
Setelah tragedi di kamar mayat itu aku segera dibawa ke kamar perawatan. Dan seperti inilah aku penuh luka sikatan. Para suster langsung memakaikan pakaian pasien padaku dan dokter pun sibuk mengobati luka-luka ku. Aku hanya bisa merintih kesakitan atas rasa perih yang ku rasakan.
Sedangkan Abi keluar dari kamar Rumah Sakit setelah menggendongku dan merebahkanku ke kasur. Seketika aku teringat kepada Umi sebab aku tidak melihat keberadaannya tadi.
Di mana Umi ya? Star kangen sama Umi. Star mau ketemu sama Umi.. Batinku.
Setelah semua luka ku diobati, aku langsung memejamkan mataku. Seketika bayangan tragedi kecelakaan ku terbayang kembali. Aku pun membuka mataku, memandang langit-langit kamar Rumah Sakit.
"Kenapa ya, kecelakaan itu kayak disengaja? Apa ada yang mau nyelakain star? Tapi siapa? Perasaan Star anak baik-baik Star nggak pernah jahatin orang, Star juga berasa nggak punya musuh. " Ucapku bertanya-tanya tentang kejadian itu.
"Kalo nabrak sekali mungkin bisa dibilang ketidaksengajaan, tapi kalo sengaja balik arah dengan kecepatan lebih tinggi itu namanya disengaja." Ucapku bingung.
"Tau ah, pusing Star. Mendingan sekarang Star harus cepet-cepet sembuh biar Star bisa cari tahu. " Ucapku berbicara sendiri.
Tiba-tiba pintu kamar terbuka pelan. Dan nampaklah Umi yang sedang duduk di atas kursi roda yang didorong oleh Abi. Sedangkan dibelakang mereka juga ada Bang Asa, Bang Sky, Kak Briyant, Uncle Sidd, Aunt Zahna. Bukan hanya mereka yang datang, tapi keluargaku dari Pesantren juga datang ada Ustadz Ahmad dan Ustadzah Ainun juga.
Bang Asa adalah Kakak pertama ku, nama aslinya yaitu Angkasa Surya Mazumdar. Orang yang pendiam, acuh dan sangat menyayangiku. Sedangkan Bang Sky Kakak keduaku yang bernama asli Sky Chandra Mazumdar. Wataknya berbeda dengan Kakak pertamaku dia sangat pecicilan sama halnya dengan ku, Kakak kedua ku ini sangat hobi menggangguku dan membuat ku kesal tapi rasa sayang nya tidak kalah dengan Kakak pertama ku.
Sedangkan Uncle Sidd adalah adik dari ayahku dan Aunt Zahna adalah istri dari Uncle Sidd. Otomatis mereka adalah paman dan bibiku.
Paman dan bibi ku bukan hanya Uncle Sidd dan Aunt Zahna, tapi Ustadz Ahmad dan Ustadzah Ainun juga paman dan bibi ku. Karena Ustadz Ahmad itu Kakak dari Umiku. Dan Ustadz Ahmad lah yang mengurus Pondok Pesantren peninggalan Kakek ku yang ada di Jawa Barat.
Aku memandangi mereka semua dengan perasaan berkecamuk. Antara sedih, senang, dan juga bingung. Aku sangat mengkhawatirkan Umi ku. Apalagi sekarang Ini memakai kursi roda dengan wajah yang pucat. Pasti telah terjadi sesuatu kepada Umi.
Mereka memandangiku dengan mata yang berkaca-kaca. Lalu Umi pun melambaikan tangan kedepan memberi kode kepada Abi untuk mendorong kursi roda yang di duduki oleh Umi.
Sekarang Umi sedah ada di sisi ranjang pasienku. Umi terisak memandangku. Aku pun buru-buru menghapus air matanya.
"Umi jangan nangis, Star nggak apa-apa kok. " Ucapku berusaha menenangkan Umi.
Umi pun menggenggam tanganku lalu mengusap pipiku. " Kamu beneran anak Umi kan? Kamu beneran Star nya Umi kan nak? " Tanya Umi.
Aku pun tersenyum "Iya Umi, Ini Star anak bungsu nya Umi. " Kataku.
Umi langsung berusaha berdiri dibantu Abi, lantas langsung memelukku.
"Jangan tinggalkan Umi lagi sayang. Umi belum bisa kehilangan kamu nak." Ucap Umi membuat diriku ikut menangis.
"Iya, Star nggak akan tinggalin Umi lagi. Umi jangan nangis terus Mi, Star kan jadi sedih. " Ucapku.
"Iya sayang. Tuh Umi udah nggak nangis." Kata Umi sambil mengusap air matanya sambil tersenyum. Aku pun ikut tersenyum kepada Umi.
"Ternyata doa-doa kita di kabulkan oleh Allah ya Bi. " Kata Umi kepada Abi.
"Iya Mi, Star anak yang kuat. Dia pasti bisa melalui ini semua. " Jawab Abi.
"Tapi Umi kenapa? Kok Umi duduk di kursi roda? Umi sakit ya? " Ucapku khawatir.
