
Di perjalanan entah apa yang membuatku tidak nyaman. Aku sudah berusaha untuk duduk nyaman tapi tidak bisa bahkan aku sudah berusaha tertidur tetap tidak bisa. Karena daerah perut ku di bagian atas terasa sakit dan aku pun sedari tadi merasa sangat mual, mual sekali, bahkan aku hampir muntah.
"Nona, apa nona baik-baik saja? "Tanya salah satu pengawal yang duduk di kursi depan.
Haduh si Emang, udah tahu Star nggak baik-baik aja. Malah nanya lagi. Batinku.
Saat mobil yang kutumpangi melintasi Restoran aku tersadar bahwa sedari tadi aku belum makan. Dan saat di Kantin pun aku belum sempat makan karena tragedi itu. Rasa sakit di perut dan mual ku di karena kan aku mempunyai gejala sakit Magg. Aku pun menyuruh Pak pengawal sekaligus yang menyupiri mobil untuk berhenti di salah satu restoran terdekat.
Aku langsung masuk kedalam dan memesan beberapa menu makanan. Tapi aku berfikir apakah para pengawal yang menjagaku itu sudah makan? Aku pun menoleh ke arah mereka yang sedang duduk di salah satu meja yang tidak terlalu jauh dari meja yang ku pakai.
Makanan yang ku pesan pun sampai dan waitress yang mengantarkan makananku pun menata makanannya dengan rapi di atas meja.
Aku menoleh kembali ke arah para pengawal itu tapi mereka sedari tadi belum memesan makanan. Aku melihat mimik wajah mereka yang datar-datar saja tapi aku yakin mereka sedang menahan lapar.
Aku pun memanggil mereka ke mejaku dan menyuruh mereka duduk semeja denganku. Karena kebetulan aku duduk di meja yang untuk empat orang.
"Maaf Nona kenapa Nona memanggil kami? Apa ada yang bisa kami bantu?" Tanya salah satu dari mereka.
Aku diam tidak menjawab dan itu membuat mereka bungkam. Aku memanggil waitress dan memesan beberapa menu makanan lagi. Setelah beberapa menit waitress itu pun kembali dengan menu makanan yang ku beli.
Setelah waitress itu pergi, aku langsung menatap kedua Om pengawal yang di kirim Abi untuk mengawalku.
"Ada. Star butuh bantuan kalian. " Ucapku menjawab pertanyaan yang sempat tertunda jawabannya.
"Apa yang bisa kami bantu Nona? Apa yang anda butuhkan? "Ucapnya benar-benar baku.
Aku pun terkekeh. "Star nggak butuh apa-apa, Star cuma butuh bantuan kalian buat ngabisin semua makanan ini." Ucapku membuat mereka terkejut.
"Maaf Nona kami tidak bisa. Kami hanya pengawal biasa dan kami tidak berani untuk makan bersama Nona. " Ucap salah satu dari mereka.
Aku pun mengerutkan dahiku. "Emangnya siapa yang larang kalian makan sama Star? Nggak apa-apa kali. Pengawal kan butuh makan. Nanti kalau kalian nggak makan terus lemes gimana? Kan kalian jadi nggak bisa kawal Star. " Ucapku menjelaskan.
"Tapi.... " Ucapnya menggantung.
"Ini perintah!! Dan saya tidak suka dibantah!"
Ucapku mulai tegas.
Mereka terlihat takut tapi ada rasa tidak enak di mimik wajah mereka.
"Sebelum makan mari kita berdo'a, berdo'a dalam hati mulai. " Ucapku tiba-tiba karena aku sudah sangat lapar.
Selesai berdo'a aku mempersilakan mereka untuk makan juga. Aku dan kedua pengawalku pun makan dengan lahap. Aku senang mereka makan dengan begitu lahapnya karena aku tahu sedari tadi mereka belum makan bahkan aku pun merasakan rasanya lapar.
Tidak mungkin aku sejahat itu sampai membiarkan orang kelaparan. Mereka adalah pahlawan bagi keluarganya, bekerja siang dan malam demi upah untuk menghidupi keluarga nya.
