Si Cilik Super Jenius

Si Cilik Super Jenius
Mimpi Aneh


__ADS_3

Setelah menonton adegan drama di depan Mushola yang tentu saja akulah sang penulis skenario nya. Aku langsung pergi ke kamar karena aku sudah tidak tahan lagi ingin tertawa. Dan aku tertawa sekenanya, untung saja ruangan kamarku kedap suara jadi tidak akan terdengar. Apalagi yang membuatku tambah tertawa saat aku membayangkan menjadi seorang penulis skenario kejahilanku sendiri.


Hebat ya aku jadi penulis skenario yang bahkan tidak di ketahui siapa pun kecuali sang sutradara nya yang membuat rencanaku berhasil. Hehe.. Apapun akan aku lakukan asalkan itu tidak banyak merugikan, tapi sedikit merugikannya. Kalian tahu tidak?? haha.. Gara-gara tadi aku menjahili si Incess pakai ulat bulu sekarang badan si Incess bertol-bentol seperti kutil, aku langsung saja memberikan dia obat gatal supaya tidak tambah gatalnya haha..


Aku pun teringat sang sutradara yang membuatku melancarkan aksiku dan bagaimana kami merencanakannya.


Flashback On


Aku sedang berjalan beriringan dengan Umi dan Abi menuju Mushola untuk melaksanakan ibadah sholat Maghrib sekaligus Shalat Isya juga. Tapi saat aku melewati taman, aku melihat Mang Nurdin yang sedang asyik memperhatikan sesuatu. Aku berniat ingin menyapanya sebelum pergi ke Mushola.


Aku berhenti melangkah, dan seketika langkah Umi dan Abi pun juga berhenti. "Umi sama Abi duluan aja ke Mushola nya, Nanti Star nyusul. " Ucapku kepada Umi dan Abi.


" Emang ada apa sayang." Tanya Umi.


" Star mau ke taman dulu, Star mau nyapa Mang Nurdin dulu Mi, Bi. "


Umi tersenyum kepadaku. " Tetaplah menjadi Star nya Umi dan Abi. Tetaplah menjadi seorang Star yang seperti ini ya nak. " Ucap Umi kepadaku.


" Star nggak akan berubah jadi apa-apa Umi, Umi sama Abi tenang aja kan Star ini bukan Wonder Woman, atau Ninja Hatori. " Ucapku serius.


Tapi entah kenapa Umi dan Abi malah tertawa apalagi Abi yang tertawa sangat keras.


"Loh, kok malah ketawa sih Umi, Abi. Kan Star nggak lagi comedian. Ini Star lagi serius."


"Hahaha... Ya udah kamu temuin aja Mang Nurdin nya ya. Tapi jangan lama-lama, nanti waktu Maghrib nya abis" Ucap Abi sambil mengelus kepalaku lembut.


"Siap Abi ku sayang. " Ucapku sambil menaruh tangan kananku di atas alis membentuk gaya hormat.


Umi dan Abi ku pun melangkahkan kakinya menuju Mushola dan aku pun melangkahkan kakiku kedalam taman.


Saat aku sudah dekat dengan Mang Nurdin yang sedang dalam posisi membelakangiku. "Assalamualaikum Warohmatullohi Wabarokatuh Mang Nurdiiin.. " Ucapku sambil setengah berteriak. And alhasil Mang Nurdin melonjak kaget sambil membalikan tubuhnya.


"Astaghfirullahal'adziiiim... Eh eneng ngagetin aja.. "Ucapnya karena kaget.


"Ih emang bukan istighfar jawaban salam nya. " Ucapku mengingatkan Mang Nurdin.


"Eh iya, Waalaikumsalam Warohmatullohi Wabarokaatuh. " Kata Mang Nurdin baru benar menjawab salamku. Ya elah gitu aja si Emang harus diingetin. Hedeuh... Hadeuh... Hadeuh...


"Nah itu baru bener jawabnya. Eh Bay The Way Emang lagi ngapain Mang, kayaknya serius banget. Inikan waktunya sholat Mang. " Ucapku.


"Oh.. Ini Neng, Emang lagi nguningakeun ieu Neng."Kata Mang Nurdin sambil menunjukkan sesuatu yang membuatku kaget, geli dan juga takut guys...


(Memperhatikan ini Nona) Dalam B. Sunda.


Sontak aku berteriak setelah melihat si sobat kecil berbulu dan menggelikan itu. "Ya Allah Mang, itukan ulet Mang kenapa di pegang-pegang gitu nggak takut gatel apa gelli tauu. " Ucapku agak menjauh dari Emang.


"Hehe. Maafin Mamang atuh Neng kalau Eneng geli. Tapi ini nggak akan gatal kok kan Mamang teh udah pake sarung tangan Neng. " Ucap si Mamang.


