Shield

Shield
15~Mansion Baru~


__ADS_3

...Hello guyss...


...Typo bertebaran...


...Selamat membaca♥...


...______________________________________________________________________________________________________________________________________________________...


Suara retakan tulang dan geraman kevin terdengar, Qenan dengan tidak tanggung-tanggung menginjak tangan kevin. Melihat itu Adalla dengan segera memeluk Qenan dan menenangkannya.


"Tenanglah, Qen" ucap Adalla sambil mengusap lengan kekar Qenan.


"Dengar kevin, Segera cari orang yang sudah dengan berani mengirimkan kado itu untuk Adeline.. " ucap Qenan sambil menatap Kevin yang masih membungkukkan badan dihadapannya dengan tangan yang masih diinjak Qenan.


"Dan ingat satu hal kevin, Kau harus membawa orang itu kehadapanku hidup atau mati" lanjut Qenan sambil menjauhkan kakinya dari tangan Kevin


"I-Iya tuan".


"Sekarang berdirilah dan laksanakan perintahku".


"Baik tuan" ucap Kevin sambil melangkahkan kakinya keluar ruangan Qenan.


"Kau harus bisa kevin, atau saya yang akan turun tangan" gumam Qenan yang masih bisa terdengar jelas ditelinga Adalla dan kevin.


Dengan Segera kevin keluar dari ruangan Qenan untuk melaksanakan perintah yang diberikan Oleh Qenan untuknya


Melihat kevin yang sudah keluar ruangan, Qenan dengan segera membalikan tubuh Adalla menjadi berhadapan dengannya...


"Sstttt sudah kamu jangan menangis"  mendengar ucapan Qenan dengan Refleks Adalla menoyor kepala Qenan.


"Siapa yang nangis coba? Adel ta-tadi cuman kanget pas ngeliat kadonya".


"Hmm, bilang aja nangis! dasar cengeng"


Dengan kesal Adalla menarik rambut hitam Qenan dengan keras tapi Qenan sama sekali tidak Menunjukkan wajah kesakitan malah  Qenan tetap mempertahankan wajah datarnya itu.


"Sudah puas?" tanya Qenan yang dibalas dengan cengengesan dan gelengan dari Adalla.


"Qen, Ayo kita pulang Adel udah capek mau tidur" rengek Adalla.


"Hmmm" dehem Qenan sambil meninggalkan Adalla yang masih berdiri dibelakangnya.


"Qen, tunggu" teriak Adalla sambil berlari mengejar Qenan.


...~♥♥♥~...


"Qen, kita mau kemana inikan bukan menuju mansionmu yg ada ditengah hutan" ucap Adalla sambil menatap waspada disekelilingnya karna hutan yang dilewatinya ini berbeda dengan hutan yang menjadi lokasi mansion Qenan.


Hutan yang dilewatinya ini lebih seram Karena dikelilingi pohon-pohon yang menjulang tinggi. Bahkan jika kita menggunakan helicopter pun kita tidak akan melihat tanah yang ada dihutan ini.


Citttt


"Qen, kenapa berhenti" tanya Adalla spontan ketika tiba-tiba mobil yang dikendarai sendiri oleh Qenan berhenti.

__ADS_1


"Kita sudah sampai" jawab Qenan acuh sambil meninggalkan Adalla yang masih didalam mobil sambil menatap terpukau melihat apa yg dihadapannya ini.


Sebuah mansion yang sangat megah bahkan lebih megah dari mansion Qenan yang sebelumnya.


...




"Qen, tunggu" teriak heboh Adalla sambil berlarian mengejar Qenan yang entah sudah hilang kemana....


Saat berada diruang tengah Adalla kembali terpukau melihat isi mansion Qenan.


...



...


...



...


Adalla yang semakin penasaran dengan mansion Qenan tanpa sadar kakinya melangkah untuk melihat-lihat mansion Qenan.


"Nona" ucap salah seorang pelayan yang ternyata dari tadi berbaris rapi dengan pelayan lainnya.


"Perkenalkan nama saya Tina, nona. saya kepala pelayan dimansion ini dan tuan Qenan sedang berada diruangan kerjanya nona. Mereka semua adalah pelayan disini nona dan tuan Qenan tidak memperbolehkan mereka untuk bubar jika nona Adalla belum memasuki mansion"


"Hmm.. Baiklah kalian semua boleh bubar" ucap Adalla tegas.


"Bi tina bisakah bibi mengantar saya mengelilingi Mansion Aldrich"


"Dengan senang hati nona"


"Kalian semua siapkan kamar nona Adalla,makan, pakaian, dan perlengkapan lainnya" perintah bibi tina kepada sepuluh pelayan yang memang diperintahkan untuk menyiapkan keperluan kanaya.


"Mari nona,silahkan"


Adalla yang sudah penasaran dengan isi mansion Qenan, segera berjalan mengelilingi mansion Qenan dengan bi tina yang berada dibelakangnya sesekali berbicara dengan Adalla.


...



...


Ruang Perpustakaan


...

__ADS_1



...


Tempat santai


...



...


Ruang Keluarga


Setelah bosan menjelajahi mansion Qenan, Adalla berinisiatif untuk pergi menemui Qenan diruangannya.


"Qen" panggil Adalla sambil menyembulkan sebagian kepalanya dipintu ruangan Qenan.


"Hm...masuk" ucap acuh Qenan sambil melanjutkan pekerjaannya berkutat dengan kertas-kertas kesayangannya itu.


"Qen, Adel mau nanya"


"Tanya apa?" ucap Qenan sambil memberhentikan perkerjaannnya dan mulai fokus dengan pembicaraannya dengan Adalla.


"Kira-kira kalau suatu saat Adel Kecelakaan terus koma, Qenan gimana?"  tanya Adalla sambil menundukkan kepalanya tidak berani menatap wajah Qenan.


"QEN, JAGA UCAPANMU" bentak Qenan dengan tangan yang terkepal.


"Qen, ak-aku ha-hanya" gugup Adalla takut dengan amarah Qenan.


"Hanya apa hah?"


"Maaf, Adel gak bermaksud untuk itu" ucap Adalla sambil menundukkan kepalanya.


Qenan yang geram dengan Adalla pun segera mencengkram dagu Adalla dan memaksanya untuk menatapnya.


"Mulai besok saya akan mengajarkan kamu Cara menembak, berlatih pisau dan memanah".


"Ta-tapi Qen, Orang tua Adel gak  bakalan suka kalau Adel sampai pegang senjata tajam"


"Tidak ada bantahan Adeline, ini untuk kebaikanmu urusan orang tuamu itu adalah urusanku. Kau mengerti?" ucap Qenan dengan nada tegas dan tidak mau dibantah.


"Huft baiklah Qen, Oiya kamar Adel mana"


"Disebelah"


"Adel mau kekamar dulu yaa, Qen" pamit Adalla.


"Hmm" dehem Qenan sambil kembali berkutat dengan Kertas kesayangannya itu.


...♡♡♡♡♡♡...


...Alhamdulillan Up guysss...

__ADS_1


...Gimana part ini? Muasin kalian gak?...


...See you Next part♥...


__ADS_2