Shield

Shield
04~Bertemu (2)~


__ADS_3

...Jangan lupa Like yaaaa;-)...


...Komen sebanyak-Banyaknya:))...


...Semoga suka ya♥...


...Selamat membaca♥...


-----------------------------------------------------------------------------------------------------


Adalla berjalan tergesa-gesa menuju Lift sambil membawa dokumen yang diberikan oleh kevin. dia akan pergi ke lantai 50 ruangan Pak Gibran.


Tok


Tok


Tok


"Permisi pak" ucap Adalla sambil mengetuk pintu ruangan Qenan.


"Masuk" Saut seseorang didalam sana dengan suara dingin.


Tenggorokan Adalla tercekat,ini adalah kedua kalinya Adalla mendengar suara dingin dari sang atasan. rasanya lehernya tercekik oleh sesuatu.


Dengan tangan yang berkeringat dingin kanaya memegang knop lalu menekannya. Hingga suara dari derit pintu berdecit terdengar.


Ceklekkk


Tap


Tap


Tap


"Ini dokumen yang harus anda tanda tangani, tuan" ucap Adalla sambil meletakkan berkas yang dipegangnya ke meja Qenan.


"Hmmm" dehem Qenan acuh tidak memperdulikan kanaya yang ada dihadapannya.


Tanpa sengaja mata Adalla terfokus kesebuah figura foto yang ada dimeja atasannya itu. figura itu berisi foto seorang gadis remaja Sma yang tersenyum lebar disebuah taman membiarkan angin menerbangkan rambutnya.


"Bukannya itu fotoku?" gumam kanaya didalam hati.


Deg


Deg


Deg


Saat mendonggak tanpa sadar mata Adalla bertubrukan dengan mata biru gelap yang menatapnya intens dan tajam.


"Adeline" panggil Qenan yang membuat Adalla teringat oleh mantan kekasihnya yang menghilang selama dua tahun.


Deg


Tubuh kanaya membeku ditempat Panggilan itu? Panggilan yang mengingatkannya pada seseorang yang dicintainya dua tahun lalu.


Alasan mengapa Adalla memperkenalkan diri sebagai Adalla bukan Adeline karna Adalla adalah panggilan khusus yang diberikan Aarich untuknya. dan setelah  dua tahun berlalu pun, Adalla belum bisa melupakan sosok itu yang entah bagaimana kabarnya.


"Kenapa? Apa itu mengingatkanmu pada seseorang" sahut Qenan sambil bangkit menghampiri Adalla yang masih berdiri kaku didepannya.


"Hmmm, tidak tuan hanya saja itu panggilan khusus yang diberikan seseorang padaku" ucap Adalla sambil menundukkan kepala tidak berani menatap Qenan.


"Angkat kepalamu" geram Qenan sambil ngulurkan tangannya keleher kanaya dan memegang kalungnya  yang berbentuk jangkar.


hal itu membuat kanaya mendonggakan kepalanya menatap kearah Qenan karna tinggi Adalla hanya sebatas leher Qenan saja.

__ADS_1


"Ternyata kau masih memakainya" gumam Qenan  yang terdengar oleh Adalla.


"Apa maksud, tuan?" ucap Adalla.


"Apakah kau melupakan wajahku, Aku Aarich orang yang kau cintai dua tahun yang lalu" jelas Qenan yang membuat Adalla membisu ditempat.


Tiba-tiba kenangan dimana dia memutuskan Aarich terlintas difikirannya.


Flashback On


Hari ini adalah hari Universery Hubungan Aarich dan Adalla yang ke dua tahun. Adalla bergegas untuk pergi ke mall untuk memilih hadiah ada yang akan diberikan kepada kekasihnya itu.


Setibanya di salah satu mall diindonesia, Adalla berjalan masuk dan mulai melihat-lihat kearah beberapa butik pakaian. Dia melihat ada sebuah hodide yang menarik perhatiannya, hoodie berwarna Abu-abu dipadukan dengan warna putih. Warna Abu-abu adalah warna kesukaan Aarich sedangkan warna kesukaan Adalla adalah warna putih. dia pun mengambil hoodie itu dan pergi untuk membayarnya dikasir.


Selama beberapa bulan ini, Aarich sama sekali tidak pernah mengabarinya. hal ini membuat Adalla bingung kenapa tiba-tiba Aarich berubah? Mau kerumah Aarich tapi Adalla tidak tau apalagi semua teman-teman Aarich tidak ada yang mau membuka mulut soal Aarich.


Dengan perasaan yang gundah Adalla melangkah menuju toko yang menjual Jam tangan, tapi mata Adalla tidak sengaja menangkap seorang pria tengah berjalan dengan seorang wanita yang memegang tangannya. iya, pria itu adalah Aarich, kekasihnya.


Adalla  dengan segera berlari menghampiri Aarich.


"Arich" teriak kanaya, sepontan kaki Aarich berhenti bergerak.


"Siapa dia?" Sambung Adalla setelah berhadapan dengan Aarich dan wanita yang ada disamping Aarich memandang sinis kearah Adalla.


"Aku adalah tunangan Qenan" Sahut Wanita itu itu sengan angkuh yang kutau bernama Sherlyn.


"Tidak mungkin kamu pasti bohongkan, jawab. Aarich tidak mungkin selingkuh" Ucap Adalla sambil menggelengkan kepalanya.


