Shield

Shield
19~Koma~


__ADS_3

...Hello guysss...


...Typo bertebaran...


...Jangan lupa like yaaaa...


...Selamat membaca♥...


...Jangan lupa coment yaa biar aku semangat up!!...


...______________________________________________________________________________________________________________________________________________________...


Sementara ditempat lain


"Kenapa kau bisa gagal membunuh Wanita itu, Alfred. Apakah 300 pasukan masih kurang" ucap Seorang pria dengan wajah yang emosi kepada Seorang pria yang duduk dengan santainya.


"Apa kau pikir membunuh Wanita itu segampang Membunuh lalat? Kau bodoh, Nealyon. Bahkan untuk menyerang Mansion Qenan saja membutuhkan waktu 3 hari untukku berfikir. Pengamanan Mansion Qenan sangat ketat dan sangat sulit ditembus. dan beruntunglah Aku masih bisa selamat setelah menyerang Mansion Qenan" ucap Alfred dengan nada yang datar sedatar triplex.


"Tahan emosimu, Nealyon. Bukankah dulu kau juga gagal meneror wanita itu dan bahkan tangan kanan orang itu membunuh 50 anggotamu dan yang lebih parah lagi kau menyuruh anggotamu untuk mengaku bahwa dia suruhan Alfred" kata orang yang ada disampingnya sedang memainkan hpnya dengan santai.


"Bascel, bukankah itu semua rencanamu" geram Nealyon.


"Itu memang rencanaku Nealyon, tapi Aku sudah memperediksinya akan sampai sejauh ini. Qenan memang bukan orang sembarangan. Menentangnya berarti menginginkan kematianmu sendiri. Itulah mengapa aku menyuruhmu dan Alfred yang melakukan semua itu" Ucap Bascel sambil terkekeh.


"Kurang ajar kau bascel, beraninya kau mempermainkanku" Geram Alfred kepada manusia yang ada didepannya itu.


"Diam kau Alfred. Sekarang tugasmu adalah Persiapkan Pasukanmu karna sebentar lagi Qenan akan menerima perang darimu dan mintalah bantuan kepada Mafia die stärkste kudengar dulu mereka juga nekat menyerang pasukan inti Qenan" GERAM Bascel.


"Kenapa kau begitu yakin,Bascel" Curiga Alfred kepada Bascel.


"Karna Aku telah membuat Orang yang sangat disayanginya Terbaring lemah dirumah sakit, karna Peluru yang kau tembakkan ke Wanita itu mengandung zat berbahaya" ucap Bangga Bascel.


"Peluru? Kalau begitu Qenan pasti akan menerima Perang itu, Bascel"


"Itulah sebabnya aku menyuruhmu meminta bantuan Mafia die stärkste."


"Dasar, apakah kau bodoh Bascel. Meskipun dengan menggabungkan pasukan Alors dan die stärkste itu belum cukup kuat untuk melawan Qenan" geram Nealyon saat melihat kepercayaan diri Bascel.


"Aku tau, makanya aku sudah menyiapkan Strategi untuk membuat Qenan Lemah"


"Strategi? Apakah melibatkan Wanita itu?" tanya Alfred penasaran.


"Tentu saja, karna wanita Itu adalah kelemahan dari seorang Aarich Qenan Alvaran. Adalla Adeline" ucap Bascel sambil tersenyum miring.


"Aku Nanti Akan memberitahukan apa yang harus kalian lakukan, sekarang kalian boleh pergi dan ingat lakukan semua yang Aku perintahkan"


"Dasar serakah" Sindir Nealyon sambil mmelangkahkan kakinya meninggalkan Alfred dan Bascel.


"Terserah kau saja Bascel, Tapi ingat Jangan sampai Kau berani menyakiti keluargaku lagi. Jika sampai itu terjadi aku tidak akan segan-segan menghancurkan kepala licikmu itu" Ucap Alfred Dingin sambil meninggalkan Bascel yang duduk santai sambil tersenyum miring.


"Sebentar lagi permainan besar akan dimulai Qenan, Inilah akibat Dari perbuatanmu. Kau telah berani menolak cinta adik kesayanganku dan dengan bodohnya dia bunuh diri hanya karena cinta monyetnya itu. Kau harus merasakan apa yang aku rasakan Qenan Kesedihan, kemarahan, kehancuran saat melihat orang yang paling kau sayangi akan mati."


