Shield

Shield
22~Hilang~


__ADS_3

...Makasih yaa buat kalian.....


...yang udah setia baca cerita akuuu;)...


...Jangan lupa Vote⭐...


...Selamat membaca♥...


...____________________________________________________________________________________________________...


"Lu mau kemana?" tanya Denis ketika melihat Qenan pergi dengan tergesa-gesa menuju mobilnya.


"Adeline" jawab Qenan singkat.


"Gua juga ikut pak bos, mau jengukin bu boss" canda Nio yang dibalas senyum tipis oleh Qenan.


"Eh, gua gak salah liat kan! Gua gak mimpi kan.. Pak boss Akhirnya senyum ke gua" Heboh Nio sambil mencubit tangannya berulang kali.


"Gua juga baru pertama kali liat seorang Qenan senyum" kata Alfred sambil tersenyum tulus.


"Gua juga" ucap serentak anggota mafia Qenan.


💙💙💙💙💙


Sementara ditempat lain


"Dokter.... Dokter" teriak suster sambil memanggil Dokter yang menangani Adalla.


Tap


Tap


Tap


"Ada apa sus?" kata sang dokter setelah berlari kearah suster yang memanggilnya.


"Dokter pasien atas nama Adalla menghilang, dokter"


"Bagaimana bisa? Apakah kau sudah mengecek semua ruangan yang ada dirumah sakit ini?"


"Sudah dok"


"Bagaimana ini kalau sampai tuan Qenan tau bahwa nona Adalla hilang bisa-bisa dia menghabisi kita semua" ucap gelisah sang dokter sambil mengusap kasar wajahnya.


Tap


Tap


"APA MAKSUD UCAPAN MU, DOKTER? DIMANA ADELINEKU?" Seketika mood Qenan yang tadinya bagus berubah ketika mendengar dengan jelas bahwa Adelnya hilang.


"Tu..tu...an Qenan." gugup sang Dokter.


"Jawab pertanyaanku, tidak usah bertele-tele." ucap Qenan dengan nada dingin dengab tangan yang sudah terkepal.


"No...Adal...la hilang tuan." gugup sang Dokter sambil menundukkan kepalanya tidak berani menatap Qenan yang mengeluarkan Aura menyeramkan dari tubuhnya


"Ceroboh!" geram Qenan sambil memukul tembok yang ada disampingnya.


"Ma...ma...af...kan saya tuan" ucap sang Dokter sambil menatap punggung tegap Qenan yang perlahan menjauh.


Tap


Tap


Tap

__ADS_1


Tap


"Lah pak boss mau kemana?" ucap Axel ketika melihat Qenan berlari melewati dirinya dan para sahabatnya.


"Pak bosss" teriak Arsen sambil menghampiri Dokter dan suster yang sedari tadi melihat Qenan.


"Dok ada apa?" tanya Afra.


"Begini Tuan, nona Adalla menghilang."


"Hah! Hilang? Bagaimana bisa? Kenapa kalian sangat ceroboh" geram Gean sambil mencengkram kerah baju sang Dokter.


"M....a..afk...an ka..mi tu...an" ucap sang Dokter terbata-bata.


"Hufttt, baiklah. Sekarang pergi atau aku akan melubangi kepala mu, itu" sambung Relly sambil menodongkan pistolnya kearah sang Dokter.


"Kita harus membantu Qenan" kata Denis sambil melangkahkan kakinya menjauh dari Sahabat-sahabatnya.


"Ayooo"


"Kevin perintahkan semua Pasukan elite yang menjaga mansion agar mencari kanaya sekarang juga." perintah Qenan kepada kevin.


"Baik tuan."


Brum


Brum


Brum


Setelah dua jam pencarian, tetapi masih belum membuahkan hasil. Adalla sampai sekarang belum ketemu juga.


Brumm


Cittt


"Qen, kita lanjut besok aja pencarian Adalla.lagian udh malem Qen. " ucap Denis sambil menghadang mobil Qenan.


 


"Gak"ucap Qenan datar.


"Qen, jangan keras kepala untuk hari ini. Lu pasti lelah kan."sahut Afra sambil turun dari mobil sport yang dikendarainya.


"Gak.. Saya belum lelah."


