
...Jangan lupa vote yaaa♥...
...Komen sebanyak-banyaknya...
...Typo bertebaran...
...Selamat membaca♥...
____________________________________________________________________________________________________
...
...
Sekarang Adalla, Qenan dan para sahabatnya akhirnya tiba disalah satu Mall terbaik diindonesia. mereka berjalan dengan dikelilingi pengawal pribadi Aldrich.
Mereka cantik dan ganteng banget
Enggak sia-sia gue disini
Mereka kan pengusaha-pengusaha sukses itu kan.
Qenan kamu ganteng banget, cool lagi
afra keren banget
Axel dan Arsen imut banget
Leonard I love you
Aerlyn cantik banget
Aluna dan Raina jangan senyum nnti abang diabetes lo
Cewek Disamping Qenan juga cantik
banget
Maurenn lovee you
Yerza senyum dongg
Itulah Cibiran yang didapat Qenan dan teman-temannya saat berjalan.
"Ehh guys kita kesalon yuukk, udah lama gue enggak ganti Warna rambut" ucap Raina sambil menatap kearah sahabat-sahabatnya dan dibalas anggukan mereka.
"Let's goo" heboh Mauren sambil berjalan mendahului para sahabatnya itu.
Setelah satu jam lamanya disebuah salon, Adalla dan para sahabatnya pergi menuju keruangan VVIP yang sudah dipesan denis untuk pacar kesayangannya, siapa lagi kalau bukan Aerlyn yang tdi mengeluh Perutnya kelaparan dan juga kakinya lelah padahal masih sempet-sempetnya mampir dulu kesalon:-
...
...
Warna rambut Adalla
...
...
Warna rambut Aerlyn
...
...
Warna Rambut Yerza
...
...
Warna Rambut Raina
...
__ADS_1
...
Warna Rambut Aluna
...
...
Warna Rambut Maureen
__________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________
...
...
"Qenan, Adel izin ketoilet dulu yaaa" Izin Adalla kepada Qenan yang Sedang duduk disofa sambil sesekali berbincang dengan Afra yang dibalas Qenan dengan ucapan ya, tidak atau hanya anggukan kepala.
Melihat itu Adalla bangkit dari duduknya dan memberitahu pada para sahabatnya lalu melangkahkan kakinya meninggalkan ruangan itu.
Dengan langkah terburu-buru, Adaa berjalan menuju toilet cwek yang kebetulan hanya beberapa langkah dari ruangan VVIP yang dipesan Denis.
Bruuk
"Kok ada tembok sihhh"gerutu Adalla didalam hati sambil mengusap jidatnya yang memerah.
"Maaf saya enggak sengaja"
"Kayak gue kenal tu suara" gumam Adalla dalam hati. Adalla pun langsung mendonggakkan kepalanya dan
BOM
"Vernon?" Pekik Adalla girang sambil memeluk erat vernon dan disambut pelukan hangat vernon juga.
Masih ingat vernon kan kalau enggak baca part 08 yaaa.
"Lo kok ada disini ver" tanya Adalla penasaran sambil melepas pelukannya.
"Gue mau mampir makan trus habis itu baru gue temuin lo beb eehh malah kita ketemuan disini" Jawab vernon.
"Gue kesini karna disuruh nyokap beb..katanya dia rindu ama lo"
Sedang asik-asik berbincang Adalla tidak menyadari bahwa sedari tadi ada seseorang yang mengawasi mereka mulai dari Adalla keluar dari ruangan VVIP.
"Ver, gue mau temen-temen gue dlu soalnya takut mereka cari gue".
"Ok, sampai ketemu lagi beb" ucap vernon sambil melambaikan tangannya kearah kanaya yang berjalan menjauhinya.
"Maaf yaa gue lama" ucap Adalla pertama kali saat masuk ruangan dan disambut pertanyaan beruntun dari Raina serta tatapan tajam Qenan.
"Lo dari mana aja sih, Adalla"tanya Raina sambil menatap Adaa yang terlihat gugup.
" G-ue....t-tadi habis hmmm toilet" gugup Adalla saat matanya tanpa sengaja melihat kearah Qenan yang menatapnya dengan tatapan membunuh.
"Kok lama banget...hampir sejam loo nay"
"Gue ada perlu tadi..sorry yaaa"
"Oiya, gimana kalau kita belli baju Couplean yukk" usul Yerza yang dibalas anggukan mereka semua.
Setelah dua jam berkeliling dimall, akhirnya semua keborong sama para cewek dan mirisnya para cowok yang bayar semua:)) Cowok idaman♥
Dan inilah yang mereka belli:
Qenan dan Adalla (Jaket kulit couple dengan warna Hitam dengan campuran Abu-abu).
Aerlyn dan Denis (Hoodie Couple berwarna biru putih)
Mauren dan Arsen ( Sepatu couple Berwarna Navy dipadukan dengan hitam)
Raina dan Leonard ( Hoodie Couple berwarna Putih polos dengan tulisan
Anto hir diRaina dan Anto Man di Leonard).
Yerza dan Afra ( Kalung couple ).
Aluna dan Axel (Cincin couple).
Dan untuk merayakan kembalinya kanaya para gadis itu membelli sebuah Gelang berlian couple dengan tulisan Six Queen ditengahnya, Hoodie pink, Dres dan beberapa perlengkapan make up.
__ADS_1
Sedangkan para pria memutuskan untuk membelli Mobil Sport dengan merek yang sama tapi berbeda warna.
