
...Yeyyy Akhirnya war juga...
...Jangan lupa like yaa...
...Typo bertebaran...
...Selamat membaca♥...
...____________________________________________________________________________________________________...
...Aku bertarung hanya untuk melindungi orang-orang yang berharga bagiku. Tidak akan ada asap🌫kalau tidak ada api....
...__________________________________________________...
SELASA siang disebuah lapangan yang sangat luas dijln...... Sangat ramai akan orang-orang yang memakai baju berwarna hitam. Dilapangan ini Akan terjadi sebuah peperangan Antar Mafia.
"Wah beraninya main kroyokan lu"teriak axel ketika melihat Xandro dan Alfred beserta 1jt pasukannya.
"Eh, anjirr lu kenapa teriak "geram Arsen yang telinganyaa berdengung saat mendengar suara teriakan Axel yang membahana.
"Ya kan mau nyapa"
"Eh Bogeng itu tadi bukannya nyapa tapi lu kayak ngeledekin mereka"Kesal Afra
"Emangnya gitu yaa?"tanya Axel ke Arsen yang membuat Afra geram sendiri melihat tingkah sahabatnya itu.
"Gua juga mau dong" ucap Nio sambil memegang sebuah toa.
"Lu jangan ikutan juga njirr"
"Auh ah gelap. Pusing gua kalau Axel udah ketemu Nio makin Gak Beres"
"Tau tuh!!! Kok bisa yaa emaknya sih Axel demen banget ama tu Nio.
"Sampai kapan lu pada mau debat, ini bukan pemilu yaa" Sindir Afra
"Yang bilang ini pemilu sapa njirrr" Heboh Axel sambil Bertos ria Dengan Relly.
"Makanya kalian perhatiin sekitar dong, tinggal lu ber4 aja Denis, Leonard, Relly, Gean udah pergi tu." Sambung Afrhia.
"Hah?"
"Lah kok kita ditinggal sih" balas tidak terima Arsen.
"Lu sih banyak cingcong" Tunjuk Arsen kearah Axel dan nio.
Sementara ditempat lain
"Tuan?" panggil Kevin kepada Qenan yang sedang berdiri membelakangi dirinya.
"Mafia Alors dan Mafia 'die stärkste' Sudah Siap ditempat pertarungan" sambung kevin.
"Hmm, dimana Pasukan inti?" tanya Qenan sambil memutar tubuhnya menghadap ke arah Kevin.
"Mereka sedang menuju dilokasi tuan"
"Baiklah, Kevin bersiaplah!! dipeperangan nanti Kau bukanlah tangan kananku tapi kau adalah sahabatku. ." ucap Qenan.
Inilah yang disukai kevin dari Qenan dibalik sifat datar, dingin, menyeramkannya Qenan adalah orang yang sangat menjaga orang yang dianggapnya berharga. Qenan tidak memandang status seseorang tapi memandang perilaku dan sifat orang itu. Bagi Kevin, sosok Qenan adalah saudaranya bukan atasan.
"Baik tuan, sesuai perintahmu" Ucap kevin sambil membungkukkan setengah Badannya.
"Kevin, bagaimana keadaan Adel?" Tanya Qenan dengan raut wajah datar seperti biasanya, meskipun Kevin yakin bahwa tuannya ini sedang cemas.
__ADS_1
"Nona Adalla belum sadar dari komanya,tuan"
"Tinggal 5 hari lagi" Gumam Qenan sambil tersenyum miring yang tentunya tidak bisa dilihat oleh Kevin.
"Kevin kita berangkat sekarang" Perintah tegas Qenan.
"Baik tuan"
Sekarang Qenan mengenakan kaos hitam polos dengan dilapisi jaket anti peluru.
Dua buah pistol, dan pisau Qenan selipkan didalam jaket miliknya.
Skippp
"Tuan kita sudah sampai" ucap Kevin sambil membuka pintu untuk Qenan.
"Hmmm"
"Ketua, kami semua sudah siap!!!" Heboh anggota mafia Qenan.
"Bagus" Ucap Qenan sambil tersentum tipis.
"Dan untuk jaga-jaga jika ada yang terluka parah Setiap orang akan diberi Sebuah kalung. Jadi jika kalian terluka parah kalian harus memencet tombol kecil yang ada diujung kalung itu, otomatis Akan ada pasukan bantuan yang telah disiapkan akan membantu kalian, kalian mengerti?" Ucap kevin sambil membagikan kalung yang dipegangnya.
"Mengerti!!!!!" Teriak serentak anggota mafia Qenan.
...~♥♥♥~...
Sekarang pasukan Gabungan Xandro, Alfred dan pasukan mafia Qenan sudah berkumpul dilapangan yang sangat luas itu. tentunya lapangan itu jauh dari pemukiman warga jadi Tidak akan ada warga yang terluka.