Dimansion Qenan


"Tuan" Panggil Kevin ketika berada didepan Qenan.


"Ada apa, kevin"


"Tuan, nona Adalla Kritis"


"Hahh!! Bagaimana bisa bukannya kau bilang tadi dia tidak papa" Geram Qenan sambil Mencekik leher Kevin.


"Tu-tuan ter-nyata peluru yang ditembakkan ketubuh nona Adalla mengandung racun" Ucap Kevin dengan wajah yang memerah karna dicekik oleh Qenan.


"Racun?" Ulang Qenan sambil melepaskan cekikannya dari leher Kevin.


"Iya tuan sepertinya Peluru itu memang sudah dirancang untuk nona Adalla karna, didalam peluru itu mengandung zat beracun Yang akan membuat Saraf-saraf yang ada ditubuh nona Adalla Akan berhenti bekerja" Jelas Kevin.


"Kurang ajar kau, Alfred" Geram Qenan.


"Kevin siapkan mobil sekarang, Waktumu 1 menit" Ucap datar Qenan sambil melangkahkan kakinya menuju kamar Miliknya.


"Baik tuan"


...~♥♥♥~...


SEKARANG Qenan dan Kevin menunggu kanaya yang sedang diperiksa oleh dokter.


"Tuan Qenan" Panggil dokter dirumah sakit milik Qenan.


"Hmm, bagaimana?"


"Kondisi nona Adalla memburuk dan sangat kami sesali nona Adalla koma dan dalam jangka waktu yang tidak bisa kami prediksi" Ucap dokter itu dengan Wajah yang gelisah saat merasakan aura Qenan yang menggelap.

__ADS_1


"Koma? Kurang ajar"


"Ma-maafkan kami tuan" Gugup sang dokter.


"Sembuhkan dia secepatnya atau kau akan kehilangan pekerjaanmu" Ucap dingin Qenan.


"Ba-ba-baik tuan"


"Kuberi waktu kau satu minggu untuk menyembuhkannya. Lakukan yang terbaik" Ucap Qenan acuh sambil melangkah kemasuki Ruang VVIV yang Qenan pesan khusus untuk Adalla dengan dua pengawal pribadi Qenan yang menjaga pintu ruangan itu.


Meninggalkan sang dokter yang tadinya Gelisah sekarang bisa bernafas lega.


Clekkk


"Adel" Panggil Qenan.


"Bangun lah, Saya tidak ingin kehilangan kamu untuk kedua kalinya, dan sebelum kamu bangun Saya berjanji akan membuat orang yang membuatmu seperti ini Menderita. Itu janjiku kepadamu, Adeline" Ucap Qenan sambil memegang tangan Adalla yang terasa pas digenggamannya.


"Istirahatlah dengan tenang, Aku akan kembali setelah Membunuh Alfred untukmu" Gumam Qenan sambil mencium dahi Adalla.


"Dan setelah itu, berjanjilah padaku Adel kau harus sadar dan aku akan menganggap Itu adalah kado terindah untukku. Apakah kau mengingat hari Ulang tahunku Adalla Adeline? Jika iya bangunlah, dan berikan aku kado terindah itu" Ucap lembut Qenan sambil Mengelus rambut panjang Adalla yang sekarang kusut.


Ceklek


"Kevin, pergi dan sampaikan kepada Alfred bahwa aku menerima perangan darinya" Ucap Qenan dingin tanpa ekspresi.


"Baik tuan, saya akan mengaturnya kalau begitu saya permisi"


"Hmmm"


"Bersiaplah Alfred, Nealyon dan Bascel. Kalian kira siapa yang sedang kalian hadapi? Kalian akan menerima murkahku dan akan ku bantai kalian satu persatu. Aku akan mengikuti Permainan yang kalian mainkan" Ucap Qenan misterius sambil tersenyum penuh arti.


Skip


Malam hari dibawah sinar bulan dimana semua orang sedang tidur dengan nyenyak dikasur miliknya, tapi tidak dengan seorang pria yang sedang menghubungi seseorang.


