkan, sekarang pergi dan perketat penjagaan disekitaran kawasan mansionku. Jangan biarkan seseorang masuk meskipun serangga sekalipun" ucap Qenan sambil membuka penutup matanya.


"Baiklah tuan" ucap kevin sambil membungkukkan tubuhnya dan segera pergi.


"Qen, kau kejam sekali kasihan kevin, tadi dia hanya mengantarku untuk menemuimu dan itupun atas paksaan dariku"


"Biarkan saja seharusnya dia sudah tau tidak ada yang boleh mengganggu disaat saya sedang latihan.


Sekarang ambillah salah satu pistol yang tersedia disana" tunjuk Qenan menunjuk jejeran pistol mewah dilemari kecil yang terletak dibelakang mansion.


Pilihan Adalla jatuh kepada sebuah pistol berwarna Silver dengan bentuk yang Elegan.


Namanya Ruger Super RedHawk. pistol ini dilengkapi dengan lensa bidik yang membuatnya mampu meletuskan peluru dengan sangat akurat. Kecepatan pelurunya sendiri bisa mencapai 1.900 kaki per detik. Kombinasi akurasi dan kecepatan ini disempurnakan dengan deretan peluru sebesar 240 gram.


"Qen, aku memilih pistol ini".

__ADS_1


"Hmm, Baiklah ini adalah pistol kesayanganku" tunjuk Qenan pada salah satu pistol kesayangan miliknya  yang berwarna Silver dengan bentuk yang berbeda dengan pistol-pistolnya yang lain.


Pistol itu bernama Smith & Wesson


kecepatan peluru pistol ini yang terhempas bisa mencapai kecepatan 632 meter per detik.


Jadi pistol ini sangat cocok untuk dipakai berburu dihutan.


"Sekarang Liat papan kayu itu" tunjuk Qenan kearah papan kayu yang terus bergerak setiap detik.


"Sasaranmu adalah bagian kepalanya yang berwarna merah. Jika Kau tidak bisa menembaknya dengan benar selama 3 kali percobaan maka kau harus tidur dikandang Singa milikku selama semalam" ucap Qenan  Datar yang membuat Adalla tercengang. bagaimana mungkin seorang gadis tidur dikandang hewan?


Dengan tangan bergetar Adalla mengarahkan pistolnya kearah papan kayu itu.


Dor


Tembakan pertama meleset dan hanya mengenai sebuah pohon yang letaknya tidak jauh dari Papan kayu itu.


Dor


Dor


Hingga tembakan ketiga Pun mengenai kepala papan kayu  yang membuat Adalla Sangat senang karna tidak jadi bermalam dikandang singa milik Qenan.


"Bagus, sekarang sasaranmu adalah Burung merpati itu" tunjuk Qenan sambil menunjuk seekor burung merpati berwarna putih yang sangat indah.


"Qen, tapi Merpati itu"


"Hidup? tidak ada tapi-tapian Adalla, sekarang tembak merpati itu kalau kau tidak mengenainya Kau harus bermalam dihutan belantara Sendiri".


"Sekarang tembak merpati itu" perintah Qenan muthlak yang dibalas gelengan kepala oeh Adalla.


"Tidak, aku tidak mau. Qen merpati itu adalah mahluk hidup!! Aku tidak mungkin membunuhnya" ucap Adalla sambil menjatuhkan pistol yang ada ditangannya.


"Kau menentangku" bentak Qenan sambi membuang pistol yang ada ditangannya kesembarangan Arah.


Dengan tangan yang gemetar Adalla meraih tangan Qenan yang membuat secuil perasaan kasihan hinggao dihati Qenan.


"Adel, hustt!!!!dengar maafkan saya. Saya hanya ingin kamu bisa menjaga diri saat saya sedangtidak ada disamping kamu. Maafkan saya" ucap lirih Qenan sambil memeluk Adalla sesekali mencium rambut Adalla yang beraroma kesukaan Qenan yaitu jeruk.


"Sekarang Istirahatlah, Hari ini sudah cukup" sambung Qenan sambil melepaskan pelukannya dan mencium dahi Adalla.


"Hmm,baiklah Qen" ucap Adalla sambil melangkahkan kakinya Meninggalkan belakang mansion Qenan.


Meninggalkan Qenan yang masih memandangi punggung Adalla.


...~♥♥♥~~...


Empat jam kemudian


Adalla yang sudah bosan dikamar pun memutuskan untuk berjalan-jalan kearah kolam renang mansion Qenan. Melihat air yang tenang membuat Adalla ikutlarut dengan fikirannya sendiri tanpa menyadari seseorang kearahnya.