Pantesan si Emang di rekrut jadi tukang kebun sama Umi , ternyata bukan cuma karna lihay di bidang berkebun. Si Emang juga ternyata temenan sama ulet... Hihi geli beneran ini mah Star. Batinku sambil bergidik geli.

__ADS_1


Tiba-tiba seolah muncul bola lampu dari kepalaku aku memdapat ide untuk melancarkan sebuah kejahilan. Haha..


Aku menoleh ke arah Mang Nurdin sambil tersenyum penuh arti. Yang ku senyumi mengerutkan dahi.


"Mang, Star boleh minta tolong nggak sama Emang?? "Tanya ku pada Mang Nurdin.


"Emang Eneng mau minta tolong apa? Insya Allah kalau Emang bisa pasti Emang batuin Neng Star." Jawab Mang Nurdin.


Azeek hahaha calon sutradara nih.. Hihi.. Batinku senang.


"Emang pasti bisa kok. Gini nih Mang Star mau minta Emang buat jadi bagian rencana Star. " Ucapku.


Si Emang Nurdin penasaran. " Rencana apa Neng?? "


"Star juga mau minta tolong sama ulet bulu nya. Mmm... Emang tahu nggak sama si Incess?" Tanya ku memastikan kalau si Emang tahu si Incess supaya tidak ada adegan salah sasaran.


" Oh.. Si Incess yang riweh itu? Alias si Markonah kan. Siapa yang nggak kenal sama dia atuh Neng orang dia itu orang yang selalu bikin Rumah yang khusus pegawai perempuan heboh tiap hari. " Tutur Mang Nurdin membuatku senang. Ternyata si Incess terkenal juga ya.


" Nah ho oh yang itu Mang. Jadi rencana nya pas dia keluar dari Mesjid, Emang lewat deket dia sambil naruh si bulu ini di pundaknya Mang." Ucapku setengah berbisik.


" Waah, itu mah gampang atuh Neng. Eneng tinggal nunggu adegannya aja atuh Neng pokoknya mah bereslah. " Ucapnya sambil mengacungkan si bulu di depanku yang tadi sempat di sembunyikan di belakang tubuhya. Dan itu sontak membuatku berteriak karna geli dan si Emang langsung menyembunyikannya lagi.


" Ya udah Mang sekarang kita bersikap biasa-biasa aja ya, bayangin kita lagi akting. Ok... Nah sekarang kita ke Mesjid udah mau di mulai Sholat berjamaah nya. "


Ucapku sambil bergegas pergi ke Mesjid. Hahaha... Jahilnya aku..


Falashback Off


Setelah acara tertawaku selesai. Aku membuka buku catatanku, aku membacanya sekilas walaupun sebenarnya tanpa di baca pun aku masih mengingat jelas isi dari pelajaran yang kuterima tapi karena ini sudah menjadi kebiasaanku membaca ulang walau hanya untuk sekedar memperkuat ingatan.


Hehe.... Jangan sebut aku sombong ya guyss..


Sudah beberapa menit aku duduk di meja belajarku sambil membaca berbagai buku selain buku pelajaran. Mulai dari komik, lalu Novel bahkan juga aku membaca artikel-artikel yang ku cari di internet.


Sampai aku berada di titik rasa lelahku....


Azeekk... Hahaha.. Kok Star malah kayak bikin puisi gini yah.. Hihi.. Jadi geli sendiri Star nya. Maksud dari kalimat itu maksudnya Star capek mata guyss.. Dari tadi dipake ngebaca buku mulu. Star kan juga manusia.. Hehe.. Jadi wajar aja kalau Star perlu mengistirahatkan sesuatu yang Star panteng buat baca buku. Artinya Star harus tidur....


Setelah merasa mengantuk aku pergi ke kamar mandi untuk menggosok gigi, cuci muka, cuci tangan, cuci kaki pokoknya cuci-cucian deh.


Nggak sekalian mandi aja Star..


Aku memang tidak suka mandi malam karna pada saat itu jantung manusia akan berada pada keadaan lemah. Jadi setelah malam hari sebenarnya tidak di perbolehkan untuk mandi apalagi berolahraga. Ngerti kan sekarang??


Setelah selesai dengan urusan kamar mandi aku menuju Walk In Closet dan mengganti bajuku dengan pyama yang panjang dan tertutup agar aku nyaman untuk lelapku sebelum aku Tahajjud nanti.


Aku sudah berbaring siap untuk tidur, tidak lupa membaca do'a sebelum tidur serta membaca surah-surah pendek lainnya. Agar aku tidak di ganggu oleh setan yang akan mengganggu mimpiku.


><><><><><

__ADS_1


Samar-samar aku melihat seorang laki-laki berdiri di hadapanku. Aku tidak bisa melihat wajahnya semuanya tidak jelas. Dan ada beberapa orang lagi di belakang laki-laki itu yang terus memanggil namaku. Mereka seperti terikat!!