"Halo nard Lu siapin semua anak-anak mafia, Hari selasa Pukul 12.00 siang kita akan perang dengan Mafia Alors "


"Dimana?"


"Jln........ Lu datang aja sama anak-anak lain Gua juga Akan ngerahin sebagian pengawal gua"


"Besok kita kumpul dimarkas suruh ketujuh inti kumpul dan juga suruh 'Kerntruppen zwei' Untuk hadir"


"Kerntruppen zwei?dan Kenapa harus mereka Qen, Gua sama inti lain udah cukup ko untuk mengalahkan Mafia Alors. Gak perlu mereka"


"Ba-b-baik lah, Qen" gugup Leonard saat menyadari suara dingin Qenan yang terkesan menyeramkan.


"Besok kumpul jam 12.00".


"Okey Qen."


Tut


Qenan menghela nafas pelan.


Dia harus ekstra sabar menghadapi 'Kerntruppen zwei', bukan karna membangkang atau apalah tapi mereka itu 'Childish' dan super cerewet yang membuat pasukan inti lainnya Kesal dengan kelakuan mereka. Tapi jangan ragukan kemampuan mereka, satu orang bisa membunuh 10 orang mafia dalam satu menit.


"Kevin" Panggil Qenan Kepada kevin yang sedari tadi berdiri dibelakang tubuhnya.


"Iya tuan"


"Persiapkan sebagian pasukan elit untuk perang dengan mafia Alors. lalu sebagiannya lindungi, Adel. Pasti bascel sedang merencanakan sesuatu untuk membuat saya lemah dipertarungan nanti" ucap yakin Qenan sambil menghembuskan nafasnya kasar.


"Baik tuan, kalau begitu saya undur diri".


"Hmmm"


Keesokan harinya di Markas Alors


"Ketua, Berapa banyak pasukan yang akan dikeluarkan" Ucap Tangan kanan Alfred.


"Kau bodoh, Jangan pernah meremehkan pasukan Qenan kita Memerlukan bantuan dari mafia die stärkste Beritau dia untuk mengeluarkan semua pasukan miliknya" Perintah Alfred.


"Baik ketua"


Markas Qenan


"Qen, berapa pasukan yang akan kamu keluarkan" Tanya Arsen.


"Hmm 900 " Ucap acuh Qenan sambil fokus memainkan iPhone miliknya yang memperlihatkan Adalla yang sedang Tidur disebuah Ruangan Rumah sakit.


Karna Qenan memang sengaja memasang CCTV didalam ruangan Adalla agar bisa mengawasinya terus- menerus.

__ADS_1


"Biasanya kau hanya mengeluarkan 200 pasukan" Heran Axel.


"Aku ingin " Gumam Qenan yang masih bisa didengar oleh semua anggota mafia dan Pasukan inti.


"Ketua, 'Kerntruppen zwei' sudah datang"


"Suruh mereka masuk"


"Qenan" Panggil nio sambil memeluk Qenan.


Qenan yang akan dipelukpun hanya bisa pasrah, karna jika dia menolak pelukan itu maka nio akan menangis dan akan susah untuk dibujuk.


Jika harus memilih membujuk anak kecil ataukah membujuk nio maka dia akan memilih anak kecil.


"Hmm, nio lepaskan pelukanmu pada Qenan" Ucap denis karna mulai risih dengan nio.


"Yaahh, maaf yaa Qenan."


"Hmmmm"


"Oiya kalian sudah taukan kenapa ketua memanggil kalian kesini" Ucap Afra sambil memandang ke3 'Kerntruppen zwei'.


"Iya Afra, kita harus membuat mereka bermandikan darah bukan" Ucap Gean Sambil tersenyum miring.


"Hmm!! Nio, Gean, Dan Relly Persiapkan diri kalian. Bsok kita akan perang jangan nganggap remeh musuh dan jangan sampai Kalian berbuat ceroboh" ucap Qenan memperingatin Ke3 Manusia childish yang ada dihadapannya:)


"Baiklahlah Qen".


"Tuan, Mafia Alors meminta bantuan Kepada mafia 'die stärkste' " Ucap Kevin.