"Umi nggak apa-apa sayang. Umi cuma nggak enak badan jadi lemes makanya Umi pakek kursi roda. Sebentar lagi juga sembuh kok nak. Kamu nggak usah khawatir ya. Star nya Umi harus banyak-banyak istirahat biar cepet sembuh. " Ucap Ini sembari tersenyum lembut.
Aku pun balas tersenyum. Tapi dalam hatiku tetap ada rasa khawatir.
Aku pun melirik ke arah Abang-abangku. Tampak mereka mendekatiku. Bang Asa berdiri di sisi ranjang pasien ku sambil mengelus kepalaku yang tertutup kerudung lebar. Sedangkan Bang Sky duduk di ranjang pasienku sambil menggenggam tanganku seakan tidak ingin kehilangan.
Terlihat oleh ku, mata mereka sudah berkaca-kaca tapi mereka seperti sedang menahan sesuatu yang sebentar lagi akan mulai membasahi pipi mereka. Aku tahu mereka pasti tidak ingin membuat semua orang sedih lagi atas apa yang menimpaku atau mungkin mereka malu untuk menangis.
__ADS_1
Aku sangat senang mereka ada bersamaku. Aku sudah merindukan mereka. Sungguh. Aku merindukan mereka.
Aku tanpa mereka bagaikan bintang yang hanya menggantung tanpa ada nya tempat. Jika tidak ada Angkasa maka tidak akan ada Langit, dan bila tidak ada langit maka tidak akan ada bintang. Seperti itu lah Aku dengan kedua Abangku.
...****************...
*Si Star kepentok apa tuh palanya pas kecelakaan. Sampe bisa jadi bijak gitu?😮*(Author)
*Apa salah nya Star bijak dikit. Orang ini mulut Star, Author diem aja napa. Biarin Star cerita dulu..😒*(Star)
*Hilih.. Sensi amat sih Star, Kan author cuma ngomong doang.. 🙄*(Author)
*Diem dulu Star mau cerita...😣*(Star)
*Ya udah.... Author diem, Author cantik. 😌"(Author)
*😑* (Star)
*Sana lanjut cerita.. Katanya mau cerita ampe nyuruh Author diem.. 😒* (Author )
*Ok... Star lanjut cerita. 😊* (Star).
...****************...
"Bang Asa sama Bang Sky apa kabar? Star kangen banget sama kalian. " ucapku.
"Bang Sky juga kangen banget sama kamu Dek. Hampir aja Bang Sky frustrasi gara-gara kangen sama kamu. Bang Asa juga 2 in kan? " Jawab Bang Sky dengan bertanya lagi kepada Bang Asa. Bang Sky sengaja mewakili Bang Asa berbicara, karena Bang Asa jarang berbicara di publik seperti ini.
Aku terkekeh mendengar jawaban Kakak keduaku. " Hehehe.. Sampe segitunya Bang Sky kangen sama Star, sekarang Bang Sky sadar kan kalo Star ini ngangenin? " Ucapku sambil setengah tertawa di akhir kalimat. Aku sekarang masih belum bisa tertawa seperti biasanya. Karena aku masih memiliki luka dibagian wajahku.
"Emm By the way nih ya. Bang Asa sama Bang Sky kapan ke Indonesia nya? " Tanyaku.
"Bang Asa sama Bang Sky pulang ke Indonesia dari dua bulan lalu dek." Jawab Bang Asa. To the point.
Sontak Aku bagaikan tersengat listrik mendengar jawaban dari Bang Asa. Dua bulan?
"Du-dua bulan Bang? "Tanya ku lagi untuk memastikan.
"Udah kamu jangan pikirin apa-apa lagi sekarang kamu istirahat aja ya sayang. " Potong Umi sambil mengelus ku. Sepertinya Umi mengerti ketidak pahaman ku.
"Nggak!! Bentar, Maksudnya gimana Star nggak ngerti Bang? Apa Bang Asa sama Bang Sky udah dua bulan di Indonesia tapi nggak ngasih tahu Star gitu? Padahal Star aja belum satu bulan pindah ke indonesia."
Aku menatap mereka semua bergantian. Meminta penjelasan. Mereka pun saling tatap satu sama lain. Lalu aku pun melihat Umi menggeleng kepada Bang Asa.
"Star nanya nih jangan di kacangin. Star nggak jualan kacang. " Ucapku.
Aku pun menatap Uncle sidd dengan tatapan mengintimidasi. Uncle Sidd hanya menyernyitkan dahi melihatku.
"Uncle Sidd! " Panggil ku.
Sontak yang di panggil mendekat. "Yes Star, what is wrong? You need what a pity? " ( Ya Star, ada apa? Kau membutuhkan apa sayang?).
" Mmm... I just want to ask Uncle. "(Aku hanya ingin bertanya Paman).
Uncle Sidd tersenyum. " Ask, according to the wishes of your heart ." (Tanyakanlah, sesuai keinginan hatimu). Jawabnya.
__ADS_1
Aku sangat senang dan bersyukur Uncle Sidd tidak mengerti apa yang kami bicarakan. Dan satu lagi yang aku syukuri adalah bahwa Uncle Sidd sangatlah jujur.
