Shield

Shield
18~Penyerangan~


__ADS_3

...Hello Guyss...


...Jangan Lupa like yaaa...


...Tinggal Klik doang kok.. itung-itung olahraga jari...


...Typo bertebaran...


...Selamat membaca♥...


...____________________________________________________________________________________________________...


DiMansion Qenan.


Dor


Dor


Dor


Ctak


Duarrr


Slash


Argggg


Prang


Dor


Dor


Suara tembakan terdengar diMansion baru Qenan. Adalla yang sedari tadi sedang tidur langsung terbangun ketika mendengar suara tembakan dimana-mana.


Dengan tergesa-gesah pun Adalla langsung berlari menuju keruangan utama mansion Qenan.


"Nona" panggil Bi tina sambil berlari menuju Adalla.


"Bi, ada apa? kenapa ada suara tembakan"


"Nona, kita harus keluar dari sini nona, mansion tuan sedang diserang"


"Diserang? Diserang sama siapa bi"


"Bibi juga tidak tau nona, sekarang kita harus kekamar tuan sebelum orang-orang itu melukai nona Adalla" Ucap bi tina sambil menarik Adalla menuju kekamar Qenan.


"Kamar Qenan? Untuk apa bi" tanya Adalla sambil memberhentikan langkahnya.


"Nona, kamar tuan memiliki keamanan yang luar biasa Tidak ada yang bisa memasukinya kecuali nona dan tuan. Jadi nona tidak usah khawatir karna Bahkan peluru tidak bisa menembus kamar tuan"


"Ayoo nona"


"Tapi bi, bagaimana dengan pelayan yang lain?"


"Nona tidak usah khawatir sekarang yang harus nona khawatirkan itu diri nona. Kalau sampai nona kenapa-kenapa tuan Qenan akan sangat marah"


"Ayo nona" panik Bi tina ketika mendengar derap kaki mendekat kearah mereka.


Dor


AARRGGG


Jeritan Adalla Mengundang Perhatian pasukan Elite yang sedang bertarung. Disana Adalla sedang duduk dengan lengan yang bersimbah darah akibat ditembak oleh salah satu orang yang melakukan penyerangan dimansion Qenan yang ternyata seorang mafia dengan lambang Matahari dengan Awan yang menutupinya yaitu Mafia Alors.


"Nona, bangun nona, nona, nona Adalla"


panik Bi tina sambil menepuk pipi Qenan.


Dengan sigap Bi tina merobek Kain Bajunya untuk Menutupi luka Qenan.


Brumm


Tap


Tap


Tap


"Adeline" Gumam Qenan dengan nada pelan.


"Beraninya kau menyerang mansionku dan melukai calon istriku Alfred" Ucap Qenan dingin dengan aura yang menyeramkan mengelilingi tubuh Qenan membuat Anggota Mafia Alors bergetar dan menjatuhkan senjatanya.


"KEVIN"


"Iya tuan"


"Berapa jumlah mafia alors yang menyerang dimansionku" Ucap Qenan sambil melepaskan jas kantornya dan menggulung kameja hitamnya sampai siku yang memperlihatkan jam tangan yang dikenakan Qrnan serta otot-otot lengannya.


"Hmm sekitaran 300 Orang tuan tapi 100 nya sudah dikalahkan jadi tinggal 200 orng"

__ADS_1


"300? Cukup banyak untuk makanan Singa-singa kesayanganku"


"Kevin, Bawa Adalla Kekamarku sekarang"


"Baik tuan" ucap kevin sambil menghampiri Adalla yang masih pingsan.


"Tina, Bawa nona kekamar tuan Aldrich" ucap kevin ke Tina dan langsung dilaksanakan oleh Tina.


Kenapa bukan Kevin yang membawa Adalla? Karna kevin masih sayang dengan nyawanya sendiri:)


Dor


Dor


Dor


Dor


"Hello Semuanya" teriak girang Axel sambil memasuki mansion Qenan dengan wajah sombong.


