
Satu minggu kemudian, setelah Ujian atau Penilaian Tengah Semester usai. Aku sedang bersiap-siap hendak pergi ke sekolah dan mengikuti tes IQ, setelah satu minggu aku belajar, mempelajari materi dari kelas X sampai XII. Kini aku sudah siap mengikuti tes IQ itu.
Dan tentu saja setelah beberapa bulan menjalani perawatan, sekarang luka-luka ku sudah sembuh. Walau terkadang sedikit ngilu selalu aku rasakan.
Aku pelan-pelan menuruni tangga menuju lantai bawah, dan segera masuk ke ruang makan. Disana sudah berkumpul semua anggota keluargaku. Abi, Umi, Bang Asa dan Bang Sky. Sedangkan Uncle Sidd, Aunty Zahna, Ustadz Ahmad dan Ustadzah Ainun sudah pulang ke tempat asal mereka masing-masing dari beberapa bulan yang lalu.
Dan tak lupa pula dengan Arishfa. Ya, Arishfa masih ada di Indonesia tetapi dia sedang berpetualang dengan kuliner-kuliner Indonesia. Heheh, anak itu, seperti ku yang memiliki rasa penasaran yang sudah level akut. Mungkin zaman sekarang sering disebut kepo.
Sebenarnya Arishfa memang sudah pulang bersama Uncle Sidd dan Aunty Zahna ke India.Tapi setelah beberapa minggu sejak kepulangannya, dia kembali lagi ke Indonesia. Dan saat ini dia sedang bersenang-senang di Pulau Dewata. Kalian pasti tahu di mana itu Pulau Dewata. Dan aku juga akan setia menonton konten youtub nya yang dia buat saat berjalan-jalan dari suatu tempat ke tempat lain.
Kini aku sudah duduk di kursi meja makan bersama yang lainnya.
"Sayang, kamu mau sarapan apa nak?" tanya Umi sambil tersenyum lembut. "Mau nasi goreng atau roti bakar? " Lanjut nya.
"Roti bakar aja Mi, kalo makan nasi pagi-pagi, Star suka sakit perut. " Jawabku. Dan Umi pun langsung mengambilkan roti bakarnya.
Aku pun langsung memakan sarapan pagiku. Tanpa bersuara.
Hanya membutuhkan waktu 5 menit untukku menghabiskan sarapanku. Dan aku melihat makanan Bang Sky belum habis, karena Bang Sky memakan Nasi goreng.
Aku memperhatikan kakak ku yang sedari tadi nampak melirik Hand Phone nya. Ada raut kegelisahan di wajah nya.
Dan aku mengerti kenapa kakak ku itu terus bersikap seperti itu. Perempuan. Pasti hanya satu kata itu yang membuat Bang Sky jadi gelisah. Maklum lah Bang Sky itu memiliki banyak kekasih jadi jika dia sudah gelisah pasti telah terjadi sesuatu.
Seketika aku pun mulai mempunyai ide usil kepada kakak fakboy ku ini.
"Emm,, Bang Sky!" panggil ku.
Yang di panggil langsung menoleh ke arah ku. "Ya dek? " jawab nya singkat.
"Kemarin ada yang nelpon Star loh, katanya mantan pacar nya Bang Sky." tutur ku.
"Uhuk,, uhuk,, uhuk,, " sontak Bang Sky yang mendengar penuturanku pun tersedak sampai terbatuk-batuk.
"Nggak mungkin lah dek, Abang mana mungkin punya mantan pacar. Pacaran aja nggak pernah. " elak Bang Sky berbohong sambil melirik ke arah Umi dan Abi. Sudah jelas-jelas dia fakboy cap kadal buntung di Amsterdam masih saja bohong. Huh, aku jadi kesal di buat nya.
Tapi ada sisi menguntungkan nya juga di pihak ku, aku jadi mempunyai bahan ancaman untuk kakak ku yang songong itu. So, Umi dan Abi melarang kami semua untuk memiliki kekasih. Bahkan Bang Asa pun seperti nya belum memiliki kekasih.