"Yang dia katakan benar , Dia adalah tunanganku lalu apa masalahmu dan siapa kau?." Jawab Aarich dengan wajah datarnya.


Adalla sontak berjalan mundur dengan wajah yang sangat kecewa.


"Apa salahku? Aarich aku adalah pacarmu" ucap Adalla dengan tegas.


"Fine, kalau kamu mau itu.Aku mau Kita putus" teriak Adalla dan langsung bergegas berlari kearah parkiran dan pergi dari mall dengan mengendarai mobil Sportnya.


Flashback End


Aku menggeleng, tanpa sadar kakiku berjalan mundur hingga kurasa punggungku menabrak pintu.


Pria itu adalah Aarich. dia berjalan mendekati ku dengan senyuman miring yang menjadi khas dari wajah datarnya itu.


Aku dengan cepat berlari keluar ruangan itu dengan tergesa-gesa mengambil tasku dan memberhentikan taksi yang kebetulan melintas tepat dihadapanku.


Selama perjalanan pulang, otak Adaa hanya memikirkan Aarich. Bagaimana bisa dia melupakan sosok Aarich. Aarich yang sekarang sangat berbeda dengan Aarich yang dulu.


Dulunya Aarich tidak memiliki Aura semengerikan sekarang. Lalu apa yang terjadi kepada Aarich  selama dia pergi kejerman?


~♥♥♥♥♥♥♥~~♥~


Tap


Tap


Tap


Aarich berjalan menuju labirin yang dibuatnya dibawah tanah dengan kevin yang berada dibelakangnya serta 5 orang pengawal.


"Dimana orang itu Kevin?" tanya Aarich


Kevin pun segera pergi untuk membawa orang yang dimaksud tuannya itu. Sedangkan Aarich duduk disebuah kursi yang memang khusus untuknya.


"Ini dia tuan"ucap kevin.


Aarich  segera bangkit dari duduknya dan menendang bahu orang tersebut hingga terdengar retakan tulang serta ringisan pilu yang orang yang ditendenganya.

__ADS_1


Brugh


Akhhh


Brughh


"Apa hukuman yang pantas untukmu, Mr.Joushua"ucap Aarich sambil menginjak tangan joushua hingga terdengar bunyi retakan tulang.


Kretak


Mata Aarich melirik kepenjuru ruangan di ruang bawah tanah ini, Kira- kira ada 50 orang yang terkurung disini dan pasrah tinggal menunggu ajal mereka.


Andai mereka tau akan ada seseorang yang mampu mengeluarkan mereka dari dalam ruangan bawah tanah itu, dan orang itu akan dapat mengendalikan sosok yang ada tubuh Aarich yang berbanding terbalik dengan Sifat asli Aarich.


Aarich memiliki Alter ego yang dia berinama Eldrach, Eldrach penyayang dan baik dari ada Aarich.Eldrach muncul karna kekosongan dalam hati Aldrich membuat Sosok Eldrach muncul. Aarich sengaja agar tidak pernah membiarkan Eldrach mengendalikan tubuhnya karena Aldrach terlalu baik dan lembut, karena itu  Aarich tidak menyukai Aldrach.


"Kevin, berikan dia 'Benda' itu" ucap Aarich sambil melangkahkan kakinya untuk duduk kembali.


"Baik tuan" kata kevin sambil berjongkok dan membuka mulut joushua memaksanya agar meminum sebuah serbuk berwarna kecoklatan.


Aarich menjentikkan tangannya diatas sebuah meja yang mengakibatkan suara ketukan terdengar diruangan yang sunyi itu.


Satu


Dua


Tiga...


Tiba-tiba joushua menjerit kesakitan sambil memuntahkan banyak darah.


"Yang kau konsumsi adalah Zat beracun, aku memiliki penawarnya disini"Ucap Aarich sambil menunjukkan botol bening yang berisi cairan berwarna hijau.


"Hanya ada satu penawar, yaitu botol yang sedang kupegang" Sambung Aarich tersenyum miring.


Pranggggg


Itu adalah suara botol yang hancur karna terlempar kedinding.


"Dan aku sudah menghancurkan penawar itu untukmu, bukankah kau menginginkan kematian? Maka akan aku kabulkan" ucap Aarich lantang dengan suara yang menggema diruangan tersebut.


Dengan cepat Joushua menggelengkan kepalanya dan Itu membuat Aarich terkekeh pelan sambil bangkit dari duduknya dan berjalan keluar ruangan tersebut.


Satu


Dua


Tiga


Tiba-tiba joushua memuntahkan daging ,organ-organ dan darahnya sendiri, tubuhnya penuh dengan darah segar yang mengalir deras hingga joushua pun meninggal.


Dor


Dor


Dor


sebelum meninggalkan ruangan itu, Aarich menembak Dada, lengan dan paha joushua. teriakan pilu pun menjadi musik pengiring Aarich  keluar dari ruangan itu.


"Kevin, bersihkan mayat orang itu" Ucap Aarich sambil berjalan meninggalkan ruangan itu diikuti olah 5 pengawal yang mengawalnya.


"Baik tuan" Sahut kevin.


-------------------------UP-------------------------


^^^Dikya_Lita💙^^^

__ADS_1


__ADS_2