Trangg
Dor
Dor
Pranggg
Satu persatu pasukan mafia Alors dan Mafia Xandro berjatuhan. melihat Banyak pasukan miliknya banyak yang gugur, Alfred menembakkan gas air mata yang telah dia siapkan kepasukan inti.
Setelah menembakkan gas air mati itu, Alfred melanjutkan rencana keduanya yaitu menghabisi pasukan inti.
Kenapa bukan Manghabisi Qenan? Itu karna Sebenarnya berdiri dihadapan Qenan saja itu membuat Alfred keringat dingin apalagi harus melawan sosok Qenan.
Alfred sangat setia kepada Qenan, bahkan untuk menghianati Qenan belum pernah terbayang dipikirannya. Alfred melakukan ini demi malaikat kesayangannya demi adiknya.
Flashback on
Alfred berasal dari keluarga yang kurang mampu, Dia hidup bersama seorang adik yang sangat disayanginya. Kedua orang tuanya sudah meninggal karna diserang oleh sekolompok penjahat suruhan orang yang dendam dngan ayahnya.
Suatu hari Alfred bertemu dengan Qenan yang mungkin berumur 15 tahun. Saat itu yang pertama kali muncul dibenak Alfred ketika melihat Qenan hanya satu, yaitu Cuek.
Qenan yang masih dalam proses remaja itu Hanya menampilkan wajah datarnya saja. Bahkan untuk menyapanya Alfred tdk berani.
Saat itu Alfred sedang butuh uang untum membiayai adiknya yang kecelakaan, Alfref berkeliling untuk mencari pinjaman dimana mana tapi tidak ada seorangpun yang meminjaminya uang. Dan tanpa sengaja Alfred bertemu dengan Qenan.
Qenan yang melihat Alfred kesulitan pun hanya cuek saja dan meninggalkan Alfred yang memandangi tubuh kekar Qenan. Meskipun masih terbilang remaja, Qenan memiliki tubuh yang kekar berkat latihan
Satu hari setelah kejadian itu pun berlalu, sampai hari ini Alfred belum mendapatkan pinjaman uang sepeserpun. Uang yang dibutuhkan Alfref bukanlah dalam jumlah yang kecil, yaitu 100 juta Rupiah. Dokter hanya memberikannya waktu 3 hari dan 2 hari telah berlalu hari inilah hari terakhir Alfred melunasi biaya adiknya.
Alfred yang sedang pusingpun memilih menepi disebuah trotoar yang jarang dilalui orang. Alfred ingin berkelu kesah, ingin menumpahkan apa yang dia rasakan sekarang tapi dgan siapa? Dia tidak memiliki siapa-siapa lagi selain adiknya.
Dugg
__ADS_1
Tiba-tiba sebuah amplop tebal berwarna Coklat terjatuh tepat dipahanya.
"Ambil uang itu, Selamatkan Adikmu" Ucap datar Qenan.
"Tap-tapi ini uangmu?"Ucap Alfred dengan tangan yang bergetar mencoba mengembalikan amplop berwarna coklat itu.
"Ambillah, sebelum saya berubah pikiran."
"Tap-tapi"sela Alfred cepat.
"Tidak ada bantahan. Ini adalah perintah,dan yang harus kau tau perintahku muthlak!!!" ucap tegas Qenan.
"Terima kasih, aku pasti akan mengembalikannya."
Hmmmm
"Dia baik sekali, mulai sekarang aku akan memperlakukan dia Seperti keluargaku sendiri, bahkan Aku akan bertaruh nyawa untuknya"ucap Alfred didalam hatinya.
Sejak saat itu alfred masuk kedunia mafia untuk melindungi sosok Qenan. Adiknya pun sudah sembuh dan sekarang sedang berkuliah diamerika.
Lima tahun berlalu hingga suatu hari tiba-tiba alfred melanggar semua janjinya. Semua karna orang itu, Semua karna Bascel. Orang itu mengancamnya Akan melenyapkan Adik kesayangannya itu jika dia tidak menuruti semua perintahnya. Bagi Alfred Adiknya adalah segalanya bahkan jika dia harus Melanggar janjinya itu maka akan dia lakukan.
Flashback End
Dor
Dor
Dor
Dor
Dor
Prang
"Kau Sudah berani melawanku Xandro?"ucap Qenan dengan dua pistol yang berada digenggamannya.
"Aku tidak akan pernah gentar melawanmu, seharusnya aku yang mendapatkan gelar leader die ganze Mafia Bukan kamu Qenan." ucap Angkuh Xandro.
"Kau hanya iri kepadaku Xandro."
"Iya, aku iri padamu dan hari ini aku akan membunuhmu"Kesal Xandro sambil membidik kepala Qenan.
Dan
Dor
Dor
Dor
Argggg
...💙💙💙💙...
...Up!!!!!...
...Gimana part ini?...
...Ada yang suka gak?...
...Hehhehe maaf ya kelamaan Up soalnya author kehabisan ide:'(...
__ADS_1
...See youu!!!...