"Qen!!!!" teriak Denis sambil memukul Qenan.


Bugh


"Deniss" tegur Leonard sambil memegang lengan Denis.


"Qen, dengerin gua! Lu jangan takut Adalla pasti baik-baik aja kok percaya ama gua. Kita semua disini mau bantu lo Qen, kami semua ada untuk melindungi lu dan Adalla. Kita bukan temenan 3 atau 4 tahun Qen. Kita semua temenan  udah dari Kecil Qen.. Gua tau sifat elu, gua tau kapan lu akan merasa lelah Qen. Gua tau..." jelas panjang lebar Denis.


"Lu kira semua anak-anak gak lelah? Mereka lelah, Qen. urusan kantor, mafia, sekarang cari Adalla yg hilang. Kami semua ngelakuin itu karna peduli ama lu sama Adalla." sambung Denis sambil memeluk Qenan.


"Sekarang lu kerumah paman Grey aja, gua khawatir ama lu kalau lu sendiri".


💙💙💙💙


Tok


Tok


Tok

__ADS_1


Ting tong


"Assalamualaikum Bunda, ayah" sapa Afra sambil mencium tangan Grey dan syaila bergantian.


"Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatu." jawab kompak Grey dan syaila.


"Loh Afra? Ada apa, nak?" tanya syaila.


"Kami datang kesini bawa Qen, bun" jelas Axel sambil menyalimi Grey dan syaila dan disusul oleh semua pasukan inti Qenan.


"Hah! Qenan? Mana?" lalu pandangan Syaila jatuh kepada Seorang pria yang baru saja turun dari mobil sportnya. Pria itu adalah Qenan.


"Nak, kenapa kamu seperti ini" ucap khawatir syaila ketika memperhatikan penampilan Qenan yang sangat berantakan.


"Adalla hilang bun makanya Qenan jdi seperti ini." jelas Denis.


"Hilang? Hilang kenapa denis." kaget syaila.


"Gak tau, bun"


"Bawa Qenan ke dalam mansion" perintah Grey yang dibalas anggukan Denis.


"Ayah, kalau begitu kami semua pamit pulang, Yah" ucap Denis setelah mengantarkan Qenan kedalam kamarnya.


"Kalian tidak mau bermalam disini, Denis?"


"Tidak usah, Yah... Kalau begitu kami semua pamit, Yah" kata Denis sambil mewakili semua temannya.


"Assalamualaikum" Ucap serentak pasukan inti ketika hendak meninggalkan Mansion Grey.


"Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatu." jawab Grey sambil tersenyum tipis.


Tok


Tok


Tok


"Son, bercerita lah jikalau itu membuatmu lega. Sudah cukup semua beban yang kau tanggung sendiri son. Berbagilah dengan Ayah!!! Ayah disini." ucap Grey sambil menepuk punggung Qenan.


"Bagaimana Adel bisa hilang Dad, Saya bahkan sudah mengerahkan semua orang-orang kepercayaan saya untuk menjaga Adalla, tapi Adel...." kata Qenan  sambil memeluk Grey hari ini Qenan sangat membutuhkan pelukan dari ayahnya itu.


"Daddy, bantu Aldrich cari kanaya.


Kalau dengan pasukan elite daddy pasti bisa menembus negara manapun." ucap Qenan sambil melepaskan pelukannya dan menatap Grey penuh harap.


"Apakah segitu pentingnya Adalla dihidupmu son, sampai kau meminta bantuanku." ucap terkejut Grey, dulu putranya itu bahkan tidak akan sudi meminta bantuannya dalam hal apapun tapi hari ini.


"Iya dad, saya tidak mau kehilangan orang yang saya cintai lagi."


"Baiklah son. Daddy akan bantu.."


"Sekarang istirahatlah!!!!.. Bukankah bsok hari ulang tahunmu?" sambung Grey.


"Saya tidak punya waktu untuk itu."


"Hmm baiklah, terserah padamu son." ucap Grey sambil meninggalkan Kamar Qenan.


...


...


...~♥♥♥~~♥~...


...Up!!!!...

__ADS_1


...Gua Up setelah sekian lamaaaa!!!!!!...


^^^Dikya_Lita^^^


__ADS_2