"Eh, masuk rumah orang itu salam dulu ****" ucap sinis Afra sambil menginjak kaki Axel.


"Qen, Lo kok gak ngasih tau kita, kalau mansion lo diserang Kan kita juga mau olahraga" Ucap Arsen sambil menggulung kameja putih yang sedang dipakainya.


"Tau nih, kalau ada masalah cerita ama kita-kita ntar Afra bantuin lo kok" Ucap Axel sambil menjitak kepala lawannya.


"Lah kok gua sih" Ucap Afra sambil memasang kuda-kuda seakan akan bertarung:)


"Kan lu paling jelek diantara kita" ucap Denis datar sambil memperhatikan Musuh yang ada didepannya.


Jadi posisi denis sekarang itu membelakangi Afra. Afra yang berada dibelakang denis pun Memukul-mukul udara seakan Memukul kepala denis.


"Denis, Afra mau mukul kepala lo tu" Ucap Axel sambil menahan senyumnya.


Leonard yang sedari tadi Bingung dengan tingkah temen-temennya pun memilih Menjauh dari pertarungan dan duduk disebuah mini bar yang tidak jauh dari pertarungan terjadi.


Padahal didepannya sekarang lagi banyak musih masih aja sempet-sempetnya adu mulut, temen siapa sih! Gak ada yang waras apa yak:)Gumam Leonard Sambil menikmati pertarungan yang ada didepannya.


Dor


Dor


Dor


Prangg


"NARD LO CURANG ****" Teriak Axel ketika melihat Leonard duduk santai dimini bar sambil memperhatikan mereka yang sedang bertarung.


"Eh, jangan dong ntar kalau kepala gua Lobang nasib raina gimana" Ucap Leonard sambil membayangkan kepalanya lobang:)


"Makanya kesini ****" Kesal Arsen melihat Leonard.


"Gimana kalau kita buat pertandingan aja" Ucap Denis yang mulai menikmati pertarungan dihadapannya.


"Pertandingan?" Serentak Keempat teman Qenan Mengeluarkan Ekspresi bingungnya.


"Iya, siapa yang paling banyak ngalahin musuh, maka dialah pemenangnya dan yang kalah harus menuruti apa kata pemenangnya" Jelas Denis sambil mengambil pistol yang tersimpan dijas kantornya.


"Ayooo" Heboh Leonard


Dor


Dor


Dor


Dor


Prang


Brukk


Dor


Dor


Dor


Dor


Suara pistol bersaut-sautan, Semua teman-teman Qenan dengan Senang hati menembak musuh-musuh yang ada didepannya.


Qenan yang sedari tadi hanya duduk sambil memperhatikan temannya akhirnya berdiri dan mulai bergabung dipermainan yang dibuat Oleh Denis.


Dor


Dor


Dor


Dor

__ADS_1


Dor


Dor


Dan Akhirnya setelah satu jam berolahraga, Semua musuh yang berjumlah 200 orang pun tewas didalam mansion Qenan. Sekarang mansion Qenan sangat menyeramkan, darah dimana-mana dan mayat pun berserakan dimana-mana.


"Oi lu pada dapet berapa musuh" Tanya Arsen sambil merenggangkan tangannya keudara.


"Gua 70" Ucap denis sambil membuang pistolnya sembarangan dan Mulai melangkah duduk disofa didekat Qenan.


"Gua 30" ucap Afra


"Gua 45" Ucap Arsen


"Yah Gua 40 doang.. Nih gara-gara Axel nih nembaknya Acak banget hampir aja kepala gua kena" Ucap Leonard sambil menunjuk-nunjuk Axel.


"Kok gua ...Gua dapet 50 doang"Ucap Axel menghitung orang-orang yang dia bunuh yang sekarang sudah jadi mayat:'(


"Itu udah banyak Setan.." Geram Leonard.


"Setan? Emangnya ada setan ya, dimana kok Axel gak liat. Apa setannya itu cuman mau temenan ama Leonard doang yaaa" tanya Axel sambil mengedarkan pandangannya keseluruhruangan.