Bayangkan gimana nasib keuangan dari para cowok:'(
Setelah lelah membeli barang, mereka memutuskan untuk makan disebuah restoran yang menjual berbagai kuliner dari belahan dunia.
Ddrrtttt
Drrtttt
Drrttttt
Bunyi iPhone Aerlyn menyita perhatian mereka semua. Pasalnya setelah melihat nama yang tertera diiPhone raut wajah Aerlyn berubah menjadi suram.
"Gaes gue pamit dlu yaaa" pamit Aerlyn sambil berlari tanpa memerdulikan Denis yang menatapnya tajam.
"Lala, kita juga pamit yaa soalnya gue ada kerjaan menumpuk"pamit Raina, Yerza, Aluna mauren.
"Kalian hati-hati yaaa" ucap Adalla sambil memeluk mereka.
"Gue pamit yaa, broo" ucap Arsen, Axel, leonard, dan Afra yang sedang berpamitan dengan Qenan sambil ber tos ala-ala laki-laki.
Disinilah Adalla yang menundukkan kepalanya takut melihat tatapan Qenan seperti singa kelaparan yang akan menemukan mangsanya.
Aawww
"Qen.....sa-kit" ucap Adalla saat Qenan mencengkram lengannya erat dan membawanya keluar ruangan VVIP itu.
Sesampai diparkiran mobil, Qenan menghempaskan Adalla ke-jok depan mobilnya hingga hampir membuat kepala Adalla terbentur dengan stir mobil jika saja Qenan tidak segera menahan tubuh Adalla.
Sepanjang perjalanan Mereka berdua diselimuti keheningan, Qenan yang fokus menyetir mobil sportnya sedangkan Adalla yang sejak tadi memperhatikan jalanan akhirnya tidak tahan akan keheningan membuka suaranya.
"Qen, kamu kenapa"? tanya Adalla yang tidak mengerti kenapa Qenan marah meskipun tetap menunjukkan Muka datarnya.
Sesampainya didepan mansion Qenan membuka pintu mobil dan menutupnya dengan keras hingga menimbulkan suara yang keras. Melihat emosi Qenan yang sudah menguar Segera Adalla menyusul Qenan yang mulai melangkahkan kakinya memasuki mansion.
"Qen, ka-kamu kenapa" ucap Adalla ketika berhasil memegang lengan Qenan.
"Kamu tau Adalla bahwa saya sangat membenci yang namanya kebohongan " Sinis Qenan yang membuat Adalla membeku ditempat itu karena sejak Adalla mengenal Qenan, Qenan tidak pernah berbicara sinis kepadanya.
"Dan kamu Adalla telah membohongiku hari ini" sambung Qenan menatap tajam Adalla.
"Membohongimu? Apa yang kulakukan? Aku tidak pernah membohongimu, Qen."
"Kau membohongiku Adalla Adeline kau mengatakan bahwa tdi kamu ingin pergi ketoilet, ternyata Kau bertemu dengan laki-laki bahkan berbincang dengannya hampir sejam" ucap Qenan datar Sambil melangkahkan kakinya menuju Gazebo yang ada dibelakang Mansionnya.
"Astaga Lelaki itu ......Dia Vernon Qen, Dia sahabat aku dijerman"
"saya tidak peduli, kau harus diberi hukuman kanaya" Ucap Qenan dingin.
"Hukuman?"
"Besok kau harus menemani saya seharian dikantor" Perintah muthlak Qenan.
"Tapi Qen, kau tau aku paling malas menunggu karna aku sangat mudah bosan"
"Aku tidak peduli, Adeline" tegas Qenan sambil menatap tajam Adalla.
"Baiklah, aku akan ikut" ucap Adalla pasrah sambil melangkahkan kaki ke Qenan karna penasaran apa yang sedang dilihat oleh Qenan dibelakang gazebo dan yang dilihat kanaya hanyalah kolam yang warnanya lebih mencolok diantara kolam yang lain, karna warna chatnya merah tidak seperti kolam yang lain yang berwarna biru yang menyejukkan hati.
Dimansion Qenan terdiri dari tiga Gazebo dan Adalla baru mengunjungi satu:).
Tiba-tiba
Byurrr
Sebuah ikan yang cantik melompat keatas, Adalla yang terpesona dengan ikan itupun mengulurkan tangannya untuk menangkap ikan itu. Tapi sebelum tangan Adalla menyentuh ikan itu tangan Qenan segera menepis tangan Adalla dengan keras.
"Qen, kenapa kau menghalangi tanganku untuk menangkap ikan itu" Protes Adalla dengan wajah yang memerah karna menahan sakit ditangannya sungguh Qenan menepis tangannya sangat keras hingga Adalla yakin tangannya akan berubah jadi biru.
"Apa kau bodoh, jangan pernah menyentuh ikan itu" Ucap Qenan sambil menggenggam tangan Adalla yang ditepisnya tadi.
"kenapa?" tanya Adalla penasaran.
"Ikan itu bisa membunuhmu" ucap Qenan yang membuat Adalla termenung ditempat hingga tanpa sadar tangannya sudah di tarik oleh Qenan menuju kedalam Mansion.
...________ΦΦΦ______...
...Akhirnya Up.....
...Gimana dengan part ini?...
...Membosankan? Gua tau tapi maap yaa gua pemula jadi masih banyak belajar....
__ADS_1
...See you guyss♥...
^^^Dikya_Lita^^^