__ADS_1
******
Beberapa menit berlalu dan kami telah selesai makan dengan perut kenyang. Tidak ada piring yang masih menyisakan makanan karena aku menyuruh mereka menghabiskan semua makanan nya. Mimik wajah mereka berdua berbeda dari sebelumnya. Mereka nampak lebih bertenaga dan sepertinya mereka berdua sudah sangat siap mengawalku sehingga aku memutuskan untuk langsung pulang.
Om pengawal sudah menyiapkan mobil untuk kutumpangi. Tapi belum sempat aku naik, aku melihat Minimarket di depan restoran.
Ice Cream.
Hanya kata dan jenis makanan itu yang ada di otakku sekarang. Walaupun aku sudah makan banyak tadi, tapi aku tetap menginginkan makanan yang saat ini mempenuhi isi otakku. Anggap saja ini adalah dissert pencuci mulut untukku.
Aku menoleh ke arah para Om pengawal.
"Pak!! " Ucapku memanggil mereka, berniat untuk meminta bantuan membelikan Ice Cream di Minimarket yang hanya terpisah oleh jalan raya yang sedang di padati kendaraan berasap. Tapi saat mereka mendekat menghampiriku, aku malah berfikir untuk membelinya sendiri karena aku tidak enak jika harus menyuruh-nyuruh orang yang lebih tua dariku.
"Ada yang bisa kami bantu Nona? " Tanya salah satu dari mereka.
"Iiih.... Bapak nggak usah panggil Non atau Nona gitu, baku amat sih panggil aja Star atau panggil Neng aja karna Star biasa di panggil gitu sama semua art atau pengawal dirumah biar akrab. "Kataku.
Mereka tampak bingung.
Meraka itu pekerja baru atau pekerja yang ditugasin di daerah lain terus di pindahin sama Abi? Kalau mereka pekerja dah lama mereka nggak akan bingung kayak gitu.
"Tapi Non...." Ucapnya menggantung.
"Tuh kan, Star bilang kan jangan panggil Non!" Ucapku jengkel.
"Oh iya Star mau beli Ice Cream ke Minimarket sana. " Ucap ku semberi menunjuk Minimarket di seberang jalan.
"Biar saya belikan. " Ucap dari salah satu mereka.
"Nggak usah! Biar Star aja yang yang beli." Ucapku.
"Biar saya saja. Berbahaya bila Neng Star membeli sendiri Ice Cream itu. " Ucapnya masih dengan kata baku.
Hadeuuuh..... Terserah dah mau ngomong nya kayak gitu. Star....... Nyerahhhh..... Batinku.
"Maksud Star, Star mau beli Ice Cream nya sendiri terus kalian nemenin Star. Lagian Star mau pilih-pilih dulu kali Pak." Ucapku memberi penjelasan.
"Baiklah kalau begitu. " Ucapnya.
Kami lantas berjalan ke arah jalan raya untuk menyebrang tentu saja dengan kedua pangawalku di sisi kanan dan kiriku.
Setelah jalan yang tadinya padat menjadi sepi kami langsung menyebrangi jalan raya itu dan menghampiri Minimarket itu.
Aku memilih Ice Cream yang ingin ku beli dan langsung membawanya ke kasir sedangkan dua pengawalku menunggu dekat pintu masuk Minimarket. Penjaga kasir yang sedang menghitung Ice Cream yang kubeli nampak kebingungan, pasalnya aku membeli banyak Ice Cream dan juga aku yang dikawal dengan dua bodyguard .
__ADS_1
Selesai membeli Ice Cream aku dan kedua Om pengawal ku kembali menyebrang dan tentu saja mereka bingung dengan Ice Cream sebanyak itu ditanganku. Mereka ingin membawa kan kantong keresek ku tapi aku tidak memperbolehkannya.
Seperti biasa kami menyebrangi jalan bila sudah sepi. Tapi saat meyebrang tiba-tiba ada mobil yang melaju kencang kearah kami. Tidak, lebih tepatnya ke arahku. Aku hendak menghindar tapi aku kalah cepat dengan mobil itu. Alhasil aku terserempet dan kedua pengawalku pun malah tertabrak karena berusaha melindungiku. Aku terjatuh di atas aspal dengan luka-luka di tubuhku tetapi para pengawalku sepertinya lebih parah dariku sehingga mereka terlempar beberapa meter ke tepi jalan. Aku melihat darah segar mengalir dari tubuh mereka. Aku tidak memikirkan bagaimana kondisiku tapi yang kupikirkan adalah para pengawalku, karena jika mereka tidak melindungiku maka aku yang akan seperti mereka bahkan mungkin lebih parah.
