
...Holla Guyss...
...Jangan lupa vote yaaa cerita Author♥...
...Komen sebanyak-banyaknya:)...
...Maaf yaa kalau masih banyak typo...
...
...
...____________________________________________________________________________________________________...
...Aku akan selalu mengawasimu, tanpa kamu sadari! Karena jika kamu terluka aku yang akan merasakan sakitnya....
..._______________________________________________________________________________________...
Hari ini adalah hari spesial bagi Adalla, karna seharian ini dia akan Girls Time dengan para sahabatnya.
Tadi pagi-pagi sekali Adalla dibuat pusing dengan tingkah Qenan, bagaimana tidak pusing Qenan memerintahkan pengawal untuk mengawalnya kerumah Aluna, tak tanggung-tanggung Qenan memerintahkan 15 pengawal untuk mengawalnya.
Kalian pasti bertanya-tanya kenapa Qenan mengizinkan Adalla pergi? padahal waktu itu Qenan ngancam Adalla. itu Karena dengan 1.000 strategi dan bujuk rayuan Adalla, dan 1.000 kali juga ditolak oleh Qenan, akhirnya Qenan mengizinkan Adalla pergi dengan syarat harus mengabarinya setiap 15 menit sekali.
Saat ini Adalla sudah ada dirumah Aluna. disana dia melihat Maureen memakai Dres berwarna hitam dengan High Heels berwarna senada dengan dres yang dikenakannya. Aluna memakai dress berwarna navy dengan sneakers berwarna putih, Aerlyn memakai dres berwarna pink dengan High heels berwarna putih, sedangkan Raina dan yerza sepakat mengenakan dres berwarna Maron dengan high heels berwarna hitam.
"Kuyyy kita berangkat" ucap Aerlyn lantang dengan semangat 45.
"Kuyy" jawab bersamaan Raina,yerza,maureen, Adalla dan Aluna.
Tanpa mereka sadari ke enam kekasih mereka sedang mengawasi mereka dengan tatapan tajam didalam mobil sport berwarna hitam mengkilap.
"Gue bener-bener khawatir deh sama Cwek gue" ucap Leonard menatap khawatir kekasihnya.
" Gue juga" Ucap Denis,Afra,Qenan, Axel,Arsen bersamaan.
"Lu gak khawatir sama Adalla, Qenan?"ucap Axel sambil memandang Aldrich yang berada disampingnya.
"Khawatir" ucap singkat Qenan yang dibalas senyum oleh ke lima teman-temannya.
__ADS_1
Mobil sport yang berisi cwek-cwek mereka melaju membelah jalanan ibu kota yang sangat padat.
Tiba-tiba dari arah depan ada sebuah mobil yang melaju kencang kearah mobil yang ditumpangi kanaya dan teman-temannya. Dengan sigap Alena membanting stir untuk menghindari mobil tersebut, sehingga tanpa sadar mobil yang dinaiki kanaya dan teman-temannya keluar jalur dan menuju ke jalanan yang sepi dan menabrak sebuah pohon.
"Kita ada dimana" tanya Yerza ketika mereka sudah keluar dari mobil yang mereka naiki.
"Disini sunyi sekali" ucap Maureen.
"Astaga Aerlyn, jidat lu luka"ucap heboh Mauren saat melihat jidat Aerlyn yang terluka.
"Sini aku obatin" ucap Adalla sambil mengusap jidat Aerlyn menggunakan tisu yang ada dimobil.
"Auuh.. Stttt" ringis Aerlyn saaat lukanya bersentuhan dengan tisu yang sudah dibaluti Betadine.
Brum
Brum
Brum
Suara motor yang bersaut-sautan menghampiri mereka, didepan mereka ada sekitar 15 pria yang menatap mereka dengan tatapan menilai.
"Wooii, sellow cantik gue sama teman-teman gue cuman mau kenalan sama kalian" ucap pria itu yang bernama Rifaldi maharaja jayandrata.
"Gue enggak mau kenalan sama lo apalagi dengan teman-teman Lo itu" bentak Mauren yang tanpa sadar memancing kemarahan dari Rifaldi.
Dengan geram Rifaldi memerintahkan anak buahnya untuk menyeret dengan paksa gadis-gadis itu untuk ikut bersamanya. tetapi sebelum dirinya dan teman-temannya menggenggam tangan gadis-gadis itu dia nendapatkan sebuah bogeman sebagai hadiah.
Dengan sigap Rifaldi membalikkan tubuhnya dan menatap enam orang pria yang menatapnya dengan tatapan tajam dan aura yang menyeramkan.
Brugh
Tak
Krieetttt
Dugh
Itu adalah suara pukulan yang dilayangkan untuk Rifaldi. Dengan tubuh yang Lebam dan Memar Rifaldi memerintahkan anak buahnya untuk mundur.
__ADS_1
Sementara itu, para sahabat Adalla yang melihat kekasihnya datang pun langsung berlari dan berhamburan kepelukan kekasih mereka kecuali Adalla.
"Kamu enggak papa kan sayang" ucap Axel khawatir lalu membolak balikkan tubuh Aluna.
"Aku enggak papa ko Xel" Ucap Aluna menenangkan Axel yang sedari tadi menatap dirinya dengan khawatir.
"Lo diapain sama mereka" tanya Denis sambil melepas pelukannya dengan Aerlyn.
"Gue enggak papa kok" jawab Aerlyn sambil memegang erat tangan Denis.
"Itu jidat kenapa luka"ucap Denis sambil menekan luka yang ada dijidat Aerlyn.
"Stttt, sakit Denis.tapi sudah diobatin juga sama Adalla" ucap Aerlyn sambil menggenggap sebelah tangan Denis.
"Hmmmm"
Sementara itu, Qenan yang melihat Adalla sedikit ketakutan, langsung meraih Adalla kedalam dekapannya dam memeluknya erat.
"Kamu enggak diapa-apainkan sama mereka" ucap Qenan yang dibalas gelengan kepala oleh Adalla.
"Jadi gimana nih sama Girls time kita masa pada batal sih" ucap Raina kepada teman-temannya.
"Ya mau gimana lagi, masa kita suruh cwok kita pulang? Kan kasihan mereka bahkan ngeluangin waktunya untuk ngawasin kita. Kita kan tau sesibuk apa mereka" ucap Aerlyn sambil memasang wajah murung.
"Gini aja kita ganti Girls time menjadi dinner untuk kita semua" jawab Mauren dengan semangat.
"Setuju" jawab kompak mereka, kecuali Qenan dan Adalla tentunya.
...________¤¤¤¤______...
...Gimana puas gak sama part ini?...
...Author pamit yaaa♥...
...Sampai jumpa dipart berikutnya...
...See you!...
^^^Dikya_Lita💙^^^
__ADS_1