"die stärkste? Mafia milik Xandro" Ucap Nio duduk sambil memakan makanan yang tersedia dimarkas milik Qenan.


"Bukankah Xandro sudah pernah menyerang pasukan inti dan geng Feur milikmu Qen, kenapa dia masih berkeliaran bebas. Apakah perlu Aku yang membantai mereka seorang diri aldrich?" Tanya Relly sambil mengotak atik iPhone miliknya untuk mencari dimana posisi Xandro sekarang.


"Tidak perlu Relly, Kalian semua dengarkan aku. Hari selasa Jam 12.00 semuanya harus berkumpul dijln....... Siapkan tenaga kalian, jangan bertindak ceroboh, Bawa Senjata apapun yang kalian bisa pakai dan Cukup Setengah pasukan yang pergi berperang. Setengahnya lagi berpencar Lindungi markas, Anggota keluarga Pasukan inti dan Rumah sakit tempat Adalla dirawat. jangan sampai mafia Alors mengincar mereka. Mengerti?" Ucap lantang Qenan tanpa ekspresi.


"Mengerti" Ucap serentak Anggota mafia milik Qenan.


"Sekarang Untuk Kalian semua menyebarlah jangan biarkan ada penyusup dimarkasku" Perintah Qenan.


"Baik Ketua" ucap serentak anggota Mafia Qenan.


"Qen, Apa kau tidak berlebihan. Setengah pasukan? Bukankah itu terlalu banyak Belum lagi kau sampai memanggil ke tiga manusia childish ini" Ucap Leonard sambil duduk disamping gean.


"Jangan didengarkan Qen, Iblis memang suka mengganggu."Ucap Nio sambil melempar Leonard dengan kulit kacang yang dimakannya.


"Kau" geram leonard Sambil menunjuk Nio.


"Diam" Ucap Qen datar.


"Relly, sekarang kau lacak berapa banyak anggota geng mafia Alors dan 'die stärkste' "Ucap Qenan sambil Menuangkan Vodka kegelas didepannya.


"Sekitar 900 orang, Qen"


"Hmmm Baiklah kita tidak perlu mengeluarkan setengah pasukan, cukup 500 Pasukan yang pergi. Itu sudah lebih cukup untuk membantai mereka semua".


"Yeyyy Akhirnya kita olahraga juga"


Girang Nio.


"Berisik" Ucap serentak pasukan inti.


...💙💙💙💙💙💙...


...Akhirnya UP!...


...Gimana part ini?...


...Moga banyak yang suka yaaa:)...


...See you guysss...


Sekedar info!!!


Okey, jadi Qenan mempunyai 1, 50 Juta anggota mafia yang tersebar dimana-mana. Jadi bisa kalian bayangkan bagaimana ributnya mereka jika berkumpul disatu markas.


Oiya, Pasti ada yang penasaran yaaa sama kemampuan apa yang dimiliki oleh 'Kerntruppen zwei' ????


Jadi nio itu mempunyai kempuan dalam bidang persenjataan sama seperti anggota inti lainnya. Gean Dibidang beladiri dan Relly dibidang hacker.


Mereka hanya dipanggil disaat darurat saja karna jika mereka dipanggil pasti Aldrich menginginkan pembantaian. Mereka Tinggal diJerman disana mereka mengelolah usaha mereka sendiri. Mereka anak yatim piatu yang kebetulan Dirawat oleh keluarga Qenan sejak mereka berumur 14 tahun tapi mereka memutuskan melanjutkan Sekolah mereka dijerman karna mereka ingin mandiri meskipun mereka Childish. SIFAT Childish mereka muncul kalau didekat orang-orang yang mereka sayangi. Jadi kalau Dengan orang yang belum mereka kenal mereka akan bersifat Biasa saja.


Mereka adalah pasukan inti kedua Qenan. Mereka sering berkunjung Dimarkas milik Qenan yang membuat Anggota lainnya kesal dengan kelakuan mereka yang cerewet.

__ADS_1


Jadi geng Fuer juga termaksud anggota mafia Qenan yang memang aldrich tugaskan untuk Memata-matai seluruh mafia yang ada diindonesia. Agar jika ada diantara mereka yang berhianat akan langsung Qenan musnakan.


...Nexttt...


__ADS_2