Saat itu aku hendak bangun dan menghampiri mereka. Karena sepertinya jalanan akan segera di penuhi kendaraan. Dan tentu saja kejadian itu mengundang banyak orang yang ingin membantu tapi sebelum itu, mobil yang menyerempetku kembali datang dengan kecepatan yang sangat tinggi, lebih tinggi dari sebelumnya.
Aku yang hendak menghindar merasa akan sia-sia karena diriku sedang terluka dan orang-orang yang ingin membantuku juga tidak berani mendekatiku. Mereka takut bernasib naas seperti ku dan kedua pengawalku yang sudah dievekuasi terlebih dahulu karena mereka ada di tepi jalan.
Mobil itu kian mendekat dan aku juga bersaha untuk menghindar. Saat mobil itu hendak menabrakku aku melompat ke pinggir jalan.
Tapi bukanya selamat aku malah merasakan tubuhku membentur sesuatu yang keras apalagi di bagian kepalaku, aku sudah tidak bisa merasakan apa pun. Aku kira mungkin ini hari terakhirku untuk bisa bernafas.
Setelah itu aku merasakan tubuhku melayang sambil berputar-putar dan aku merasa jatuh kebawah hingga rasanya Malaikat Izrail sedang mencabut nyawaku.
Pandanganku kabur, sangat suram dan yang aku lihat hanya aspal yang menjauh dengan darah yang seperti cat merah. Aku merasa tubuhku terseret kebelakang dan meninggal kan sesuatu yang merah setelah aku merasa melayang dan terjatuh.
Aku hanya mendengar samar-samar orang-orang berteriak histeris. Dan itu semua tidak jelas.
Ya Allah... Apa ini akhir kehidupanku? Allahu Akbar..... Allahu Akbar..... .....
Semua mulai gelap dan aku tidak merasakan sakit di tubuhku. Semua rasa sakit ku lenyap beserta teriakan-teriakan orang-orang itu.. .. ..
Bersambung...
><
>><WARNING!!!!Yang baca pasti pada tegang kan? Yang jelas ini satu misteri sama mimpi aneh nya si Star di bab 10.Hmmmm... Gimana ya keadaan si Star? apa si Star bakalan selamat apa malah benar-benar meninggalkan dunia yang fana ini? Penasaran?? Ikutin terus ceritanya si Star yaaa....Selamat berimajinasi tentang kejadian tadi.... Author usahakan buat selalu up setiap hari apalagi kalau kalian pada LIKE, COMENT and VOTE yang banyak ......Author pasti tambah semangat...Tapi sayang nya Author nggak bisa janji bakalan Crezy Up soalnya ngurusin dunia nya author aja masih banyak yang belom kelar apalagi ngurusin dunianya si Star.... Jadi mohon di maklumi yaaa para readers authir tercinta.. ππππSALAM SCSJ.....
><
WARNING!!!!
Yang baca pasti pada tegang kan? Yang jelas ini satu misteri sama mimpi aneh nya si Star di bab 10.
Hmmmm... Gimana ya keadaan si Star? apa si Star bakalan selamat apa malah benar-benar meninggalkan dunia yang fana ini?
Penasaran??
Ikutin terus ceritanya si Star yaaa....
Selamat berimajinasi tentang kejadian tadi....
Author usahakan buat selalu up setiap hari apalagi kalau kalian pada LIKE, COMENT and VOTE yang banyak ......Author pasti tambah semangat...
Tapi sayang nya Author nggak bisa janji bakalan Crezy Up soalnya ngurusin dunia nya author aja masih banyak yang belom kelar apalagi ngurusin dunianya si Star.... Jadi mohon di maklumi yaaa para readers authir tercinta.. ππππ
__ADS_1
SALAM SCSJ.....