"Ok. Saya akan turuti semua keinginan anda, tapi jangan sakiti mereka dan saya mohon lepaskan mereka!! " Ucapku marah entah kenapa aku bisa mengatakannya saat aku tidak mengerti apapun.


"Of course baby, apa sih yang enggak buat kamu." Ucap seorang laki-laki yang ada di hadapanku tetapi aku tidak mengetahui siapa dia.


"Jangan, jangan nak!! Jangan korbankan dirimu sendiri!!" Ucap salah satu dari orang-orang yang terikat dan suara itu mirip sekali dengan suara Umi.


"Iya nak biar kami yang terkena luka. Kami tidak ingin kau terluka nak karena luka yang kau dapat nantinya akan sangat menghancurkan dirimu dan tiada obat bagi lukamu nanti nak!! " Kali ini aku mendengar suara Abi yang berteriak!!


"Diam pak tua!! " Ucap orang yang dari tadi memandangku dan sekarang dia berjalan ke arah orang yang berteriak tadi.


BUGG.


"Abi!!!!! " Tetiakku entah mengapa aku berteriak.


"Lepas ikatanya!! " Perintah laki-laki misterius itu.


Lalu aku merasakan seseorang melepas ikatan pada tangan dan kakiku dan aku sungguh tidak menyadari bahwa aku sedari tadi juga diikat.


Dan sejurus kemudian dia langsung membawaku dengan kasar!! Entah akan dibawa kemana aku tidak tahu. Dan aku hanya menurut saja.


"Saya akan mengikuti anda asalkan anda melepaskan mereka dulu di depan saya!! " Ucapku dengan menekan setiap kataku. Dan aku pun menahan langkahku agar tidak tertarik oleh nya. Aku benar-benar tidak mengerti.


" Jangan nak, jangan lakukan itu Umi mohon hiks.. hiks.. " Suara Umi lagi juga aku mendengar suara tangisan dari semua orang di sana yang terikat di kursi.


"Ok. Heyy.. kalian cepat lepaskan mereka!! "


Perintahnya dan langsung dituruti oleh orang-orang yang menurutku bawahanya. Setelah mereka dilepaskan, salah satu dari mereka berlari hendak menghampiriku tapi dia di halangi oleh orang-orang yang tadi melepaskannya..


"Star gue mohon lo jangan lakuin itu Star!! "


Aku mendengar suara orang-orang yang lainnya yang terus memanggilku. Yang aku kenali hanya suara Umi dan Abi ku tapi selebihnya aku tidak mengenal suara-suara mereka. Lalu perlahan-lahan aku mulai tidak bisa mendengar tangisan serta panggilan mereka dan aku sudah tidak bisa melihat mereka walau hanya samar-samar yang ku lihat.


><><><><><


"Haaa..... " Aku tersentak dalam keadaan nafas tersengal-sengal dan aku mendapati diriku yang penuh dengan keringat dingin. Aku langsung melihat ke sekeliling ku dan ternyata aku masih di dalam kamarku.


"Astaghfirullahal'adziiim... Ya Allah Ya Rab.. Ternyata itu cuma mimpi ya? Tapi itu mimpi apa sih?" Kata ku bertanya-tanya.


Lalu aku melirik ke jam yang terletak di tembok kamarku. Dan sekarang sudah jam 01.13 dini hari. Dan itu adalah waktu untuk ku Shalat Tahajjud. Aku bergegas pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diriku yang bercucuran dengan keringat dingin. Lalu aku juga mengganti pakaian ku di Walk In Closet.


Setelah diriku benar-banar bersih untuk melakukan ibadahku, aku melakukan Shalatku dengan khusuk sampai aku mengucapkan salam.


Aku menengadahkan tanganku di hadapanku untuk berdo'a kepada-Nya.


"Ya Allah lindungilah hamba beserta keluarga hamba. Jauhkanlah mereka dari mara bahaya Ya Rabb. Hambamu ini yang tidak bisa apa-apa hanya bisa mengadu dan berdo'a pada Engkau dzat yang Maha Suci. Apa pun arti dari mimpi itu semoga hanya sebuah bunga tidur belaka. Amiiiiiinnn.... "


Aku berdo'a sambil terus mengingat mimpi itu. Entah mengapa mimpi itu serasa amat nyata di benakku. Semoga saja itu hanya memang bunga tidurku.

__ADS_1


**Hallo... Para readers authooor..... penasaran yaa??? Yang jelas misteri akan dimulai disini.


Buat kalian yang hobi nebak-nabak silahkan main tebak-tebakan karna di cerita authoir ini bukan cuma nyeritain si Star yang suka jahil bukan cuma bergendre comedi tapi ada action nya dan juga ada mistetinya. Jadi terus ikutin ceritanya author yaaa.... And jangan lupa Like, vote, dan beri koment pada eps yang ini.. Ok.... Papay**..


__ADS_2