"Wah, masa sih? terus yang nelfon Star, siapa dong? Masa iya hantu? Apa mantan pacar nya Bang Sky dah jadi hantu sekarang? Terus nelfon Star!" Ujar ku dengan rentetan pertanyaan. Dan aku berpura-pura takut.
"Ups, apa jangan-jangan! Bang Sky malah pacaran sama hantu!!!" Lanjut ku sembari menutup mulut. Dan bersikap sangat heboh.
Bang Sky terlihat menghentikan makannya sambil membelalakkan mata. Tidak. Lebih tepatnya memelototi ku.
"Astagfirullah Sky, beneran?! Ya Allah.. Apa gara-gara Umi larang kamu pacaran sama manusia? kamu malah pacaran sama hantu? " Sergah Umi. "Ya Allah Sky bahkan itu lebih parah lagi dari pada pacaran sama manusia." Lanjut Umi sembari tepuk jidat.
"U-umi jangan dengerin Star Mi, masa iya Sky pacaran sama hantu. Sky juga normal kali, nggak mungkin suka sama hantu. Tapi kalo hantu yang suka sama Sky, itu yang mungkin, so anak Umi yang satu ini kan gantengnya nggak ketulungan. " ujar nya dengan percaya diri sambil membetulkan rambutnya. Hih, sok ganteng.
__ADS_1
"Hilih, Bang Sky kan emang ganteng karena cowok, masa dibilang cantik. Jangan terlalu percaya diri jadi orang. Bang Asa aja yang ganteng juga, kagak songong kayak Bang Sky. " ucap ku sambil menunjuk Bang Asa yang di sebelah ku dengan pisau buah yang tadi nya sedang ku gunakan untuk mengupas buah apel. Dan hal itu sontak membuat Bang Asa terkejut.
"Dek, kamu mau bunuh Abang ya? itu pisau nya jangan kayak gitu, nanti kena hidung Abang gimana? " seru Bang Asa sambil menjauh kan wajah nya dari pisau yang hanya berjarak beberapa centi pada hidung nya.
"Eeeh, Sorry Bang, Star nggak sengaja, cuma refleks aja kok. " ucap ku sambil segera menjauh kan pisau buah itu.
Bang Asa hanya geleng-geleng kepala sambil terkekeh. Dan aku hanya bisa nyengir kuda dan kembali mengupas apel merah ku.
"Tau tuh si Star kayak nya mau merusak wajah tampan kita aja Bang ampe bawa-bawa pisau gitu. Hmm..... Pasti sirik kamu ya. " ujar Bang Sky.
"Idih, sorry dorry ya Bang. Buat apa Star sirik ama kalian, Star itu dah beautiful kayak princess gini! Lagian Star buat apa juga mau ngerusak wajah kalian?! Kalo wajah kalian rusak, malu dong Star nanti nya punya Abang jelek. " balas ku tak kalah sengit. "Tapi khusus Abang ku yang satu ini. Mau gimana pun bakalan tetap cakep. " lanjut ku sambil bergelayut pada lengan Bang Asa
Sedangkan Umi dan Abi hanya terkekeh mendengar debat pagi kami.
"Heh bocil! Durhaka nya dirimu pada Abang mu ini!! Mi, lihat tuh Star, masa dia ngata-ngatain Abang nya jelek sih!" ujar nya mengadu kepada Umi dengan nada merengek seperti anak balita yang ingin di belikan mobil beko. Ups, mainan maksudnya.
"Ih, Abang yang bocil! Bukan Star! Masa merengek gitu sama Umi, kan geli Bang dengernya, yang ada bocil kadaluarsa tau nggak! " ujar ku dengan nada sewot.
"Kenapa? Emang nya nggak boleh?! Kan di mata Umi sama Abi itu, Abang emang bocil'?, ya kan Mi? " Balas Bang Sky tak mau kalah.
"Ya kagak boleh lah Bang! Abang itu dah tuwir masa masih ngaku bocil! Yang ada Abang tuh bocil basi kayak susu coklat yang kemarin, Kadaluwarsa!"
*Flashback on
Kemarin Sore.