Aku menoleh kepada Abi dan Umi, ada rasa bersalah dan gelisah dari mata mereka. Dan itu yang membuat ku penasaran. Dan pastinya ini ada hubungannya denganku.
" Uncle, what happened to me after the crash? " (Paman, apa yang terjadi padaku setelah kecelakaan itu?) Tanyaku.
Terlihat Uncle Sidd terdiam lalu melirik kedua orang tuaku.
"Uncle? " Tanyaku lagi meminta jawaban.
"Oh yeah... After the incident you...."( Oh ya, setelah kejadian itu kamu......)
Bersambung....
><
>><...****************...*Loh kok di potong sih Uncle?? Kan author penasaran..😭😭* (Author)*😕* (Uncle Sidd)*Ups sorry hehe...🤭 kan Uncle nggak ngeri B. Indonesia ya 😅..Ok.. Author nanya sama si Star aja deh... 😁✌* (Author).* Ada apa bawa-bawa Star? Kuping Star sampe ngedengung kek gini? 😕* (Star)*Salah sendiri malah di potong ceritanya.. Kan itu jadi bikin penasaran.. 😤* (Author)*Suka-suka Star dong.. Inikan cerita Star.. Makanya kalo penasaran tungguin Star cerita lagi.. Insya Allah nggak akan lama... 😊**Beneran nggak akan lama? Ok..Author tungguin.. kalo lama.. Author bakalan bikin Star nggak naik kelas biar tahu rasa.. 😏* (Author).*Hilih.. ngancem 😮 Star aduin nih sama Abi nya Star sama Abang-abang nya Star juga.. biar Author dinikahin sama Mang Nurdin tukang kebun nya Star.... 😑* (Star)*😶..Jangan Star.. tega bener sama author.. masa mau dinikahin sama Mang Nurdin 😣. Tapi kalo author di nikahinnya sama Bang Asa tau Bang Sky, Author terima dengan lapang dada.... 😊😊* (Author)*Keenakan Author itu mah 😑😌 ....Udah lah Star mau belajar bye..😝* ( Star)*Sungguh terlalu si Star... 😌*(Author)....****************...Hai para brothers nya author..... Author dah Up lagi!!!!... Tapi buat percakapan Author sama si Star itu kalo kalian nggak suka bisa skip aja...Author percakapan sama si Star karena kan ini yang cerita si Star, nggak di ceritain pihak ketiga. Makanya Author seakan jadi pembaca setia yang penasaran... Wkwkwk..Ya udah kalo kalian suka Like, Coment, sama Vote juga 😀.... Tapi Vote nya seikhlasnya aja yaaa..karena kalo nggak ikhlas Author yang dosa... wkwkwk.. 😅.Tapi jujur nih.... Like dan Coment dari kalian itu membuat Author semnagat beneran.... 😁✌....Ok papay....SALAM SCSJ..
><
...****************...
*Loh kok di potong sih Uncle?? Kan author penasaran..😭😭* (Author)
*😕* (Uncle Sidd)
*Ups sorry hehe...🤭 kan Uncle nggak ngeri B. Indonesia ya 😅..Ok.. Author nanya sama si Star aja deh... 😁✌* (Author).
* Ada apa bawa-bawa Star? Kuping Star sampe ngedengung kek gini? 😕* (Star)
*Salah sendiri malah di potong ceritanya.. Kan itu jadi bikin penasaran.. 😤* (Author)
*Suka-suka Star dong.. Inikan cerita Star.. Makanya kalo penasaran tungguin Star cerita lagi.. Insya Allah nggak akan lama... 😊*
*Beneran nggak akan lama? Ok..Author tungguin.. kalo lama.. Author bakalan bikin Star nggak naik kelas biar tahu rasa.. 😏* (Author).
*Hilih.. ngancem 😮 Star aduin nih sama Abi nya Star sama Abang-abang nya Star juga.. biar Author dinikahin sama Mang Nurdin tukang kebun nya Star.... 😑* (Star)
*😶..Jangan Star.. tega bener sama author.. masa mau dinikahin sama Mang Nurdin 😣. Tapi kalo author di nikahinnya sama Bang Asa tau Bang Sky, Author terima dengan lapang dada.... 😊😊* (Author)
*Keenakan Author itu mah 😑😌 ....Udah lah Star mau belajar bye..😝* ( Star)
*Sungguh terlalu si Star... 😌*(Author).
...****************...
Hai para brothers nya author..... Author dah Up lagi!!!!... Tapi buat percakapan Author sama si Star itu kalo kalian nggak suka bisa skip aja...
Author percakapan sama si Star karena kan ini yang cerita si Star, nggak di ceritain pihak ketiga. Makanya Author seakan jadi pembaca setia yang penasaran... Wkwkwk..
Ya udah kalo kalian suka Like, Coment, sama Vote juga 😀.... Tapi Vote nya seikhlasnya aja yaaa..karena kalo nggak ikhlas Author yang dosa... wkwkwk.. 😅.
Tapi jujur nih.... Like dan Coment dari kalian itu membuat Author semnagat beneran.... 😁✌....Ok papay....
SALAM SCSJ..
__ADS_1