Shield

Shield
06~Sakit~


__ADS_3

...Jangan lupa vote yaaaa;-)...


...Typo bertebaran...


...Jangan lupa Like and Coment cerita Author ya...


...Selamat membaca♥...


...--------------------------------------------------------------------...


SEORANG gadis sedang tidur meringkuk layaknya seorang bayi dengan keringat dingin  yang membasahi dahinya padahal AC dikamarnya tidak pernah mati. ya, gadis itu adalah Adalla hari ini Adalla tidak masuk kekantor karena terkena demam.


Tok


Tok


Tok


"Non"panggil bi asih asisten rumah tangga kanaya.


"Masuk bi" jawab Adalla dengan nada suara yang bergetar.


Ceklekk


Suara pintu berdecit karena dibuka seseorang terdengar didalam kamar kanaya.


Bi Asih masuk kekamar Adalla sambil membawa nampan berisi bubur dan teh hangat untuk Adalla.


"Non lala, makan dulu non" ucap Bi asih sambil memegang tangan kanaya yang panas.


"Yaallah non, badan non panas banget" heboh bi Asih setelah meletakkan telapak tangannya didahi kanaya.


"Kita kedokter ya non" ucap khawatir bi asih.


"Udah enggak papa bi, paling entar sore juga kanaya bakal sehat, bi" sambung kanaya lagi.


"Bibi telfon den Vano aja ya, non" ucap Bi asih tidak tega melihat kondisi Adalla sekarang.

__ADS_1


"Gak usah bi" sela Adalla cepat.


Algavano Argawinandar adalah kakak dari kanaya yang sedang bekerja di Australia karena sedang mengerjakan sebuah proyek disana. Keluarga kanaya adalah keluarga yang mandiri, karna Ayah dan ibu kanaya mengajarkan kanaya dan vano untuk mandiri dan jangan bergantung kepada orang lain.


Sedangkan kedua orang tua kanaya yaitu Leonardo Argawinandar dan Meta argawinandar sedang berada diAmerika karena harus merawat nenek kanaya yang sedang sakit dan mengurus perusahaannya yang ada disana juga.


💙💙💙💙💙💙💙


Siang ini suasana kantor cukup menegangkan. tidak ada yang berani membuat keributan sedikitpun, karna takut membangunkan seorang monster yang sedang tertidur.


Seorang pengawal tengah berlutut dihadapan seorang pria yang diyakini sebagai bosnya.


"Kevin kapan jadwal transaksi selanjutnya?" tanya Qenan kepada Kevin yang sedang berlutut didepannya.


"Dalam tiga hari kedepan, tuan".


"Sampaikan kepada 'Penerima' bahwa aku menaikan harga barang" jelas Qenan datar.


Kevin menautkan kedua alisnya. Ini merupakan pekerjaan yang sulit baginya.


"Itu menjadi tanggung jawabmu kevin, Saya mau semuanya berjalan mulus. Apa gunanya kau menjadi tangan kanan saya jika hal kecil seperti ini saja kau kesulitan" sambung Qenan dingin sambil berdiri untuk keluar dari ruangannya.


Qenan berjalan keluar perusahaannya sambil dikawal oleh 5 pengawal elite kepercayaannya. Dia akan pergi ke Mansion Adalla karna dia diberitahu oleh kevin bahwa Adalla sedang sakit dan itu membuat hatinya tidak tenang.


Para pegawai yang melihat bos nya berjalan pun membungkukkan tubuh mereka dan menunduk gugup karna tidak tahan merasakan Aura dingin dan menyeramkan yang menguar dari tubuh Qenan.


Brum


Brum


Brum


Ting tong


Ceklekkk


"Nyari siapa tuan?" tanya Bi Asih segera menghampiri Qenan.

__ADS_1


"Adeline" singkat Qenan.


"Tuan pasti bos nona lala yaa? Nona Lala ada dikamar tuan, tuan silahkan kekamar non Lala pintu kamarnya berwarna biru. Nanti saya akan mengantarkan minuman beserta cemilan untuk tuan" sambung Bi Asih


Qenan segera melangkahkan kakinya menuju kekamar yang dimaksud Asisten rumah tangga Adalla yang Ia ketahui bernama Bi Asih.


Adalla yang sedang duduk ditepi Kasurnya dikejutkan oleh kedatangan Qenan yang tiba-tiba masuk kekamarnya. Dia pun berdiri dan menghampiri bos nya itu.


"Tuan, apa yang tuan lakukan di rumahku?" Ucap Adalla.


"Mengunjungi kekasihku, saya terlalu sibuk hari ini hingga Baru sekarang saya mengunjungimu" Ucap Qenan dengan mata tajam yang terus menatap wajah Adalla yang pucat pasih.


"Sepertinya anda harus meralat ucapan anda tuan, bukan kekasih tapi mantan kekasih" Kesal Adalla.


"Seingat saya, saya tidak pernah memutuskanmu, Adeline" sambung Qenan datar sambil melangkahkan kakinya mendekati Adalla  yang sedang berdiri menatap dirinya.


Tangannya terulur memegang kalung yang bertengger manis di leher Adalla dan menarik kalung tersebut hingga terputus.


"Apa yang kau lakukan, Qenan" sentak Adalla yang merasakan sakit dilehernya.


"Kalau memang kita udah putus, Kenapa kau masih memakai kalung yang saya berikan 2 tahun yang lalu, Adel" ucap Qenan sambil menatap tajam kearah Adalla.


Adalla hanya diam bahkan hampir terjatuh karna tidak kuat menahan beban tubuhnya, dengan segera Qenan melingkarkan tangannya dipinggang Adalla untuk menahan tubuh Adalla agar tidak terjatuh.


Adalla pun memegang bahu Qenan dan meremasnya kuat.


"Saya tidak pernah meminta putus denganmu, Adel" ucap Qenan datar.


"Lalu mengapa kau selingkuh Qenan, Kalau kamu memang mencintai ku mengapa kau mau menerima pertunangan itu" tanya Adalla sambil membuang muka tidak mau menatap kearah Qenan


"Saya tidak bisa menjawab pertanyaanmu Adel, Saya akan memberitahumu diwaktu yang tepat" jawab Qenan sambil memegang dagu Adalla agar mau menatapnya dan melayangkan ciuman kedahi Adalla yang membuat Adalla mematung ditempat.


"Maaf, Apakah masih sakit" tanya Qenan sambil mengusap pelan leher Adalla yang memerah karna ulahnya. Tidak mau membuat Qenan khawatir Adalla dengan cepat menggelengkan kepalanya.


 


...Alhamdulillah update.....

__ADS_1


__ADS_2