"hu sabar-sabar" Ucap Afra sambil mengelus punggung Leonard.


"Lu kalau Dideket Axel itu harus ekstra sabar" Lanjut Arsen.


"Untung gua sabar kalau gak udah gua buang tu anak" Ucap Afra sambil memandang sinis kearah Axel.


"Afra mau buang Axel, ntar axel aduin papi Loo" Ancam Axel.


"Lah ngancem" Ucap Denis yang sedari tadi duduk sambil memperhatikan temannya yang sedang adumulut.


"Eh njirr, dia itu babe gua kenapa lu yang kayak anaknya sihh" Ucap Afra


"Kan papi sendiri yang suruh axel manggil dia papi trus katanya anggap aja kayak papa axel sendiri"


"Emang dasar nih anak, masa Babe gua dipanggil Daddy, Papa sih Afra dipanggil papi, Daddynya sih Denis dipanggil Papsky, Dadinya Arsen dia panggil ayah" Ucap Leonard.


"Bokap kita mau dicolong nih ama ni bocah" Ucap Arsen sambil duduk dilantai yang tidak terkena cipratan darah.


"Lu kenapa duduk dilantai Njirr, disini masih ada sofa" Geram Afra sambil menjitak kepala Arsen.


"Eh, napa lu jitak gua sih hoby banget jitak gua. Denger ya Afra yang kadar kegantengannya jauh dibawah gua sekali-kali tu kita harus merakyat, ya gak"


"Anjirrr, serah elu dah gua capek mau bobo" Kata Afra sambil membaringkan tubuhnya disofa yang lebih besar.


"Oiya Qen, lu dapet brapa?" Tanya Arsen keQenan yang sedari tadi duduk menyaksikan perang adumulut temannya.


"80" Ucapnya Acuh.


"Yah lu menang lagi Qen, Bagi dua doang ama gua" Ucap Leonard


"Ambil aja" Ucap Qenan cuek.


"Eh Mana bisa gitu" Sela Arsen cepat Dan langsung bangun dari tidurnya.


"Wah lu emang sahabat gua yang paling baek Bran" ucap Leonard sambil mengejek Arsen.


"Berarti yang dihukum Arsen dong"


"Gk mau gua, lo pada curang"


"Pokoknya harus mau" Paksa Axel.


"Jadi hukuman Arsen adalah harus Bermalam bersama 'Kerntruppen zwei' " Ucap Denis.


"Hah 'Kerntruppen zwei' ? Bukannya mereka ada dijerman yaa?" Tanya Axel penasaran.


"Tiga hari lagi mereka akan pulang?" Ucap Qenan acuh.


"Huaa gua gak mau, mendingan gua sama Axel aja dari pada 'Kerntruppen zwei' "


"Pokoknya lu harus mau ini hukuman buat elo"


"Hufttt. Okay" Pasrah Arsen.


"KEVIN Bagaimana keadaan kanaya" Tanya Qenan kepada kevin yang baru saja memeriksa Adalla.


"Nona Adalla Belum bangun dari pingsannya tuan, tapi peluru yang ada lengan nona Adalla sudah dikeluarkan dan lengan nona sudah diobati" Jelas Kevin.


"Bagus" Ucap Qenan.


"Qen, mulai sekarang lu harus hati-hati deh karna gua yakin mafia Alors pasti akan semakin gencar menyerang Adalla karna mereka sudah tau kelemahan Lu Qen" Ucap Serius Afra sambil menatap Qenan.


"Tapi ya yang jadi pertanyaan gua, kenapa Mafia alors berubah, bukannya mafia alors sangat Menghormatimu Bran dan juga mereka sangat setia kepadamu, lalu mengapa sekarang?" Ucap Leonard penasaran.


"Sepertinya ada yang ingin bermain-main dengan mu, Qen" Ucap denis yang sedari tadi diam akhirnya membuka suara.


Hmmm


...~♥♥♥~~...

__ADS_1


...Up!...


__ADS_2