"Nona, mengapa anda melamun? Apa yang anda fikirkan maaf kalau saya lancang"  Ucap Bi tina sambil menghampiri Adalla yang Sedari tadi melamun didekat kolam renang.


"Tidak papa bi, Adel hanya rindu dengan Orang tua Adel. Bibi duduk aja disamping, Adel" Ucap Adalla sambil mempersilahkan Tina duduk disampingnya.


"Baik nona, Memangnya orang tua non Adalla pergi kemana?"


"Mereka pergi keluar negeri bi,  Nenek Adel sakit jadi mereka merawatnya"


"Apa nona sudah mencoba menghubunginya?" tanya bi Tina hati-hati takut menyinggung perasaan gadis disampingnya yang sudah dia anggap sebagai adik sendiri.


"Belum bi, Adel takut Orang tua Adel marah kalau mereka tau Adel tinggal seatap dengan, Qenan. Orang tua Adel tau kalau Qenan selingkuh dengan wanita lain didepan Adel. makanya orang tua Adel sangat membenci, Qen. Adel takut kalau mereka tau Adel akan dimarahi sama mereka" jawab Adalla sedih.


"Kalau menurut saya, nona Sebaiknya menjelaskan yang sebenarnya terjadi kepada orang tua nona" ucap Bi tina sambil mengelus lembut punggung Adalla.


"Ta-tapi bi Adel yakin mereka tidak akan percaya dengan cerita, Adel." ucap Adalla ragu mengingat bagaimana kemarahan orang tuanya saat Adalla bercerita kalau Qrnan mengkhianatinya.


"Sudahlah nona, jangan terlalu difikirkan nanti nona sakit, Sebaiknya Nona kembali kekamar nona, disini udaranya mulai dingin nanti nona masuk angin" ucap bi tina sambil memasangkan sebuah selimut keAdalla.

__ADS_1


"Baiklah bi, Bi dimana Qenan sekarang?" tanya Adalla khawatir karena belum melihat Qenan selama empat jam belakangan ini.


"Tuan pergi kekantornya nona katanya ada masalah yang harus dia selesaikan"


"Hmm.. Baiklah Bi Adel kekamar dlu" pamit Adalla sambil berjalan kearah kamarnya yang terletak disamping kamar Qenan.


"Iya nona"


...Diperusahaan Alvaran Galaxy...


"Tuan, Mafia Alors Mengajak Kita perang " ucap kevin sambil memandangi Tubuh tegap Qenan yang  berdiri membelakanginya menatap kearah keramaian ibu kota.


"Perang?" ucap Qenan dingin sambil membalikkan tubuhnya menghadap kevin.


"Iya tuan, merekalah yang mengirimkan Kado itu kepada nona Adalla"


"Beraninya mereka".


"Bagaimana tuan, apakah kita harus meladeni mereka"


"Tunggu kevin, Aku ingin tau Seberapa jauh mereka menginginkan peperangan itu. Mereka juga pasti sudah tau konkuensi dari menentang perintahku. Bukan hanya dikeluarkan dari kelompok mafia asia tapi mereka akan mendapatkan kematian yang lebih parah dari pada kematian seekor hewan yang dibunuh" ucap Qenan datar sambil Duduk dikursi kebesarannya.


"Oiya, Kevin Apakah 'Kerntruppen zwei' sudah tau masalah ini"


"Iya tuan mereka sudah tau dan 3 hari lagi mereka akan kesini untuk menemui Anda, tuan"


"Hmm baiklah, jangan beritahu pasukan inti mengenai masalah ini. Biar aku yang akan memberitaukannya kepada mereka"


"Baik tuan kalau begitu saya pamit".


"Hmmmm".


"Mafia Alors, kau akan menyesal" gumam Qenan  sambil tersenyum miring


Drrtttt


Drrtttt


Ddrrrttt


........


Ada apa?


  ......


Mafia Alors?


.........


Hmmm


Tut


"Permainan dimulai Alfred Sang Ketua Alors"gumam Qenan sambil tersenyum miring.


______________________________________________________________________________________________________________________________________________________


...Up! ...


...Maaf yaa kalau Cerita nya Udah gak jelas:'(...


...Author juga pemula..hhehehe baru belajar coba bikin cerita:)...


...Makin Ngebosanin? Tau kok ...


...Tapi makasih ya, yang  udah mau baca dan vote cerita Author....


...See youu!...

__ADS_1


__ADS_2