Tidak lupa pula camilan dan minuman menemani kami. Tapi minuman ku berbeda dengan yang lain, aku sengaja membeli 3 susu kotak dengan rasa yang berbeda dari Supermarket. Sedang kan yang lain meminum jus, kopi, dan teh.
Saat aku meminum susu rasa cokelat.
Deg.
Aku menghentikan acara minum susu ku dan dengan malas melihat tanggal kadaluwarsa nya pada kemasan susu kotak itu. Lalu aku pun menghela nafas lembut dengan wajah datar.
Bang Sky yang melihat itu pun usil menanyaiku.
"Woy! Kenapa tuh muka datar amat kek aspal! Ha.. ha.. ha... " ujar Bang Sky sambil tertawa terbahak-bahak. Tanya nya sibuk melambai-lambai di depan wajah ku.
Aku pun melirik sinis pada Bang Sky. Dan seketika Bang Sky terdiam. Tapi masih terlihat dia yang sedang menahan tawa nya supaya tidak pecah.
Setelah Bang Sky diam, aku segera berwajah datar lagi. Sampai Abi pun bertanya kepadaku kenapa berekspresi dengan wajah datar.
"Star, kamu kenapa nak? Kok ekspresi nya kek gitu? " tanya Abi dengan nada lembut dan tersenyum manis pada ku.
"Nggak apa-apa kok Bi, Star cuma pengin nyanyi doang. " jawab ku masih dengan wajah datar.
Umi dan Bang Asa hanya menyimak saja sedari tadi.
__ADS_1
Lalu aku pun mulai tersenyum ceria lagi karena lagu yang akan ku nyanyikan itu berirama ceria.
🎤Cek 1, 2.. Ehem..ehem..
🎵🎶
🎵Ku punya susu,
Susu yang murni,
Cokelat, vanila, juga strawberry,
Saat ku minum,, kadaluwarsa..
Susu basi,, kok di jual. 🎶
Aku bernyanyi dengan riang nya, tapi saat kata 'Kadaluwarsa ' ekspresi wajah ku berubah menjadi ekspresi kesal. Mereka yang mendengar nyanyian ku pun tertawa terbahak-bahak.
Flashback off
"Heh!! " sontak aku pun terkejut karena ada yang melambai-lambai kan tangan nya di depan wajah ku.
"Kenapa ngelamun aja? Hmm.. Jangan-jangan kamu lagi ngelamunin cowok ya? " tanya Bang Sky dengan wajah yang menyebalkan.
"Apaan sih! Kagak jelas banget, cowok mana yang Star pikiran emang nya? Star nggak punya waktu mikirin hal yang nggak penting!" jawab ku. "Atau, jangan-jangan Bang Sky sengaja lempar batu sembunyi tangan ya. Bang Sky yang lagi mikirin cewek, Star yang di tuduh!" lanjut ku sambil menatap tajam ke arah nya.
Tapi sebelum Bang Sky membantah, Abi segera menyela.
"Udah udah, kalian jangan berantem melulu. Star, ini udah jam berapa? kamu belum mau berangkat ke sekolah?" tanya Abi.
Aku segera menatap arloji ku dan ya, memang sudah waktunya untuk ku berangkat ke sekolah. Aku langsung menatap tajam ke arah Bang Sky.
"Urusan kita belum selesai Bang! Tunggu sampe Star pulang! " ucap ku lalu bangkit dari duduk ku. Dengan masih menampakkan wajah yang tidak bersahabat pada kakak kedua ku itu.
"Star ke sekolah dulu ya. Assalamualaikum. " ucap ku setelah menyalami keluargaku, dan tentu saja dengan pertengkaran kecil saat aku menyalami Bang Sky.
Aku pun menuju mobil bersama Bang Asa, karena aku hari ini akan di temani oleh kakak pertama ku. Setelah kami berada di dalam mobil dan tentu nya bersama pengawal kami yang ada di mobil yang terpisah dari kami. Mobil mulai melaju dan bergabung bersama mobil lain di keramaian jalan raya ibu kota Jakarta.
Bersambung..
><
>><SALAM SCSJ
><
SALAM SCSJ
__ADS_1